Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Alice sebenarnya


__ADS_3

.” apa jangan jangan kau kabur yah dari Rumah sakit?” Tanya Cessy lagi penuh pengintimidasian,


Alice terlihat gugup dan gelagapan, ia menggeleng cepat mengerjab menatap Cessy polos. Tapi ia tidak bisa bicara apa apa, sebab tadi memang ia tidak sengaja melihat Cessy lelwat dari ruangannya, ia kabur dan berlari dari ruangannya. Bahkan lupa menggunakan alas kaki, jadi jika ia bilang pada Cessy pasti nanti dirinya akan dimarahi kan??


Cessy yang melihat Alice yang diam tidak , menjawab menghela nafas pelan, memilih berjongkok di depan alice. Alice mengerutkan kening menatap Cessy yang berjongkok di hadapannya. “ Naik..” ujar Cessy melirik kebelakang menggunakan ekor matanya.


Alice menatapnya polos. ” Naik kemana?” Tanya alice polos dna tidak paham.


“ ke genteng. Yah ke punggung ku lah. Kau ini, lihat kakimu sudah memerah bahkan hampir mengelupas karena terkena aspal panas, dan aku tidak mungkin memberikan kamu sepatuku, bisa bisa kakiku ikut melepuh.” Jawab Cessy menarik tangan Alice.


Alice kaget dan gelagapan segera memeluk pundak Cessy. Ia segera menaiki punggung Cessy dan memeluk leher cessyy gugup.


Cessyy segera naik dan menggendong alice. Berat tapi tidak terlalu. Cessy menghela nafas dan menggendongnya tenang. Alice tersenyum di balik punggungnya alice, menatap telinga Cessy yang memerah. Tapi tunggu. “ eh kok kembali ke rumah sakit sih? Kan aku mau main?” Tanya Alice merengek. Dia tidak mau kembali lagi ke sana.


Cessy tidak mendengarkan Cessy.” Kau masih sakit., jadi mengertilah. Orang tuamu pasti mengkhawatirkan kamu, jika sudah sembuh kita akan main. Sebebas dan semaumu.” Ujar Cessy kepada alice tegas,.


Alice meremas kipas kecil yang dipegangnya.’ Tapi kapan.’ Gumamnya.


Cessy masih bisa menangkapnya dnegan pendengarannya yang handal. alice juga mengatakanya tepat di dekat telinganya. ‘' Kamu akan sembuh dan bisa bermain sepuasnya. “ tegas Cessy.

__ADS_1


Alice mengeratkan pelukanya dan menaruh kepalanya di piundak Cessy.” Momo baik seperti kakaknya Momo, Terimakasih, tapi nanti Momo janji yah bawa Alice main, soalnya alice mau main kayak yang momo bilang, sepuasnya dan sebebasnya.” Ujar alice tersenyum duitelinga Cessy..


Yang kayak Momo bilang, sepuasnya.... sebebasnya..emangnya gadis ini tidak pernah main sepuasnya dan sebebasnya kah???? Batin cessy. Cessy berdehem saja membawa Alice ke ruangannya. Alice tersenyum memejamkan matanya. akh aroma Cessy membuatnya nyaman dan mengantuk.


Cessy sudah sampai di rumah sakit. “ kamar loe dimana?” Tanya Cessy. Tapi tidak ada sahutan.


Cessy melirik kebelakang dan ternyata Aliice tertidur. Cessy menghela nafas,. mau tak mau ia menanyakan kepada perawat saja di sini. Ia segera pergi ke perawat dan bertanya ruangannya Alice ini. ternyata kamarnya satu lantai dengan kamar Momo, padahal disana hanya ada lima kamar dan khusus. Jadilah ia segera menaiki lift sampai lantai lima, lantai paling atas, saat di depan kamar alice dirinya sudah di sambut oleh pasutri yang menangis menatapnya dan alice yang tertidur di pundaknya. Cessy tertegun melihatnya.


“ alice.” Panggil ibunya nanar mendekati Cessy.


Suaminya menahan istrinya. Ia segera memeluk istrinya dan membiarkan cessy mendekat.” Nak.. ini alice? Kenapa bisa sama kamu?” Tanya wanita paru baya di hadapannya. Mungkin ibunya Alice, sebab mereka benar benar mirip. Jika alice ini versi muda ibunya versi tuanya. Dan bedanya juga ibunya ini memiliki mata yang sipit sedangkan alice bulat dan besar.


“ nanti dulu nanya nya ma. Biar alicenya ditaro dikamar dulu yah.” ujar sang suami kepada istrinya.


Cessy agak gugup melihatnya. Cessy menggeleng.” Eh iya om tante. Alice nya tidak apa apa kok, dia tadi hanya ketiduran saja.” Jawab Cessy seadanya dan juga sejujur jujurnya saja. Pasutri itu tersenyum tulus dan mengangguk nanar dibuatnya. Mengusap pipi anaknya yang tertidur sayang. Cessy jadi bingung mau segera pergi dari sini atau bagaimana???


Suami dari ibu itu melirik cessy.” Oh iya. Perkenalkan, kami orang tuanya Alice nak, nama saya Bram, dan ini istri saya ibunya alice, namanya alea, jika kami boleh tau nama kamu siapa nak? Dan mengapa alice ada di kamu tadi?” tanyanya lembut dna sopan.,


Cessy mengangguk.” Oh. Hay om tante. Nama saya C.. Morgan dipanggil Momo.” Cessy gugup, dirinya hampiir keceplosan nama aslinya. Ia lupa haha.

__ADS_1


“ hmm tadi saya jenguk teman saya juga di rumah skait ini kebetulan, eh saat saya pulang Alice manggil saya dan nyamperin saya diluar. Terus kami sedikit mengobrol. Tapi saya Tanya kenapa dia di sana dan menggunakan baju pasien., apalagi tidak menggunakan alas kaki, rupanya dia kabur. Karena itu saya bawa dia kesini lagi sambil digendong om. Soalnya kaki Alice udah merah kena panas aspal.”ujar Cessy jujur.


Alea dan Bram segera menatap kaki anaknya. benar ada merah merah di sana. Mereka menatap cessy dengan tatapan "terimakasih."


" Yaampun nak. Terimakasih yah. alice ini emang ceroboh sekali, suka banget kabur kaburan dari rumah sakit. “ ujar alea dengan kesal menatap anaknya.


“ sering kabur?” Tanya cessy. Artinya alice suka masuk rumah sakit dong?


Alea mengangguk.” Iya...” jawabnya sendu.


Bram melirik istrinya yang menahan tangisnya pun menatap Cessy dengan tatapan sendu.” Kamu udah lama temenan sama Alice?” tanyanya.


Cessy menggeleng.” Hmm mungkin sekitar tiga bulan lebih om.” Jawab jujur lagi. mengingat kapan pertama kali mereka bertemu dan berteman,


Bram mengangguk.” Alice ini tidak punya teman nak dan karena itu kami kaget pas kamu yang nganter dia tadi, dan kamu bilang kamu temannya Alice. “ jawab Bram tenang tapi dimatanya ada kesedihan mendalam. Kaget juga teman pertama anaknya adalah laki-laki. Tapi dilihat dari wajahnya laki-laki ini anak baik dan juga sopan. Terdengar dari cara bicara dan tatapannya tidak ada menyimpan hal buruk untuk Alice anak mereka.


Cessy mengangguk pelan tak yakin. masa si alice tidak ada teman kan dia sangat ramah dan ceria. Pasti banyak yang mau jadi temannya dia. Dirinya saja suka dengan kaakter alice.


“ semua sepantaran dia bilkang alice ini anak yang sombong karena bicaranya yang agak besar, tidak mau berpanas panasan dalam jam mata pelajaran olahraga, tidak mau renang. Atau bahkan bisa izin sekolah semaunya dia. Baik dari SD sampai sma sekarang.” ujar Bram lagi mencoba tenang tappi suaranya seperti ada yang mencekat. Cessy mengangguk. Pikiran buruk menghantui kepalanya. Pasti alice ada sesuatu

__ADS_1


“ pa...” ujar alea menggeleng kepada suaminya. Ia takut. vram menggeleng.” Nggak apa apa ma. Dia teman satu satunya alice dan berhak tau, papa mau alice punya teman yang tau kondisi dia.” Ujar Bram tegas. Alea diam memejamkan matanya. tapi air matanya tetap jatuh. Bram menatap Cessy dengan tatapan luka.” Alice ini memiliki sakit jantung bocor sejak masih bayi, jadi dia memiliki fisik yang begitu lemah dan penyakit yang sering kali kambu. Karena itu dia ada di sini dan memang hampir setiap bulan ada di sini.” Lanjut Bram. Cessy melebarkan mata mendengar ucapan dari Bram.


Alice si sombong nan ceria memikul beban sebesar itu???


__ADS_2