Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Pergi2


__ADS_3

Caisar disana melihat kedua orang tuanya, ia tak tau apa maksu orang tuanya mau membawanya lagi, apa karena mereka kembali kaya mangkanya menjemputnya lagi??


Atau maksud lain?


“Pergilah.”Ujar Caisar pada mereka tanpa mau melihat mereka, ia memilih memasuki kamar meninggalkan para adik menatapnya nanar.


“Kakk gimana kakak?”Taya Cleo pada kakak-kakaknya sendu. Jika ditanya apakah Cleo mau dengan orang tuanya tentu jawabannya mau, Karena beberapa hari ini sudah diberi banyak mainan, makanan dan uang, ia juga diantar pergi dan pulang dijemput membuat ia merasa kasiih sayang orang tua. Ia masih anak kecil yang memiliki otak polos.


Cessy disana menatap ayah dan ibunya dingin.” Kalian jangan pergi yah. kita disini aja sama kak Cai. Pasti kak Cai punya alasan sendiri mangkanya nggakk mau ikut. Kalian mau ninggalin kak Caii emang?”Tanyanya lirih pada adiknya.


Cleo disana menggeleng. Ayah dan ibunya geram mendengrnya namun mereka tetap memasang wajah sendu.” Kalian masih ngak nerima kami? Padahal kami mau bawa kalian loh.. soal kak Cai, nanti ayah dan ibu coba bujuk lagi besok seterus nya Gimana?? Yang penting kalian aja dulu sama kita pulang yukk...”Ujarnya Lina pada anak-anaknya.


“Bener... atau nggak nanti papa kasih dia uang setiap bulan buat disini nerusin hidupnya. Kita nakal usahain kak Caii ikut kita kerumah baru, tapi kalian harus ikut dulu supaya kak Cai mau ikut kerumah. Kak Cai kan sayang kalian. Dia nggak bakal ninggalin kalian dirumah kita. pasti dia ikut nanti.”Ujar ibunya Cleo lagi.


Otak Cleo dan adik-adiknya tercuci. Mereka mengangguk disana.”Bener. kak Caikan sayang sama kita, pasti dia nggak bakal tega ninggalin kita. tapi janji yah pa ma kalo kak Cai bakal ikut ita nanti...” Ujar Cleo disana pada ayah dan ibunya,.


Ibu dna ayahnya tersneyyum lembut.”Iya dong sayang.. ayok kita pergi biarkan kakak kamu sendiri dulu buat berfikir.”Ujar ayahnya lagi. Rafa menggangguk ragu,. Entah kenapa ia ragu tapi ia jadi tak enak pada Caisar kakaknya.


“Ayokk barang kalian dibawa sama orang-orang kita. kita keluar yuk.”Ujar ayahnya mengambil alih Cleo dari ibunya. Ibunya hanya pasrah dan membawa Farel dan juga Rafa.


Cessy bimbang, ia melirik ayah dan ibunya lalu pintu kamarnya, ia bisa melihat jika kakaknya mengintip dari sana melihatnya. Ia tau kenapa kakaknya tak mengizinkan mereka, pasti ada alasan bukan??

__ADS_1


“Hmm.. saya tetap disini sama kak Cai.. kalian duluan aja. Saya tidak mau kak Cai sendirian.”ujar Cessy dengan manta. Jika adik-adiknya bersama orang tuanya maka ia akan tetap bersama kakaknya. “Kalian duluan aja, nanti kami susul kalian nanti buat gabung. Sekarang kakak bujuk kak Kai dulu yah." Ujarnya membujuk adik-adiknya.


“Tapi janji yah kak nanti kakak jemput kita dan kumpul kita lagi.”Ujar Cleo. Cessy mengangguk ragu, tau sekali ia jika Caisar susah sekali diajak kompromi tidak bicara tentang ketetapan hati dan juga tak mudah terpengaruh.


“Yaudah kita duluan yah sayang.” Ibu dan ayanya hendak mencium pipi Cess tapi Cessy mundur dan memalingkan wajah. Keduanya menatap sendu lalu melangkah.


“Kak kita duluan yah.. inget bujuk kak Kai biar kita bisa seneng.”Ujar Rafa disana sendu.


Cessy mengangguk kaku. Ia tak bisa menyalahin adik-adiknya. Adik-adiknya punya alasan dan mengambil pilihan ini demi Caisar juga, mereka hanya ingin Caisar tak lagi lelah.


Di bilik ada Caisar yang terdiam terhenyak melihat adik-adiknya meninggalkannya, ia mengintip dari tirai bilik kamarnya. Air matanya ingin jatuh tangannya terkepal. Suara sunyi melanda, ia tak bisa berkata-kata.. ia menghela nafas dan terduduk menghempaskan tubuhnya di atas kasur.. setidaknya Ia masih punya Cessy untuk bersama. Ia tak akan pernah kembali pada mereka cam kan itu..!!


Caisar diam melihatnya dan Cessy tersenyum masam, ia memilih duduk disisinya Caisar.”Kakak jangan sedih yah.. “ Ujarnya lirih. Caisar diam disana merasakan tangannya dielus.


Disisi lain Gery yang mengintip dijendela sedari tadi terdiam, ia tak opaham masalah hidup Caisar tapi ia bisa simpulkan caisar membenci orang tuanya. Kenapa?? Ia tak tau. Ia hendak pergi dari sana karena sudah cukup info yang ia dapatkan. Ia sudha melihat mobil diluar gang tadi sudah tiada, tapi ia mengernyit ingat jika ia tak punya kendaraan tapi ini jalan sepi. Ia tak punya Uang. Ditambah keadaan sangat sunyi dan gelap karena rumah warga sudah ditutup membuat ia terhenyak dengan rasa takut.


“Duh gimana nih?”Gumamnya melirik hpnya ternyata mati. “Tadi gue nggak ada takut kok sekarang takut,.”Gumamnya lirih. Dari yadi mengikuti Caisar tak takut tu. Apa karena tadi ada Caisar mangkanya ia tak takut. Malah ia bersembunyi disemak-semak tapi tak ada apapun tapi kenapa ia takutnya sekarang?


Ia menggusuk kepalanya dan mendesah.”Gue nginep atau minta tolong Caisar aja kali yah.. alasannya bilang gue kesesat yhhh gitu aja.”Gumamnya taka da cara lain. Ia memilih balik kerumah Caisar dengan cara berlari.. Ia merasa diawasi disegala sisi tak ada henti mengertutu kebodohannya sampai didekat rumah Caisar ia melihat beberapa orang diluar rumah Caisar lalu memutuskan kabel listrik yang terlihat tersambung dirumah Caisar. Gerry tak tau itu apa yang mereka lakukan tapi ia bisa meljhat beberapa orang menmyiram bensin disana.”Caisar..”Dadanya bergemuru disana.


“Caisar KELUAR..!!! KELUAR CAI..!” Teriak Gerry membuat mereka kaget disana lalu dengan segera pergi dari sana. Gerry dengan cepat berlari kerumah caisar dan mengendur rumah itu mengabaikan meteka tadi.

__ADS_1


”Car keluar.. RUMAH LOE DIBAKAR..!” Teriaknya kuat disana ,. Entah dari mana keberanian dan juga tenaganya berasal tapi ennerginya segra terisi saat itu juga. “CAISAR KELUAR INI GUE GERRY.. KELUAR WOY.!” Bentaknya tak terima dan menggila.


Caisra dan Cessy yang didalam kaget.”Kak itu siapa manggil kaka?”Tanya Cessy. Caisar disana mendengar suara itu kenal.. hingga ia mendengar namanya dan mengatakjan rumahnay dibakar. Ia segra menarik Cessy untuk keluar dna benar saja rumahnya dibagian samping telah terbakar. Ia kaget dan segera keluar dari sisi yang belum terbakar.


“Kak rumah kita..”Ujarnya Cessy lrih.


Caisar menggeleng.”Keluar dulu nanti nangisnya.”Ujar Caisar. Cessy disana mengangguk pelan dan mencoba keluar dengan bantuan Caisar. sesudah Cessy keluar barulah Caisar keluar. Mereka lewat samping dijendela. Tapi jalan itu pula menghantarkannya kebeberapa kelompok yang berlari dan meninggalkan satu orang yang sedang menelpon seseorang.


Ia ingin mendekat tapi Cessy menggeleng. Ia mengajak Caisar pergi. Caisar disana menggeleng. Ia mendekat disana Cessy disana ikut mendekat untuk mendengar percakapan itu.


”Baik bos.. udah selesai. Rumah mereka udah kami bakar...." Ujarnya. Caiisar dan Cessy tertegun mendengarnya.


Siapa dia??.


.


.


.


Huaaaa dikit banget yg baca😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2