Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
beli tas


__ADS_3

“ apa yang diinginkan kamu dari saya anak muda?” tanyanya Andes kepada Cessy tenang. anak muda yang berani mengajaknya untuk berbisnis,


Andes ini pebisnis besar, namanya melesat pesat di manapun, bahkan kekayaan Andes tidak pernah ada yang berani memperhitungkan nya karena memang ia sebagai anggota organisasi gelap. pastinya sangat membahayakan dirinya sendiri


Cessy berdehem pelan menatap Andes.” Sebenarnya.. saya punya kakak yang sedang membuka usaha dibidang perhiasan dan tadi paman bilang jika paman pebisnis perhiasan bernama besar., apakah paman bisa bekerja sama dnegan kakak saya?” Tanya Cessy tenang.


Kemarin Caisar sudah mengonfirmasi kepada dirinya jika dia akan membuka bisnis perhiasan, itu sebabnya Cessy berniat untuk membantu kakaknya agar dirinya bisa lebih cepat pulang',


Andes mendnegarnya menggeleng.” Saya tidak bisa bekerja kepada sembarang orang. apalagi saya belum melihat kinerja dan juga karya dari kakak kamu. Apa yang bisa menjadi patokan untuk keuntungan saya?” Tanya nya lagi pada Cessy.” Dan lagi setahu saya kakak kamu hanya anak perempuan Faren kan? bukankah dia sakit? dan saya tidak akan mau belerja sama dengan keluarga kamu. Keluarga Jems itu licik.” Jelasnya kepada Cessy malas.


Cessy berdehem pelan memainkan tangannya di bawah. “ Bukan keluarga Jems. Tapi..” Cessy mengernyitkan dahi bingung harus bicara apa kepada andes.” Tapi saya bisa jamin jika anda tidak akan mengecewakan bekerja sama dengan kakak saya. Kakak saya sangat ahli dalam bidang bisnis dan property. Anda tau Caisar? Dia CEO yang sedang memimpin perusahaan XX.” Jelas Cessy lagi penuh harap padanya.


Andes menaiki satu alisnya menatapnya tenang.” Caisar??? Saya pikir pernah mendengarnya atau tidak?, dia sedang terkenal di kalangan proyektor dikarenakan memenangkan proyek di perusahaan Andrian dan Bram?, saya tidak tau banyak tentang dia, “ jelas Andes lagi” terakhir saya sempat ke Indonesia mendengar nama dia. Apa yang kamu maksud dia?” Tanya Andes.


Cessy menghela nafas pelan.” iya dia benar. Begini paman, saya sebenarnya bukan cucu kandung jems. Saya adiknya Caisar dari Indonesia.” Jelas Cessy.


Andes melebarkan mata menatap Cessy kaget.” Ini rahasia untuk kita. saya di sini sebenarnya d tegaskan oleh Faren untuk mendapatkan ahli waris dari kakek Jems, hanya itu, sedangkan disini saya ingin mengajak paman bekerja dengan kakak saya Caisar di Indonesia.” Jelasnya lagi tenang.


Andes menatap Cessy bertanya.” Apa yang kamu katakana bisa dipercaya?” tanyanya.


Cessy mengangguk.” Saya harap paman percaya. “ tegas Cessy.


“ apa alasan kamu melakukan itu?? tidak mungkin kamu melakukannya secara sukarela bukan? Dibayar atau ada perjanjian?” Tanya Andes menaiki satu alisnya.,


“ saya bekerja sama dengan Faren untuk membiayai adik saya di rumah sakit, sedangkan kakak saya di Indonesia bekerja keras agar bisa memnbuat orangtua kami menyesal telah membuang kami.” Jelas Cessy tegas.


“ woh. Kalian dibuang?” Tanya Andes kepada Cessy dengan nada bertanya. Jika benar maka itu artinya mereka satu nasib. sama sama dibuang oleh orang tua haha.


Cessy berdehem pelan.” siapa nama orang tua kalian?” Tanya Andes lagi kepada Cessy pelan.


Cessy mendengarnya menatapnya lebih rumit.” Namanya Erik dan Lina. Mereka meninggalkan kami, saat besar mereka menyebabkan kekacauan lagi. “ Cessy diam menatap lamban Andes, ia menceritakan jalan hidupnya pada andes secara singkat, cessy tidak tau mengapa dia bisa percaya pada Andes, tapi melihat kekuasaan Andes dirinya merasa bisa meminta bantuan pada Andes.


Andes mendengar semua cerita Cessy berdehem pelan.” erik dari pemilik perusahaan desain grafis dan arsitektur yah. dan Lina istri Patrik dari perusahaan tambang? Benar?” tanyanya kepada Cessy.


Cessy mengangguk tegas. Andes berdehem.” Sebenarnya saya tidak terlalu percaya terhadap kamu, tapi saya punya orang yang memiliki saham di perusahaan Erik dan juga Patrik. Jika kamu mau saya akan memberikan kontak mereka kepada kamu dan kamu bisa komunikasi kepada mereka. Dan masalah kerja sama dnegan kakak kamu. Kamu bisa menghubungi kakakmu untuk membuat proposal dan desainnya. aku akan memeriksanya jika tettarik aku akan mempertimbangkannya, jadi nanti kakakny bisa bertemu dengan Keyna, dia pengelolah si Indonesia.” Jelas Andes tegas.


Cessy menatap Andes tersneyum lebar. Baik. mereka hanya buuh satu bulan lagi untuk mencari perlindungan bukan???


maka Cessy pastikan akan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk dirinya dan kakaknya


Ingatkan Cessy, Cessy akan benar-benar membuat orang tua mereka menyesal sudah membuang mereka, menyesal sudah memisahkan mereka. Cessy pastikan mereka akan gigit jari karena kesuksesan Cessy dan kakak kakaknya di atas keluarga yang mereka banggakan itu!

__ADS_1


...----------------...


Disya melangkah pelan menuju mall yang dirinya datangi, di sebelahnya ada Dava yang ikut, sebenarnya tadi Disya ingin pergi sendiri tapi Dava malah ingit ikut, dengan alasan ingin membeli peralatan sekolah baru, mumpung masih awal sebelum masuk jadi belum ramai begitu. Jadi Disya mau mau saja.


Dava yang lebih tinggi dari Disya menjadi banyak tatapan kagum beberapa yang lewat. Disya bahkan juga ikut ditatap oleh mereka kagum, bagaimana tidak? Bajunya yang hanya menggunakan tangtop putih dengan kemeja putih lepas kancing keseluruhan, celana highwess putih yang senada dengan yang dirinya kenakan. Rambut botak yang semakin membuat mereka bertanya Tanya.


Apakjah dia perempuan? Tapi dari gayanya dua perempuan bukan laki laki. Apalagi tonjolan di dadanya menampilkan dirinya benar benar perempuan.


kalian pikir Disya tepos? tentu saja tidak, Disya memiliki bentuk tubuh yang bagus sebagai wanita!


“ kak aku mau beli di sana boleh?” Tanya Dava menunjukan arah dimana tempat tokoh tas. Disya berdehem pelan kepada Dava. Keduanya memasuki tokoh yang terlihat senggang. Disya menatap keseluruhan dan mengiap pelan.


’” kakak nggak mau beli tas?” Tanya Dava pada disya yang tampak tak minat pada tas dan barang barang.


Disya memutar bola mata malas.” Memang ini untuk apa?” Tanya Disya pelan pada Dava.


Dava melebarkan mata menatap Disya kaget. Sontak dirinya mengerjab dan berdehem,.” Ini tas untuk sekolah, memang kakak nggak pernah bawa tas kesekolah?” tanyanya melongo pada Disya yang tidak tau apa gunanya tas. Hey disya tidak sekolah


Disya berdehem.” Nggak gue nggak bawa tas ke sekolah, kadang Kai yang sering bawa ini. boleh lah beli satu buat Kai,, hmm ayo pilih.” Ujar Disya.


Dava melongo mendengarnya.” Kak memnang pas sd smp kakak nggak pakek ini?” tanyanya.


Dava melongo. Berarti disya menjadi brandalan memnang sejak keciol yah? wah wah luar biasa.” Kakak pernah nggak naik kelas nggak?” Tanya Dava pelan. melirik Disya yang mulai meneliti beberapa tas yang berada di depannya untuk ia pilih.


Disya meliriknya menggeleng.”nggak lah, memang siapa guru yang berani mnggak naikin gue?” Tanya Disya kepada Dava.


Dava mengangguk, benar juga sih. melirik Disya lagi, memang yah jika orang kaya tidak lihat harga. Dava mengintip tas yang tadinya ingin dirinya beli, terlihat blet yang tertera harga 2juta 999 sekian yang artinya 3jeti. Duh Dava jadi puyeng.


Dava tak jadi menyentuh itu tas, segera menatap natap saja. ” jadi mamu mau beli yang mana?? Gue udah dapet buat pangeran.” Disya menunjukan tas pilihannya,. T


as sekolah biasa berwarna hitam dengan gambar merk cukup bagus di ujung tas.


Dava melihat nya dan menatap bletnya. harga 10juta. Alis 9.9999 astaga. Itu disya kelebihan uangh atau bagaimana?


“ kak mending beli ditempat lain aja dehh. Di sini mahal banget.” Jelas Dava pada Disya berbisik pelan.


Disya melirik harga dan mengangguk.”nggak apa apa, biasanya sesuai kualitas sih. ini bagus kok.” Jelas Disya kepada Dava kekeh. Menatap lagi tas pilihannya, memang banyak lebih cantik tapi ini terlihat pas dipakai kapan saja.


Dava menarik tas ditangan Disya dan menaruh lagi di rak nya, menarik tangan disya.” Nggak ada, itu namanya pemborosan kak.s emisla kalo beli tas harga seratus lima pulih ribu kakak udah bisa donasi tas loh kak. Itu mahal banget nggak wort it.” Jelas Dava pada disya.


Disya yang dibicarakan begitru menatapnya malas. “ dava donasi itu yang lebih di diri kita bukan yang kita butuhkan. Memang kenapa jika beli harga mahal? selagi kita ada uangnya nggak apa apa kan? donasi juga tapi buat beli tas juga gitu, semua hal itu nggak selalu tentang amal.” Jelasnya kepada Dava tegas.

__ADS_1


Dava menggeleng pelan.” kata kak Kai. Hidup itu sesuai kebutuhan aja, bukan sesuai keinginan kita, semisalkan sesuai keinginan kita hidup itu nggak bakal baik, akan selalu ngerasa kurang. Beli juga itu bukan tergantung bagusnya aja, tapi juga pada fungsinya? Toh tas yang mahal juga kegunaanya untuk naro barang kan?” Tanya Dava lepada Disya tegas.


Disya menggeleng.” Iya sih. cumakan beda kalo harga mahal membuat kita percaya diri dan orang bisa tau kita kaya raya. Lagian itu juga kebutuhan. Kalo ada uangnya nggak apa apa, yang ada apa apa tu pas nggak ada uangnya tapi memaksakan diri.” Jelas Disya.


Benar sih kata Disya, selagi ada uangnya itu nggak akan ada masalahnya kan??? yang masalah itu nggak ada uang tapi memaksakan diri, sampai minjam sana sini dan menekan orang tua. Seperti Cerita Letta itu, ha itu yang tidak boleh.


Dava mengangguk pelan.” tadi uang kakak berapa mau beli tas buat kak kai?” Tanya Dava.


Disya mengernyitkan dahi.” Sepuluh juta?” tanyanya polos.


Dava mengangguk menggandeng tangan disya.” Kakak kasih ke Dava aja yah. kakak akan tau gimana itu fungsi uyang sepuluh juta.” Ujarnya.


Disya meringis di gandeng Dava. Ia hanya diam menuju keluar mall. Dava melirik mall aneh. Dirinya pikir harga disini sama saja dengan di luar rupanya leboh mahal.


Dava membawa Disya kearah grosir tempat menjual buku dan perlenglapan perlengkapan sekolah.” Sini uang kakak sepuluh juta tadi.” Ujarnya,


Disya meliriknya mengernyitkan dahi.” Buat apa?” Tanya Disya.


Dava menggeleng pelan.” kasih aja, dan kak Caisar pasti bakal bangga dan makin sayang sama kakak nanti.” Jelas Dava kekeh pada disya.


Mau tak mau Disya memberi kartunya menatap Dava segera pergi dan bicara kepada pemilik tokoh. Disya diam melirik buku buku yang ada di depannya.


Beberapa karyawan membawa buku buku dan juga perlengkapan cukup banyak tapi Disya hanya diam saja., sampai Dava di sana segera mendekatinya dan tersenyum. Disya hanya diam saja menatapnya dengan tanda Tanya. Dava memberikan kartu disya.” Nih kak. Ayok kita bawa barangnya ke mobil.” Ujar Dava pelan.,


Disya meliriknya linglung tapi beberapa orang mengikutinya dengan barang barang diplastik.” Ini punya siapa? Kamu yang pesen?” Tanya Disya pada Dava.


Dava mengangguk.” Woh berapa itu? ini banyak banget buat apa Dava?!” Tanya Disya agak terpekik. Pasalnya itu semua barang ada lima pelastik besar berisikan tas, lalu ada plastic dan dus lain berisikan pena, buku. Bahkan ada beberapa pasang sepatu.


Dava meliriknya polos.” Itu uang kakak tadi.” ujar dava.


” Hanya sepuluh juta.” Jelas Dava polos.


“ hanya sepuluh juta? Kamu nggak bohong kan?” Disya menatapnya menyidik.


Dava menggeleng.”nggak malah tadi katanya diskon dua juta, jadi ini 9.800 gitu kak.” Jelas Dava kekeh.


“ dan ini tas buat kak Kai. Dia pasti suka kok.” Jelasnya menunjukan satu tas untuk caisar.


Disya diam menatap dava menyidik. Apa apaan ini, mau marah juga terlanjur. “ ayok kak kita ke satu tujuan.” Ujar Dava kepada Disya. Disya menghela nafas pelan mengangguk segera mengendarai mobil. Ia hanya bisa pasrah.


apa sih yang nggak buat adik ipar?

__ADS_1


__ADS_2