Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Bunga kembali mekar


__ADS_3

Cessy, willy dan Cessy sudah sampai di tepi danau. Alice terlihat sangat senang melihat danau di hadapannya terlihat sangat jernih dan segar.” Wahhh aku baru tau jika disini ada danau sebagus ini.” jelas Alice dengan semangat kepada Wily dan Cessy.


“ iya soalnya ini danau keluarga gue.” ujar Willy sombong kepada Alice dan Cessy. Ia menunjuk satu vila tak jauh dari mereka pihak.” Kalian lihat Itu vilaa..!! itu vila milik keluarga gue. harganya 49M, sekalian sama ini danau dan tanah tanahs ekitaran ini punya kami. Secara kami kan orang kaya. Gitu kan.” jelas Willy dengan PD lagi menyugar rambutnya kebelakang.


Cessy memutar bola mata malas, kapan si Willy tidak memiliki kepercayaan diri dan kesombongan tingkat Ob normal???


Sedangkan alice menatap Willy lempeng.” Kamu kaya? Tapi kataknya kayaan papi mami aku deh. Soalnya papi mami aku yang Punya Presuhaan B.” jelas Alice dnegan sombong dan juga angkuhnya pada Willy.


Willy mendengarnya melebarkan Mata memandang cessy penuh tanda tanya.” Serius? Loe anak pak Bram dong sama nyonya Alea?” Tanya willy heboh. Ia baru melihat Alice karena keluarga itu tidak pernah mengenalkan anak mereka di dunia luar, dulu pernah saat kecil tapi semenjak dewasa tidak lagi. dulu ada peristiwa yang tidak mengenakkan.


Alice mengibas rambutnya sombong.” Nama gue Alice anak papa Bram dan nyonya alea, anak semata wayang dan anak tunggal kaya raya. Kamu tau kan berapa kekayaan ayah dan ibu aku milikin??? Yah itu mereka orang tua aku.” Ujarnya alice dengan penuh kepercvayaan diri.


Willy mlieik cessy meminta jawaban pasti sedangkan Cessy hanya melirik mereka malas.” Kalian cocok juga kalo dilihat lihat. Sama sama sombong dan suka pamer rupanya.” Ujar cessy dengan tersenyum miring.


beginilah jika di satukan manusia manusia yang sombong dan suka pamer.


Alice mendelik, segera menggeleng karena tidak setuju.” Udahlah nggak suah bicarain masalah harta. Mending mincing.” Jelas Cessy. Membicarakan harta tak akan ada ujungnya bersama orang orang ini. jika bukan dirinya yang membatasi mungkin nanti mereka tidak akan selesai selesai,


Willy menghela nafas “ ya skuy. Pak mamat siapin semua buat piknik yah. kami mau mincing.” Teriak Willy pada supirnya.


Supirnya mengangguk cepat.” Baik Tuan.” Jawabnya sopan. Willy segera merangkul Cessy untuk di bawa kekolam di dekat sana.


Alice disana tidak suka mendorong willy agak menjauh dan menggandengnya tangan Cessy.” Jangan deket deket. Kalian kan sama sama cowo. Geli tau lihatnya.” Ujar Alice malas.


“ Cuma ngerangkul doang. Loe ganggu aja.” Ujar Willy malas kepada Alice.


Alice meliriknya dan mengejeknya dengan mencibir Willy. Willy menghela nafas.,” udah jangan ribut. Alice pakek jaket ini biar kamu nggak masuk angin.” Cesys membuka hodie miliknya, menyisahkan baju kaos putih polos dan segera memakaikan jaket itu ke tubuh Alice,

__ADS_1


Alice gelagapan disana menatap Cessy yang memakaikan ia hodie. Cessy dengan telaten memakaikan hodie itu ditubuh Alice hingga tubuh alice terlihat tenggelam dengan jaket.


Alice bertubuh mungil dan kurus sangat lucu menggunakan hodie Cessy yang kebesaran. Cessy melihatnya gemas mengingatkan ia pada Cleo. Ia mengusap kepala Cessy pelan.” ayo kita mincing.” Ujarnya dan merangkulnya pundak Alice menuju kolam tempatnya


Sedangkan Willy tertegun melihatnya. Diam diam ia merasa hatinya memanas dan tidak suka. apa Cessy menyukai wanita itu? Tapi bukankah itu artinya Cessy normal. Lalu mengapa dirinya malah tidak terima? Harusnya itu kan kabar baiknya.


Alice hari ini terlihat sangat senang, mendpaatkan banyak ikan bersama Cessy Cessy sangat senang melihatnya. Ia mengajarkan alice banyak hal di hari ini. menunggu untuk mendapatkan ikan.” Wahhh lama banget ikannya makan lagi umpannya” ujar alice kesal. Tadi mereka sudah mendapatkan beberapa ikan untuk di santap kelak.


Cessy tersenyum tipis, menyenderkan dirinya pada pohon di belakangnya.” Alice kamu tau tidak? Memancing mengajarkan kita arti kesabaran yang luar biasa.” Jelas Cessy pelan. Alice mengerjab melirik cessy yang menatap kedepan.” Mengajarkan kita untuk berusaha menaruh banyak umpan dan pancingan, masalah dapat atau tidak itu urusan belakangan, yang pasti kita harus menaruh pancingan terlebih dahulu dan menunggu hasilnya datang. “ jelas Cessy.


“ tidak ada yang instan di dunia ini. jika kamu mau sesuatu hal, kamu harus berusaha mencari peluang paling besar, bersabar menunggu hasilnya yang baik. Kadang hasil pun tidak sesuai yang kita inginkan, seperti memancing. Kita mengharapkannya ikan besar eh tidak taunya malah mendapatkan ikan kecil. Bahkan tak jarang malah mendapatkan sampah. Sasaran utama kadang ikan mas, tapi tidak taunya kita malah dapat ikan Nila.” Jelas Cessy tenang.


Mengingat dulu ia sering mincing bersama adik adiknya untuk dimakan dimalam hari bersama sama di sungai. Cessy tersenyum nanar ingat hal itu., akh ia merindukan kakak serta adik adiknya. Apa kabar mereka? Apa sudah lebih baik?


Bagaimana dengan farel apakah sudah bangun? apa kabar Dava? apa dia baik baik saja?


Alice agak gugup ditatap begitu. Cessy tersenyum teduh.” Alice berusahalah agar tetap berdiri dan kuat. berdiri lah sekokoh mungkin untuk orang orang di sekitarmu. Kamu tau? Ada orang orang yang menginginkan kamu sembuh. Jangan menyerah, sebab jika kamu menyerah ada beberapa dunia yang tidak akan baik baik saja.” Jelas cessy tenang,.


Alice tertegun. jadi cessy sudah tau penyakitnya? Alice menatap cessy nanar dan juga sendu. Penyakit ini menyakiti dirinya sejak kecil. Menyandera kebebasannya dalam bernafas. Alice membenci dirinya yang terlahir dengan penyakit ini. “ tapi kalo aku bertahan aku terus kesakitan. Aku cape.” Biskk alice pelan. Alice sudah menyerah pada takdirnya. Yang ia pikirkan hanya bagaimana caranya bahagia di usianya yang tersisa saat ini,


Cessy mengangguk.” Aku tau. Pasti berat untuk kamu jalanin Lia. Tapi kamu harus tau, semua ada timbal balik, jika saat ini kamu diberi kesakiran maka nanti Tuhan akan beri kebahagiaan. Tugas kamui hanya perlu bertahan dan berusaha untuk sembuh. Bertahan yah. jangan lari terus,” jelas Cessy pelan dan lembut pada Alice,


Alice menunduk melirik Cessy. Cessy yang dilirik begitu tersenyum tipis. “ lelah itu boleh. Capek itu wajar. Yang tidak wajar kalo kamu memilih berhenti dan enggan memulai lebih baik lagi. Alice ada banyak orang yang menantikan kamu bangkit dari penyakit ini. kamu pasti bisa. semangat.” Jelas Cessy tersenyum lebar. Alice menatap Cessy berbinar, entah mengapa hatinya menghangat dan ada rasa ingin panjang umur.


“ Bro. skuy bakar bakar. Udahlah cukup ini buat kita.” teriak Willy memanggul Cessy dan alice. Willy melambaikan tangannya di dekat tempat piknik mereka. Dibawah pohon besar dan sudah di alasi dengan karpet dan ada satu tenda camping disana berwarna hijau.


Cessy mengangguk.” Yo. Sebentar.” Teriak Cessy. Cessy melirik alice yang juga melihat willy. Ia bangkiit dan menancapkan pancingannya di tempat yang sudah ia sediakan tadi.” Yuk kita makan dulu. Loe pasti lapper kan dna belum pernah makan ikan hasil pancingan sendiri.” Ujar nya dengan pelan kepada Alice.

__ADS_1


Alice menatap Cesys mengerjab pelan.” emang ini ikanya buat dimakan kita juga?” Tanya Alice polos.


Cessy mengangguk.” Iya dong. Nanti biar itu ortangnya Willy yang bersihin dan nyiapin ikanya buat kita bakar. “ jelas cessy kepada alice,


Aloice menatap pancingannya yang belum di lahap ikan.” Terus ini gimana? Udahan mancingnya?” Tanya Cessy pelan kepada cessy.


pancingan ini milik willy. Willy memiliki banyak pancingan karena memang willy sangat menyukai mincing. Katanya.


Cessy mengambil alih pancingan itu dan menancapkanya juga di sana dengan pelan.” sudah ayok tinggalkan saja. Nanti jika ada ikan dia pasti gerak gerak dan biar mereka mengambilnya.” Jelas cessy pada alice.,


Alice berdehem mengangguk dan berdiri dibantu oleh Cessy. Cesst berdehem pelan di sana melangkah sembari menggandneg tangan Alice menuju tempat piknik. Diam diam ada Willy yang melirik Cessy dan alice yang melangkah sembari bergandengan.” Gandengan baek. Kayak mau nyebrang jalan aja.” Ejek iwilly kepada Cessy yang meliriknya.


Alice di sana Jadi kikuk membenarkan rambutnya yang tergerai kdepan dan cessy menatap willy malas.” Jalanya licin. Loe nggak mau tanggung jawab kan kalo kita jatuh?” Tanya Cessy kepada Willy malas. Suka sekali membesar besarkan masalah.


Willy berdehem pelan mendengar ucapan cessy.” Kalo lebih juga nggak apa apa sih. Santai aja.” Jelas willy malas dan kesal.


Cessy mengerutkan kening melihat tingkah willy yang terlihat sangat kesal. Memang apa sih yang membuatnya kesal? Sedangkan alice sudah duduk di karpet dan mengambil botolan minuman manis di sana. Alice meneguknya cukup banyak karena haus. Tapi belum sampai habis semua botol sudah di tahan oleh cessy. Alice mendongak menatap Cessy yang menatapnya taja,.” Loe harus minum air putih banyak banyak. Bukan minuman manis.” Tegas Cessy memilih duduh di dekat Cessy dan memberikan botol minum mineral yang ia buka terlebih dahulu.


Alice mendengarnya cemberut tidak suka. melirik Cessy malas.” Tapi kan gue maunya minuman itu.” jelas alice kepada Cessy dengan memelas. Cessy memandang botol minuman secara teliti dan berdehem sejenak.


Mengambil botol lain juga. Ia memberikan botol lain yang rasanya juga manis.” Ini banyak pemanis buatannya. Mending ini aja dari buah murni dan tampa pemanis buatan. “ jelas cessy pelan.


“ tapi gue mau asa jeruk bukan jambu.” Rengek alice kepada Cessy kesal. Jeruk lebih segar ketimbang jambu yang rasanya sepat baginya.


Cessy menggeleng.” Ini atau nggak sama sekali. Atau loe minum air putih aja. Loe tinggal pilih.” Jelas cessy tegas pada Alice. Alice mentap cessy kesal dan cessy menatap nya dengan tatapan tajam.


Mau tak mau alice mengambil minuman yang diberi oleh cessy tadi. “ yaudah dibanding nggak banget kan. tapi mau yang rasa apel saja boleh?” tanyanya lagi melirik di merk yang sama tapi rasa yang berbeda. Cessy menghela nafas mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2