Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Tetap kakak


__ADS_3

“Tapi saya tidak membutuhkan perempouan. Saya mau Caisar.”Tegasnya Karen.


“Memang apa bedanya perempuan dan laki-laki? Kau pikir kami lemah atau apa?”Disya disana membentak keras hendak menjambal kepala Karen.


Karen terdiam mendengarnya. Luar bias baru kali ini ada yang membentaknya..!!!


Karen menatap Disya tak lalah tajam, ia sedikit kagum sekaligus kesal kepada Disya yang keras. Gibran sama kesal pada Karen dan Caisar. Karen bisa tau apa tujuan dan apa yang diinginkan tuannya sekarang. “Saya butuh laki-laki bukan berarti saya membeda-bedakan lelaki dan perempuan”Ujar Karen menekan kata-katanya membantah perkataan Disya.


Disya mengepalkan tangannya. Tatapannnya sangat tajam dan juga kentara dengan yang diinginkan oleh Karen.


Caisar menenangkan Disya memeluknya disamping. Ia menatap Karen dengan tatapan sendu.”Maaf tuan saya belum bisa, mungkin nanti bisa. jika boleh meminta tolong tuan pergi saja dari sini. Maaf saya tidak mau kekasih saya semakin emosi.”Ujarnya pelan menahan sopan santunnya.


Karen disana merasa dirinya direndahkan karena diusir, baru kali ini ia diusir. “Biaklah. Tapi ini tawaran hanya satu kali ditawarkan., tak ada lagi lain waktu atau lain hari. !! kami pergi.!” Ia merapikan bajunya yang miring. Gibran pun memutar kursi rodanya memilih pergi meninggalkan Caisar dan kedua wanita yang ada disana. caisar diam disana menatap kepergiannya.


Cessy disana pun bangkit dan mengejarnya.”Tuan..!! "


“Cessy..!” Teriak Caisar pada Cessy yang mengejar pria asing itu. cessy tak mendengar kakaknya. Karen dan Gibran berhenti.


Cessy disana mendetat menatap Karen .”Tuan saya bisa menjadi laki-laki, saya bisa membantu Tuan tenang saja.. tuan saya mohon saya bisa opreasi gender menjadi laki-laki jika mau. Kinerja saya tidak akan kalah dengan kakak saya. Saya juga pintar tuan.” Ujarnya dengan meminta.

__ADS_1


Karen diam menatap Cessy yang memohon kepadanya. caisar bangkit mendekatkan adiknya. Menarik Cessy menjauh dan dari Karen.”Cessy apaan si. Kamu tidak perlu begini. !” Ujar Caisra tegas tak suka adiknya yang bertingkah tidak benar.


Cessy menggeleng.”Kak dengarkan aku. Klita bisa memiliki banyak dukungan jika aku berkerja sama dengannya. Bahkan dia punya uang banyak kak. 20 miliyar uang yang kecil baginya berarti kita bisa kak. Kita bisa bekerja sama dengannya ini kesempatan emas..! Aku juga akan memanfaatkannya nanti” Ujarnya dengan semangat menggebu. Kata terakhir ia ucapkan dalam hati.


“Cessy yang kamu lakukan kesalahan, kamu perempuan dan kakak tidak akan mau kamu jadi laki-laki,. Kakak tidak akan ikhlas dek. Lagi pula kan sudah kakak bilang kakak akan usaha yang diberi Disya tadi jadi kamu tidak perlu khawatir. Cukup jaga cleo dirumah saja dan kamu hidup tenang..!!” Ujarnya menolak akan pilihan adiknya.


“Kak Disya enggak mau. Disya enggak mau diem terus. Udah cukup kakak berjuang sendiri. Kakak manusia butuh bantuan. Cessy sudah cukup besar untuk bisa ngebantu kakak. cessy bentar lagi Cuma ngambil raport kak dan mau kelas tiga jadi cessy udah gede, kak udah gede,.. mau Sampek kapan Cessy diem terus. Cesy mau berdiri dan enggak bergantung sama kakak lagi..” Ia menatap kakaknya memelas meminta untuk dibebaskan.


Siapa yang tidak mau diam dirumah dan berleha-leha saja? Tapi ini lain kondisinya. Cessy bukan sosok yang hanya berpangku tangan, dia sosok ambisius.. jika kakaknya bisa maka dirinya juga bisa, jika orang lain mampu maka dia juga akan mampu. Toh dia juga cerdas. Dia akan membuktikan dirinya berguna..


Cessy menatap Karen dan menatapnya tajam.”Kau bisa tes aku, aku bisa tiga bahasa karena diberikan kursus oleh kakakku Caisar, kami memang orang miskin dan aku perempuan tapi kami tidak kekurangan pendidikan kok.”Ujarnya Cessy mengangguk yakin,”Aku juga jago bela diri karena aku sejak kecil diajarkan bela diri dan didukung kakak ku. Meski perempuan aku kuat dan tidak bisa diragukan kok, aku tidak akan mengeluh apapun itu pekerjaan ku nanti ..”Ujarnya disana jujur. “ Aku selalu juara satun fararel disekolah ku, bisa bermain viano, bisa bermain gitar. Aku pintar dalam berbagai aspek..”


Cessy tertegun mendengarya emnatapp Caisar. Caisar menarik nafas dalam.”Jangan merendah kamu perempuan. Angkat kepala kamu. Kamu terhormat paham..!!” bentaknya lagi.,


Cessy terdiam menatap kakaknya sendu. Kakaknya sangat baik. Keren melihat drama didepannya pun tertegun. ia tau Cesy sama berbakatnya dengan Caisar, ia tau semua kok tetapi apakah tidak salah memilih perempuan? Gibran menatap tuanya menekan kata-kata.


‘Jangan mempermainkan mereka pak, jangan melibatkan perempuan ini dikehidupan dan masalah anda..!!!’ tapi seakan tuli dan tak paham Karen malah menatap Cessy memberikan kartu mnama padanya.”Datanglah kekantor besok dan kita bicarakan semuanya.!” Ujarnya disana pelan.


Cessy memngambilnya dan tersenyum senang.”Terimakasih pak, besok aku kesana..!!” ujarnya memeluk kakaknya. Caisar menghela nafas disana. ia tidak bisa berkata apapun lagi, apa dia akan melarang Cessy sedangkan adiknya yang paling keras ini.

__ADS_1


Ada yang bertanya kenapa Caisar terlalu baik? Pada dasarnya dia memang karakter Bersih dan naif. Jadi jangan heran hahaha.


Setelah perdebatan tadi. Caisar menyuruh Cessy dan Disya pulang untuk istirahat, cukup dirinya saja yang menunggu adiknya sembari membaca file untuk kerjanya nanti. Disya disana tidak mengatakan apapun toh dirinya juga tidak bisa munafik jika dirinya juga cukup lelah, ia mengantarkan Cessy dulu kerumahnya baru pulang dengan keadaan kacau juga. Ia tak bisa masuk urusannya Caisar dan Cessy. Ia hanya orang luar yang tidak berhak bukan?


Disisi lain kenapa Cleo tidak ikut dengan Caisar? Itu karena Cleo itu masih ikut dengan Fadly bukan karena apa, tapi karena keadaan yang belum memunginkan adiknya untuk kembali bersama mereka. Mereka masih harus mengurus Farel dan Rafa dirumah sakit jika nanti Cleo malah terlantar dan tak ada yang mengurus bagaimana? Terlebih mereka takut Cleo diambil ayah mereka lagi jadi rumah Fadly paling aman saat ini.


Cleo saat ini bermain dengan mobil mobilan yang dibeli oleh Fardan mengabaikan boneka-boneka yang diberi oleh Dwi Entah Dia itu kurang suka dengan boneka-bopneka yang ia anggap sedikit membosankan. Apa yang dimaikan bergerak saja dia tidak bisa batinnya. Tapi bukan berarti dia tidak suka boneka, ia suka hanya untuk pajangan saja.


Ngeng..!!!!


mobil yang ia mainkan tertabrak sepatu kulit seseorang. Ia mendongak mentap siapa yang ditabrak, ia tersenyum lalu berlari mengambil mobil-mobilannya. “Yaampun Tayoo kepalamu tidak pusingkan mencium sepatu busuk dari Om burik.”Ujarnya disana mengusap mobil-mobilan berwarna bitu yang ia namakan sepeti kartun yang suka ia tonton.,


Fardan mendengarnya memeluk dan menatapnya tak terima.”Eh bocah sembarangan bicara yah. ini sepatu saya mahal dan wangi. Mau cium biar tau gimana bauknya? Jangan asal menuduh..!!” Ujarnya menolak untuk dihina,.


Cleo menatapnya mendelik dan melotot.”Eh pak tua mana ada sepatu wangi, mau semahal apapun sepatu yah tetap saja sepatu yang tempatnya dikaki dan juga bauk. Semahal apapun tetap aja tempatnya dibawah enggak bakal pijakannya emas emas, berlian, intan permata. mentang mentang mahal. Masih juga minjaknya tanah, siapa tau ada t4ik kucing, t4ik cicak dan sebagainya, mana air keringat kaki bauk.”Ujarnya tak terima melotot kepada Fardan.


.


.

__ADS_1


Ada yang tidak setuju dengan karakter Caisar yang baik nggak si? hohooo


__ADS_2