Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Curiga


__ADS_3

“ Kau tak usah bayar dengan uang, aku tau kau tak punya uang.. " Disya mengatakan hal itu tanpa beban dan wajah tak berekpresi.


Caisar tersenyum masam, Disya mengatakan sejujurnya tapi kok harus sejujur itu si? Memang tidak ada kata-kata halus lainnya apa?? Caisar cukup tersungging. Eh tersinggung. "Apa bayaran nya??"


Disya melirik Caisar.”Cukup jangan pergi meksipun kamu tidak mencintaiku sekalipun, dan jangan mencintai wanita manapun kecuali aku.”Ujarnya. kilatan dimatanya menunjukan ini hal yang sangat serius.


Caisar terdiam, sejujurnya ini hal yang paling buruk dalam hidupnya, yaitu mengendalikan perasaan yang bahkan bukan dia yang membolak-balikan hatinya sendiri. Ia bisa mengatakan iya tapi bagaimana jika hatinya berkata tidak? Ia bisa saja tidak bersama dengan gadis manapun dan stay dengan Disya. Tapi ia tak bisa jamin akan cinta itu tumbuh dimana, dan untuk siapa.


Tapi melihat kebaikan Disya selama ini ia tau, ia nyaman, ia menyayangi Disya juga. Ia menatap Disya mantab.”Iya... aku akan melakukannya.”Ujarnya.


Disya tersenyum mendengarnya. Matanya menyiratkan kebahagiaan yang luar biasa tapi tak ada yang mengetahuinya. Biarkan Caisar mau mencintainya atau tidak., mau tulus atau mau memanfaatkanya saja. Setidaknya Caisar akan selalu ada disampingnya dan akan selalu bersamanya. Caisar mengatakanya penuh mantab. Biarkan saja ia tidak bersama dengan seseorang yang ia cintai suatu saat nanti, bukankah dicintai lebih baik dari pada mencintai??


Ehem.. Cessy berdehem keras memutuskan kontak Disya dan Caiar. Caisarr hanya diam, Disya merona tapi ia lebih cepat berpaling.


Cessy melirik.”Kalian memang cocok. Kak caisar yang lembut dan kak Disya yang keras... hehe.”Ujar Cessy pelan terkekeh. Ia setuju saja asalkan kakaknya bahagia lagipula Disya tidak buruk, tapi satu hal yang ia tak suka. Disya terlalu jujur, sesungguhnya terlalu jujur juga tak baik.


Disya tak bisa menahan senyum mengembangnya., ia direstui bukan?? Tapi rautnya berubah serius.”Adik kalian yang paling kecil yang mirip b4bi itu dimana?”Tanyanya pelan mengerjab.


Caisar dan Cessy mengernyit. Ia memancing pertanyaan tentang ibu Caisar sesungguhnya, ia tak tau harus bertanya dari mana megenai orang tua. Hal yang sensitive untuk orang lain. Ia tak sadar akan ucapannya yang tadi-tadi haha.

__ADS_1


Caisar disana terllihat diam dengan raut sendu. “Dia dibawa oleh orang tua kami..”Ujarnya jujur, disya diam mendengarnya. Tangan Caisar terkepal.” Bagaimana bisa mereka tidak mencari anak mereka sampai sekarang mereka tidak mencari keberadaan Farel. Apa mereka tidak mencari anak mereka yang sudah dibawa??”Tanyanya sinis.


Mata disya terlihat gelisah, ia mau bicara hal ini, tapi ia tak tau. Apakah ini waktu yang tepat tetapi jika bukan sekarang kapan lagi kan?


“Hem.. aku mau bicara hal serius dengan kalian. Mengenai orang tua kalian dan yang menarik adik kalian.”Ujar Disya to the point.


Caisar dan Cessy menatanya kaget. Bahkan Cessy segera mendekat dengan tatapan Tanya yang besar. Caiisar menatap Disya dengan raut tak percaya. Disya meneguk salivanya pelan supaya menekan rasa takut. Ia menekan dirinya jika yang ia katakan adalah hal benar bukan hal yang salah. Bukan pula yang harus ditutupi. Ia mengambil hpnya “Cobalah kalian lihat.”


Cessy dan Caisar menatapnya dengan raut Tanya.”Hmmm kami tidak bisa mengenakannya. Bisa kau tunjukan dnegan kami?”Tanya Cessy cukup malu.


Dizaman sekarang tidak bisa mengenakan hp bukankah suatu gal yang memalukan?? Bahkan anak usia 3tahun sekarang sudah memiliki hp sedangkan dia yang bahkan menghidupkan saja tidak bisa. dulu ada temannya Ari mengajarinya main hp tapi ia tak berani menyentuh hp itu. Takut rusak atau jatuh atau pecah. Jika iyakan yang repot kakaknya, ia tak mau kena hutang besar. Hp itu mahal.


Caisar diam tak tau menjawab apa, ada sisi malu dihatinya akan hal itu. Wajar tidak??? Wajarlah ketika seusianya ada semua hp tapi ia bahkan belum pernah menyentuhnya. Ia hanya bisa mengenakan laptop itupun diajari Farel dan juga Disya. “Kami tidak pernah punya hp. Makan saja sudah untung.”Lanjutnya dalam hati.


Disya menghela nafas segera membuka hpnya., ia memberikan video berisikan tentang video adiknya Caisar tertabrak. Wajah Caisar rumit sedangkan wajahnya Cessy menatapnya kaget gemetar takut. Wajar saja Farel sampai stress dibuatnya. Disya meneguk salivanya melihat wajah Cessy yang menegang kaku.


”Inmi aku ambil dari CCTV Mobil milikku, tapi disini bisa dilihat jika ini disengaja.”Ujar Disya pelan.


Disya memberikan foto scinshot dan mendekatkanya karah flat mobil”Ini plat mobilnya,, aku belum menemukan datanya. Tapi aku ingat wajah sang pemilik mobil, dia sengaja aku tidak tau alasanya dan ini adalah tugas kalian untuk menemukan sang penabrak dan lagi aku akan membantu kalian sebisaku. “Ujarnya dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Wajah Caisar dan Cessy masih terlihat kekagetan dan tatapan kosong. Mereka tak bisa bayangkan bagaimana yang dirasakan Rafa atas tabrakan yang menimpanya dan bagaimana terguncangnya jiwa Farel. Andai mereka disana sudah pasti mereka akan gangguan jiwa juga. Tangan Cessy terkepal. Matanya menunjukan kebencian mendalam.


Caisar? Disana dadanya bergemuruh.”Kau yakin dia sengaja?”Tanya Caisar pelan.


Disya mengangguk yakin,”Yah dia sengaja aku tau itu, sebab sebelum itu aku melihat dia tersenyum dari spion melihat Rafa yang sudah terlindas truk dan mengeluarkan darah itu salah satu alasannya tapi sayangnya itu tak terlihat di CCTV. Dan lagi jika memang tidak disengaja tidka mungkin mobil itu melaju dan tepat mengarah pada Rafa dan Farel. Hanya saja keadaan ketika itu Farel sibuk menendang botol minuman jadi arah jalanya cukup tak terarah berbeda dengan Rafa. Aku yakin ini disengaja.. “Ujarnya penuh keyakinan.


“Jika itu benar aku akan balas dengan apa yang dia lakukan sengan adikku.”Ujat Cessy pelan, suaranya memberat penuh dendam. “Tak akan ku lepaskan bahkan sampai ke neraka.."Lanjutnya penuh tekat saat ini.


“Tapi dilihat dari mobilnya. Ini mobil pengeluaran terbaru, dia terlihat sangat kaya, bahkan mungkin lebih kaya dariku.”Gumam Disya pelan.”tapi itu hanya pikiranku saja. Ayo kita cari tau ini untuk membalaskan apa yang telah dia lakukan dengan Rafa.”Ujarnya semangat. Ia pembunuh jadi wajar saja.


"Tapi bagaimana jika ini bukanlah suatu hal kesengajaan? Apakah kalian akan tetap balas dendam?”tanyanya Disya pelan mengingat adik beradik ini baik hati dan tidak sombong. Tidak menjamin mereka akan membalas dan lebih memilih memaafkan.


“Tentu saja tidak. Mau sengaja atau tidak, dia harus mendaatkan balasan yang setimpal.. nyawa dibalas nyata. Luka fisik dibalas luka fisik. “Ujarnya Cessy penuh tekat. Caisar diam dengan pikiranya sendiri. Disya melihatnya cukup takut jika ia akan memaafkan pelaku.. Caisar menghembuskan nafasnya pelan.. ia harus membalaas apapun caranya..!! ia akan membalas tungguhlah pembalasan darinya secepatnya..!


.


.


.

__ADS_1


Happy reading...!


__ADS_2