
halo halo semua. sesuai janji aku, aku bakal lanjut ini seusai tamat Novel aku satunya lagi. Oke mulai dari sini oke? oke hehehe maaf yah lama nunggunya.
.
.
.
Cessy menatapnya tersneyum, membuka jaket miliknya, melampirkan dibahu Alice. Alice mendapatkan jaket tiba-tiba dari Cessy segera menolak.”Dih jangan.. nanti kau kedinginan,.”
Cessy tersneyum tipis menepuk bahu Cessy pelan mengusap kepala Alice lembut.”Perempuan lebih gampang sakit dan berkulit tipis. “
Cessy melupakan jika dirinya sendiri juga perempuan.
Alice menunduik merasa malu, mengangguk mengeratkan jaket yang Cessy beri, terasa dingin sudah berganti sedikit hangat.,
“Ma-makasih Mo..,” Ujarnya mencicit. Cessy mengangguk menatap langit malam yang terlihat kelam bersamaan dnegan salju yang melayang.
“Permisi Tuan,. Nona. Ini makanannya..” Cessy dan Alice menatap pelayan mengangguk.”Terimakasih.” Alifce berbicara lembut . Sedangkan Cessy mengangguk saja.
Pelayan terlihat tersenyum tipis.”Hemmm tu-tuan apakah saya boleh foto bersamamu, ka-kau terlihat sangat tampan.” Cessy mengerjab menatap pelayan.
Alice terlihat melotot penuh binary.”Kau benar dia sangat tampan, mirip dengan lelaki yang aku cintai. Mari sii aku potokan jika kau mau.” Alice bangkit merebut HP milik pelayan. Pelayan cukup kaget sejenak mengangguk mendekati Cessy yang tak berdiri dari duduknya.
Clek..clek.. clek... suara dari jepretan Alice membuat penanda jika sudah difoto. Pelayan tersenyum riang “Terimakasih tuan..!!!!” ia membungkuk sejenak sebelum pergi meninggalkan keduanya.
Cessy melirik Alice yang terlihat senyum metekah” Kau membuat semua orang iri padaku, karena bisa duduk didekat mu... terimakasih Morgan, aku bahagia sekali melihat tatapan mereka.” Ujarnya melirik sekitar sembari terkikik senang, menyenangkan sekali melihat orang lain terlihat sangat iri dan dengki, Alice suka tatapan itu.. sebab itu tatapan manusia manusia tidak mampu. Cessy tersenyum geli menggeleng.
“Mari makan..!” Alice bertepuk tangan senang segera hendak mengambil cabai.
Tapi tangannya lebih dulu ditahan oleh Cessy.”Ini kuahnya sudah cukup pedas tidak usah ditambah, nanti kau bisa sakit perut atau diare.”
Alice kembali mengulum senyum mendapatkan perhatian Cessy. Alice Mengangguk Malu “Kau mirip dengan kakakmu. Akhh adik ipar kau sangat baik..” Alice terkikik memakan makananya. Alice benar benar tergila gila kepada Caesar rupanya.
Cessy tersenyum miris. “Rip Alice... karena sudah ada Disya yamg dicintai oleh Caisar sang kakak...."
Ingin rasanya Cessy mengatakan sebenarnya, tapi apa tidak akan membuat Alice sakit hati kelak? dan jika ia tahu apakah nanti ia akan menjadi obsesi kepada sang kakak?
...
__ADS_1
Berkutat Dallam file yang ada. Diisya mengetuk pulpen diatas meja mengangguk melirik Rafa yang berkutat penuh dalam catatan dan revisi rencana projek yang akan mereka kerjakan. Rafa terlihat mengenaskan karma beban pikiran.
“Jadi apa yang kalian dapatkan?”
Gerry melirik Disya dan berdehem.” Kita sudah melakukan beberapa peretasan di media milik perusahaan mobil, tapi tak ada data atau satupun info yang kita dapatkan. Cara satu-satunya adalah mendapatkan info langsung dari plaku.” Ujar Gerry.
Rafa mengangguk.”Aku setuju.. tetapi bagaimana cara mendaatkannya? Tak ada manusia yang menggali kuburannya sendiri didunia ini.” Bisik Rafa menjeda dalam kata-katanya.
Gerry Melirik Disya yag diam saja menatap keduanya. “Jadi apa ka-kaak ada sedikit masukan? Sebab jika bagiku aku hanya punya saran untuk menjebak Malvin saja.” Ujar Gerry terdengar gugup.
Malvin takut sarannya tidak sesuai yang Disya inginkan.
“Dengan cara memberikan dia alcohol sampai mabuk dan kita Tanya dia sampai dia mengakuhinnya?” Gerry tertegun merasa Disya bisa membaca apa yang ia pikirkan.
Dsya mengangguk merosotkan tuhuh diatas sofa menatap langit kamar.” Hemm kita butuh banyak bukti untuk memperkuat pondasi, tak cukup satu itu saja sebab jika dibawa ke pengadilan itu bisa dipertimnbangkan. Saat begitu sang pelaku dalam keadaan mabuk dalam artian mereka bisa membalikkan fakta sehingga menjadikan kita pelaku dan mereka korban. Kota memfitnah dan itu menjadi bumerang bagi kita... Sulit melawan orang besar.” Ujar Disya pelan. Disya tidak pesimis tapi ini itu adalah kebenaran nya.
Jika melawan orang besar itu pelaku bisa menjadi korban, dan korban bisa jadi pelaku...
Yang harusnya masuk penjara bisa dibebaskan dan yang melakukan kesalahan akan dimaafkan dengan mudah..
Dunia orang besar itu banyak tipu-tipu. Tidak pandai dalam melangkah melawan mereka tetap kita yang akan kalah.
" Bisa digorok Dady gue." Sahut Gery melotot kepada Disya.
Dista mengangguk menegakkan tubuhnya.” Kita itu menghadapi serigala berbulu domba, salah sedikit langkah maka kita kalah dan mati langkah. Gue bukan mau nakutin, tapi bermain sama manusia berkuasa itu memang semenyeramkan itu, lebih seram dari menghadapinya hantu. Kalo hantu yah nggak berbentuk kalo mereka? Bisa tapi yah harus pinter-pinter banget .” Bisik Disya menjelaskan. Sorot mata serius nan dingin milik Dsya kentara dari suhu ruangan. Gerry dan Rafa saling lirih merasakan aura dingin. Ac diruangan seakan tak berfungsi sama sekali.
“Jika hantu kalian hanya baca ayat kursi atau ayat Tuhan sebab mereka takut kepada Tuhan dan mempercayai akan adanya Tuhan, sedangkan mereka? Mereka bahkan Tidak takut dengan Tuhan larangan Tuhan bahkan menjadi makanan pokok bagi mereka, melanggar perintah sudah menjadi hal biasa bagi mereka, manusia penuh kelicikan itu... “ Gumam Disya pelan menghela nafas.
“Te-terus gimana Sa?” Tanya Gerry pelan takut kepada Disya.
Dosya melihat Gerry dalam.” Kita lakuin banyak cara.. salah satunya cara yang loe mau, dan satu lagi kita harus temuin mobil itu.. sebagai bukti kuat.” Ujar Disya menatap mereka satu persatu.
“Bagaimana jika mobil iti sudah di hancurkan?”Tanya Rafa dengan pemikiran miliknya.
Disya tersneyum miring.”Tidak mungkin, kau tau? Di setiap mobil memiliki nomor seri yang berbeda, jika ia melakukan sabotase maka akan terlacak dipusat, kau bisa melacak keplsuannya nanti. Dan jika dihancurkan. Gue rasa ,Marvel belum akan berani menghancurkan mobil itu karena kalo itu terjadi gue udah duluan menemukan mobil itu.” Ujar Disya dingin
Kening Gerry mengernyit tak paham. Disya yang paham kembali bicara.”Rekap rencana kalian udah kesusun dipikiran gue sedari awal, tapi gue ngerasa ini susunanya kurang srek dan Masih berakibat fatal. Jadi kalo memang kita lakuin rencana ini kita harus punya bukti pendukung keras. Jadi mau mulai dari mana?” Gerry dan Rafa mengernyit pelan mengangguk yakin. Disya tersenyum.
“Anjing pintar...!!!!” Disya menepuk kepala Gerry dan Rafa tersenyum miring.
__ADS_1
Gerry dan Rafa tak ada yang menjawab akibat rasa takut keduanya. Disya sangat menyeramkan.
Biarlah mereka jadi anjing nya Disya ketimbang jadi samsaknya Disya.
Tidak apa demi apapun tidak apa apa. Mereka ikhlas yok.
Sedang kan Rafa sendiri juga berdoa agar kakaknya Caisar mendapatkan jodoh lebih baik ketimbang Disya... Semoga saja.
Disya merasa getaran disakunya. Melirik siapa yang menelpon, sontak waah yang tadi datar menjadi senyum yang mereka dan penuh kepolosan.
Gerry dan Rafa menatap hal itu dnegan tatapan tak percaya. Ekpresi apa-apaan itu? kenapa lebih seram dari yang seharisnya jika Disya yang melakukannya.
Terlihat Disya merapikan rambutnya dan juga me;lirik Rafa.”Sudah cantik belum gue?” Tanya Disya cepat penuh tuntutan. Dengan polos dan kaku keduanya mengangguk.
Memang cantik sih tapi seram..!
”Baju gue rapi nggak?”Tanyanya lagi.” Lipstik lipstick gue nggak menorkan tetap slay kan??” Tanya Disya semangat dan menuntut.
Gerry menatap Disya mengangah, dan Rafa yang menatap Disya dalam tatapan tak percaya.. ada apa si? Siapa yang menelpon gadis galak nan menyeramkan didepanya ini? Disya yang diabaikan berdecap malas.” Lidah kalian mau bener-benar gue potong supaya ngak bisa bicara beneran?”Tanya Disya dingin. " Jawab...!!!"
“Nggak ehh “ Rafa dan Gerry mengeleng bersamaan menjawab.”Kak Sasa cantik banget kok yah hehe.” Rafa menggaruk kening yang tak gatal melirik Gerry yang tetap diam. Ia menyenggol lengan Gerry untuk meminta bantuan.
Gerry menggaruk pelipisnya.”Iya loe cantik.” Ujar Gerry masam, ia akui memang Disya cantik tetapi kecantikan Disya lebih tertutup enggan aura gelap, suram tak mengenakan.
Disya mendengarnya mengangguk.”Gue tau si sebenernya..!!!”
“Kalo tau kenapa nanya?.!!”
Ingin sekali Gerry dan Rafa menjerit begitu dihadapan Disya. Tapi tertahan karena tau tingkatan.
Disya menatap HP nya yang masih berdering, tersenyum manis melambaikan tangannya ceria.,”Hallo pangeran.... pangeran kangen aku yaa?”
Suara Disya yang tadinya datar dan dingin, penuh ucapan menjengkelkan menjadi sangat ceria dan juga dibuat cute...
Hueek.. Gerrry dan Rafa sama-sama menampilkan wajah menahan muntahan akibat suara Disya yang sok imut, apalagi tadi apa katanya? Kangen? Iw iw iw. Kenapa sangat menggelikan sekali si?
Apa ini efek bunga bunga cinta yang bermekaran? Apa efek dari cinta sebegitu buruknya.
Disya melirik Gerry dan Rafa yang pura pura muntah tersenyum manis. Tapi katanya melotot sebagai peringatan. Gerry dan Rafa segera memalingkan wajah dan kembali menulis...
__ADS_1
Gila... Mereka yakin jika Disya adalah perempuan paling gila yang mereka kenal. Disya perempuan yang paling mereka hindari dalam hidup. Dia stress...