
“ bagaimana Jef? Apa disya katakan?” Tanya alam kepada Jeff yang disebelahnya nanar.
jeff menatap ayahnya tak suka.” ini semua gara gara papa. Nggak pantas buat papa selingkuh padahal papa tau kalo semua yang papa milikin milik mama, dan sekarang disya nggak mau narik ucapan dia. Rumah ini udah dia jual.’ Jelas Jeff tegas pada alam.
Jeff menggeleng nanar.” Jeff bener bener nggak nyangka. Selama ini jeff berada dipihak papa, mikirin papa biar bahagia dengan pilihan papa. Tapi nyatanya apa??? Papa yang salah, papa yang mendua kan mama. Wajar saja disya membenci papa. Jika jeff tau sedari awal. Papa udah jeff bunuh.” Jelas jeff mendesis menatap alam keji.
Alammenatap Jeff nanar.” di sini mama kamu pelakornya Jeff bukan Amor atau bahkan papa. Papa sama amor udah pacaran sejak smp dulu tapi tiba tiba dinikahkan sama mama kamu, papa harus kehilangan Amor gara gara dipaksa dalam sebuah pernikahan. Dimana salah papa?” Tanya Alam nanar dan juga tidak terima disalahkan.
“ salahnya ada di egonya papa. Semisal kalo papa nggak cinta mama kenapa bisa smapek punya anak?” Tanya Jeff kepada alam tegas.
Alam kehilangan kata katanya. “ harusnya papa nggak boleh punya anak kalo nggak cinta, biar mama juga mikirin dunianya sendiri. Papa nikahin, papa hamilin, bahkan anak papa ada dua yang artinya papa suka nidurin mama kan? terus papa bilang alasannya papa nggak cinta mama??? “ Tanya Jeff menggeleng. " Ucapan yang paling gila yang Jeff denger...!"
" Papa-"
“ papa egois tau nggak, udah tau nggak cinta tapi masih tetap menahan mama, bahkan nidurin dia dan hasilin kami. Kalo semisal di dunia ini ada papa paling buruk, yah itu papa. “ jelas Jeff menendang kuat kursi di depannya.
“ rumah sudah di jual. Sekolah udah atas nama Disya, perusahaan kakek juga sudah atas nama Disya, perusahaan papa sekarang kelolah juga udah di atas nama Caisar dan Disya. Nikmatin hidup papa sama perempuan yang papa cintai..! niknatilah hidup kalian penuh cinta..!!!” teriak Jeff keluar dari rumah membawa kunci mobil dan jaket miliknya.
Alam menatap anaknya yang menjauh nanar.” kamu mau kemana jeff? Itu mobil harus kita jual buat beli tempat tinggal.” Teriak alam karena memang hanya mobil itu yang tidak diambil oleh disya.
Disya sangat licik, menarik semua milik alam, hanya menyisahkan pakaian, semua kartunya bahkan sudah diblokir” ini punya Jeff, dan disya nggak narik punya Jeff. Papa pikir sendiri gimana cara papa hidup penuh cinta yang papa bilang itu. Nggak usah baif pa!.” teriak Jeff lalu menjauhi mobilnya.
“ jeff..!!” teriak Alam. Tapi Jeff tidak menjawab, dia menjauh pergi dari rumah.
Alam mengusap kepalanya kasar menendang angin. Semua uang pesangon dirinya dari perusahaan sudah habis dikarenakan membayar hutang biaya Amor di rumah sakit. hanya ada uang sedikit untuk ia hidup dan mencari rumah selama ia tidak bekerja.
“ papa..” anak kecil mendekatinya nanar.
“ saya bukan papa kamu. Pergi sana..!!” teriak alam keras. Anak kecil perempuan itu gemetar ketakutan dan menangis menjauh.
Alam tidak pernah membentak dirinya sekasar ini tapi ini pertama kalinya. Sampai alam tak mengapiknya dan memilih kekamarnya untuk mengambil semua simpanannya. Ia harus pergi membawa simpanan sebelum disya mengambil semuanya. Yah disya mengambil semua asset milik ibunya, dimulai uang perusahaan, uang tabungannya Alam. Menurut Disya dan ketentuannya apa yang alam miliki saat ini itu adalah milik ibunya kan?? ada hak waris untuk Jeff yakni sekolah dan juga rumah. Tapi disya akan memberikannya pada saat yang pas.
...----------------...
Disya menghela nafas pelan mengusap wajahnya tenang mencoba mengeluarkan HPnya. tersenyum tipis saat melihat cincin ditangannya, cincin pemberian caisar. Ini membuat drinya sadar jika dirinya memiliki rumah. Pelan ia membuka kontak caisar dan melakukan telepon video.
__ADS_1
Saat sambungan terhubung Disya tersenyum lebar.
” Hallo Sa.,.” ujar caisar yang baru saja merehatkan diri di hotel tersenyum menaruh hp di atas meja dan ia sandar pada guci kecil, sembari membuka jasnya.,
Disya tersenyum melambaikan tangan.” Pangeran Sasa nggak bisa masak mie. Pangeran ajarin dong. Masak mie yang kayak pangeran kemaren. Enak.” Ujarnya menunjukan bahan bahan yang tadi sudah dirinya siapkan untuk masak. Hanya alasan.,
Caisar mendengarnya mengambil air putih dan mendekati Hpnya. “ kamu bukannya bisa masak mie?” Tanya caisar heran.
“ bisa, tapi kemarin masakan pangeran jauh lebih enak. Disya mau coba masak yang kayak pangeran.” Ujar disya semangat,.
Caisra terkekeh meneguk air mineral miliknya, sekarang ia hanya menggunakan kemeja putih dengan dua kancing atas terbuka dan lengan baju yang sudah dilipat keatas. “ boleh, tapi kan beda mienya Disya. Kemarin itu pakek mie bihun, itu pakek pop mie. Jadi beda deh.” Ujar caisar mengingat mie yang ia masak kemaren. Kemaren dirinya masak bihun kecap dicampur kol dan wortel. Memang sangat enak dicampur nasi liwe dan ayam goreng.
“ iyakah? Oh iya.” Ujar Disya menatap mienya heboh.
Caisar terkekeh melihatnya.” Yaudah coba deh kamu rebus airnya dua mangkok kecil saja, sini aku ajarin.” Ujatr caisar sabar mengajari Disya.
Disya mengangguk semangat menaruh air di dalam wajan dan memasaknya ke kompor.” Nah kamu tunggu, kamu bisa pakek sayur kol, kan kamu suka sayur kol tu, enak itu. terus kamu rebus dulu sayur kolnya eh di cuci dulu tapi.,” ujar Caisar pada Disya. Disya mengangguk kmbali mengambil kol dan memotongnya asal. Caisar menggeleng geleng melihatnya.
“ terus ini bener kan pangeran?” Tanya disya polos.
Disya cepat cepat ke wastafel membersihkan sayur koll, dan menaruh sayur di dalam wajan berisikan air yang sudha matang.” Nah kamu bisa taro mienya, kalo mienya setengah mateng kamu taro telurnya dan dikocok ke airnya.” Ujar caisar.
“ pelan pelan pangeran. Sasa lupa.” Ujar disya memajukan bibirnya.
Caisar melihatnya hanya tersenyum tipis. “ nah kamu masukan mienya. Nanti kalo mienya udah setengah matang kamu taro telurnya dan aduk biar kuahnya gurih.” Ujar caisar pelan pada disya
“ terus bakso dan sosisnya?” Tanya disya menunjuk sosisnya.
“ oh iya aku lipa.” Ujar caisar polos. Disya mendengarnya malah terkekeh pelan.
“ sosis sama baksonya kamu potong tengah tengahnya aja terus goreng buat opsi tambahannya, terus pakek telur juga didadar kan enak.” Ujar Caisar dengan tenang.
“ boleh juga. Bentar yah pangeran udah mau mateng Disya taro bumbu.” Ujar disya mematikan kopor cepat. menaruh bumbu tenang” pangeran minytaknya nyangkut.” Ujar Disya mengadu menunjukan minyak mie yang bubuknya tertinggal.
“ kamu taro air aja nanri kocok terus tuangin.” Ujar Caisar. Disya mengangguk mulai melakukan yang Caisar suruh tadi.
__ADS_1
Disya sgera menepihkan mienya yang menjadi mie goreng dengan batiran butiran telur dan juga kol. Lalu menggoreng sosis yang hanya ia potong tipis tipis ditengah sosis dan bakso dibela empat. Caisar disana menguap pelan menatap Disya yang memasak dengan tenang. Ia menatap jam sudah menunjukan jam 10. Hmm sudah malam.
“ disya kenapa baru makan sekarang? sudah jam sepuluh loh.” Ujar disya pelan.
Disya ditanya gelagapan melirik caisar.” Tadi Disya udah makan, makan bakso, Cuma laper lagi. nggak bisa tidur jauh dari caisar.” Ujarnya kepada Caisar pelan.
Caisra terkekeh mendengarnya.” Beneran?”
Disya mengangguk pelan sebagai jawaban, menatap caisar di layar Hpnya.” beneran pangerannya Disya. “ ujarnya. Caisra terkekeh menaruh kepalanya di atas meja menatap disya yang selesai menggoreng sosis dan baksonya. Ia letakkan di atas mienya. Caisar terus tersenyumlah hangat menatap disya.
“ asik udah jadi,. Makasih yah pangeran udah nemenin dan ngajarin disya masak.” Ujar Disya semangat kepada caisar. Menaruh mienya diatas meja dan mengambil hp nya dan menaruhnya di depan mie miliknya. Ia segera duduk menatap Caisar.
Caisar mengangguk pelan.” ayo coba dulu. Enak nggak?” Tanya caisar.
Disya mengangguk memasukan mie yang dirinya masak.” Enak banget. Pangeran memang terbaik. Di semua sisi.” Ujar disya mengacuhkan jempolnya. Caisar menggeleng pelan melihatnya. Disya tidak berbohong, memang ini mie terenak yang ia masak.
“ yaudah makan dulu. Aku temenin.” Ujar caisar pada disya.
Disya melebarkan senyumnya dan mengangguk.” Kamu nggak mau cerita gitu? Sini aku dengerin sekalian nemenin kamu makan.” Ujar Caisar pelan pada disya yang sibik makan mienya dna menaruh air di gelas.
Disya mengangguk.” Disya jual rumah mama, harganya 21M. tapi Disya udah beli rumah lain soalnya itu warisan buat abang Jeff. “ ujar Disya kepada caisar tenang.
Caisar mengernyitkan dahinya.” Kamu jual? Memangnya nggak rugi? papa kamu sama abang kamu bakal tinggal dimana?” Tanya Caisar pada Disya pelan dan tidak percaya.
Disya mengangkat bahunya pelan.” yah terserah papa.” Ia mengunya bakso miliknya tenang.” Tapi buat abang Jeff setiap bulan dia bakal dikasih uang senilai sepuluh juta buat kehidupan dia. Disya nggak mungkin nelantarin kaka disya. Tapi kalo buat harta Disyaratkan belum bisa kasih, soalnya kalo dikasih nanti enakan di papa bisa numpang tinggal sama dia. “ ujar Disya pada Caisar.
“ aku juga numpang sama kamu gimana sa?” Tanya caisar sendu.
Disya menggeleng.” Disya juga numpang, ini lihat rumah Caisar. Caisar sekarang tinggal disini.” Ujkar disya menunjuki rumah yang ia tempati.
Caisar tersenyum tipis.” Dan disya anggap pangeran kerja sama disya, kerja di perusahaan dan digaji biar pangeran nggak ngerasa rendah diri,.” Ujar Disya lagi. Caisar tersenyum tipis melihat dan mendengar ucapan disya. Disya memiliki sisi yang tak bisa orang lain rasakan, dia baik dan juga dewasa.
“ kenapa nggak tiunggal sama mama Dwi sama papa Fardan aja? Disana pasri rameh.” Ujar Caisar pada disya yang sendirian.
Disya menggeleng pelan mengunyah sejenak.” Kalo disana Disya ngerasa ada hutang dan ada yang harus dibayar. Disya nggak mau ketergantungan sama mereka. Disya lebih baik hidup sendiri aja.” Jelas disya pelan lagi. lihat kan? bahkan dia sangat mandiri.,
__ADS_1