
...hi semua. jangan lupa mampir di novel baru author dengan judul " Transmigrasi menjadi penjahat." author tunggu disana yah!...
“ yaampun kalian ngak apa apa?” Tanya Fardan mendektai istrinya yang diobati lalu menatap Cleo yang membantu dwi diobati.
Dwi menatap suaminya datang dengan kekhawatiran tersenyum senang. “ mama luka papa karena jagain Cleo. Cleo tidak apa apa karena mama jagain Cle.” ujar Cleo dengan polos dan merasa bersalah.
fardan menatap istrinya khawatir apalagi lehernya yang ditaro kain kasar tipis.” Yaampun kamu diapakan sama mereka?” tanmya Fardan di sana nanar.
Dwi yang diperhatian oleh Fardan sangat senang dan juga bahagia. “ tadi dia mau ambil Cleo, jadi aku marah deh, aku jambak dia, aku cakar muka dia, dan aku lempar dia pakek hils yang kamu beli minggu lalu. Maaf yah hilsnya nggak aku ambil lagi, soalnya tadi aku khawatir banget sama Cleo. Tadi Cleo aku titip sama temennya karena aku takut Cleo mereka ambil.” ujarnya dengan memelas. Takut juga kalo Fardan memarahinya yang membuang sepatu puluhan juta.
Fardan mengusap pipi istrinya dna menatap Cleo yang dipeluk oleh Dava. “ nanti saya belikan sama tokoh tokoh nya kalo masala sepatu, yang penting kamu sama Clenya tidak apa apa. “ ujarnya dengan sayang pada dwi. Dwi tersenyumlah lebar mengangguk kepada Fardan.
“ kamu ngak apa apa dek?” Tanya Dava mepada Cleo yang duduk diam memegang kapas.
Cleo menggeleng pelan.” tadi mereka nggak sempet apa apain Cle. cle terlalu shok lihat ada mama Viona, jadi yah Viona berasa gemeteran nggak bisa ngapa ngapain. Terus mama lindungin Cle. Cleo dibawah pergi sama Dani, Om Hai sama Mutiara. Terus mama berantem sama mama Viona.” Ujarnya dengan pelan dan juga polos pada Dava.
Dava mendengarnya mengusap pipi adiknya sendu dan nanar. ia sangat khawatir mendengar adiknya hampir dibawa oleh orang tua mereka. iq menatap dwi yang diplukan fardan.” Makasih yah ma udah jagain Cleo. Maaf gara gara nya mama jadi luka.” Ujarnya pada Dwi.
Dwi menggeleng mengibas tangannya.”mama nggak apa apa kok. Yang penting Cleonya baik baik saja. Sudah tugas mama jagain anak anaknya.” ujar Dwi lembut.
Sudha tugas mama untuk menjaga anaknya yah? haha Dava ingin memaki kata kata itu rasanya.
Faktanya mama mereka malah membuang mereka dan menambah masalah. Itu fakta!
Dava memeluk Cleo erat, tanganya bahkan gemetar tak bisa tertahan mendengar kabar tersebut. Dava hampir gila dan trauma itu kental. Tidak bisa dihilangkan,.
“ tadi kamu kasih tau sama kakak Kai?” Tanya Fardan pada cleo pelan.
Cleo menggeleng pelan.” Cle nggak berani. Tapi Cle kasih tau sama kak Disya., soalnya kata kak Disya kalo ada apa apa bilang sama dia aja biar dia bantu Cle.” jelas Cleo dengan tenang lagi.
“ kamu kasih sama kak Disya?” Tanya Dava disana melotot.
Cleo mengangguk polos.” Iya. “ dava melirik Fardan yang disana tersenyumlah miring. Dava meneguk Saliva kering, jika begini berate sudah lain ceritanya. Dava sudah menyaksikan sendiri bagaimana kejamnya Disya.
Ia menatap Cleo gugup. “ tadi apa kata kak Disya?” Tanya Dava kepada Cleo pelan dan juga mencoba tenang.,
Cleo mengernyitkan dahinya pelan.” Dia nanya keadaan Cle, terus katanya jangan bilang sama abang Kai masalah Cle, soalnya abang Kai nanti malam atau besok mau berangkat ke Medan buat urusan bisnis, nanti abang Kai kepikiran, masalah ini dia selesiakan dan Cle tidak boleh kemana mana sendiri. “ ujarnya sembari mengingat ngingat apa yang dibiklang oleh Disya.
“ oh iya terus dia nanya Cle mau mama Viona diapain.” Ujar Cleo.
__ADS_1
“ terus kamu jawab apa?” Tanya Dava lagi pada Cleo.
Cleo mengernyitkan keningnya menatap dava yang terlihat penasaran. “ Cle Cuma jawab buat mama Viona jauh jauh dari Cle dan kita.” ujar Cleo polos.
Dava menatap fardan dan Dwi disana gugup. Sedangkan Haikjal menarik alisnya heran. Disya? Disya itu seperti nama yang tidak asing di telinganya.
“ Kita tunggu aja kabarnya.” Gumamnya Fardan dan Dava hanya menghela nafaas pelan menatap Cleo. Cleo hanya memberi tampang polos.
Disisi lain Disya yang baru saja mendapatkan telepon dari Cleo menajamkan matanya menatap kedepan.” Viona yah.” gumamnya mengangguk.” Apa gue habisin aja seluruh anak dia biar dia tau rasa gimana kehilangan sebenarnya?” gumam Disya mengusap pelan dagunya sembari berfikir
” tapi kasihan nanti dia jadi beneran gila lagi.” gumamnya terkikik.
“ disya..!!!” panggil Caisar kepada Disya yang bergumam sendiri heran.” Tadi siapa? Cleo?” tanya Caisar lagi.
Disya menatap caisar dan menggeleng pelan.” eh tadi iya Cleo Cuma nanyain kamu aja dia. Kamu jadi ke kantornya Andrian?” tanyanya lagi lepada Caisar.
Caisar mengangguk pelan.” jadi. Kamu mau ikut?” Tanya Caisar lagi.
Disya diam sejenak memikirkannya, jika dirinya ikut juga tidak ada kerjaan di sana, ia juga harus memberi pelajaran pada Viona kan??
“ Caisar..” panggil seseorang yang tak jauh dari mereka. Keduanya menoleh menatap siapa yang datang penuh tangisan.
Caisar tersentak oleng merasakan tubuhnya dipelukannya Disya, Hana disana terdiam menatap Disya yang menatapnya lebih dalam dan dingin.” Loe apa apan sih.” teriak Hana pada Disya.
Disya mengangkat bahu acuhnya.” Yah mengamankan apa yang jadi milik gue lah, “ ujar Disya kepada Hana tenang, menekan kata jika Caisar adalah milikya.” Dan loe ngapain meluk kepunyaan orang lain. nggak tau malu yah?” Tanya Disya tersenyumlah miring.
Hana mengepalkan tangan dan Caisar melepaskan pelan pelukan Disya.” Udah udah Disya. Hana kamu kenapa?” Tanya Caisar pada Hana mencoba membuat keduanya damai.
Disya memutar bola mata malas melihat Hana yang terlihat tertolong/ “ Disya bunuh orang tua aku hiks hiks. Sekarang ibu sama ayah aku udah nggak ada dan aku sebatang kara.” Ujarnya semakin mendekati caisar. Jalan satu satunya membuat Disya hancur adalah Caisar. Hana ingin Caisar pergi dari Disya.
Caisar menatap Hana shok lalu melirik Disya yang diam menatap Hana tak percaya.” Mama papa loe meninggal karena kecelakaan beruntun. Loe pikir gue sejahat itu buat bunuh mereka? Lagian kan udah gue bilang hari yang loe maksud itu adalah gue sama Dava adiknya Caisar. Dan tante Dwi. Loe nggak percaya dan nyalahin gue terus. Dimata loe gue penjahatnya banget yah.” ujar Disya nanar.
Caisar diam menatap Hana yang juga menatap disya nanar.” loe emang jahat. Gue tau ini pasti gara gara loe disya. Loe penjahat nya, bokap dan nyokap gue nggak bakal mati kalo bukan gara gar aloe. Loe harus bertanggung jawab. Loe harusnya masuk penjara.” Teriak hana.
"Loe nggak tau gimana hancurnya gue saat orang tua gue mati dan sekarang gue hidup sendiri Disya..!!! “ teriaknya nanar dan juga menunjuk wajah Disya mengggunakan teluntuknya nanar.
Disya diam menatapnya dengan tatapan rumit. Melirik Caisar yang diam menatap mereka. “ Hana, kamu ada bukti kalo itu ulah Disya?” Tanya Caisar pada Hana yang marah marah.
Hana bungkam di sana menatap caisar memelas.” Gue emang ngak punya bukti, tapi gue yakin dia yang bunuh mama papa gue.” ujarnya berteriak.
__ADS_1
Caisar menggeleng.” Keyakinan loe nggak berdasar. Jangan sampek nyalahin orang begitu, soalnya nggak semua yang loe anggap jahat itu jahat,” jelas Caisar.
Hana menatap caisar melebarkan matanya.” loe nggak percaya gue Kai?” Tanya Hana menatapnya terasa sesak. Kepada siapa lagi dirinya meminta bantuan lagi.
Caisar menggeleng.” Meksipun loe jujur sekalipun gue nggak akan berpihak sama loe. Loe bukan siapa siapa gue Hana, dan lagi landasannya loe nyalahin Disya nggak ada. Jadi gue nggak suka loe nyalahin cewek gue.” jelas Caisar dingin dan tak suka.
Hana melebarkan mata menatap Caisar. Disya di samping Caisar tersenyum tipis mnatap caisar, melirik Hana yang terdiam.
Javar disana diam diam mendekati mereka, kalian ingat Javar? Memohon kepada Disya agar ayahnya tidak dibunuh karena sudah membantu Hana.” Iya Disya nggak sejahat yang dipikirin kok. Soalnya dia yang bantu papa gue oprasi jantungnya kemaren. Maafin gue yah Sya,” ujarnya kepada Disya malu dan juga takut., Itu disambut ketertegunan orang di sekitar mereka.
Disya mnatapnya tenang dan terbentuk tipis. Caisar mendengarnya tersenyum mengusap kepala botak disya.” Kan udah gue bilang. Hana lain kali kalo loe ngomong harus bawa bukti, soalnya kalo gue ngak mikir loe yang lagi berduka gue jamin loe gue masukin ke penjara karena ngerusak nama orang. gue turut berdua atas orang tua loe,” ujar Caisar menarik tangan disya.
Disya melirik Hana dibelakangnya dan melambaikan tangannya tersenyum miring. Hana melihat itu mengepalkan tangan menatap Javar yang diam disebelahnya nanar.” Disya bantuin bokap loe beneran?” tanyanya.
Javar mengangguk pelan., kemarin awalnya ia kaget melihat ayahnya akan segera dioprasi tanpa biaya. Alih alih tannpa biaya saat dirinya mencari tau. Rupanya Disya membayar semua biaya oprasi ayahnya sebesar tujuh puluh juta. Javar merasa bersalah kepada Disya.
Sedangkan Caisar menaiki motornya diikuti oleh Disya. Sebelum melaju ia memakaikan disya helm sejenak. Caisar tersenyum mengusap pipi disya.” Kamu sekarang udah jauh lebih baik yah. aku suka lihat kamu baik.” Ujar Caisar.
Disya mendengarnya mengangguk menatap Caisar penuh kebanggaan. Keduanya menaiki motor. Saat motor mnelaju Disya tersenyum miring. Yah semuanya adalah taktik.
Jika berkata Disya adalah manusia bodoh? Itu hanyaah semua kebohongan, sebab Disya bukan orang bodoh, otaknya selalu dirancang sedemikian rupa dalam melakukan kejahatan, membunuh orang tua Hana benar adalah dirinya, lalu kematian kecelakaan beruntun? Itu hanya efek dari rencananya, tidak ada rencana Disya membuat kecelakaan beruntun. Mungkin ajal dari beberapa pengendara kan??
Untuk menutupi semua keburukannya, ia mengambil langkah untuk membiayai oprasi Javar, mungkin hanya 70 juta tapi lihat hasilnya?
Nilai diatas kertas Disya mungkin kebanyakan merah, karena itu orang hanya akan memikirkan jika dirinya bodoh tidak mungkin ada bukti nyata dirinya melakukan hal hal jahat dan selicik itu,. katakan Disya psiko dan penjahat di cerita mereka, bbahkan membohongi Caisar agar mencintai dan mempercayainya.
Disya menyenderkan kepalanya dibahu Caisar. Tidak ia tidak akan membiarkan caisar mengetahui semua kejahatannya. Caisar di hati malaikat dan baik hati harusnya tau dirinya juga baik hati. Disya tidak ingin kehilangan caisar. Sangat tidak ingin.
Sedangkan Caisar sendiri hanya diam dan pura pura tidak mengetahui kejahatan Disya, tidak, Caisar mendapatkan juara satu pararel bukan tanpa alasan, otaknya cerdas dan bisa memahami situasi dengan mudah.
Mungkin caisar tidak memiliki bukti jika Disya melakukannya, tapi ia tau jika Disya yang merencanakannya,. Disya diam bukan karena mendukung, tapi bagi Caisar Disya hanya butuh penyesuaan dalam mengendalikan emosinya. Caisar akan melakukan yang terbiak untuk Disya. Biarkan bagaimana Disya membohongnya.
Bukankah Disya menerima keseluruhan kekurangan yang Caisar miliki, bagi Caisar ia juga harus menerima keseluruhan kekurangan Disya juga kan?
.
.
.
__ADS_1