Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Pergi lagi


__ADS_3

Hidup caisar itu rumit, sejak kecil tidak ada waktu untuk memikirkan dirinya sendiri, tidak ada waktu untuk egois atau bahkan menyenangkan dirinya.


Sejak kecil Caisar terlatih untuk selalu memikirkan orang lain, bahkan menyenangkan diri tidak ada, jika membahagiakan dirinya sendiri itu dengan cara membuat orang orang yang disayanginya bahagia. tidak lebih.


Rasanya Caisar menemukan kebahagiaannya dari orang-orang disekitarnya.


Jadi tidak heran jika ia punya uang lebih maka yang dirinya pikirkan bukanlah dirinya sendiri atau kemauannya, tapi adik adiknya atau orang yang dirinya sayangi.


Disya menatap tenang cincin yang Caisar beri tadi. Tersenyum senang memeluknya. Caisar, laki laki sejuta kekurangan namun ia sangat mencintai Caisar.


Pertama kali bertemu dengan Caisar, dimana ia membantu Disya ditengah orang lain mengabaikannya. Laki laki yang tidak memandangnya sebagai penjahat dan tidak pernah berlaku kasar.


Disya mencintai Caisar sejak smp dan sekarang ia bisa memilikinya sepenuhnya. Apa yang Disya lakukan jika satu satunya barang berharga miliknya akan diambil orang lain?


“ Ayoo. Kamu mau anter aku kan ke bandara?”Tanya Caisar kepada Disya yang duduk anteng di atas kasur ditengan caisar menyiapkan semua keperluannya. Tadi Disya ingin membantu tapi Caisar menghentikannya dan berkata jika barang yang dibawa tidaklah banyak. Caisar memilih membawa barang seperlunya saja. Disana ia akan melaundry pakaian saja jika dirinya butuh.


“ pangeran lama ngak di medan?” Tanya Disya mengerjab menatap caisar nanar.


Caisar mendekati disya dan memegang tangan disya lembut.” Tidak. Mungkin sekitar tiga hari saja,. Tapi hari berikutnya aku nggak langsung pulang, aku ke Kalimantan untuk pembukaan proyek Andrian. “ jelasnya dengan tenang kepada Disya.


Disya mengernyut kan bibirnya malas.” Ih lama jadinya.” Ujarnya merajuk.


Caisar menggeleng.” Nggak, mungkin hanya satu minggu. Nanti kamu mau apa dari sana? Aku bawain oleh oleh aja buat kamu mau?” Tanya Caisar pada Disya lembut. Hari ini masih jam 3 lagi, semua otang masih tidur, hanya ada Fardan dan Dwi yang menunggunya dibawah sembari menyiapkan sarapan yang akan dinikmati Caisar sebelum pergi


Disya menatap Caisar tersenyum lebar.” Disya Cuma mau pangeran pulang dengan keadaan selamat dan sehat.” Jelasnya memeluk lengan caisar.


Caisar mendengarnya melebarkan senyumnya. “ oh yah?? “ Tanya Caisar pelan.


Disya mengangguk.” Iya. Kalo oleh-oleh bisa bawa pulang juga. Itu nilai plus.” Ujar Dsya terkikik disambut kekehan oleh caisar.


“ ayok pangeran. Nanti pangeran terlambat lagi. “ ujar Disya berdiri.


Caisra nenganguk mengambil koper dan juga tas yang ia bawa. Disya mengambil tas caisar hendak membantu.” Ngak usah.” Jelas caisar lalu menggenggam tangan disya erat.” Kamu tugasnya pegang tangan aku aja. Bukan barang barang aku.” Ujar Caisar pada Disya dan mengerat pegangannya.


Disya mendengarnya tersenyum mengangguk. Menatap Caisar dengan hati yang berbunga, ralat bahkan sudah menjadi kebun bunga.” Udah ngobrolnya? Mama nungguin kalian lama buat sarapan kalian malah mesra-mesraan.” ujar Dwi mengomel dan memberikan disya dan Caisar roti dan susu.,


” pangeran eh pangerna juga. Kan mama jadi ikut ikutan disya. Maksudnya Kai makan roti dulu yah, masih sangat pagi untuk makan nasi. Mama taro dibekal kotak saja yah untuk makan jam jam 8 nanti. Biar tidak kosong perut kamu.” Ujar dwi.


Caisar menatap dwi mengangguk pelan. Dwi menaruh roti di depan Disya.” Kamu juga makan Disya.” Jelansya lalu menaruh susu.

__ADS_1


Disya menatap susu dengan tatapan tak suka.” susunya diminum,. Suka banget nggak diminum. Mubazir.” Ujar Dwi disana kepada Disya kesal.


Disya disana menghela nafas pelan dan hanya bergumam malas, dirinya kurang suka susu, berjenis apapun Disya tidak suka. rasanya mual dan ingin muntah saat diminum. Saat semuanya sudah selesai Caisar dan Disya menuju Bandara.


Fardan dan Dwi juga ikut mengantar ke bandara di jam 3,. Menunggu di jam penerbangan yang katanya jam 7 pagi. Rupanya benar dugaan dari mereka jika penerbangan dipercepat.,


Entah bagaimana bisa penerbangan dipercepat tanpa konfirmasi sehingga sangat merugikan orang lain. Saat Caisar sampai dibandara saja ia ketar ketir hampir ketinggalan. Akhirnya tidak ada pelukan hangat atau salam untuk Disya dan keluarganya.


Caisar menghela nafas pelan, duduk di kursi miliknya bagian dekat jendela. Ia menatap lamban kaca pesawat dan tersenyum tipis melihat ada Disya di ujung sana melamaikan tangan ditengah hari sudah membiru menuju pagi., ia ikut melambaikan tangan senang.


Disya disana menatap caisar manyun. “ ini bandara harus dibakar kayaknya. Biar tau rasa udah bikin pangeran kesusahan.” Gumam Disya yang didengar Fardan.


Shkk. Disya meringis merasa telinganya ditarik kuat. ia melirik siapa pelakunya melotot. Fardan. Fardan menatap Disya menggeleng.” Sembarangan ngomong. Mau mausk penjara kamu.” Ujar Fardan mendesis melihat kelakuan disya.


Disya melirik Fardan dan menghela nafas pelan. ia menggeleng sejenak. Fardan melepaskan jewerannya saat disya menatapnya dengan tatapan garang hendak menggigitnya, dari pada digigit biarlah dilepas saja.


” disya cobalaha berhenti melakukan hal gila. Jika Caisar tau apa apa yang kamu lakukan, kamu yang rugi Disya. “ jelas Fardan kepada Disya.,


“ hal gila apa yang aku lakukan?” Tanya Disya kepadanya malas. Disya menatap Fardan dengan tersenyum iblisnya.” Karena jika itu gila bagi kalian, itu hal menyenangkan bagi saya. Saya tenang jika orang lain tenang. “ jelas Disya tersneyum miring lalu menjauh.


“ Disya mau kemana?” Tanya Dwi melihat Disya menjauh khawatir. Tapi Disya diam tak menjawab membuat Dwi hendak mendekatinya tapi ia sudah jauh.


Dwi menatap Fardan kesal.” Dia tetap saja perempuan, perempuan yang harus dikhawatirkan Fardan. “ jelas Dwi kesal memilih kemobil miliknya saja. Meningalkan Fardan yang menghela nafas pelan. menatap arah dimana Disya pergi tadi. Disya itu sangat sulit ditebak.


Sedangkan Disya sendiri sudah berdiri di dekat jalan, yang sudah ada moil Demon disana. Disya segera memasuki mobil dan menutupnya.


Demon menatap Disya yang memasuki mobilnya tersenyum lebar. “ Dia sudah ada kan di markas mu?” Tanya Disya pelan.


demon berdehem mengangguk.” Tapi sayangnya dia sudah tidak p3rawan.”


Disya melebarkan mata menatap demon kagum.“ waw. Sudah tidak?” ujar disya.,


Demon memperaktekkan tangannya bulat.” Los.” Ujarnya membuat Disya terbahak menyeramkan.


Disya hanya tidak terpikir saja jika Hana yang memiliki predikat perempuan baik di sekolahnya memiliki reting buruk prihal kesucian.


“ mukanya benar benar polos padahal.” Gumam Demon mengendarai mobilnya menjauh.


Disya berdehem mengangguk pelan,.” dia juga terlibat judi online dan pinjaman online cukup banyak. Karenanya dia depreasi orang tuanya meninggal. Orang tuanya meninggal maka tidak ada yang bisa membayar semua yang dirinya utangin.” Jelas Demon.

__ADS_1


Disya mengangguk pelan mendengarnya.” gue dengar dia salah satu peserta dari rumah Pancura?”Tanya Disya.


Demon menatap disya dan terkekeh.” Rumah Pancura, dia baru beberapa bulan di sana. Sebelumnya dia di Gucres. Tapi dia dikeluarkan karena mencuri uang klien sehingga nama baik dari Madamnya tercoreng dan ratingnya turun. Hana di denda sebanyak dua ratus juta yang bahkan belum ia bayar hingga sekarang.” jelas Demon. Yah yang dibicarakan adalah Hana.


Disya mendengarnya kembali menggeleng kagun.” Manusia yang selalu dipuja puja oleh manusia manusia sampah. Lihatlah, dia benar benar malaikat mereka rupanya.” Ujar disya mengejek orang orang yang memuja Hana dan mengatakan Hana perempuan sempurna.


” Tidak, dia bahkan tidak pantas menjadi manusia. “ bisik Disya mencibir pelan.,


Demon mengangguk pelan.”katanya juga, dia simnpanan dari ayahnya sendiri.” Ujarnya.


Disya mendengar hal tersebut melirik Demon dan tertegun. “ waw.” Gumam Disya.


Dempon tersneyum miring.” tidak ada manusia suci di dunia ini. hanya kadar kejahatan saja yang berbeda, jika dia menutupi kejahatannya dengan muka polos dan ada juga yang transparan. Paling berbahaya bermuka polos. Mereka biasanya suka membalikkan fakta.” Jelas Demon.


Disya menyenderkan tubuhnya di kursi mengangguk.” Dia pernah main dengan ayahnya?” Tanya Disya.


Demon menaik turun alisnya bebnerpa kali.” Saat ibunya tidak di rumah, mereka sering melakukannya.” Jelas demon pelan.


“ wah. Dia tidak hamil?” Tanya Disya heran.


Demon berdehem.” Dia pernah tiga kali aborsi, dan yang pertama melakukanya adalah ayahnya sendiri, dan ketiga anak yang di aborsi juga anak ayahnya sendiri.” Bisik Demon.


Disya mendengarnya bersedekap tangan pelan.” lepaskan dia.” Ujar disya pelan lepada Demon senang.


Demon menggeleng.” Tidak, aku menyukai matanya yang polos itu. Jadi gue nggak bisa ngelepasin dia.” Ujar Demon tak suka.


Disya menggeleng pelan.” gue sudah punya mangsa baru. Kali ini loe bisa menggunakan dia semau loe tapi usainya lepaskan dia. Gue lebih suka melihat dia dicaci dan dibenci orang lain. Usainya loe bisa mengambilnya lagi untuk dijadikan apapun yang loe mau.” Jelas Disya semangat.


“ Tidak. Karena gue tetap mau dia menjadi mainan gue.’” Ujar Demon.


Disya mnatap Demon tajam dan dingin sehingga aura di dalam mobil semakin menggelap dan juga panas.


Demon yang merasa hawa panas melirik disya dengan tatapan santai.” Disya perjanjian awal dia akan menjadi mainan gue. Gue mau mata dia buat mata anjing gue.” Ujarnya dengan dingin.


Disya mendengarnya menatap lain arah dan mengeluarkan pisaunya dari balik sakunya. Demon melihat hal tersebut terdiam sejenak dan berdehem. Disya meayangkan pisau itu di depan Demon membuat Demon tersentak kaget menghentikan mobil dan memejamkan matanya. Tapi tidak ada rasa sakit. ia membuka matanya namun kaget saat mata pisau tepat di depan matanya.


Ia reflek menjauhkannya dari wajahnya dan memejamkan matanya ngilu. Disya tersenyum miring.


” Oke fine. Apapun yang loe mau. Puas.!!” Jelas Demon mengerang marah pada Disya yang gila.

__ADS_1


__ADS_2