
“Kamu sudah besar sayang?”Tanya wanita itu ingin mengelus kepala Caisar yang tinggginya sudah jauh diatasnya, namun terjenti ketika Caisar menghindarinya. Ia terenyah menatap Caisar kaku. Matanya pun menjadi bergetar. Apalagi menatap tatapan tajam dari Caiisar, ia tak kuat.
Caiisar mnenahan gejolak didadanya, ia memalingkan wajahnya dan mendatarkan wajahnya, auranya sedimngin es saat ini. sangat kentara dengan sikap hangatnya selama ini. “ Ngapain kalian kemari?”Tanyanya disana dengan pelan namun dingin.
Kedua orang dihadapanya tertegun mendengarnya, tatapan mereka menatap Caisar penuh kerinduan, sosok yang dulu masih kecil kebanggaan mereka dan juga masih suka menangis karena mainannya sekarang sudah besar dan juga tampan, bahkan ketinggiannya sudah melebihi ketinggian kedua orang tersebut. Kulit berwarna putih yang sedikit agak gelap namun tak bisa dikatakan gelap, bibir tipis, mata yang memiliki doble eys, hidung mancung dan juga wajah oval., ia sangat tampan meski tak mengenakan baju bagus sekaligus. “Kamu tidak merindukan kami nak?”Tanyanya pelan pada Caisar.
Caisar disana mendengarnya tersenyum geli. Ia melihat kedua orang tersebut dari atas kebawah. Sang wanita berumur hampir 40tahun, dnegan baju yang glamor dann juga bermerk, wajah mulus dan juga terawat, sangat cantik. Satunya lagi adalah sosok pria pari baya yang mengenakan kemeja merah marun yang terlihat rapi dan bermerk, terlihat sepatu kinclong menandakan jika ia orang kaya.
“Nak??” Tanya Caisar dengan pelan setelah menelisik mereka dari atas kebawah.
"siapa yang kalian maksud Nak?”tanyanya Caisar mengenyitkan dahinya.
__ADS_1
wajah wanita itu berubah sendu.” Caisar.”Tanyanya lirih. “Ini ibu, maafkan ibu nak, maafkan kami. Kami terlalu mementingkan ego kami nak maaf. Kami kesini ingin menjemput kalian. Boleh kan kami bertemu dengan adik-adikmu nak?”Tanyanya lirih... terlihat sangat tulus dan juga penuh kerinduan.
MANA MUNGKIN CAISAR LUPA WAJAH KEDUA ORANG DIHADAPANYA INI! ORANG YANG SUDAH MENINGGAL KAN NYA DENGAN ADIK-ADIK NYA DIJALANAN, DITENGAH PASAR MALAM DIWAKTU KECIL. ORANG YANG TEGA HENDAK MENJUAL ANAKAN. WAJAH MEREKA TEREKAM JELAS DIINGATAN CAISAR
Namun dimata Caisar itu sangatlah menjijikan, apalagi air mata itu. Ia menggeleng dan menunjukan jalan.” Itu jalan, kalian carilah anak kalian dimana kalian membuang Dan meninggalkannya. Bukan disini. Sebab ketika satu langkah kaki kami pergi dari dimana kami dibuang dan ditinggal. Kami bukan lagi anak dari juga darah daging kalian lagi.. dan di hari itulah kami sudah tidak lagi memiliki ibu dan ayah.”Ujarnya dengan dingin.
Ucapan itu menusuk relung jati kedua orang tuanya. Yah dia adalah orang tua Caisar. Ayah dan ibunya yang tiba-tiba datang entah dari mana dan ada angin apa membuat Caisar muak. Kedua orang tua yang telah meninggalkannya sekarang telah kembali dengan mengemis mereka kembali. Apakah mereka bisa dibilang orang tua sedangkan orang tua mana yang tega menelantarkan anak-anaknya? bahkan mereka bersedia ketika itui Caisar menjual adik-adiknya??
Bagai hujaman direlung hati keduanya. Mereka menatap Caisar lirih.”Caisar maafkan kami. Kami datang untuk memperbaiki kesalahan kami. “Suara itu taka da terdengar rasa bersalah, Caisar sungguh tak bisa memaparkan hal itu meski wajah lelaki itu penuh air mata dan penuh penyesalan. Tai taka da rasa penyesalan didalamnya. Caisar tak menemukan sama sekali akan apa yang ia inginkan. Kenapa? Ia tak tau. Apa hatinya telah tertutup ia tak tau. Ia hanya tau jika yang dihadapanya bukanlah niat tulus.,
Caisar melihat langit.”Kami sudah melewati hujan badai. Kalian ingat disaat itu saya hanya anak kecil berumur sepuluh tahun yang bahkan masih menangis ketika bola ditangan saya diambil, saya masih menangis ketika saya dipaksa untuk memakan makanan yang saya tidak sukai.”Ujar Caisar dalam. Keduanya terdiam mendengarnya.” Dan diumur itu kalian limpahkan tanggung jawab kalian terhadap saya. Ada anak bayi yang baru lahir yang bahkan belum satu bulan yang membutuhkan ASI, bahkan tulangnya dengan mudah saya patahkan karena saya anak kecil. Saya anak kecil.”Ujarnya lirih, air mata yang ia tahan jauh dengan lemah. “ Ada anak batita berumur dua tahun dua orang, kalian tau? Saya harus menahan punggung saya untuk mengendong bayi itu, tapi bagaimana dengan dua batita itu? Apa saya suruh mereka berjalan? Apa saya suruh mereka merangkak sedangkan saya hanya memiliki dua tangan??”Tanyanya pelan. Kedua orang tuanya terlihat menatapnya dengan mata merah menandakan tangisan mereka meluncur.
__ADS_1
Caisar disana mengusap air matanya pelan.”Bahkan tangan saya masih gemetar memegang bayi yang seakan bisa saya hancurkan hanya karena salah gendong. Kalian tau bagaimana pusingnya saya dimana mereka menanbgis ditengah malam karena kelaparan sedangkan saya tak punya makanan, bahkan saya juga masih butuh makan dan butuh asupan? . belum lagi ada anak balita berusia 5tahun kalian tinggalkan, ia sibuk menanayakan kapan mereka dijemput orang yang mereka anggap orang tua dan kapan ia sekolah? Ia ingin ini dan itu. Kalian bayangkan bagaimana hidup saya diusia itu. Kalian bayangkan bagaimana tangan kecil saya memeluk empat nyawa sedangkan menghidupkan nyawa saya saja saya harus bertaruh nyawa, kalian bayangkan bagaimana saya harus bertahan.”Ujarnya dengan penuh penekanan,
Ia menatap kedua orang tuanya tajam. Keduanya sudah berurai air mata mendengarnya.”kalian datang dengan baju mewah dan bermerek, sedangkan kami hanya membeli baju satu tahun sekali, bahkan kami harus membeli berulang kali karena harus membeli kebutuhan perut. bahkan hanya makan satu kali dalam sehari, kalian datang dengan kulit perawatan seedangkan kami harus mencari tempat bertedu dijalanan karena tak unya rumah. Kami berumah dengan atap yaitu langit dan lantai yaitu tanah. Kami tidak punya tempat menetap sekalipun kami menetap kami akan ditendang dan juga diludah karena dihina dan dianggap benalu oleh masyarakat. Kami sampah yang bahkan kalian tidak tau jika adik saya Cessy hampir berkali-kali dilecehkan oleh preman-preman dijalanan, dan untunglah ia bisa lari, tapi kalian tau apa yang kami harus bayar? Kami harus bedaraj dengan dada yang diinjak-injak hingga hampir mati.”Ujarnya lirih. Air mata ia tahan dengan dalam, ia mengggertak giginya supaya tidak ada isak.
“Dan sekarang kalian datang seenaknya berkata ingin memperbaiki semuanya. Saya Tanya, bagian mana yang ingin kalian perbaiki sedangkan semua sudah rusak?”Tanyanya dengan pelan.”Bagian mana yang harus kalian kembalikan sedangkan semuanya sudah berakhir??? Kenapa datang jika sudah membuang? Kenapa menjilat sesudah meludah?? Kami tidak butuh kalian. Toh lihat kami masih hidupkan sampai sekarang?”Tanyanya lagi,
“Caisar maafkan ibu hiks hiks. Maafkan ibu nak, ibu disaat itu khilaf nak. Ibu tidak tau harus melakukan apa. Ibu saja disaat itu tidak bisa melakukan apapun membuat ibu melakukan hal yang jahat. Tolong maafkan kami,.”Ujarnya disana lirih. Kakinya jatuh kelantai memegang kaki Caisar da menciumnya lirih. Lelaki paru baya disana hanya menangis dalam diam dan menatap lain arah sekaan menjadi manusia yang paling tersakiti sedunia.
Caisar mengangguk dan berkata,” Keadaan tidak bersalah, tetapi yang bersalah adalah manusia yang selalu menyalahkan keadaan. seandainya kata maaf anda bisa merubah masalalu saya dan adik-adik saya sudah pasti saya terima, tapi nyatanya tak ada yang berubah. Bahkan luka saya masih menganga dan berdarah. Kedatangan kalian tak mengobati sedikipun, bahkan tanpa anda ketahui kalian menaruh luka baru didada saya dan menaruhnya air cuka,.Ujarnya lagi dalam menatap lain arah.
“Ayo pulang. Disini bukan tempat kalian dan kami bukanlah milik kalian lagi. jalani hidup masing-masing dan lupakan kami. Kami akan hidup bahagia dan kalian hidup dengan apa yang kalian inginkan. “Ujar Caisar dan menunjuki arah jalan.”Jalan meunggu kepergian kalian. Saya harap selamanya jangan datang kemari lagi.”Ujarnya lirih.”Jangan mengetuk pintu atau membuat keributan, jika tidak ingininkan kebencian lebih dalam. Duhkk..”Ia menutupi pintu dengan pelan meninggalkan kedua otrang tuanya yang menangis sesegukan memegang dada yang terasa sakit,. Sesekali menggumami nama anaknya memohon maaf.
__ADS_1
Sayangnya sekarang bukan waktunya untuk meminta maaf setelah apa yang mereka lakukan. Toh jika dengan kata maaf air hujan yang jatuh ke bumi tak akan bisa kembali lagi kelangit bukan??
Kata maaf bukanlah sihir yang bisa mengubah segala ya dalam detik itu juga..!!