
Mata Cleo diperban disebela kanan akibat ulah dari tiga setan, Cleo menatap Fardan didepannya gugup., karena tadi Via melihat Cleo pulang dalam keadaan mengenaskan begini sangat kaget, apalagi mata sebelahnya diperban kain kasa. Saat Fardan pulang beserta Disya dan juga Fadly sangat kaget menatap Cleo yang keadaannya menyedihkan.
" Kamu kenapa Cle??" Fadly menatap Cleo lirih krena mata yang tertutupi begitu. Apalagi pipinya terlihat memerah.
“ Ceritakan..!!!!” Tekan Fadly dingin.
Fardan hanya diam sama dengan Disya, namkun aura membunuh menggema diruangan menyekat siapapun yang ada didalam sana.
Cleo mengepalkan tangan.”Tad-tadi Nana nunggu papa jemput tapi ada Riko Raka yang semprot mata Cle pakek air keras tiba-tiba. Cle nggak sadar ada mereka, Cle tau itu air keras karena dulu pernah ketemu dijalan sama bang Kai. Bauknya sama jadi pas sadar dalam bahaya Cle langsung lari buat lindingin diri. Tapi mereka ngejar Cleo.. sampek dijalan Cle lempar mereka pakek tas terus pakek batu gede, kepala Raka dan Riko banyak darah Sampek pingsan dan Cle nyetop taksi buat kabur.. “ Lirih Cleo menjelaskan takut.
Cle mendongak menatap Fardan. ”Hiks hiks. Cle ndak mau buta papa, hiks hiks, tadi udah di obatin sama om-om baik. Cle ndak mau buta.. hiks hiks. Cakit.” Cleo menangis mengusap matanya yang menangis.
Fardan mengepalkan tangan menarik tubuh Cleo dalam pelukannya. Via di sisinya pun menatap anaknya nana mengusap air mata yang terus mengalir menatap Cleo rapuh. Fardan melirik Fadly yang terlihat sursuara tapi beraura suram , dan Disya yang beraura malam.
“ Via siapkan tiket malam ini. Kita berangkat ke Singapura..” Perintah Fardan dingin.,
Via mengangguk melangkah menjauh mengggambil HPnya dikamar.”Fadly pesan dokter dirumah sakit kita., kita berangkat malam ini..!!!!” Tegas Fradan lagi dingin.
Cleo disana menangis lirih. Ardan mengerang menahan dadanya sesak karena tak tega.”Maafin papa belum bisa jadi papa terbaik yah. andai papa tidak telat tadi pasti tidak begini hiks.”Fardan gemetar memeluk Cleo. mencium rambut yang berbau matahari bercampur sampo milik Cleo.
Cleo menangis dalam pelukan Fardan.”Cle ndak mau buta papa hiks hiks.. ini sakit.”Lirih Cleo ringkih.
Fardan menggeleng menahan sesak.” Nanti kita oplas jika kulit kamu rusak yah sayang, tenang saja kamu tidak akan buta. Papa pastikan kamu akan baik-baik saja..!” Lioroih Fardan.
Tadi Fardan sedikit telat menjemput Cleo akibat ia sedang rapat, rapat yang sangat memakan waktu lama akibat ini rapat antar pemilik saham, ia tak bisa menitip atau meninggalkan rapat seenaknya. Tapi saat rapat selesai ia kaget oleh sekretasinya mengatakan jika istrinya berkali-kali menelponnya, ia pun berniat menelpon balik.
Sata Fardan menelpon baik, suara Via terdengar bergetar menahan tangisan. Via istrinya menyuruhnya pulang. ia harus mengundurkan rapat lain dan segera pulang.
Betapa kaget saat dirinya pulang menatap keadaan anaknya yang mengenaskan.. mata yang terlihat dikain kasa, baju kusut tampa tas yang entah kemana. Terlihat Via mengusap kepalanya menangkan anaknya tersebut.
Tangan Fardan, dan Fadly mengepal erat. Mereka pastikan akan membalas siapa yang membuat Cleo begini. Mereka pastikan jika mata mereka akan buta dan tak akan mampu melihat dunia ini. ingatkan Fardan setelah mengobati Cleo nanti.
__ADS_1
Di sisi lain Disya berdiri meninggalkan ruangan tanpa bersuara. Tak ada yang menyadari dirinya pergi barang sedikitpun. Tangan Disya terkepal menahan diri.” Pasti pangeran kecewa kepada ku karena tak bisa menjaga adiknya.”Lirihnya pelan.
Disya menggeleng nanar mengepal tangan.” Pangeran tidak boleh meninggalkan Sasa. Sasa harus membunuh anak itu untuk membalas apa yang dia lakukan terhadap Adik Pangeran itu." Lirihnya.
Disya segera memasuki mobilnya, mengambil HP yang tergeletak diatas kursi sebelahnya, mencari nomor seseorang dan Tut.. ia melakukan panggilan, tak berselang detik telepon diangkat.
” Yah Nona?”
^^^Disya diam menatap kedepan.” Cari CCTV yang merekam kejadian didepan SD CXXX dan cari tau siapa anak kecol yang melakukan kekerasan pada anak perempuan di halte tempat menunggu jemputan. Lapor dimana dia sekarang berada. Waktumu hanya tiga puluh menit, jika tidak bisa maka aku pastikan nyawamu hilang dalam hitungan menit.. Tut.” Disya mematikan teleponnya menatap datar kedepan.^^^
Dilain tempat lelaki itu mengerutu kesal.” Gue kalo nggak digaji gede udah gue bunuh nih orang, sialan..!” ia adalah hacker hanmdal milik Disya, memiliki gaji cukup besar saat misi dikabulkan dalam waktu yang ditentukan.
“Mana lagi enak-enak lagi.”Ia mnelirik istrinya yang dikamar masih menunggunya.
Tah tadi ia sedang bermain bersama istrinya, tetapi ia mendapatkan telepon, kaget saat tau itu Disya ia segera buru-buru keluar mengangkat telepon mengabaikan teriakan istrrinya yang menanyakan siapa yang menelpon.
Nyawanya lebih penting.
Ia masuk kekamar menatap istrinya yang cemberut.”Siapa si Mas nelpon malam gini??? Kan mama udah nunggu lama. keburu nggak mood. Papa selingkuh yah ngaku..!!!” Teriak istrinya kesal.
Sitri menatap suaminya mencebik.”Yaudah ayok lanjut. Tanggung ini.” Rengek istri pada suami.
Suami terlihat pias.”Maaf yah sayang mas kerja dulu. Mas har- “
“Oh yaudah..” Liirh si istri merajuk menatap tembok membelakangi suami yang bicara tapi ia potong.
Suami mengusap kepala kasar, dihadapan dua singa yang ia takutkan.” Ayang ini bos aku bayar gaji aku loh, kalo aku nggak selesai setengah jam ini kepala aku jadi taruhannya,. Tapi kalo berhasil besok kita beli mobil baru.”Bujuk sang suami.
Istrinya terlihat pias melirik suami. Suami mengerjab.” Demi Tuhan, dia psicopat. Tapi kaya raya. Jadi plis jangan ngambek yah. besok kita beli mobil baru mau?” bujuk suami.
Istri tersenyum melirik suami.”Yaudah sana kerja hehe, tapi nanti mobilnya buat aku yah. sayang mas muach.”
__ADS_1
Suamiunya tersenyum kecut. Uang saja... benar-benar yah betina..
...----------------...
Disya melirik HPnya datar. Ting.. notifikasi dari orang suruhannya. Ia menyeringai mengetik pesan.
(Kamu telat 1 menit. Tunggu hukuman dari saya..)
Disya menghidupkan mobilnya melaju ketengah kerumunan dimana yang ia inginkan. Berbeda dengan lelaki yang ia suruh ketar ketir mendengar ancaman tak main-main dari Disya. Berharap jika besok Disya melupakannya.. sungguh Disya manusia paling mengerikan ia kenal.
Disya menghentikan mobil dipinggir jalan rumah sakit menelpon seseorang. Sahutan tersambung segera tak sampai lima detik.
” Halo bos?”
Disya berdehem sejenak.” Ada tugas buat kalian. Gue dua foto anak kecil ke kalian, satu dia sedang dirumah sakit sekarang dan satunya lagi sedang dirumahnya. Kalian culik satu anak kecil yang di rumah sakit malam ini juga. Tahan dimarkas kita. dan culik anak satunya lagi pas gue instruksi, bawa kemarkas kita. gue tunggu sekarang...!!! Tut..” Disya mematikan telepon tanpa mau mendengar jawaban mereka.
Segera men-share foto anak kecil yang ia dapatkan tadi beserta alamat kamar.
“Siap bos. Tapi bayarannya oke juga yah..!!!”
Diosya mendengus membaca pesan tersebut.” Ya.” Balasnya membuat mereka bahagia bisa berpesta setelah ini.
Disya menatap kangit dingin menyeringai. Membelokkan mobil menuju perbelanjaan didepan rumah sakit.” Gue nggak mau ngotorin tangan gue, tapi gue pastiin mereka hancur ditangan gue detik ini juga..!!!” Lirihnya keluar dari mobil, mengambil dompet membeli beberapa bahan makanan dan ciki
In hanya pengalihan... bahkan saat ia memasuki ruang perbelanjaan semua menjadi hening tak bersuara....
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah hehe. kangen yah?