
tokktok....
...Hallo semua... sehat selalu. jangan lupa mampir yah di ****Im Women Not A Boy**** milik kakak di sebelah....
suara ketukan dari luar pintu membuat alam membuka pintu pelan menatap siapa yang datang. tatapannya terlihat bingung melihat ada seseorang di sana menggunakan jas hitam dan juga berkas berkas data miliknya.
lalu ada beberapa orang di belakangnya menggunakan baju seragam seperti bodyguard yang menatap mereka tajam menggunakan kacamata hitamnya yang menutupi tatapan mereka.
" Siapa kalian???" Tanyanya heran dan juga bingung menatap mereka semua yang ada di hadapannya.
lalu tatapannya beralih pada seseorang yang duduk di dalam mobil menatapnya dengan tatapan datar dan dingin. " Disya???".
" Selamat siang bapak Alam. kami pengacara dari almarhumah istri dari Pak Alam, di sini kami ditugaskan untuk meminta bapak segera keluar dari rumah ini dikarenakan, putri Bapak sebagai pemilik sah dari warisan yang telah diberikan oleh almarhumah istri bapak kepada beliau sehingga beliau meminta untuk bapak segera keluar dari rumah sekarang juga.'' ujar dari laki-laki yang menggunakan baju jas hitam tegas kepada alam.
alam seperti tersambar petir di siang bolong mendengar pengusiran dari pengacara istrinya dan juga orangnya dari anak perempuannya yaitu Disya. ''Apa maksud kalian? saya ini adalah suami dari istri saya dan kalian ingin mengusir saya hanya karena putri saya meminta kalian untuk mengusir saya dari sini, Apakah kalian pikir saya tidak memiliki hak sama sekali di rumah ini. "
''jika ingin kami ingatkan, sebelum Bapak menikah dengan almarhumah istri bapak bapak sama sekali tidak membawa sama sekali harta, dikarenakan di saat itu keluarga Bapak dalam keadaan sulit dan semua aset dari keluarga Bapak itu dibeli oleh almarhumah istri bapak, sehingga semua aset yang Bapak miliki saat ini itu atas nama dari almarhumah istri bapak, karena istri bapak sudah meninggal dan sebelum beliau meninggal sudah memberikan surat wasiat atau surat untuk mengatasnamakan seluruh aset dari miliknya untuk anak perempuan terakhirnya yaitu Disya salah satunya yaitu rumah ini. Disya tertulis sebagai orang yang paling berhak untuk memiliki rumah ini yang ditempati oleh Bapak saat ini." jelas dari pengacara Disya tegas kepada alam.
__ADS_1
alam menggeleng pelan melirik ke belakang di mana Jeff juga keluar menatap siapa yang datang. ''tidak bisa Pak saya yang selama ini adalah mengurus seluruh aset yang istri saya miliki Dan saya masih tetap memiliki hak dari seluruh aset istri saya, jika bukan karena saya mungkin seluruh yang dia miliki saat ini sudah hancur. "tegas Allah menolak keras dari pengacara yang ingin mengusirnya dari rumah ini.
''Ada apa ini pa???" Tanya Jeff bingung.
" Mereka mau mengusir kita dari rumah ini." Jelas Alam kesal.
" Kok bisa???" tanya Jeff kepada ayahnya kaget dan tak percaya.
" Adik kamu yang mengusir kita, sebab semua aset dari kita atas nama dia dan dia ingin kita keluar dari rumah ini.!!!" jelas Alam melirik Disya dalam mobil dan diam menatap mereka dingin.
Jeff mengangguk. " benar Tuan jet memiliki hak atas warisan yang telah almarhumah Ibu Tuan berikan, dan itu harus dari persetujuan dari nona Disya, tapi nona Disya memberikan persyaratan agar tuan mendapatkan warisan tuan saat tuan berusia di atas 23tahun." Jelasnya tegas.
" Disya baru berusia 17 tahun tapi kenapa dia bisa mendapatkan warisan? itu tidak sesuai hukum dan ketentuan!!" Tegas Alam kepada pengacara.
Pengacara menggeleng. " Sebab nona Disya sudah membuat surat pengalihan atas nama dirinya dengan syarat sudah menikah. jadi Nona Disya sudah memiliki ketentuan Syarat yang dimiliki!" Tegas pengacara kembali dengan tenang kepada keluarga Alam yang di hadapannya.
" Apa? Disya sudah menikah?? bagaimana bisa???" Tanya Jeff dan juga Alam kaget kepada pengacara dihadapannya. " Saya papa nya dan dia sama sekali tidak mengatakan atau membicarakan masalah pernikahan atau apapun. Anda jangan berbohong yah!!" Jelas Alam mengeram marah pada pengacara yang kekeh berdiri tegas dihadapannya
__ADS_1
" Itu masalah pribadi tuan, tapi kami sudah memiliki bukti nyata dan asli jika nona Disya dan suaminya sudah memiliki akta nikah dan buku nikah masing masing. jadi untuk hal tersebut tuan bisa bertanya langsung kepada putri bapak nanti. tapi kami dengan segara hormat untuk meminta bapak segera membereskan semua pakaian dan juga barang-barang bapak dari rumah ini sekarang juga. kami memberikan waktu untuk bapak beres-beres selama 3 jam dimulai dari sekarang tanah, jika tidak maafkan kami Jika kami menggunakan cara kekerasan kepada bapak."
" Nggak bisa. kami tidak akan pindah dari rumah ini dan kami tidak ingin pergi dari sini tanah, bisa sama sekali tidak memiliki hak atas rumah ini. saya Ayah dan saya yang punya semua aset dari rumah ini... " Tegas Alam.
pengacara menghela nafas pelan menatap alam penuh prihatin. " Sekali lagi saya ingatkan until bapak bereskan semua barang bapak dari rumah ini. Karena jika tidak kami akan melakukan hal yang lebih keras. jadi tolong untuk itikat baiknya silahkan keluar atau dengan cara kasar." Jelasnya lalu menjauh meninggalkan beberapa bodyguard yang menatap neraka dingin di balik kaca kata hitam mereka.
" Disya.!!!" Teriak Alam mendekati Disya yang berada di mobil. ia mendekati Disya yang di dalam mobil menatap ayahnya dingin dan tajam. dia sudah melihat drama ini dan baginya itu hambar, tidak ada yang menarik atau yang membuat nya senang. biasa saja.
Alam menatap anaknya yang botak tertegun sejenak. " Kenapa kamu lakukan ini sama kami? dan kamu nikah sama siapa ga? kenapa tidak bicara dengan papa???" Tanya alam kepada Disya nanar.
Jeff yang di depan Disya hanya diam menatap adiknya sendu dan tak berdaya. Disya menguap pelan menatap ayahnya. " Kamu kan sibuk mengurusi istrimu yang sedang masuk rumah sakit. tidak usah perhatian, karena itu sangat menggelikan dan menjijikan." Jelas Disya tenang.
" Disya!!!" seru Alam pada anaknya.
Disya menaiki kaca mobilnya hingga hanya tinggal tatapan mereka yang terlihat. " Tinggalkan dan menjauh dari rumah saya pak tua. sebab saya akan menjual rumah Hina ini sudah kau bawa masuk perempuan menjijikan itu di rumah ini. rumah ini sudah menjadi sangat kotor dan sama sekali tak Sudi aku injak kan. berbahagialah kalian dan aku juga akan berbahagia dengan hidupku.!!!" Tegasnya dan tersenyum lebar. Alam mendengarnya terdiam menatap mobil anaknya menjauh.
sial jadi dirinya di usir begitu? padahal dirinya kan seorang ayah di sini?
__ADS_1