Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Mama?


__ADS_3

Cleo tersenyum lebar menerima piala yang diberi oleh guru kepadanya, ditemani oleh Dwi mengambil raport miliknya sejak tadi pagi.


Dwi disana menatap Cleo penuh haru, pertama kali dirinya menemani anak yang mendapatkan juara, bahkan rupanya Cleo juga semasa clas meting mengikuti lomba nyanyi dan juga lomba lari, makan kerupuk., lomba lari ia mendapatkan juara tiga, juara makan kerupuk juara satu sedangkan bernyanyi ia juara satu.


Rangkaian acara SD sangat banyak dilewati sehingga Dwi sangat sangat senang dan tergibur banyaknya ibu ibu memuji kepintaran dan kecantikan Cleo.


Cleo menarik ujung baju Dwi yang mengobrol. Dwi menatapnya dengan tanda tanya.” Cle mau pipis.” Ujarnya kepada Dwi.


Dwi disana hendak berdiri.” Mama disini saja. Cle akan ditemani dengan Dani dan Mutiara.” Ia menunjuk Mutiara dan Dani yang melambaikan tangan.


Dwi menatap Cleo khawatir.” Mama temenin aja. Yuk.” Ujarnya.


Cleo hanya menghela nafas saja memegang telunjuk dwi menuju toilet. Dwi cukup jarang menggendong Cleo karena Cleo itu sudah besar. Tubuhnya yang berisi dan Dwi tidak cukup kuat menggendongnya. Cleo juga sudah tidak pernah lagi digendung kecuali oleh Fardan atau Caisar.


Saat dijalan toilet Cleo menatap siapa yang tiba tuba datang, Erik dan Viona? Ibu sambung alias ibu tirinya. Cleo menegang ditempatnya.


Dwi mlihat hal tersebut menatap Erik dan Viona yang berdiri di depan mereka heran. Pelan ia menarik tubuh Cleo mendekatinya.” Maaf ibu, bapak. Kami mau lewat.” Ujarnya sopan pada keduanya.


“ dia anak saya. Kembalikan.” Viona menatap Dwi yang memegang tangan Cleo erat.


Dwi menatapnya melotot tak suka., erik menahan tangan istrinya nanar.” sayang ayo kita pergi saja. “ ujarnya. Ia menatap Cleo yang terlihat takut disana kasihan., Erik tidak ingin lagi menganggu anak anaknya.


Viona mendekati Dwi dan memaksa Dwi minggir agar Cleo disana ia gapai.” Dia anak saya. Bukan anak kamu, kembalikan anak saya. Kembalikan..!” Viona sangat marah menarik paksa tangan Cleo.


Melihat prestasi yang Cleo miliknya sangat membuat dirinya murka. Cleo anaknya dan seharusnya ia yang berada di sisinya menerima piala piala itu. ditambah kehilangan salah satu anak laki-lakinya semakin membuat ia gila, obsesi dirinya memiliki anak perempuan semakin meningkat.


Dwi menepis tangan Viona yang menggapai tangan Cleo. Cleo ia dorong menjauh. “ Mutiara. Dani pegang Cleo..!” teriak Viona.


Dani dan Mutiara buru buru mendekati cleo, diikuti oleh wali mereka. Cleo disana menatap Viona takut, air matanya menetes tiba tiba, traumanya Masih berlaku. Terasa sangat sakit dan sesak. Viona menarik tangan dwi erat membuat dwi gampir terjatuh.” kembalikan anak saya..!!” ia mengejar dimana mereka membawa Cleo.


Dwi menepis tangamn Viona dan menarik rambut Viona kuat.” He anjing. Bangsat loe yah mau ngambil anak gue. mati lo..!!!” teriak Dwi menggila.


Viona melotot saat rambutnya ditarik. Dwi mendorongnya menjauh. Ia mengikis lengan bajunya menatap Viona tajam.” jangan macem macem yah loe sama gue. gue pecahin juga kepala loe..!!” teriaknya.


Viona shok memegang kepalanya yang terasa perih.” Sialan. Loe..” ia mendekati Dwi lagi.


Dwi kepalang emosi dan ikut mendekati Viona. Viona menampar Dwi tapi Dwi menepis tangan Viona. Mencakarw akjah Viona dengan kuku palsu miliknya. Viona disana meringis kesakitan ikut mencakar dwi. Dwi mengelak hingga hanya melukai lehernya. Dwi sangat marah kulitnya terluka. Segera menarik rambut Viona, mencubitnya bahkan mencolok mata Viona.

__ADS_1


Erik disana gelagapan menarik tubuh Viona istrinya. Istrinya memberontak disana. sedangkan Dwi ditarik oleh ayah dari Dani.” Mati loe anjing.. lepasin gue. manusia nggak punya norma kayak dia harusnya mati aja. Bisa-bisanya mau ngerebut anak gue.” teriak Viona. “ dia anak gue. loe yang orang asing bukan siapa siapa nya dia. Balikin anak gue..!” teriak Viona memberontak digendongan Erik.


Dwi berusaha melepaskan orang menahannya heboh untuk menenangkannya. Dwis seakan tuli menarik hils yang ia kenakan dan ia lempar pada Viona. semua ibu ibu heboh saat hils itu terkena kepala Viona.


Dwi tersenyum puas menarik hils lain melempar Viona lagi. Viona memberontak dan hils terkena kepada Erik. “ mati loe..” teriak Dwi menggelegar.


Jangan salah. Dwi sudah lama hidup bersama Fardan, penuh luka dan juga KDRT, jika diajak duel bukan apa apa, dirinya lebih dari mampu dan juga kuat. jika tidak mungkin dirinya tidak akan bersama Fardan lagi selama ini.


“ si anak sialan. Loe..!!” Erik memegang kepalanya terasa perih, pelukan terlepas Viona mengejar dwi. Dwi memberontak dan memendang perut Viona Mendekat. Viona mundur dan Erik segera memegang tubuh Viona dibantu guru guru.


Dwi disana melepaskan diri menatap Viona tajam,.,” sekali lagi loe cari masalah sama anak gue. habis loe ditangan gue..!!” tekannya dan memilih menjauh.


Viona disana memegang perutnya. Wajahnya sudah acak acakan, darah dipipinya dan kepala yang bengkak terkena hils. “ aghh. Sialan..!” teriak Viona kalah. Ia memilih pergi diikut Erik yang memegang kepalanya.


Memaki dwi yang malah melempar dirinya. Padahal dirinya tidak melakukan apapun.


...----------------...


Dwi di sana mencari dimana Cleo. “ mbak itu lehernya luka. Kita obatin dulu.” Ujar ibunya Mutiara meringis melihat penampilan Dwi, rambut yang tak lagi tertata, leher yang tergores bahkan berdarah,. Baju yang sudah tak karuan lagi.


Murni gelagapan “ itu dibawa ke UKS. Kayaknya Cle shok. Dibawa sama papanya Dani tadi.” Ujarnya dengan tenang. Dwi disana segera menuju UKS dengan kaki telanjangnya. Hils harga puluhan jutanya Sudah entah dimana dan tak ada minat untuk ia ambil lagi.


Disana Dwi memasuki UKS dengan kekhawatiran besar, menatap seluru orang di dalam. Ada cleo yang duduk di pelukan dani. Dani mengusap kepala Cleo yang menangis terus menerus. Dwi mendekati Cleo dan memegang tangan cleo. Cleo menatap Dwi dengan nanar.” mama nggak apa apa?” tanyanya dengan gemetar.


Dwi mengusap kepala Cleo dan juga pipi Cleo pelan. “ nggak dong. Mama ini kuat. mama tiri kamu udah mama cakar dan jambak. Mama lempar pakek sepatu hils. Kamu tau? Kepalanya tadi bengkak kena hils mama. Ada untungnya mama beli hiks harga pilihan juta.” Ujarnya dengan semangat.” Kakinya kokoh jadi hampir bolong kepalanya mama tiri kamu.” Ujarnya dingin dan membara.” Harusnya sih mama bawa in hiks mama yang satu nya lagi itu yang lebih runcing.” Lanjutnya dengan kesal.


Cleo yang tadinya shok terkekeh pelan menatap dwi penuh binar.” mama terbaik.” Ujarnya.


Dwi terkekeh mengusap pipi cleo. “ iya jadi kamu nggak boleh takut yah. kan ada mama, nanti kalo ada dia lagi kamu hanya perlu pukul dan lempar sepatu. “ jelas Dwi.


Dwi bersyukur tadi ia yang menemani Cleo. Jika Cleo pergi bersama teman temannya mungkin cleo tidak lagi ada didekat mereka. Entah kenapa dwi


“ tapi gara gara Cle mama luka.” Ujar Cleo menatap lehernya dwi tercakar.


Dwi menggeleng memegang tangan Cleo yang menyentuh lukanya.” Ini itu bukti kalo mama kuat. jadi jangan sedih dan takut lagi yah. mama khawatir.” Ujarnya. Dwi memeluk cleo sayang. Tadi saat melihat Cleo tidak berkutik dan shok sangat membuat dirinya cemas. Cleo seperti trauma besar melihat Viona berada di depannya. Entah apa yang dulu Cleo lewatkan hingga sampai begitu.


Cleo yang dipeluk mengusap air mata Dwi. Disana ada Dani menatap Cleo sendu dan Mutiara yang dipeluk oleh ibunya. Semua Ibu ibu dibubarkan dan kembali di bariskan di tempat acara pembagian raport. Jadi hanya mereka yang ada di sana.

__ADS_1


“ terimakasih yah kalian sudah bantu jagain Cle.” Ujarnya dwi pada ayah dani,


murni dan juga Mutiara.” Iya.. tante. Sama sama.” ujar Mutiara dan Dani berbarengan.


“ ini adiknya Caisar dan Fadly kan tante?” tanyanya salah seorang di sana kepada dwi.


Dwi melirik ayah dani.” Iya. Eh kamu kenal?” tanyanya tenang.


Ia mengangguk dan tersenyum sopan. “ iya. Soalnya pernah dibawa sama Fadly nongkrong malem itu., kenalin nama saya Haikal tante, teman fadly.” Ujarnya sopan.


Cleo menatap Haikal dengan tatapan bertanya. Lalu membuka mulutnya lebar.” Oh kak Haikal teman bang Fadly di café yah?” tanyanya.


Jaikal mengangguk dan tersenyum menatap Cleo sayang. Dani disana menpuk pelan kaki ayahnya.” Papa nggak usah genit deh sama Cle. Cle masih kecil.” Ujar Dani dengan kesal.


Murni disana malah tertawa keras.” Yaampun anaknya cemburu ma papa nya sendiri.” Ujar Murni.


Haikal menatap anaknya mendelik dan menatap Cleo.” Kenapa emang kan Cle bukan siapa siapa kamu wle..” ujarnya mengejek anaknya.


Dani menatap Haikal penuh permusuhan, menggenggam tangan Cle.” Cle punya Dani. Nggak boleh sama papa. Papa udah tua, cari aja tante tante sana.” Ujarnya. Haikal malah terbahak di sana melihat anaknya lalu melihat Cleo menatap mereka polos.


“ ini luka mama dionbatin aja dulu.” Ujar Cleo.” Mau Cleo bantu obtain? Maafin Cle yah, gara gara Cle mama jaid luka.” Ujar Cloe kepada Dwi merasa bersalah.


Dwi menggeleng pelan.” ini bukan salah kamu tapi salah mereka tuh. Ayok.” Ujar Dwi dengan tersenyum tipis,


“ ayo sebagai gantinya kamu yang obtain mama,.” Ujarnya kepada Cleo.


Cleo mengangguk dan membantu Dwi mengobati lukanya,. Dokter penjaga uks disana pun membantu Cleo. Untunglah luka dileher Dwi tidak terlalu besar. Tapi cukup membuat kulitnya merah dan berdarah. Dwi mendengus., perawatannya harga puluhan juta jadi rusak gara gara wanita gila itu.


Brak. Semua orang shok saat ada lelaki yang memasuki UKS dengan mendobrak. He itu bisa digeser saja tidak usah dibuka sekeras itu juga..!!!! di sana ada Fardan dan juga Dava yang datang.


Tadi Fardan menemani Dava mengambil raport. Karena memang sd dan smp masih mengambil raport bersama orang tua. Mendapat kabar dari Cleo jika Dwi berkelahi tadi segera membuat mereka kesini. Tadi saat di uks Cleo takut Dwi kenapa napa jadi dirinya menelpon Fardan.


“ yaampun kalian ngak apa apa?” Tanya fardan mendektai istrinya yang diobati lalu menatap Cleo yang membantu dwi diobati. Dwi menatap suaminya datang dengan kekhawatiran tersenyum senang.


“ mama luka papa karena jagain Cleo. Cleo tidak apa apa karena mama jagain Cle.” ujar Cleo dengan polos dan merasa bersalah.


Fardan menatap istrinya khawatir apalagi lehernya yang ditaro kain kasa tipis.” Yaampun kamu diapakan sama mereka?” tanmya Fardan di sana nanar.

__ADS_1


__ADS_2