
Pak Miin mengajak Cleo melewati bagian sisi rumah, disetiap sisi rumah ada CCTV. Jadi ia membawa Cleo masuk lagi kekamarnya. Cleo hendak mengomentari tapi diam takut ketahuan. “Ini kan kamar Cle? Kan cle udah curga pak Miin ngak sebaik itu.”Ujarnya berbisik tak suka. pak Miin tak melirik hanya tersenyum tipis.
.......
Disana ia pun menatap kamar mandi Cleo, disana ada pelapon terbuka. Ia melirik Cleo.”Dirumah ini semuanya ada CCTV Jadi nona tidak boleh lewat belakang. Saya akan mengantarkan nona jalan yang aman,.”Ia membantu Cleo memasuki pelapon.
Cleo kaget tapi diam saja merasa tubuhnya terangkat dan masuk. Pak Miin berdiri diatas clowset tertutup itu pun naik dengan memegang sisi pelapon. Sudah biasa dan terlati. Disana ada Cleo yang suah menatapnya tajam. Sangat gelap dan kotor. Banyak ta1k cicak juga,
Pak Miin pun beregas melewati lorong demi lorong diikuti oleh Cleo. Ia menyenteri dengan hp miliknya. Sampai keujung lorong disana ada cahaya redup. Ia pun segera masuk kesana dan disana ada satu jendela. Jendela. Pak Miin pun menatap Cleo.”Kau hanya perlu keluar lewat sini. “Ia membantu Cleo turun.
Cleo mentap kaget dibawa sangat tinggi.”Tidak mau. Cle takut. Ini tinggi nanti kalo mati gimana?”Tanya Cleo gemetar.
“Yah itu resiko yang harus kau ambil untuk mencapai tujuan. Jika takut mundur saja tapi tak ada jaminan kau akan hidup bahagia seperti bayanganmu dan akan terkurung selamanya disini. Saya hanya akan membantu satu kali ini saja.” Pak Miin menghela nafas. disini sangat banyak debu dan sangat bau busuk. Mungkin bake tikus.
Cleo mengepalkan tanganya, ia tak berani tingginya mencapai lima meter. Pak Miin yang melihatnya mendahului”Kau pegang pinggangku erat jangan sampai lepas, atau peluk leherku erat jangan smapai jatuh.”
Cleo mengangguk paham mulai memeluk lehernya pak Miin.”Jangan begitu,. Saya akan mati jika begini caranya.”Pak Miin merasa sesak dan leher yang tercekik akibat Cleo yang terlalu erat memeluk lehernya. Bukan begini bree...
Ini namanya pembunuhan berencana..!
Cleo Menggeleng keras.”endaak mau. Nanti Cle jatuh pak.”Rengek nya pelan.
“Tapi saya tidak bisa nafas kalo gini cle. Kamu kendurin dikit yah.”Ujarnya pelan kpada Cleo.
Cleo mengeleng keras tak setuju.”Kendurin dikit atau tidak usah pu—“
“Iya Cle kendurin..!” Ujar Cleo berteriak.
” Berteriak saja lagi biar kita ketahuan dan kau tak akan pernah bertemu kakakmu selama-lamanya.”Ujar pak Miin. Cleo terdiam mengendurkan tangannya mengetahui kesalahan dirinya.
Pak Miin menghela nafas, ia menurunkan dirinya dengan satu kaki memopong beban Cleo. Cleo memeluknya erat kepala yang ia taruh dicengkuk lehernya. Ia pun memegang pipa yang untuk pembuangan air besar dari lantai atas.. Srutt.. hampir saja Cleo berteriak. Ia memilih menggigit punggung pak Miin..
__ADS_1
arghhh. Tak cleo yang berteriak pak Miin yang teriak pelan merasakan sakit digigit.
Bugh.. Pak Miin merasakan tulang punggungnya patah akibat tak mengelak jatuh ketanah saat ini. cleo yang sudah turun pun membuka matanya dna melepaskan pelukanya meningalkan pak Miin yang merngis sakit dibahu dan punggungnya yang terasa retak.
Cleo melirik kekanan dan ke kiri. Ini sangat gelap dan juga sangat tak ada penerangan.”Pak Miin AYOK.”Ujarnya pelan tanpa sadar jika dirinya sudah mempercayai pak Miin.
Pak Miin diam Marah dalam mood yang buruk. “Sebentar. Punggungku terasa patah.”Ujarnya jujur.
Clo mencibir.”Lemah..” Ujarnya pelan.
Pak Miin yang dibilang lemah melotot.” Lemah bapakmu... " Gassnya pak Miin. "Lemahan kamu masa turun aja nggak berani. Saya saja berani smabil bopong kamu yang gendut.”Ujarnya tak terima.
Cleo mendelik "Cle anak kecil jadi wajar takut pak..”Ujarnya tak terima juga.
“Tapi tetap kamu penakut.” Ujar pak Miin., cleo mau menjawab tapi tak bersuara. Ia malas dan memilih meningalkan pak Miin. Pak Miin yang ditinggal secepat berdiri.
"Mau kemana nona? Jalanya disana.”Ia menunjukan arah berlawanan dari arah jalanya Cleo.
Hahahah.... Pak Miin malah tetrtawa.”Tapi boong.. benar yang nona tadi kok.” Ujarnya pelan.
Cleo berhenti menatap pak Miin tajam,” Wajar aja pak Miin mukanya udah banyak kerutan soalnya suka boong si.”Tak ada beban saat ia bicara tanpa sadar hati pak Miin terasa dijleb
Cleo menghentakkan kakinya melengos pergi berbalik meninggalkan pak Miin yang mendengus.
”Nggak anak nggap bapak sama-sama mengesalkan.”Gumamnya pelan. Ia menghela nafas dan bangkit mau menghantarkan Cleo keluar. Itu melalui samping rumah dekat dengan lorong menuju garasi dan memanjat pagar tapi ada pohon mangga disana jadi Cleo bisa memanjat disana.
Tapi sbeleum ia membantu Cleo manjat pun ia menatap cleo dalam, Cleo pun menatap pak Miin dengan tatapan polos.”Mafain Cle yah pak Miin, tapi Cle pikir pak Miin boong eh nggak taunya beneran bantuin Cle.”Ujarnya pelan. Ia merasa bersalah sudah berpikir jahat akan pak Miin.
Pak Miin tersenyum lalu membuka jaketnya.”Anak kecil tidak boleh kdkedinginan dan kena angin malam begini.”Ia memkaikan Cle jaketnya mengingat Cle hanya mengenakan singlet saja jadi takut ia dingin padahal mah tidak malah panas karena sudah kesana kemari tadi. Mana manjat-manjat merayap. Cleo hendak menolak tapi tubuhnya sudah terbungkus hingga kakinya. Ia terlihat tambah imut jika begini.
Pak Miin menaruh tudung yang berbulu itu kekepala Cleo menatap Cleo dalam, mata bulat dan hitam Cleo menatapnya persis seperti ulat. Ia terlhat iut. Pak Miin menepik pelan kepala anak itu”Apapun alasanya nanti tidak usah kembali kesini lagi. kau harus menemukan kebahagiaanmu diluar sana, tak ada guna memiliki semua yang orang lain inginkan jika kau sendiri tak membutuhkannya. Kau berhak bahagia dnegan pilihanmu nak.”Ujarnya pelan.
__ADS_1
Ia mengeliuarkan dompetnya lalu memberikan Cleo kartu ATM,”Ini kartu Atm yang berisikan cukup tabungan, sejujurnya ini untuk anak bapak, untuk dia melanjutkan kulia tapi apa daya dia malah hamil duluan. Bapak jadi mengurungkan uang ini untuknya sebab rasa kecewa terlalu dalam. “Ujarnya pelan mengingat anak satu-satunya perempuan bahkan diusia 15tahun malah hamil duluan. Ia menghela nafas menaruhnya dikantong Cleo.”Kodenya satu sebanyak 6kali. Kau boleh mengambil semua uang yang ada disana untuk kebutuhan mu.”Ujarnya pelan.
“Tapi ini bukan milik Cle tpi milik nanak bapak. Cle tidak mau.”Cle mengembailkanya lagi tak menerima.
Pak Miin menjulaknyamenatap Cleo dalam.” Tidak ada kata maaf untuk yang sudah menyakitkan hati bapak. Biarkan dia hidup seperti yang ia pilih bukan seperti yang bapak inginkan. Bapak sudah memberikan modal tapi dia sudah mencari modal lain dihidupnya. “Ujarnya pelan.”Bapak membenci orang yang tidak menghormati yang bapak tentukan termasuk kamu. Ambil atau bapak akan lapor dengan orang tuamu jika kamu kabur.”
Cleo mengambilnya cepat dan menbaruhnya dalam ransel, tatapan pak Miin dingin membuat ia berubah pikiran. Pak Miin terkekeh pelan melihatnya. Cleo menyalim tangan pak Miin.”Cle janji akan bahagia untuk diri Cle dan bapak. Terimakasih semoga kita kembali berjumpa. ”Ujar Cleo dengan tulus menyalaminya.
Pak Miin menganguk menaiki Cleo.”Kau hanya perlu lompat saja nanti.. dan sampai jumpa lain kali.”Ujarnya. Ia melambaikan tangannya
Cleo menganguk yakin. pak Miin tersenyum.”Jangan lupa bahagia yah Nak..!!!”Ujarnya.
Cleo menganguk lagi melambaikan tangan.”Dada orang baik.”Ujarnya.
pak Miin terdiam mendengarnya, orang baik?? Apa dia orang baik setelah melakukan banyak kejahatan???.
.
.
Cleo terkekeh melihatnya. Wajah pak Miin terlihat imut saat kaget...
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tripel yah...!