
Penjaga tokoh mengangguk pelan. “ bagaimana jika saya beli cincin yang begini kak, tapi satunya hanya satu setengah gram saja, sebab adik saya masih usia 8 tahun, ukuran tangannya pasti cukup mungil.” Jelas Caisar menunjuk pilihan pertamanya. “ jadi harganya dikurangkan saja mbak. " Ujar Caisar.
Penjaga toko terlihat menggeleng tak enak. " Maaf kak, sebenarnya bisa saja. tapi pasti hasilnya akan berbeda." Ujarnya Pelan.
Caisar mendengarnya mengangguk " Atau gini aja kak, saya punya desain sendiri sebenarnya kak. Dengan mas yang dua gram saja, apakah bisa kak?” tanyanya.
Penjaga tokoh mendengarnya melirik Caisar dengan tenang.” Tergantung kak, apakah bisa saya lihat?” tanyanya.
Caisar mengangguk memberikan yang ia desain dari dalam tasnya.” Ini yang polos dengan ukiran nama di dalamnya, di luarnya hanya buat seelegan mungkin atas nama Disya dan Caisar. Selebihnya saya ingin desain yang begini.” Desain pertama ia ingin desain elegan untuk disya kenakan, hanya cincin polos, dengan permata kecil di tengahnya, namun dengan bentuk mengkilap dan mewah.
Sedangkan tiga yang dimaksud itu berbentuk cincin yang seperti akar tali namun ditengahnya diikat menggunakan bentuk pita. Itu sangat cantik dan juga terlihat mewah.
” Dan saya mau emas putih saja. Atau yang rose gold.” Ujar Caisar.
Penjaga tokoh berdehem pelan melihatnya. “ wah...” Caisar tertegun sejenak melihat ke depannya, di sana ada pria tua yang menatap desian dari caisar.” Ini cantik sekali. Apakah kami bisa memproduksinya juga?” tanyanya mendekat. Penjaga tokoh perempuan tadi minggir sejenak.
Caisar menggeleng.” Tidak, itu khusus untuk keluarga saya.” Jelas Caisar membuat paru baya mendengus menatap Caisar.
“ siapa yang mendesain?” tanyanya lagi.
Caisar menunjuk dirinya sendiri.” Saya yang desain.” Jelas Caisar tegas.
Paru baya tersenyum lebar.” Bisa kah kamu ikut saya dan membicarakan ini??? saya akan memberikan penawaran terbaik.” Ujarnya.
Caisar disana mengangguk saja dan mengikuti pemilik tokoh yang membawanya ke ruangannya. Di sana ruangan yang sangat sempit dan juga sudah hampir tak bisa bernafas membuat caisar tidak nyaman.” Perkenalkan. Saya Pino. Panggil saja saya kakek Pino. Saya pemilik perhiasan ini dan tadi adalah cucu saya satu satunya.” Jelasnya.
Caisar mengangguk.” Saya Caisar, panggil Kai saja.” Jelas Caisar tenang memperkenalkan dirinya pada kakek Pino. Kakek Pino mengangguk menunjukkan perhiasan yang caisar desain.” Sebenarnya ini tokoh sudah mau saya tutup karena ingin di jual.” Jelas sih kakek membuat Caisar tertegun.
kakek Pino mengangguk pelan.” sebab saya tidak lagi bisa mengelolah lebih baik lagi dan sewa tempat semakin membesar. “ jelasnya lebih lanjut dan sedih.” Sedangkan cucu saya masih semester 7 kedokteran,. Dia harus bayar uang praktek sebesar ratusan juta. Saya tidak punya uang sebanyak itu.” jelasnya lagi.
Caisar mendengarnya ikut prihatin, sebagai kakak dirinya tau bagaimana memikirkan nasib adik-adiknya yang sekolah ditengan tak memiliki uang, ia paham bagaimana kondisi kakek Pino.
Kakek Pino disana menghela nafas menatap caisar.” Saya melihat desian anda cukup bagus membuat saya tertarik untuk menjualnya. Dalam kurung enam bulan ini jika tokoh ini tidak juga menghasilkan uang yang diinginkan cucu saya, terpaksa saya lelang atau saya jual.” Ujar sih kakek dengan sendu dan lirih.
Caisar disana mendengarnya mengangguk pelan. “ emm.” Caisar berdehem pelan menatap kakek PIno.” Sebenernya saya bisa bantu kek, tapi saya tidak bisa jamin, “ jelas caisar pelan.
Kakek Pino tersenyum lebar.” Bagaimana??? “ jelas si kakek,.
“ apakah ada keuntungan untuk saya membantu kakek?” Tanya Caisar terus terang.” Jujur saja, sekarang saya butuh banyak uang dan juga dobrakan baru di kehidupan saya agar adik saya yang jauh di sana bisa pulang dan ada sesuatu hal lain yang membuat saya harus bisa punya hal lebih.” Jelas caisar. Caisra tidak naïf, kali ini ia butuh uang bukan hanya kebajikan.
Sih kakek terdiam sejenak. “ saya tidak punya apa apa. Saya hanya punya tokoh perhiasan ini dan beberapa perhiasan yang tertinggal.” Jelas kakek pelan.
Caisar mengangguk.” Nah kakek punya modal, dan saya sebagai staf pemasaran dan desainnya. saya tidak berminat membeli tokoh perhiasan kakek karena saya pikir kakek bisa mendapat hal lebih dari hasil penjualan. Saya hanya mau bagi hasil saja. Tiga pulih persen modal, sepuluh persen untuk upah penjual dan pembuat, dua puluh lima persen untuk saya dan dua puluh lima persen untuk bapak. Bagaimana?” Tanya Caisar.
“ tapi itu terlalu mahal artinya???” Tanya si kakek dengan pelan dan tak percaya.
__ADS_1
Caisar tersenyum,.”Target utama kita kalangan atas, Pemasarannnya bukan untuk orang yang menengah ke bawah saja kek tapi juga menengah ke atas, kita bagi tiga evaluasi. Jika kakek mau bekerja sama dengan saya. Saya akan buat surat kesepakatan antara kita dan cara kerjanya. “ Tanya Caisar,
Sih kakek terdiam memandang Caisar tidak percaya.” Kakek tidak usah takut saya penipu. Saat melakukan perjanjian kakek bisa membaca secara keseluruhan dan ditemani dengan orang kepercayaan kakek dan orang kepercayaan saya. Saya juga bekerja di perusahaan property dan sudah memiliki beberapa klien yang bisa saya ajak kerja sama. “ jelas Caisar.
Kakek Pino diam dan hanya menyimak apa yang ditawarkan.
Hingga diel. Caisar membawa pulang empat kotak perhiasan sesuai yang dirinya inginkan, tanpa harus membayar sepeserpun, lalu kesepakatan yang dibuat. Ia juga mendapatkan kerja sama secara tidak langsung ia mendapatkan dua puluh lima persen saham di tokoh emas milik kakek Pino. Caisar tersenyum senang akan hal ini.
Besok ia akan berangkat ke Medan kembali dan hari ini karena menunggu rancangan dari cincin yang ia minta, ia harus pulang jam delapan malam. Saat pulang Caisar sudah di sambut oleh Dwi yang menatapnya khawatir.” Yaampun Kai. Kenapa baru pulang? kamu sudah makan?” tanyanya kepada Caisar lagi. Caisar sudah menggunakan kaos hitam dan celana navi sekolahnya.
Caisar menggeleng menyalami tangan Dwi.” Tadi ada hal lain yang harus dikerjakan ma. Maaf yah.” jelasnya dengan merasa bersalah.
Dwi mengangguk.” Yaudah mumpung semua orang lagi makan. Ayok makan.” Ujarnya.
Caisar mengangguk setuju karena memang ia sudah lapar. Saat dirinya masuk ke dalam di sana sudah ada Dava, Disya, Cleo, fadly dan Fardan.
“ Caisar besok kamu harus ke Medan tapi baru pulang malam ini. Nanti barang barang kamu minta bantu Fadly atau bi Ija saya yah yang siapkan. Ayo makan dulu.” Ujar Fardan pada Caisar.
Caisar meregangkan tubuhnya menduduki diri di atas kursi sebelah Disya. Disya disebelahnya memberikan segelas air putih untuk Caisar. Caisar tersenyum mengucapkan terimakasih pada Disya. Disya mengangguk melanjutkan makan melirik Caisar.
“ Dari mana Kai?” Tanya Fardan mengepal bibirnya.
” Iya nih. Kita udah selesai makan padahal.” Ujar Cleo diangguki yang lain.
” Iya. Lauk udah dihabisin sama bocil padahal Kai.” Sahut Fadly.
Caisar terkekeh. Fadly mencibir.” Iya tapi Cleo makan empat ayam.” Ujar Fadly mengejek.
“ Cle Cuma makan dua. Tanya sama papa mama?” Tanya Cleo pada Fardan dan Dwi.
Fardan melirik Cleo dengan pura pura tidak tau.” Loh perasaan tadi lima deh.” Ujarnya.
Cleo menepuk pelan kaki Fardan di sebelahnya.” Ih papa boong.” Ujarnya memajukan bibirnya kesal membuat semua orang tertawa.
Caisar yang kelelahan melihat itu melebarkan senyumnya, rasanya lelah yang ia pikul hilang. Dava menggeleng melihat Cleo yang merajuk. “ Besok berangkat jam 7 kan Kai? Kok kamu baru jam segini pulang padahal besok jam 4 udah harus di bendara?” Tanya Disya kepada Caisar menaruh nasi yang ada sayur kangkung dan beberapa yang Caisar sukai dipiringnya.
Caisar mengangguk.” Iya soalnya tadi nunggu ini.” ia mengeluarkan empat kotak perhiasan.
Disya melebarkan mata disambut oleh semua orang.” tadi aku dapet bonus dari Andrian, terus ada kerja juga sebentar tadi.” Caisar tidak menjelaskan keseluruhan, membagikan untuk Disya, Cleo dan Dwi satu persatu.
Semuanya diam menatap Caisar tertegun.” nah itu buat Disya. Cleo dan Mama, satunya buat Cessy Cuma karena Cessynya tidak ada di sini jadi di simpan saja sama mama yah biar nanti pas jemput Cessynya kita kasih.” Ujar Caisar pada keluarganya.
Dwi menatap haru Caisar, bersamaan dengan Disya. Mereka serentak membuka kotak yang berisi cincin.
” Wahhh cantik sekali.” Ujar Cleo dengan kagum, cincin berbumbu pita dan akar pohon sangat indah dimatanya.
__ADS_1
Disya melirik miliknya dan menatap Caisar. Caisar menatap Disya yang menatap milik dwi dan Cleo” kenapa yang aku beda?” tanyanya.
Caisar terkekeh membalik ke bawah cincin, ada ukiran namanya dan Disya. Disya membuka bibirnya kaget.” Ini yang kamu beda soalnya kamu special,” bisik caisar.
Disya mendengarnya menatap caisar haru. Caisar menepuk pelan pipi Disya. Disya memeluk Caisar penuh haru.,” wah... makasih yah.” Caisar berdehem menepuk pelan pundak Disya.
Sedangkan Dwi menatap Fardan haru. Cleo disana memasang cincin ditangannya.” Woh kebesaran.,” ujarnya dengan polos.
“ itu kamu tarik gini biar pas.” Ujar Fardan membantu Cleo.
“ ih mau dibantuin juga.” Ujar Dwi pada Fardan cemburu.
Cleo memelet dwi membuat Dwi mendelik. “ wah cantik banget,” gumam Cleo dengan binat terang menatap cincinnya.
“ iya itu desain kakak sendiri.” jelas Caisar melepaskan pelukannya pada Disya.
“ buat kita yang cowo mana?” ujarnya Fadly kepada Caisar kecewa.
Caisar tersenyum tipis caisar membuka tasnya dan membagikan Dava. Fardan dan juga Fadly kotaknya. Karena ia tak jadi membeli perhiasan Caisar bisa membeli beberapa barang untuk mereka semua. Mereka serentak menatap binar barang yang Caisar beri.
“ kami buka yah.” ujarnya. Caisar mengangguk pelan saat Fadly dan Dava buru buru membukanya. Fardan tak kalah cepat.
“ Wah.” Gumamnya Fadly menatap jam tangan yang ia dapatkan. Jam Hitam dari kulit terlihat sangat pas untuk di semua acara.
Caisar menggaruk pelan tengkuknya.” Jamnya tidak terlalu mahal hehe. Maaf yah, soalnya uang Caisar pas-pasan.” Ujar caisar polos.
Fardan melirik Caisar dengan menahan tangisnya. Dwi dan Cleo mendekati Caisar dan memeluknya.” Makasih yah bang Kai.” Ujar Cleo.
Caisar mengusap kepala adiknya dan mencium seluruh wajah Cleo. Cleo kegelian diperlakukan begitu,
Sedangkan Dwi mengusap kepala Caisar dan tersenyum.” Makaish yah. “ Dwi terharu Caisar tidak membeda bedakan dirinya, adik adiknya atau bahkan Fadly yang bukan siapa siapanya. Semua disama ratakan oleh Caisar.
Caisar mengangguk mencium tangan Dwi.” Makasih juga yah ma udah mau rawat adik adik Kai. Ini nggak sebanding dengan apa yang kalian kasih sama Kai.” Jelas Caisar dengan nanar. Dwi memeluk caisar nanar dan juga sendu.
Disya diam menatap cincinnya lamban, tersenyum tipis menatap caisar. “ wah cincin kakak beda, tapi ini kayak cincin tunangan.” Ujar Dava menggoda Disya.
Disya tersenyum malu kepada Dava membuat Dava terkikik. “ iya kayak cincin tunangan.” Ujarnya Fadly heboh.
Caisar terkekeh melirik Disya,. Disya menunjukan cincinnya dengan sombong.” Iya dong.” Membuat Dava dan faydly menganga. Sejak kapan disya bisa pamer begitu?
Sedangkan Fardan menatap mereka menahan sesak. Fardan tau nomilan yang Caisar dapatkan, tapi yang ia pikirkan bahkan bukan dirinya sendiri tapi seluruh orang sekitarnya.
Fardan menatap jam yang diberi Caisar. Harganya mungkin enam ratusan katas tapi harga perjuangan Caisar yang membuatnya terharu. Tidak pernah memikirkan dirinya sendiri dengan hasil yang dirinya miliki. Caisar luar biasa dimatanya.
Fardan berdiri dari duduknya dan memeluk Caisar. Caisar yang dipeluk tiba tiba terdiam disana. Fardan menepuk pundak caisar pelan dan mengangguk.” Terimakasih.” Gumamnya nanar. " Kamu banyak beri pelajaran sama saya. Caisar terimakasih.."
__ADS_1
Caisar hanya terkekeh mengangguk pelan. mungkin tidak akan ada yang paham akan apa yang dilakukan Fardan selain bahagia karena diberi barang. Lebih dari barang Fardan lebih terharu akan sikapnya Caisar kelewat baik. Fardan malu sebagai seorang yang lebih tua darinya,.