
Hari ini Caisar terpaksa bolos karena akan ada pertemuan dengan perusahaan Andri, ia mendapatkan kabar jika dirinya mendapatkan tender ini. ia harus melakukan rapat dan kesepakatann kepada Andri jadilah ia sata ini sudah siap dengan kemeja putih dan celana hitam miliknya rapi.
“Iya Sa tolong yah izinin aku dulu, aku ada urusan nih.”ia yang sedang melangkah mencari taksi sembari menelpon Disya.
“Yah nanti aku sendiri dong. Aku kangen Pangeran nanti.” Rengek Disya diseberang. Caisar bahkan bisa membayangkan wajah Disya saat ini.
Caisar menghela nafas terkekeh.”Kemaren udah ketemu Sa, nanti pas urusanku udah selesai kita ketemu di perusahaan yah.” Jawab Caisar
“Iya dehh. Semangat yah pangeran kerjanya biar nanti kita bisa cepet-cepet nikah.”Ujar Disya diseberang.
Caisar mendengarnya kaget.“ Nikah, memangnya kamu mau nikah muda?”Tanya Caisar tertawa.
“Mau, nanti biar anak-anak aku punya temen curhat dan punya temen buuat main nggak kayak aku nggak punya Mama, nanti aku mau bikin keluarga bahagia.”jawabnya Disya diseberang dengan cerah. “Kamu tau nggak Pangeran? Cita-cita aku tu jadi ibu dan memiliki keluarga bahagia mangkanya aku mau cepet-cepet nikah sama kamu.”Lanjutnya.
Caiisatt diam mendengarnya. Ia mengangguk.”Iya, nanti kita nikah doain yah kita bisa bahagia bareng. Aku pergi dulu yah Sa.. baybay.” Ia mematikan sambungannya saat sudah disahut oleh Disya. Ia menghela nafas memegang dadanya, rasanya ia bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh Disya..
Tak mendapatkan kasih sayang ibu, disiksa, dipukul, hingga melihat ibunya meninggal bunuh diri dan memiliki ayah yang berselingkuh. Itu menyakitkan.
Titin..
Caisar dikagetkan dengan suara kalson mobil, ia mundur beberapa langkah melihat mobil siapa yang mengagetkannya. Mobil hitam sport itu terlihat mengkilap berselang beberapa detik kaca pintu terbuka menampilkan sosok yang ia kenal.
“Eh pak Andri, maaf pak saya menghalangi jalan yah?”Tanyanya disana dnegan merasa bersalah.
Andri disana tersenyum tipis menggeleng.”Tidak kok, tadi saya liat kamu maaf ngagetin kamu.”Ujarnya. Caisar disana tersenyum mengangguk.”Kamu mau kenator saya untuk rapat kan? ayok bareng saja.”Ajaknya pada Caisar..
Caisar menatapnya menggeleng tak enak.”Maaf pak saya naik taxi aja tidak apa-apa kok hhehe. “Ujarnya. Andri membuka pintu mobil.
”Tidak usah sungkan, ayo masuk kita juga satu arah.” Ajaknya menarik tangan Caisar untuk masuk.
Caisar kaget dibuatnya, ia mengangguk memilih masuk dengan Andri yang menatap tangan Caisar yang ia pegang tadi, ia tersenyum tipis memasuki mobil lagi setelah Caisar masuk.
__ADS_1
Perjalanan tidak terlalu lama, memakan waktu selama setengah jam namun Caisar dari tadi hanya diam canggung, tak berselang lama Hp Caisra berbunyi membuat Andri menbatap Caisar yang membuka HPnya, wallpaper Hp Caisar menampilkan sosok dirinya dnegan seorang gadis yang terlihat tersenyum bahagia mencium pipi Caisar. Entah kenapa itu menganggunya.
“Itu pacar kamu?”Tanya Andri spontan.
Caisar yang melihat pesan dari Diisya yang berisi jika guru memberinya izin kaget. Ia menatap Andri mengangguk.”Perasaan kemaren udah ketemu sana bapak deh pak?”Tanyanya dengan canggung.
Andri mengutuk dirinya, ia ingat dan ia lupa. “Dia seperti laki-laki, rambutnya pendek jadi saya lupa tapi jika difoto itu rambutnya panjang.”Ujarnya.
Caisar terkekeh menampilkan walpapernya.”Ini dia cobba pakek Wig. Katanya takut orang nyangka saya Gay mangkanya dia pakek Wig gitu pas kami jalan.” Jawab Caisar pelan.
“Padahal kalian masih SMA Tapi sudah berani ciam cium, itu terlihat sangat intim.” Ujar Andri dingin.
Caisar mendengarnya tersenyum tersinggung, bahkan ia pernah tidur sambil berpelukkan dengan Disya meksi tidak melakukan apapun. caisar menghela nafas saja menatap jalan. Andri mendengus karena diabaikan.
“Seharusnya kamu tidak boleh berpacaran dulu, focus dengan masa depan, saya tidak mau proyek yang saya beri kamu abaikan hanya karena pacar kamu. Dan sebagai antisifasi saya sendiri yang akan mengawasii kamu nanti, laporannya kamu langsung kasih kesaya.”Ujarnya lagi dengan dingin.
Caisar melirik kesamping menatap Andri aneh. “ Baik pak.”Ia ingin membanntah, namun paham posisi dan paham kondisi membuat ia tak mau memperkeruh suasana, jika ia membantah dan membela diri juga dia tak akan percaya. Biarlah dia berfikir buruk tentang dirinya dan Disya,. Toh tak berpengaruh kan,
” Apakah tuan menyukai pacarnya tuan Caisar???”Gumamnya dalam hati.
”Memang si dia terlihat manis dan menarik.”Lanjutnya mengingat wajah Disya yang terlihat datar dan tubuh yang kecil nan mungil. Disya cantik tanpa make up bahkan tapi sayang auranya sangat gelap. Sampai kecantikannya harus sedikit berkabung bagi sang melihat.
...----------------...
Disisi lain sosk Disya menghela nafas kesal melihat izin dari Caisar yang sudah ia buat.” Kalo Pangeran nggak masuk ngapain gue sekolah, bolos ajalah.”Gumamnya menghela nafas memilih ke lantai atas dimana tempat dirinya biasanya bolos.
Namun langkahnya tercekat saat seseorang menahan tangannya. Ia menatap sang pelaku dengan diam dan dalam, sosok pria yanga sing ia lihat, ia sangat tampan tapi bagi Disya lebh tampan Pangerannya. Ia menatapnya datar lalu melangkah lagi menjauh namun lengannya ditahan.
Brak.. Disya tak segan menarik tangan itu dan memilinnya, membantingnya tampa perasaan. Sosok yang dibanting kaget tak bisa melawan merasakan tubuhnya remuk. Disya menatapnya dengan kesal dan...
Bugh.. arghh, ia menginjak perut pria itu sekali hentak dan menekannya. Pria itu tak merasa ususnya mati rasa ia menahan sepatu Disya dan menariknya. Disya merasakan tenaga lelaki itu sangat kuat sampai kakinya terseret dan ia jatuh diatas lelaki itu. lelaki itu tersenyum sinis.
__ADS_1
Disya mendengus memukul rahang lelaki itu.
“Ngapain loe anjing..” Teriak Disya kasar hampir saja pipinya di kecup oleh lelaki tersebut. Jika Caisar lihat ia akan marah dan cemburu. Lelaki itu kaget lagi dan merasakan Disya sudah bangkit menjauh.
Pria itu meludahkan darah yang membasahi sudut bibirnya menatap Disya marah.” Gue cuma mau minta anter ke ruang kepala sekolah tapi loe malah kasar..”Ujarnya dnegan dingin.
Disya menatapnya meremehkan dan tersenyum sinis.” Minta tolong pakek mulut bukan pegang sana sini sampek mau cium orang. dan pergi sendiri guna mata buat ngebaca. Buta loe..”Ujarnya ketus pergi meninggalkan lelaki itu kesal.
“Gue suka cewek galak, dan gue suka loe.mau jadi pacar gue nggak?”Tanya pria itu keras memancing beberapa orang melihat kearahnya sedari tadi semakin menatap mereka.
.
Disya disana memejamkan matanya mengepalkan tangannya.” Oh iya gue tau loe ada pacar, tadi gue denger suara manja loe sama pacar loe, dan gue suka., gemesin banget. Sama orang galak tapi sama pacar kayak kucing. Uhhh jadi pengen ajak loe keranjang deh,.” Ujar pria itu lagi terkekeh,
Disya tersenyum berbalik menatap pria itu, tak berselang lama...
brak.. agh smeua orang kaget karena Disya berputar dan menendang tepat dirahang lelaki itu keras sampai kepalanya menoleh kesamping kasar.
” Mulut busuk bauk sampah, sekali lagi loe ngomong sampah gue bikin mati loe..!!!” Tegas Disya lalu pergi.
Pria itu memejamkan mata merasa malu, ia memegang pipinya yang memar, sialan perempuan itu, ia menghela nafas mengepalkan tangannya.
”Nggak tau dia bermain sama siapa, loe milik gue dan liat apa yang gue lakuin..!!!” Gumamnya tersenyum smirk. Ia tertarik dengan tantangan. Sepertinya tantangan ini tidak akan cepat selesai.....
.
.
.
. Hallo gesss ada yang mo kasih aku kerja ga? hahaha
__ADS_1