Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Papa


__ADS_3

Willy melirik Cessy yang menghela nafas pelan di sana memeluk Alice. Kesal melihatnya membuat dirinya menjauh.


Cessy yang melihat willy menjauh menjadi tidak enak. Tapi sekarang yang paling penting adalah alice dan adik adiknya. Katakan saja Cessy tidak punya hati melakukan hal Karena pamrih. Dirinya tidak peduli.


Cessy segera mengganti baju usai pertengkarann tadi. Saat usai ganti baju ia melihat ada Willy yang duduk tak jauh dari toilet, dibelakangnya memang ada pohon Pir yang buahnya cukup lebat. Cessy segera memeluk bajunya dan mendekati Willy. Mata Cessy sedikit melebar melihat Willy yang merokok tenang di sana. “ Weil. Loe ngerokok?” Tanya Cessy kepadanya terkejut.


Selama ini Willy tidak pernah merokok di hadapannya. Atau bahkan menyimpan rokok.


Willy meliriknya dan memutar bola mata malas.” Nggak ngurus cewek manja itu loe?”Tanyanya kepada Cessy sinis.


Cessy mendengarnya terkekeh pelan.” loe apaan sih kayak cewek lagi ngambek aja.” Jelas Cessy berdehem padanya dan duduk di sebelah Willy. Tanpa Cessy sadari ucapannya membuat Willy semakin suram dan tak nyaman.


Cessy menghela nafas pelan menatap buah Pir di sana yang menjuntai lebat. Cessy segera mengambil buah pir yang paling besar.” Itu pohon dapet air dari wc jorok Mo.” Jelas Willy melihat Cessy yang malah memakan buah tersebut.


Cessy mendengarnya menatap toilet yang cukup jauh. Mendelik menatap willy.” Mana ada. WC nya aja jauh gitu.” Jelss Cessy duduk lagi di sebelahnya Willy.” Gue lihat akhir akhir ini mood loe nggak banget. Loe ada masalah? Cerita sama gue dong. Kita kan temen.” Jelas Cessy kepadanya pelan karena cessy perhatikan willy selalu terlihat suram. Kadang kadang mengepalkan tangan, kadang kadang berdecih tanpa masalah.


Teman yah?


Teman yah


Hanya teman?


Willy menatap Cessy dalam dan rumit.” Seandainya gue bisa cerita. Gue cerita. Tapi masalahnya rumit.” Ujarnya.


Cessy mendengarnya menghela nafas.” yaudah kalo serumit itu buat cerita, gue selalu siap kok denger nya. Tapi loe harus yakin kalo setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Kalo sekarang yah mungkin nanti.” Jelasnya memakan buah Pir nikmat. Kalo di Indonesia mana bisa makan buah pir gratis, beda disini jika buah buahan pohonnya dimana mana dan bisa di panen sesuka hati,


Willy mentap lamban Cessy yang masih makan buahnya.” Loe suka sama Alice?” Tanyanya tenang.


Cessy menggeleng tegas melotot kepada willy.” Nggak lah. Bisa bisanya loe nanya gitu.” Jelasnya. Kebawa perasaan dirinya seorang perempuan ditanya suka sama perempuan juga atau tidak. Cessy merasa dibilang Homo oleh orang lain.


“ tapi gue lihat loe deket banget sama dia.” Jelas Willy pelan mematikan rokoknya.


Cessy melirik Willy dengan tenang.” Hmmm mungkin karena gue sayang sama dia.” Ujar Cessy dengan tenang.


Willy mendelik.” Katanya loe nggak suka dia.” Jelasnya heboh tak suka.


“ kan kalo nggak suka bukan berarti nggak sayang. Loe sama mama loe nggak cinta tapi sayang kan?” Tanya Cessy ikut kesal.

__ADS_1


Mata Wily melebar pelan dna mengangguk benar juga. Cessy menghela nafas pelan dan berdiri. Mengambil kotak rokok di sebelah Willy. Willy menatap Cessy melotot.” Nggak usah sering ngerokok. Ngerokok tu buat loe sakit tau nggak. Gue nggak suka loe ngerokok.” Jelas Cessy segera pergi dari sana.,


Willy mendengarnya melebarkan mata menatap Cessy menjauh. Willy berdehem sejenak padahalkan pertanyaannya belum seelsai tapi terlalu ngeblank saat Cessy malah peduli padanya. Dan Cessy tidak.menyukai Alice kan? sudut bibir Willy terangkat mendengar hal tersebut


Cleo diam menatap jalanan yang cukup padat, di sebelahnya ada temannya bernama Bani, dan satunya lagi bernama Mutiara. Ketiganya melakukan hal yang sama yaitu menunggu jempitan..!! hari ini smeua murid dipulangkan lebih cepat dikarenakan guru hendak rapat karenanya banyakmurid harus menunggu jemputan. “ Cleo. Kita beli somai yukk.” Ujar Mutiara kepada Cleo.


Cleo meliriknya dan mengangguk.” Tapi kata papa makan somai dijalan tidak boleh. Tidak sehat..!” ujat Bani kepada keduanya. Dia satu satunya laki-laki dari antara ketiganya.,


cleo melirik Bani yang melarang dengan bingung.” Bagus kok. Bikin kenyang.” Jelas Cleo polos.


Mutiara mengangguk polos, Bani menggeleng kepada keduanya.” Makanan mereka itu tidak bersih. Nanti jika sakit perut karena kuman bagaimana?” tanyanya dengan polos dan mengingatkan.


” Kata mama jika jajan sembarangan nanti bisa sakit perut.” Ujarnya lagi polos.


Cleo mendengarnya melebarkan mata.” Cle sering beli kok tidak sakit perut?” ia memegang perutnya dengan polos.” Padahal Cleo suka beli jajanan jalan. Apa bakterinya baik sama cle?” Tanya Cleo lagi lebih lanjut kepada Bani.


“ kamu suka jajan sembarangan dong?” Tanya Mutiara.


Cleo menggeleng pelan.” tidak juga. Hanya sesekali, soalnya uangnya sering digunain buat nabung. Kalo uangnya banyak bisa bantu abang beli beras dulu. Tapi sekarang uang Cle banyak tapi abang udah nggak bisa bantu abang beli beras. Katanya abang punya uang sendiri. Cle jadi sedih.” Ujar Cleo melemaskan bahunya pelan di hadapan mereka.


“ Kok Cleo jadi sedih? Harusnyakan Cle senang soalnya abang Cle udah bisa beli beras sendiri. “ jelas Mutiara kepada Cleo polos.


Bani menggenggam tangan Cleo membuat Bani mendongak.” Kata mama Bani kalo orang tua itu nggak butuh uang anak anaknya. mereka itu butuh kita selalu tersenyum dan tertawa bahagia. Mereka Cuma mau bayi bayi mereka buat selalu bisa menikmati hari hari kira tanpa mmemikirkan banyak hal. Mungkin kakak Cle juga gitu. Jadi Cle hanya perlu selalu bahagia dan juga tersenyum setiap harinya.” Jelasnya tegas dan penuh ketenangan.


Mutiara mengangguk membuat lonceng diikatan rambutnya berbunyi.” Benar. Kamu hanya perlu kasihs emangat sama kakak kamu biar dia bisa lebih semangat. Katanya kalo disemangati itu bikin mereka punya tenaga lebih besar.” Jelasnya terkikik semangat.


Cleo mengerjab mendengarnya.” Benarkah? Cle selalu bahagia kok tapi. Nggak pernah sedih.” Jelas Cleo lagi.


“ bagis jadi begitu saja seterusnya. Jangan sedih kalo Cle tidak bisa bantu abang Cle. Sedih itu kalo Cle tidak di sayang.” Jelas Bani lagi.


“ Cle di sayang kok, dibeliin mainan kemarin. Terus bikin sarapan buat Cle, pasangin sepatu juga.” Jawab Cleo.


Bani mendengarnya tersenyum lebar, sama dengan Mutuara. “ nah kan buktinya mereka sayang Cle banyak banyak.” Jelasnya.


Cleo tersenyum lebar mendengar keduanya. Mereka sudah lama berteman, semenjak kejadian lalu dirinya banyak di sukai dan di lindungi anak anak sekolahnya membuat dirinya sangat menyukai sekolahh. Contohnya Bani sang wakil ketua kelas yang sangat menjaganya. Ada Mutiara yang cerewet dan banyak Tanya sehingga menghidupkan suasana. Sedangkan ketiga anak yang sering menganggunya tida kelihatan. Tunggu dulu Cleo belum melihat ketiganya. mengapa ia malah melupakan mereka??? Harusnya kan tidak.


“ Kalian ada lihat Raka Romi dan Riki?” Tanya Cleo pada kedua temannya.

__ADS_1


Bani dan mutiara menatap Cleo dengan kaget.” Kamu nggak tau kalo Romi sudah meninggal dan Riki sedang diluar kota buat oprasi sakit. Sedangkan Raka aku nggak tau dia Diana. Tapi Romi kemarin meninggal dalam keadaan buruk.” Bisiknya pada Cleo lagi dengan mata melotot.


Cleo melebarkan matanya, mulutnya terbuka shok.” Kamu beneran? Kapan Romi meninggal dan meninggal kenapa?” Tanya Cleo bertubi tubi karena tidak menyangka, sebab dirinya tidak tau mengapa Romi meninggal, sedangkan jika Riki kana kemarin memag dirinya lemparr batu besar hingga kepalanya berdarah. Dan Raka? Cleo lupa yang kemarin itu Romi dan Rikki atau Riki dan Raka yang mengerjainya sehingga ia juga lempar batu??


“ Romi meninggal karena dibunuh.” Jelas Mutiara berbisik dan merapatkan diri. Beni pun menatap mereka polos tak menjawab atau menambahkan.


Cleo meliriknya kaget.” Dibunuh siapa? Kok bisa?” Cleo ikut berbisik kepada Mutiara yang dihadapannya.


Mutiara menggeleng pelan.” Tidak tahu. Tapi Romi kemarin meninggal dengan keadaan yang buruk. Badannya dimasuk kedalam kardus lalu dia..”


“Mutiara tidak usah diceritakan. Cleo mual.” Gumam Cleo menutup mulutnya.


Mutiara mengatub bibirnya dengan menatap Cleo merasa bersalah dan Bani segera menatap Mutiara tajam,” pokoknya gitu lahh.” Jelas Mutiara.


Cleo mengangguk pelan.” Cleo...” panggil seseorang tak jauh dari mereka. Mata Cleo melebar.


Erik ayah kandungnya. Ia segera meringsut ke belakang Dani menatap Erik yang tiba tiba datang dengan stelan jas di hadapannya. Dani dan Mutiara melihat Cleo ketakitan segera waspada kepada Erik.


Erik melihat anaknya ketakutan mengernyitkan dahinya.” Hey Cleo ini papa sayang?? Kamu harus pulang ayok sama papa. Soalnya mama sedih kamu pergi. Dan kakak kakak kamu juga dalam masa sulit Cleo.” Jelas Erik dengan rumit kepada Cleo.


Cleo mendengarnya mendelik benci kepada Erik. “ kamu bukan papa aku. Pergi saja dari sini Cleo benci kamu.” Teroak Cleo kuat sheingga beberapa pedagang yang ada di sekitar sana melirik ke arahnya.


Erik diteriaki begitu menatap Cleo kaget, ada rasa tak suka dihatinya melihat Cleo yang melawan padanya.'' Cleo ini papa mau jemput kamu. Kok kamu gitu sih sama papa?” tanyanya dengan muram pada Cleo yang tak mau di atur.


“ Cleo punya papa namanya papa Fardanml bukan kamu.” Teriak Cleo kuat di belakang Bani.” Papa Fardan papa Cle, dan Cle punya abang Kai bukan kamu. Cle benci kamu pergi..!!!” teriak Cleo semakin keras di sana.


Erik melihatnya diam menatap muram Cleo. Segera mendekati Cleo hendak menarik paksa Cleo. Tapi Bani melindungi Cleo dibelakangnya dan Mutiara memeluk Cleo juga dari samping. “ apaan sih om kan Cleo bilang nggak mau tapi kok maksa?” Tanya Bani dengan ketus.


“ dia anak saya dan saya mau jemput dia..!!” tegas Erik kepada Bani yang menyembunyikan Cleo di punggungnya.


” Berikan anak saya atau kamu tau akibatnya.” Tegas Erik lagi mendekati mereka.


Bani mengelak dan Cleo dibelakangnya mundur juga.” Om pergi atau Bani teriak penculik.” tekan Bani marah.


“ teriak saja saya ingin menjemput anak saya. Anak saya ini nakal, bandel ngomong sama orang tua kasar.” Jelasnya tajam. semua orang disana melihatnya bungkam.


Tubuh Dani ia dorong menjauh tapi Bani bertahan dan Mutiara di sana memeluk Cleo terisak.” Om pergi jangan ganggu kami..!” teriak Mutiara kepada Erik.

__ADS_1


“ saya mau anak saya..!!! “ teriak Erik segera mengambil Cleo meksipun dipeluk erat oleh Mutiara Erik tak peduli. Dia melepas paksa tangan Mutiara dari bajunya Cleo hingga baju Cleo sobek akibat kerasnya Mutiara memegangnya. Bani yang melihat tak senang segera menggigit tangan Erik. Bani yang digigit kesakitan menghempaskan tangannya sehingga Bani oleng terjatuh.


Erik menatap nyalang Bani. ''Kamu?!!!"


__ADS_2