Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Sok berkuasa


__ADS_3

Disya melangkah dengan santai memasuki kelasnya yang sudah terisi guru, tangannya sibuk memutar-mutar kunci mobil santai. bibirnya sibuk mengulum permen kaki berwarna merah.


Guru melihat tingkah Disya menggeleng pelan. " Kamu... Kamu tidak lihat saja mengajar???" Tanya guru tegas kepada Disya.


Disya menaiki satu alisnya, menatap guru yang sudah berani kepadanya. " Terus???" Tanya Disya dengan sinis dan juga tidak berminat.


Guru mengepalkan tangan. " Keluar kamu dari kelas saya sekarang...!!!" Tegasnya kepada Disya.


Semua murid menatap nanar guru yang sudah berani membuat Disya murkah. Akh. guru itu baru saja masuk di SMA mereka dan baru mengajar pada hari ini di kelas mereka, itu artinya dia memang tidak mengenal siapa Disya di sekolah ini.


Disya menyeringai menatap guru yang sudah menyinggung dirinya atau telah berani mengusir dirinya dari kelas ini ''oke, saya keluar kelas, tapi besok Ibu nggak usah masuk lagi ya di sekolah ini. "


guru menatap Disya dengan tatapan tidak senang, "emangnya kamu siapa? pemilik sekolah ini jika pun ia sudah pastinya ini pemilik sekolah adalah ayah kamu bukan kamu. " Sebenarnya agak takut juga tapi ia harus berani. usia gue itu terlihat masih muda, mungkin masih berumur 23 tahun dan baru mengajar beberapa tahun saja.


Disya terkekeh lalu melangkah membawa tasnya yang sudah di atas meja, "tunggu panggilan selanjutnya bu guru yang terhormat, jika saya keluar dari kelas ini itu artinya ibu juga harus keluar dari sekolah ini karena saya adalah pemilik tunggal dari sekolah ini. "ia menyeringai menatap guru tersebut yang sudah menegang menatapnya.


Disya melangkah dari kelas, tapi tahan oleh salah satu murid di sana yang angkat bicara kepada Disya "lo nggak seharusnya kayak gitu sama guru, meskipun lo pemilik sekolah ini sekalipun sekolah ini kan juga udah punya peraturan, dan itu artinya lo juga harus taatin peraturan yang lo buat, kalau lu sendiri udah nggak taat sama peraturan bagaimana sama murid lain Mereka bisa juga nggak taat kayak lo. "


Disya menetap siswa itu aneh, tetapan Disya menatap kaki sampai kepala laki-laki tersebut beberapa kali lalu dia terkekeh dan melipatkan kedua tangannya di atas dadanya "cucunya Mario teguh Ya?'' tanyanya dengan mengejek kepada lelaki tersebut


sip lagi menatap Disya dengan tatapan dingin dan juga kelam "Emang kenapa kalau gue cucunya mario tegu bukannya keren, punya tuh lo yang malu masih kecil nggak punya sopan santun, malah menghina Mario teguh sebagai orang yang udah memiliki banyak karya, lo itu sampah. ".

__ADS_1


Disya menatap lelaki itu lebih dekat dan bom semua anak-anak di dalam kelas tersebut berteriak ketakutan sebab isya melempar anak yang sudah mengetahuinya dengan kursi yang ada di bagian depan yakni kursi yang tadi ia ingin duduk. kursi tersebut sudah menjadi hancur lebur karena mengenai dinding nama lain sudah ketakutan melihat desa yang sudah menghilang.


Disya menyeringai"Wah-wah manusia-manusia yang memiliki banyak karya ternyata sangat takut kepada manusia sampah seperti saya, manusia tidak berguna seperti kalian tidak semestinya mengetahui orang atau manusia lain sampah ingat, sampah ini bisa mencabut nyawa kalian. " Disya maka pergi meninggalkan kelas yang sudah sangat tergemuruh karena ketakutan dan juga menyoraki sikap Disya Yang keterlaluan bagi mereka.


lelaki yang berdebat dengan desa tadi itu bernama cio lelaki dari keturunan Chinese yang baru saja pindah dari Cina ke Indonesia dan dia memang baru bertemu Disya pada hari ini, wajar jika dia tidak tahu siapa itu Disya dan bagaimana sikap bisa Disya


''lain kali jangan cari masalah sama dia, atau lo akan dapat amukan dia, dia hidupku dijulukin perempuan gila di sekolah ini. "ujar teman sebangkunya cio,


cio menyeringai mendengar ucapan dari teman sebangkunya yang bernama Kurniawan lelaki yang memiliki perawakan seperti perempuan yang sedikit digemulai, "tak pernah itu gue jadi tertarik sama dia. "ujar cio dengan mata yang menajam dan bibir yang menyeringai.


Kurniawan menatap cio dengan tatapan melotot seolah-olah tidak terima akan ucapan Cio ''terserah sama lu, yang penting gue udah ngingetin sama lo jangan sampai nanti lo nyalahin kita soalnya lagian juga bisa itu juga udah punya pacar yaitu ketua OSIS kita. '' Ujar Kurniawan menjelaskan Disya ''parahnya lagi Yang ngejar-ngejar si cowok itu adalah Disya, Disya bucin banget sama si cowok tersebut sampai-sampai lo gak bakalan yakin kalau yang ada di sampingnya kaisar itu adalah Disya." lanjut Kurniawan lagi dengan meyakinkan kepada cio.


Kurniawan menataphio dengan tatapan remeh "Caesar itu lebih ganteng daripada lo, lebih pintar daripada lo dia bahkan dijuluki sama jenius Boy dari sekolah kita bukan dari sampai keluar sana tanah, dia udah lulus Akseleksi beberapa kali ngikutin tempat kelas dia juga udah manangin lomba baik di akademik maupun non akademik, makanya dia jadi anak yang dicintai dan disukai sama semua guru yang ada di sekolah ini. pokoknya jangan yang ingin atau nanya lo atau dia lebih ganteng atau lebih baik dia atau soalnya semua anak-anak di sini tahunya kalau kaisar itu cowok yang paling perfeksi mereka kenal. bahkan beberapa gosip mengadakan ada beberapa cowok yang nembak kaisar sakit banyaknya yang suka sama Caisar." Jelas Kurniawan.


Cio terlihat menggelap seusai dijelaskan oleh Kurniawan tentang kaisar, dirinya tidak pernah direndahkan serendah ini apalagi sampai kalah jauh dari salah satu laki-laki yang ada di sini. dirinya terkena sangat berani pintar tampan dan juga kaya raya. "gue jadi penasaran gimana Caesar yang udah lu jelasin sama gue tadi. "ujar shio dengan Kurniawan malas dan juga mengepalkan tangannya.


Kurniawan menggelengkan kepalanya dan juga menatap hio dengan tatapan menekan atau memperingati "katanya sih dia lagi pergi dan menyelesaikan ada beberapa kerjaannya dia karena, mungkin sebentar lagi dia bakalan balik ke sini kok Lu tunggu aja jangan sampai lo belok liat dia nanti oke.'' Ujar Kurniawan kepada cio dengan kekehannya sebagai kejahilan lelaki biasa cio malah hanya menanggapinya dengan malas dan juga hanya berdoa saja semakin penasaran bagaimana pacar di Disya pemberontak tersebut karena, dan bagaimana bisa perempuan tidak beretutut seperti itu memiliki pacar yang tak lain adalah ketua OSIS yang dikenal sangat disiplin dan juga dikenali oleh banyak orang di sekolah karena, apa Karena bisa itu cantik dan juga kaya makanya dia suka dan juga mau di dekat dengan Disya yang cantik dan juga kaya. siapa yang tidak suka dengan Disya?


setelah beberapa gosip beredar tentang guru yang tadi mengusir Disya dari kelasnya sudah dirisanya tahu Sudah dipecat dari sekolah dan si pelaku yang memijat sekarang sedang tertidur di ruangan khusus miliknya karena, Ya terserah pemiliknya ya mau hidup dan juga mau belajar seperti apa karena, soalnya mau dia bekerja atau tidak mau dia belajar atau tidak dirinya tetap akan menjadi orang kaya dan juga pemilik dari sekolah ini itu adalah ketentuan yang sangat-sangat tidak bisa dirubah.


"dimohon kepada saudari Disya untuk Ke ruang BK sekarang juga."

__ADS_1


itu udah panggilan yang ke-10 kali oleh guru yang memanggil Disya untuk masuk ke ruangan BK, tetapi di Disya malah tertidur dan tidak menanggapi apa yang telah diucapkan oleh guru.


Jeff menatap guru yang sudah memanggilnya sedari sejam yang lalu tapi Disya sudah tidak ada di mana-mana." Udah ada kabar belum buk??" tanya Jeff dengan malas kepada guru.


guru BK tersebut menatap Jeff dengan tetapan sopan dan juga agak kesal "sudah nyari dia di mana-mana pak dan hanya di ruangan dia yang masih tertutup dan tidak terbuka sama sekali. kami tidak ada kunci di ruangan tersebut dan jika kami mendobraknya sudah pasti kami akan mati dibunuhnya pak jadi tolong beri kami saran yang bagus untuk menangani adik bapak yang sudah memijat banyak guru di sekolah ini. " Ujar guru BK dengan sopan.


Jeff menatap guru BK dengan tatapan sinis dan juga tegas. " kan Ibu bisa mencari guru lain karena, salah guru itu sendiri karena sudah mencari masalah dengan Disya, apa Ibu tidak memperingati guru tersebut supaya tidak mencari masalah dengan disaksi biang kerok? "tanya Jeff kepada Ibu BK.


ibu guru BK mena tafsir dengan tatapan yang tidak terima "sebagai seorang guru pastilah kami memiliki harga diri dan juga rasa ingin dihormati oleh murid-murid yang ada di sekolah ini pak, dan Disya datang tiba-tiba dengan keadaan yang tidak memberi salam dan juga tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Kami memang dibayar oleh pihak sekolah tapi bukan berarti kami tidak mau dihormati, sebagai pemilik sekolah dari sekolah ini bukan berarti Disya busa memperlakukan semua orang dengan semena-mena." Tegas Guru BK.


Jeff mengangguk "tapi kan Bu ini kasusnya beda ya inj, kita sama-sama sudah tahu bagaimana sikap dan juga kelakuannya Disyaa yang tidak memiliki akhlak, kak Ibu maunya meratakan dia dengan anak-anak lain ya rugi juga adalah ibu sendiri karena, makanya saya juga udah jelasin sama Ibu nanti kalau ada guru yang masuk lagi tolong untuk tidak menanggapi Disya jika melakukan kesalahan atau tidak mengganggu Disya. Mau Dia atau guru itu sendirian salah jika sudah berurusan dengan Disya maka itu artinya karir dari mereka akan hancur dan dia yang akan menjadi tersangka." Jelas Jeff dengan pelan kepada guru BK.


Bu Guru BK memijit kepalanya yang terasa pusing mendengar ucapan yang sebenarnya ada benarnya juga "ya sudah pak jika memang begitu kan, nanti saya akan carikan guru yang lain untuk mengajar di kelas. " frustasi dirinya jika harus mencari atau menyalahi Disya manusia yang tidak memiliki kesalahan.


Jeff Mendengus dan bangkit dari kursinya "Nah kalau gitu kan enak saya juga mau ke kelas pak Dan tolong jangan bilang kepada Orang tua saya. soalnya Jika Itu memang terjadi maka akan menambah semua masalah. Pokoknya ibu bisa-bisa lah mengatur sama guru atau bapak guru di sini supaya tidak bermasalah dengan Disya, kami tidak tidak ambil andil yah soalnya ini memang sekolah yang diwarisi sama Disya. " Ujar Diki pelan kepada Bu BK.


Ibu BK malah hanya terlihat tertekan dan mengganggu kepada Jeff, Jeff pun keluar dari ruangan BK. Bu BK menghela nafas dan menghempaskan dirinya di sofa. " untung ini sekolah gajinya gede, kalau nggak udah keluar gue dari tahun-tahun lalu, enaknya ngatur-ngatur hidup orang di sekolah mentang-mentang anak orang kaya sialan. "ujar Bu BK dengan kesal. mereka pikir mencari guru dengan skill dan juga kepintaran seperti guru-guru lain itu tidak lama? tidak rugi? hello guru-guru yang di sekolah ini itu dipilih menggunakan hologram IQ yang ada kepala guru tersebut terhormat jika guru tersebut memiliki IQ di bawah 140 maka dia tidak akan bisa menjadi salah satu guru yang ada di sini sedangkan rata-rata aja manusia itu adalah 100 sampai 120.


Disya yang ada di ruangannya menguap dan mengejar menatap jam yang ada di dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 11.00 bisa berdiri dan mencuci mukanya. sebenarnya dirinya tadi tidak mau bolos tapi karena peristiwa guru yang membuat dirinya tidak nyaman dia memilih untuk bolos aja. lagian juga mau dia bolos atau tidak dia akan tetap bodoh kan?


Disya segera mengambil dompetnya dan memilih pergi saja dari sana untuk melanjutkan tidurnya, pasti sekarang dirinya sedang di incar guru BK karena sudah memecat guru baru lagi. suka sukalah

__ADS_1


__ADS_2