Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Bertemu Ibu?


__ADS_3

“ kenapa nggak tinggal sama mama Dwi sama papa Fardan aja? Disana pasti rame.” Ujar Caisar pada disya yang sendirian.


Disya menggeleng pelan mengunyah sejenak.” Kalo disana Disya ngerasa ada hutang dan ada yang harus dibayar. Disya nggak mau ketergantungan sama mereka. Disya lebih baik hidup sendiri aja.” Jelas disya pelan lagi. lihat kan? bahkan dia sangat mandiri.,


Caisar menghela nafas pelan.” nanti kalo kesepian ajak Dava aja kesana yah, soalnya aku khawatir kamu sendirian.” Ujar Caisar pelan, disya tersneyum lebar, bahkan mungkin yang takut padanya. Apakah caisar benar benar tau dirinya perempuan lemah nan menggemaskan?


“ tapi Disya strong.” Ujar Disya menunjukan lengannya.


Caisar terkekeh pelan.” aku percaya.” Jelas Caisar. Disya Mengunyah semangat dan tersenyum lebar mendengar ucapan Caisar.


Caisar menguap pelan menatap Disya yang masih makan dengan nyaman. Sampai ia mengalihkan diri ke kasur dan menidurkan dirinya. Menaruh hpnya di sela bantal guling dan memiringkan tubuhnya.


Disya meliriknya tenang saja, sampai ia bisa melihat Caisar tertidur menemaninya. Disya meminum kuah mienya dan tersenyum tipis.” Pangeran ketiduran. Capek banget kayaknya.” Gumamnya tak tega. Rupanya tadi Caisar sangat kelelahan tapi dia tidak bilang saja. Malah tidur dengan posisi yang masih menemaninya.


Rasanya Disya enggan mematikan HP nya, karena memandangnya wajah Caisar yang terlihat damai di dalam mimpinya. Disya mengunyah sisa kol yang ia masak tadi, tidak,. Dirinya tidak suka sayur tapi karena ini resep dari Caisar ia akan menghabisi semuanya.


“ Kai.” Dari luar terdengar seorang masuk.


Andrian memasuki kamar menatap Caisar yang sudha tertidur dna HP yang menampilkan Disya yang memakan mie. Disya yang melihat andrian dibelakang caisar menatapnya tajam. “ he ngapain di kamar pangeran?” Tanya Disya pada andrian melotot tak suka. laki laki ini sangat buruk dimatanya.


Andrian mendekati HP caisar dan mengambilnya. Menatap tajam Disya yang sudah menyelsaikan makannya.” Yah karena saya bosnya lah. Kami satu hotel. Ngambil two bad.” Ujarnya menunjukkan bad milik caisar dan dirinya yang terpisah.


Disya memicingkan matanya.” andrian. Gue tau akal busuk loe, awas saja kalo loe apa apain pangeran gue. gue potong sosis loe jadi lima.” Ujar disya dengan bengis sembari menggigit sosis ganas.” Eh tapi kalo sosis loe kecil gue bela tiga aja. Gue juga nggak yakin gede, soalnya loe kan?“ ia menggerakkan kalimat kecil di bibirnya kepada Andrian sembari terkikik mengejek,


Andrian mengerang menatap Disya nanar dan tegas.” Kalo saya beneran seperti yang kamu bilang.” Ia menunjukan tubuh Caisar yang tertidur.” Dia yang gue rebut dari loe gimana?” Tanya Andrian tersenyum lebar nan mengerikan dimata orang.,


Disya menghentikan senyumnya, menatap Andrian dengan tatapan mengancam, aura Disya lebih mematikan dari sebelumnya. “ loe mau apa?? Pangeran? Tapi sayangnya pangeran normal. “ ujar disya Masih terdengar santai. Tapi di serta mata yang mengkilat mengejek


“ bisa aja kan gue jebak dan dia tetap jadi milik gue,” ujarnya menjauh dari caisar, memilih ke balkon dan menatap wajahnya Disya dari balik layar Hp nya.


Disya mendengarnya mengangguk pelan.,” tapi gue nggak yakin di saat begitu loe masih hidup.” Ujar Disya dengan pelan,


Andrian terkekeh pelan.” good bay Disya. Saran gue sih jaga baik baik pangeran loe, soalnya yang suka sama dia bukan Cuma cewek. Tapi juga cowok.” Ia mengedipkan satu matanya dan mematikan HPnya Caisar.


Andrian tersenyum miring menatap Caisar yang masih tidur dalam posisi yang sama. “ Disya yah?” gumamnya mengangguk dan segera mendekati Caisar.

__ADS_1


Disya melihat panggilan sudah dimatikan mengepalkan tangan, memejamkan matanya dan menghela nafas pelan. menatap cincin yang ia miliki.” Pangeran nggak bakal mau. Lagian apa yang dicari sama cowok? Lubang ****4*??? Belum hal itu terjadi gue harus siapin besi panas buat Andrian sadar. Kalo cowo dan cowo itu nggak bisa bersatu.” Gumam Disya malas lalu menaruh piring kotor ke wastafel. Ia ingin tidur dulu malam ini. Tidak Disya tidak tau harus mengkhawatirkan apa dengan andrian sebab disya tau jika caisar tidak mungkin menyimpang.


Caisar mengucek matanya pelan merasa hal aneh disebelahnya, melirik sejenak ia dapat melihat ada Andrian tidur di sebelahnya. Ia menatap HP yang diposisi sama. ia melebarkan mata. Yaampun dia ketiduran Caisar menatap jam di hpnya dan rupanya sudah jam dua pagi.


Ia mengerjab pelan mengusap-usap matanya terasa lengket. Melirik andrian dan kasur satunya lagi. ia mengerjab pelan di sana,. menguap pelan segera pergi ke kasur kosong lain. Mungkin Andrian tadi salah kasur batinnya. Ia segera menidurkan diri di kasur kosong. Diam Caisar tidak sadar jika Andrian tau jika ia pindah kasur. Andrian hanya pura pura tidur saja,


...----------------...


Dava menguap pelan membantu Farel untuk ganti pakaian. “ apakah sudah boleh belajar berjalan farelnya pa?” Tanya Dava pada Fardan yang tidur di sebelahnya Fadly. Mereka semalam tidur di sini dengan farel, ada fadly juga. Ada banyak mainan disini jadi sangat nyaman.


Faren melirik Farel yang menonton televisi yang menayangkan film spons kuning.” Kata dokter kemaren belum boleh, takutnya malah oprasi terakhir gagal. Tunggu dulu sampek tujuh bulan baru bisa. kalo sekarang boleh Cuma sesekali aja. Tapi itu belum di sarankan. Mending kita ajarin hal hal lain dulu.” Ujar Fardan,.


“ belajar apa?” Tanya Fariel melirik fardan.


Fardabn melebarkan manta,.” Kamu paham?” Tanya Fardan shok.


Farel memiringkan kepalanya dan mengangguk.” Paham paham. Belajar? Farel belajar kan? belajar apa?” Tanya farel lagi,.


“ wah.” Gumam Fardan kagum mendnegarnya.” Kamu mau belajar apa?” Tanya Faren mendekati Farel. Fadly di sana melirik Farel yang duduk polos


Farel menunjukan stik yang dimain oleh Fadly.” Main main itu. kak Fadly keren.” Ujarnya bertepuk tangan.


Farel disana mengangguk.” Dua jam.” Ujar farel.


Fardan mengusap kepalanya pelan.” boleh bagus kalo gitu. “ ia melirik Fadly yang diam melirik mereka.” Fadly kamu mau kan ajarin sekaligus main sama Farel?” tanyanya kepada Fadly.


Fadly mengulum senyumnya. “ mau dong.” Ujarnya manis.


Farel disana tersenyum lebar dan bertepuk tangan,” makasih kak fadly.” Ujarnya pelan.


Fadly disana terkekeh mendengarnya. Mengangguk pelan menatap Farel. Farel sudah bisa diajak komunikasi, tidak lagi sesusah dulu. Lihat bahkan dia sekarang sudah sangat pandai dalam merangkai perlkataan. Belum lagi sudah bisa mengingat perkalian dan pembagian. Dirinya ibarat hanya harus di ulang,


Dava melihat kembarannya sangat sehat di sana tersenyum tipis. Menatapnya bangga dan segera berdiri.” Dava titip farel yah kak. Pa.” ujarnya. Fardan dan fadly mengangguk segera mendekati Farel.


Mereka senang bersama Farel yang terlihat menggemaskan.

__ADS_1


Dava melangkah menuju dapur, menatap adwi yang sedang sibuk masak, ia mendekati Dwi yang sedang masak, menyisingkan lengan bajunya.” Dava bisa bantu apa ma?” Tanya Dava tenang.


Dwi meliriknya dan tersenyum. Dava tidak pernah diam di rumah ini, dia akan selalu berusaha membantu., entah membantu masak atau membantu membereskan rumah., maklum di rumah ini hanya ada BI ija dan dia sudah sakit-sakitan, hampir keseluruhan rumah diurus sama Dwi.


“ kamu mau masak apa hari ini? mama baru berniat buat masak bacem aja.” Ujar Dwi pada Dava.


Dava mendengarnya mengangguk pelan.” nggak ada si ma. Cuma kalo Dava mau ada sayurnya aja.” Ujar dava tenang. Dava pecinta sayur. Semua sayur hampir dirinya sukai kecuali bayam. Beda dengan Cleo yang suka ayam dan berbentuk yang berdaging daging,.


"Yaudah kalo gitu kamu siapin bahannya kita masak.” Dwi tidak pernah melarang atau menolak bantuan Dava,.


Baginya Dava membuat ringan pekerjaannya dan Dava juga terlihat lebih terlatih dan bersih ketimbang dirinya. Kadang kadang Dava bahkan jika tidak disuruh akan tetap melakukannya.


Dava punya rasa kesadaran ciri cukup pekat, mereka menumpang di rumah ini bukan lah hal yang gratis, membantu mungkin tidak akan berefek apapun. tetapi dirinya sadar jika dirinya tetaplah menumpang dan orang asing.


“ kamu mau masak apa?” Tanya Dwi melihat Dava mengambil jagung dan juga daging ayam.” Buat perkedel jagung sama dimsum ayam kayaknya enak deh ma. “ ujar nya lembut.


“ gimana kalo kita masak bakso aja sekalian buat cemilan.” Ujar Dwi.


Dava disana mendengarnya mengangguk.” Boleh juga ma. Tapi kita kurang bahannya. Ini kita ngak ada rempah bakso sama daun bawahnya, dagingnya dikit banget.,” Jawab Dava menatap isi kulkas.


“ mana mama lihat. Mungkin ada deh.” Ujar Dwi. Dava bergeser memberi luang untuk Dwi membuka kulkas dna mencarinya. Ia mengeluarkan dua kotak daging sapi beku” iya nggakada nih Dava. Kamu beli dulu aja gimana di supermarket depan?? Bisa kan?” Tanya Dwi kepada Dava


Dava mengangguik pelan. “ bentar mama ambil uang sama nota yang dibeli. Sekalian yah tolong.” Ujarnya.


Dava terkekeh mengangguk.” Iya ma.” Ujarnya


Dwi segera mengambil uang dan mencatat apa saja yang akan dibeli oleh Dava. Dava hanya diam dan mengangguk membawa nota dan uang. Dava memilih membawa motor milik Caisar saja dan segera menuju swalayan yang menjual lengkap sayur dan juga bahan yang diinginkan oleh dwi. Memang lebih mahal disini tapi Dava sering membeli di sini.


Dava mengambil troli yang berada di jejeran luar dan segera masuk menuju sayir. Mengambil daun bawang, saladri, lalu ia juga membeli bunga kol dan lain lain. Cukup banak juga.


“ Dava.” Dava melirik seseorang di sebelahnya. Dava tertegun sejenak menatapnya.


Lina, ibunya menatap Dava nanar dan segera memeluknya. Dava terdiam dipelukan Lina yang menangis pelan di pundaknya.” Dava kamu kemana aja nak? Ibu cariin kamu tapi kamu nggak ada dimana mana? Kenapa kamu pergi nak hiks hiks.” Ia menangis keras dipelukan Dava.


Dava yang dipeluk merasa terluka, bukannya ia merasa senang ia malah merasa ada hal yang melukai dirinya

__ADS_1


Lina masih terus memeluk Dava dan terisak dipelukan anaknya, tapi rasanya hampa, pelukan ga tidak terbalas. Luna melepaskan pelukan merasa tidak di sambut baik oleh Dava. Ia memegang tangan Dava. Tinggi dava memang di atasnya, jauh.


” Dava saudara tiri kamu sekarang masuk rumah sakit karena dia hampir dibunuh sama orang di jalan. kaki dia patah. Kamu nggak mau jenguk dia???” Ujar Lina nanar dan sendu,


__ADS_2