Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Cari masalah


__ADS_3

“ anak saya nggak pernah berbohong. Kamu yang bully anak saya dan di sana jelas jelas anak saya bilang dia tidak sengaja tapi kamu tendang itu artinya tetap kamu yang salah.” Tegas ibu Hana. Masih mencari pembenaran.


Disya disana mengangguk pelan dan melempar kopi milik kepala sekolah ke wajah ibu Hana. semua kaget menatap Disya. Ibu hana melotot menatap disya yang disana menatap ibu Hana polos. Untung nya kopi sudah dingin.


” Yaampun ibu maaf saya tidak sengaja menumpahkan kopi di wajah ibu.” Jelas Disya pelan pura pura merasa bersalah,.


Ibu Hana menatap Disya mengerang, urat urat dikeningnya menonjol akibat tak tertahankan.” Kamu anak kurang ajar. Berani beraninya sama orang tua..!!!” ibu Hana mendekati Disya dan hendak menjambaknya. “kurang ajar kamu yah..!!”! teriaknya tapi Disya hanya diam saja,


“ bu astaga bu sudah bu.” Teriak kepala sekolah kaget sontak menahan ibu Hana.


” Kalian lihatkan dia kurang ajar sama saya. Dia harusnya dihukum, tidak ada anak murid yang seharusnya bersikap berbudi ini malah seperti iblis. “ teriak ibu Hana. Hana disana memegang lengan ibunya takut dan juga gentar.


Ayah Hana mnenaan istrinya dan menatap Disya tajam. “ anak tidak tau sopan santun. Bisa bisanya kalian menyekolahkan anak ini di sekolah kalian. .” Tegas ayah Hana keras menahan istri dan anaknya.” sekolah macam apa ini? katanya sekolah bertaraf internasional tapi lihat ini? apa yang kami dapatkjan, bukannya pembelaan tapi hal yang mempermalukan.” Jelasnya lagi tegas.


“ bagian mana lagi yang salah? Tadi kan ibu bilang jika anak ibu tidak sengaja, saya juga mengatakan tidak sengaja menumpahkan ibu kopi ibu marah.” Tanya Disya pelan kepada ayah Hana.. ayah Hana disana menatap Disya tajam tak suka.” kalian menuduh saya, meminta bukti bahkan CCTv dan saksi tapi tidak ada tu yang dilanggar., sekarang saya tidak terbukti bersalah kalian bicara masalah keburukan sekolah. Kenapa kalian tidak bertanya kepada anak kalian mengapa dia malah memfitnah saya. Saya mengaku jika di saat itu saya menendang dan mengapiknya. Sebab dia dengan kelewatannya berkamuflase seakan akan saya membullynya.” Tegas disya tersenyum miring


“ tapi itu bukan alasan untuk kamu pukul anak saya. Bicara baik baik saja kenapa?” Tanya ibu Hana tegas masih membela anaknya.


Disya menggeleng pelan.” mau dibicarakan baik atau tidak, disini sudah jelas yang salah anak kalian bukan saya. Jangan mencari pembenaran.” Jelas disya dingin.


Sekarang Disya lebih dingin dari sebelumnya. “ sudah selesaikan masalahnya? “ Tanya Disya tegas.


“ belum.” Tegas kepala sekolah.” Kamu dan Hana harus dihukum, “ tegas kepala sekolah lagi.


Disya melirik kepala sekolah mengangguk.” Berapa lama?” Tanya Disya pelan karena ia tak pernah takut di skor atau dihukum.


Kepala sekolah menggeleng pelan.” berapa lama apanya?” tanyanya.


“ berapa lama saya akan di skorsing?” Tanya disya.


Kepala sekolah menatap disya tegas.” Tidak ada skorsing. Kamu akan saya hukum keliling lapangan dua puluh putaran dan buat Hana. Saya akan hukum juga, yaitu membersihkan perpus selama dua minggu.


“ loh kenapa anak saya malah juga kena hukuman? Kan anak saya tidak bersalah.” tegas ibu hana kepada kepala sekolah tidak setuju.


“Harusnya dia yang dikeluarkan. Saya jamin jika anak itu yang bersalah bukan anak saya.” Tegasnya lagi dnegan menggebu-gebu.,


ayah Hana disana menatap disya tegas.” Beri kami waktu satu minggu. Saya pastikan jika anak saya tidak bersalah dan memang benar dia yang bersalah.” ia menunjuk Disya tegas menggunakan telunjuknya. Disya malah tersenyum menyeringai.,


Kepala skeolah berdehem melirik disya yang mengangguk/.” Saya Tunggu yah pak.” Jawab Disya. Ayah hana dan ibunya menatap disya tajam.

__ADS_1


ibunya membawa Hana menjauh.” Awas kalo sampek ketahuan itu memang ulah kamu. “ tegas nya melirik Disya sinis.


Disya berdehem segera keluar juga. Kepala sekolah melirik disya yang hendak keluar menahannya. “ disya.. kamu disini dulu.” Isya berdehem pelan disana mendekati kepala sekolah yang menyuruhnya tetap duduk.


Ayah hana melirknya segera keluar mengikuti anak dan istrinya. Kepala sekolah menatap Disya dengan tatapan sayang.” Kamu beneran nggak ngelakuin itu?” tanyanya.


Disya melirik tatapan itu tersenyum tipis. Kepala sekolah mereka ini memang baik berhati lembut. Dulu Disya bahkan pernah bertanya kepada Tuhan, mengapa bukan dia saja yang menjadi ayahnya??? Mengapa malah ayahnya yang sekarang.


disya menggeleng pelan.” menurut bapak bagaimana?” Tanya disya pelan tanpa emosi sama sekali.


Kepala sekolah menghela nafas pelan. “yasudah kalo gitu, kamu masuk duluan yah.” ujarnya. Tau jika Disya tidak akan mengatakan apapun. tapi dari jawabannya ia sudah tau jika Disya memang melakukanya. Ia juga tau dari guru guru disini jika Disya yang melakukan bullying tapi tidak ada yang berani angkatt suata. Disya itu dikenal devil bukan tanpa sebab harus diingatkan itu,.


Disya meregangkan tubuhnya dan segera berdiri dari sana.” Selamat siang bapak.” ujar disya dan melamgkah menjauh. Kepala sekolah menghela nafas melihatnya. Ia hanya berharap Disya baik baik saja dikehidupan kedepannya.


Disya melangkah pelan dan santai, setelah tangan menatiknya kuat disya kaget hingga hampir membanting tangan itu. tapi ia sudah mundur dan menarik tangan Disya kelain sisi. Disya diam menatap datar siapa pelakunya.


Ayah Hana. Ia menatap disya tajam dan juga sinis.” Oh hai ayahnya Hana.,” panggil disya tersenyum miring kepadanya.


Ayah Hana mengencangkan tangannya ditangan Disya. Tapi disnya malah menendang miliki ayah Hana kuat menggunakan lututnya. Berteriak tertahan ayah Hana memegang miliknya kuat. menatap disya horor. Tendangan ini sangat kuat hingga rasanya sebagian tubuhnya mati rasa. Sial ini sangat sakit.


Disya menatap tanganya yang memerah.” Anak sialan..!!” teriak Ayah Hana mendesis melirik disya.


” Saya pastikan kamu akan menyesal melakukan hal ini kepada saya.” Tekan ayah Hana masih bersikeras menahan diri dan menekan Disya.


Disya mengangguk” owh iya. Saya tunggu tuan.” Ujarnya terkekeh mengedipkan satu mata.


Ayah hana mendesis melirik Disya menjauh. Ia menatap rumit dan kesal. Tidak tidak. Ini soal telurnya yang seperti pecah. Ini yang harus ia pikirkan. Ia pastikan Disya akan menyesal kelak oke..!!!


Dengan terlatih ia melangkah menuju mobil yang sudah ada istri dan anaknya. istrinya menatap suaminya dengan tatapan bertanya.,” papa kenapa? Katanya tadi mau pipis kok sekarang jadi pincang kesakitan gitu?” tanyanya heran. Sebab suaminya berjalan seperti orang yang habis sunatan.


Suaminya mendengar itu melirik istrinya dengan tatapan kesakitan.” Habis jatuh dari toilet.” Jawabnya berbohong. Istri dan anaknya hanya mengangguk percaya.


Disya memasuki kelasnya dan segera duduk, semua teman kelasnya diam tak bersuara padanya. Dan disya melihat semua orang dalam kelasnya. Disya hanya diam saja di sana.” Disya. Kamu nggak apa? Gimana tadi?” yah siapa lagi jika bukan Chio yang bertanya kepada Chio. Wajahnya terlihat khawatir dan juga cemas kepada Disya.


Disya mengerjab pelan melihat Chio di dekatnya.” Yah emang ada yang bisa nyakitin gue?” tanyanya tersenyum miring.


Chio di sana menatap disya dengan kelam.” Gue ada video loe yang sedang bully hana tapi gue nggak kasih karena gue nggak mau loe diapa apain. Tapi kayaknya loe nggak terima kasih yah.,” jelas Chio dengan pelan melirik teman teman yang lain tapi tdiak ada yang angkat bicara.


“ oh yah? coba gue lihat dong?” Tanya disya. Chiio berdehem membuka hpnya. segera membuka galerinya, tapi tunggu.

__ADS_1


Semua file video dan foto di jam dan hari kemarin hilang. Semua yang bersama teman atau bahkan foto dirinya main basket kemarin juga kosong membuat ia menatap disya.


Disya disana menatapnya Dengan tenang.” Kok bisa?” tanyanya dengan kaget.


Disya disana melihat wajahnya dengan tersenyum.” Maybe kebetulan.,” jelas disya.


Chio hendak angkat suara tapi bajunya ditarik segera kebelakang. Ia hendak menolak tapi temannya sudah menahannya.


“ jangan. Loe gila, jangan ikut campur urusan disya.” Bisik temannya.


Chio mendengarnya mengernyitkan dahi bingung.” Emang kenapa? Kalian kok kayak pada takut banget gitu sama dia? Harusnya kan kalian bantu hana, katanya loe Aldi suka sama Hana. Kenapa tadi minta bantuan loe nggak bantu?” tanyanya lagi kepada dua temannya yang lain.


“ gue lebih sayang nyawa ketimbang bantuin hana.” Jawab Aldi. Chio diam menatapnya dengan heran.


Bahunya ditepuk pelan, ia melirik Oreo disebelahnya.” Karena kemarin pertama dan terakhir yang ngaduin Disya bully orang ditemukan tewas dalam keadaan badannya yang nggak berbentuk.” Bisiknya pelan kepada Chio.


Chio mendengarnya menegang. Ia menatap temannya dengan tercenung,. Ia melirik Disya yang duduk diam saja.” Serius?” Tanya Chio.


Jantung chio sedikit berdebar mendengar hal itu. Oreo dan Aldi mengangguk.” Bahkan kemarin ada yang ngadu juga kalo dia di gangguin Disya,. Besoknya dia ditemukan di gang sempit dengan lidha yang udah dipotong. Orangnya meninggal kehabisan darah. Jadi nggak usah ganggu dia atau ikut campur urusan yang dia lakukan.” Bisik Aldi di anggukan Oreo.


Chio mendengar hal tersebut terdiam melirik Disya yang diam saja disana.” Disya psikopat?” tanyanya berbisik.


Aldi dan Oreo mengangguk.” Bukan hal tabu lagi, semua orang juga udah tau mangkanya nggak ada yang mau ambil tindakan atau bantuin Hana. Bahkan guru sekalipun. Kejadian kemarin dilihat sama guru juga. Loe ingat kan?” Tanya Oreo diangguki Chio.


” Dan kemarin pernah ada guru yang marah marah sama dia pas dia telat masuk. Loe ingat nggak itu ibuk? “ tanyanya lagi. Chio mengangguk kaku.


” Oh ibu guru baru itu?? yang Disya dikeluarin? Katanya dia nggak ngajar disini lagi kan?” tanyanya pelan kepada mereka.


Oreo dan Aldi mengangguk.” Dan loe tau nasib buruknya dia, dia nggak ngajar lagi karena malamnya dia di kepung preman. Bisa dibilang kalo itu mungkin dilakuin sama Disya.” Bisik Aldi pelan dan juga mencekam.


Chiuo menatao mereka tidak percaya.” Semua hp yang merekam itu sudah dinon aktif datanya di hari yang sama. foto foto dan file gue juga dihari watu itu kehapus. Itu ulah Disya, dan yang video in itu juga Cuma beberapa orang karena nggak berani, mungkin cuma loe Dan Jovan, Di saat itu orang Cuma berani lihat dan nggak berani bantu,.” Tegas Aldi disana kepada Chio agar lebih percaya akan ucapannya.


“ Hayo kalian lagi ngomongin gue yah??”


kyak.. Aldi dan Oreo dissana berteriak saat ada Disya di belakang mereka dan bertanya. Oreo dan aldi diam merasa jantung mereka jatuh. Tubuh mereka melemas bahkan tak lagi bertenaga.


Disya disana hanya tersenyum melihat mereka padahal tidak melakukan apapun.


“ Disya.” Gumam Oreo pelan dan gugup.

__ADS_1


__ADS_2