
Disya menatap Keyna dengan tatapan nanarnya. Lalu menatap Mike yang menatapnya. Mike tersenyum manis pada Disya.”Udah tenang?”tanyanya. Disya mengangguk menatap Mike penuh penuntutan.
Mike menggaruk pipinya tidak tau harus menjelaskan dari mana. Ia melirik Andes dan juga Boy ia minta jawaban.
”Papa kamu selingkuh dengan wnaita itu, difoto..!!!
“Andes..!!!”
Andes mendengus mendengar bentakan dari teman-temanya itu, ia mengusap telinganya yang terasa panas, ia melirik Disya yang diam mengerjab.”Selingkuh itu apa kak?”Tanyanya lirih. Ia amish sangat polos tak tau apa-apa.
Semua kembali diam tidak tau menjawab apa, tetapi Mike mengusap kepalanya pelan." Selingkuh itu papa kamu ngen---"
” Diem loe asu..!" Potong Make pada Andes, Andes mengangkat bahu acuh saja dan menatap lain arah.
Mike menatap Disya lagi dalam." Selingkuh itu saat kamu punya kucing yang kamu sayang, kamu rawat eh kucingnya malah diambil orang. Apa yang kamu rasain? Padahal kamu sayang, kamu cinta.” Ujarnya Mike pelan.
Disya menatapnya nanar.,”Marah dong. Kan Disya yang kasih makan dna sayang, yang ngambil jahat banget, Disya rebut lagi kalo gitu..”Ujarnya lirih.
Mike mengangguk.”Dan gimana kalo kucing kamu malah nggak mau lagi sama kamu dan memilih tuan barunya dan melupakan kamu yang memberi dia makan?? Apa yang kamu rasain?”Tanyanya pelan member pengertian dengan cara tidak vulgar,,
Disya diam sebentar menggeleng.” Kucingnya jahat kak.”Gumamnya lirih. Ia menggeleng lagi.”Disya ngak like.”Ujarnya lirih.
Mike mengeleng. ”Gitulah papanya Disya. Dia selingkuh, dia punya tuan baru, dia udah unya istri baru selain ibu kamu, dia udah ngak sayang ibu kamu, ia mendua Disya. Dia udah punya tuan baru yang lebih dia sayang dan meninggalkan kalian.”Ujarnya,
__ADS_1
“Jadi papa udah nggak sayang sama mama dan selingkuh?”Tanyanya polos.
Mike mengangguk.”Bener karena orang yang mencintai tidak akan pernah selingkuh bagaimana pun keadaannya.”Ujarnya.
Disya menatapnya nanar dan marah.”Jadi papa alasan mama bunuh diri?”Tanyanya pelan. Mike diam tetap teman-temanya mengangguk. Mike melotot tetapi semuanya diam tak bisa berkata apapun.
Disya menatap mereka nanar.”Jadi karena itu papa pukul mama bulan kemarin pas mama Tanya foto ini?”Tanyanya lirih dnegan air manta yang jatuh lagi. mike diam.
”Jadi ini alasan kenapa papa nggak dateng dipemakaman mama? Dia udah nggak cinta dan ngak sayang lagi sama mama?”Tanyanya lirih. Mike diam tak menjawab.
Disya merasa dadanya sakit dan terhimpit., malam itu ia mendpaatkan kenyataan dan kebenaran, ia tau ayahnya alsan ibunya bunuh diri dan parahnya papanya juga yang membuat ibunya depresi. Berselang dua bulan ayahnya datang membawa wanita lain untuk dikenalkan kepadanya dan dia tak tau jika istrinya sudah meninggal. Dia kaget karena istrinya sudah meninggal selama tiga bulan yang lalu.
Disya yang ceriah dan manja sudah tak ada lagi, disya yang polos sudah tak ada lagi. yang ada hanya Disya yang dingin dan pendiam. Tak banyak bicara dan membenci ayahnya. Ayahnya mengatakan menyesalkan tetapi ia tak peduli dan memilih diam.
Andai sedari awal mereka jujur dan tidak menyembunyikanya sudah pasti dirinya bisa menyelamatkan ibunya kan? tetapi apa daya? Dirinya telat . ia bencis meua orang termasuk ayahnya. Ia menganggap semua orang itu jahat, pembohong dan juga munafik. Mereka mengangap suatu hal baik tetapi tu bukan tentu hal yang baik.
Mereka berfikir jika ini yang terbaik seakan-akan Tuhan tidak bergungsi dalam hidup mereka sampai menetapkan dan mendahului Tuhan. Disya membenci manusia yang seperti mereka, ia membenci semua orang-orang yang berlagak baik.. yah ini alasan dirinya membenci banyak orang dan berprilaku buruk.,
Caisar mendengar kisah Disya pun terdiam mengusap kepala Disya. Disya menceritakannya dengan air mata yang penuh dimatanya. Ia menatap mata Caisar tajam.”Mereka jahat kan? padahal mereka tau seenggak nya tetapi menyembunyikannya, berangap menjadi manusia paling baik dan membiarkan anak yang suci tidak tau apa-apa kehilangan suatu hal yang berharga. Mereka tidak lebih sebagai seongok sampah yang tak berotak. “Ujarnya dengan pelan. ia mengepalkan tangan.
“ Dan juga ibu berfikir dia orang baik sampai-sampai harus mati karena orang jahat seperti papa? Hahaha..”Ia mengusap air matanya dan diam sebentar.” Sampai dia bunuh diri? Apakah tidak munafik seperti itu? apakah kebaikan dia itu membuat ia menjadi orang paling bodoh sedunia?”Tanyanya dengan menarik sudut bibirnya menatap Caisar tajam.
Caisar diam menatapnya dengan lirih. Disya mengeleng pelan menatap Caisar dengan tatapan dalam.”Enggak, dia manusia yang sok suci, yang beranggapan manusia yang paling benar dalam perbuatanya sampai membunuh dirinya. Kenapa tidak jadi jahat saja. Jika papa selingkuh maka selingkuh juga dong, jika tidak kenapa tidak dia pergi dan bunuh saja papa ? enak saja papa hidup enak-enak bersama selingkuhannya dan mama mati? Apakah itu tidak lucu haha manusia baik itu sangat lucu., mereka naif dan merasa menjadi manusia paling benar. Padahal tidak lebih dari sampah Binatang saja tidak pernah bunuh diri... Manusia?”Ia tertawa dengan keras disana sampai menggema.
__ADS_1
Caisar diam menatap Disya. Ia bisa melihat seberapa dalam luka miliknya, apa ini alasan kenapa Disya menjadi manusia jahats eperti iblis? Haha trauma akan orang baik? Apa itu tidak lucu dan juga mengkhawatirkan., disya menatap Caisar dalam.” Manusia yang merasa paling benar dan paling baik diluar sana tanpa sadar sudah membunuh orang lain, dan juga bunuh diri karena kebaikannya. Apakah mereka tidak berfikir akibat nyatanya?? Hmm.”Ia tersenyum miring menatap Caisar.
Caisar diam benar. Tapi Caisar tidak bisa membenarkan, lalu ia tidak bisa menyalahkan juga, ia mnengusap pipi Disya. Disya menatap Caisar menangis lagi, ia memeluk Caisar dengan rasa lemahnya.”Papa memukulku karena berfikir aku kelewaatan dan jahat apa dia tidak berfikr jika dirinya juga jahat, jika aku jahat lantas dirinya apa yang sudah memukul dan juga membunuh mama dengan luka berkali-kali lipat besarnya? Lebam mama tidak akan hilang sampai mati bahkan menjadi cerita dan sejahat apa papa aku yang menjadi saksinya. Aku yang terluka tetapi mereka menyalahkanku. Aku tidak merasa bersalah tetapi mereka terus saja menuntutku untuk mengetahui kesalahnku. Apa mereka merasa paling suci sampai tidak bisa mengatakan hal yang sejujurnya padahal bukankah kejujuran adalah yang paling utama bagi manusia baik? Lantas yang utama saja ditinggalkan bagaimana juga mereka mengenyampingkan?”Tanyanya lirih.
Caisar ingin membantah. Tetapi tertahan. Jika ia bantah lalu bagaimana dengan Disya jika dirinya merrasa tidak didukung nantinya? Bagaimana jika Disya merasakan sendirin tanpa ada yang merangkulnya? Atau bahkan Disya tidak mau menjadikan dirinya sandaran atau menceritakan masalahnya lagi karena disalahkan. Bukankah banyak yang begitu?
Ketika menceritakan masalah malah disalahkan berakhir ia akan semakin tenggelam dalam kesedihannya dan tidak lagi ingin bercerita. Ia hanya memendamnya sendiri? Ada banyak orang yang seperti itu.
Caisra tidak mau hal itu terjadi pada Disya. Caisar tidak pernah mau egois meski tau jika Disya salah ia tidak akan mengatakan w
sekarang. Nanti ia akan mencari cela bagaimana mengingatkan Disya dengan caranya sendiri.
Ia memeluk Disya menghela nafas. “Yah mereka bodoh.” Gumamnya pelan mengusap kepala Disya ringan. Disya disana menangis dalam diam lalu menghapusnya. Caisar melihatnya diam menahan tangan Disya lalu mengusap air mata Disya juga.
”Lalu dikalah itu dimana kakakmu yang tertua? Aku tidak mendengarnya sedari awal kau bercerita?”
.
.
.
.
__ADS_1
Tara.... maaf yah baru Up hehehe nanti aku up lagi yah