
Btw mau nanya dong. Audio adaptasi liatnya dan mo denger dimana yah? hehe soalnya mau denger yang buat audio novel kakak. maaf aku nggak paham dan nggak tau dimana hehe. Terimakasih...
Tok..Tok..Tok.. keduanya menoleh kearah pintu.. Dugh.. baik Cessy maupun Caisar terdiam dna tertegun menatap kearah pintu. Memang pintunya terbuka dari tadi karena tak ada kipas angin sangat panas dimalam hari. Dan ruang tamu dna ruang makan itu dijadikan satu oleh mereka.
Tapi yang membuat mereka terkejut adalah satu hal, disana terlihat sosok perempuan yang sangat mereka kenali datang dengan seragam sekolah masih melekat, tubuh basah kutup, rambut yang berantakan, baju yang sudah berdecak darah dimana-mana bahkan dileher dan dilengannya. Ia sangat menyeramkan dimana suara petir menggema disetiap menitnya penampilan tubuh mungil menatap Caisar dengan tatapan datar.
“Disya..”Gumam Caisar kaget. Ia kaget melihat penampilkan Disya yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Ada apa? Kenapa dia sampai seberantakan ini? apa dia melakukan tindakan kriminal dan dikejar polisi? Atau dia baru saja sudah membunuh orang dan ingin menumpang bersembunyi??
Semua prasangka buruk bersarang diotak Caisar karena memang nama Disya yang sudah tercemar, atau memang ia yang sudah tau seberapa jahatnya Disya hidup.
Disya menatap Caisar dengan tatapan bingung, ia bingung harus menyampaikannya bagaimana, ia tak tau. Apakah kabar ini terdengar kejam akan takdir yang dituai oleh Caisar nantinya? Ia tak mau Caisar bersedih tapi ia lebih sedih jika Caisar tak tau apa-apa tentang adiknya.
“Disya kau kenapa? Kenapa bisa begini? Masuk-masuk..”Ujar Caisar pelan menarik tangan Disya masuk dengan keadaannya basah kuyup akibat hujan barusan.
Disya tetap diam disana dengan raut kaget, ia ikut masuk kedalam menatap manik mata Caisar. Lalu beralih dengan Cessy. Terlihat Cessy dan Caisar menatapnya menuntut penjelasan.”Ikut aku.. bawalah peralatan kalian.”Ujar Disya pelan pada kedua kakak-beradik ini.
Cessy dan Caisar menatapnya penuh penuntutan penjelasan. “Nanti aku jelaskan, ayoo ikut aku.”Ujarnya Disya pelan pada keduanya,, Bukannya tak mau bilang tapi ia tak mau panik dijalan yang membuat mereka rugi sendiri.
“Tunggu dulu, apa yang terjadi Disya? Dengan keadaanmu yang jauh dari kata baik begini kau tak melakukan apapun diluar sana kan?”Tanya Caisar pelan pada Disya.
Cessy mengangguk.”Kau seperti baru saja membunuh orang.”Ujarnya jujur.
Disya menatap Caisar dengan tatapan tak terbaca.”Kau menuduhku?”Tanyanya.
__ADS_1
Caisar disana diam tak bergeming. Disya menghela nafas.”Nggak apa, lagi pula aku memang orang jahat dan suka membunuh orang. Tapi kali ini kalian harus ikut aku... aku tak akan berbuat jahat. Cepatlah waktu kalian tidak banyak, ini menyangkut adik kalian.”Ujarnya pelan.
Mendengar nama adiknya yuang disangkut-sangkutkan membuat kedua adik kakak itu menatapnya kaget dan bertanya ada apa. Disya tak menjawab.”Apa yang terjadi?”Tanya Caisar. Disya tak mengindahkan.
Cesys mengambil tasnya yang berisi uang dan mengambil kunci kosan milik mereka.”Ayooo.”Ujarnya memberikan jaket pada Caisar .
Disya disana pun pergi duluan disusul Caisar dan Cessy. Mereka memasuki mobil Disya dengan basah kuyup. Caisar dan Cessy tak sengaja duduk dibagian belakang. Sejujurnya Disya keberatan tapi karena waktu yang tak memungkinkan ia berdebat hal kecil pun melajukan mobilnya menuju kerumah sakit.
Yah setelah mendengar kabar wanita yang mengaku ibunya adik-adik Caisar tadi ia memilih membawa kedua orang ini kemari, ia juga cukup bertanya dimana adik paling kecil mereka? Tapi ia juga lupa.. dan kenapa ia tau kosan baru Caisar? Sebab ia pernah mengantar Caisar pulang kemarin.
Sesampainya keduanya ditempat tuujuan yang tak lain rumah sakit semakin membuat keduanya kalut. Apa yang terjadi pada adik-adik mereka? Jantung keduanya berdegup kencang bagai ada yang mencekik di ulu hati. Pikiran mereka alihkan kepositif-positif tapi yang berkeliaran malah negatifnya. Apalagi penampilan disya dnegan begini.
Disya keluar dari mobil.. ia memang tak mempedulikan penampilannya saat ini karena tau bagaimana rasanya takut kehilangan, bauh darah amis itu tak membuat kepalanya pusing karena sudah terbiasa akan keadaan begini.Hanya saja mengundang tatapan Tak sedap dari banyak orang.
"Disya kita mau kemana??? Jangan diam saja, jangan membuat kami takut.”Ujar Cessy tak tahan diam saja dna ikut saja dari tadi,
Disya disana diam mengusap pipinya yang terkena iar hujan tadi, ia tetap berjalan meninggalkan keduanya. Keduanya menggila karena kebingungan, sampai didepan ruang operasi. Baik Caisar atau Cessy menatap tulisan yang tertera diatas pintu yang menulis ‘ Ruang operasi 2.’ Siapa yang dioperasi, siapa yang sakit? Siapa yang terluka? Dada mereka berdenyut nyeri dan pikiran tak karuan.
“Adik kalian kecelakaan dan sedang dioperasi saat ini.”Ujar Disya sayu pada kedua orang didepannya ini. caisar dan Cessy disana menatapnya kaget.
Tapi sedetiknya Cessy disana menarik baju Disya hingga Disya merasa tubuhnya berjinjit. Cessy menarik kera bajunya dan menyudutkan ditembok.”B4jingan. jangan-jangan kamu yang lakuin ini dengan adik saya ha? Kamu apakan adik saya ha?!!!!” Teriaknya menggema dilorong rumah sakit.
Caisar disana akaget mendengarnya. Cessy terlihat hendak memukul Disya tapi Caisar menahannya.”Kak tahan dulu, dengar dulu apa yang terjadi.... “Ujarnya pelan menarik baju sang adik.
__ADS_1
Tapi tangan sang adik tidak juga melonggar dari baju milik Disya.”Kakak tidak lihat dia kayak gini? Dia berdarah-darah kak. Pasti dia yang udah buat adik kita kayak gini kak..!!”Teriaknya kuat ,. Tangannya bahkan sampai gemetar disana karena mendengar kabar ini.
“Cessy tenang dulu, dengar dulu dari Disya apa yang terjadi, jangan menghakimi apa yang kamu lihat sedangkan kamu tidak tau apa yang terjadi.. “Ujarnya. Meksid alam hati ia juga sangat curuag akan Disya tapi saat ini ia harus menenangkan adiknya.
Disya disana terdiam lalu angkat bicara.”Tadi gue liat adik kalian ketabrak dijalan, terus gue bawa kesini, mereka penuh darah mangkanya baju gue ikut kena darah dia. Gue yang meluk dan gendong jadi nggak sengaja darah dia melekat banyak dibaju gue. “Ujarnya pelan.
Bamm,
itu kenyataan yang menyerang ulu hati dua saudara itu. Mereka merasakan sesak nafas mendengarnya. “Siapa yang ketabrak/ Cleo? Farel? Rafa?”Tanya Caisar dengan suara gemetar pada Disya. Rasanya darahnya berhenti mengalir didadanya.. sungguh ia merasa dihantam benda tak kasa mata sata ini.
Disya meneguk Saliva sebentar gugup. “ Rafa,” Ujarnya pelan, Caisar disana terdiam. Cessy terduduk merasakan dadanya berdesis.. kakinya lunglai., air matanya jatuh. Caisar dengan sigap membawa adiknya duduk dikursi dekat mereka. Meski kakinya juga sangat lama. disya yang menatapnya ibah, ia pernah diposisi itu. Posisi dimana orang tersayang terluka parah dengan darah yang menggelinang didepan matanya. Ia tau dan ia sangat tau rasanya bagaimana.
“Apa yang terjadi Sa? Coba jelaskan???”Tanya Caisar.
Cessy disana menangis dalam diam memegang kakaknya. Caisar mengusap adiknya pelan. Disya berdiri tak jauh dari Caisar pun diam menenangkan dirinya. Cukup kaget karena diserang mendadak tadi tapi sekarang ia cukup rileks.
”Tadi aku berhenti didepan SMP membeli minum, dan aku tak sengaja melihat dia kecelakaan, awalnya aku tidak mengenalinya tapi aku merasa familiar hingga aku menolongnya, tak jauh dari sana ada juga kembarannya Farel, tapi dia tak apa. dia hanya shok karena berada ditempat kejadian. Dan sekarang berada diruang pasien.”Ujarnya.
“Bagaimana keadaan dia?”Teriak Cessy tapi suaranya terdengar sangat pelan bahkan tak terdengar saking takut dan kagetnya.
.
.
__ADS_1
Yuuuhuuu. Doble Up Yee.. masa nggak ada yang mau menyemangati atau like?