
Cessy memberikan hp Fardan kepada Fardan dengan sumraut bahagia di wajahnya.,” terimakaish papa.” Ujar Cessy senang.
Fardan mengangguk di sana tersenyum kepada cessy.” Kayak sama siapa aja sih. “ ujar Fardan terkekeh.
Cessy melebarkan senyumnya bahagia. cessy mendapat kabar baik, satu yakni ia bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Lalu keadaan Dava yang sudah baik baik saja, dan keadaan Farel yang sudah sadar dan mengingatnya.
Cessy merasa semua beban yang ia pikul dipundaknya, kegelisahan di setiap saat nya di bayar tuntas. Cessy sepeti kehilangan batu besar yang menyangkut di punggungnya. Melangkah jauh dari keluarga yang dalam keadaan buruk sangat menekan Cessy yang jauh. Raga Cessy memang disini tapi tidak dengan hati dan pikirannya.
“ mana nomor HP mu biar kami telepon saat kami kesini kembali.” Ujar Fardan. Cessy segera memberikan nomor hpnya kepada Fardan.
” Masukan nomor papa, dan semuanya. Atau kirim seluruhnya lewat WA saja pa.” jelansya. Fardan berdehem pelan dan mengirimi semua nommor nomor semua yang lain. Cessy tersenyum senang melihat Hpnya.
“ kamu pergilah duluan keluar. Nanti saya akan menyusul agar tidak ada yang curiga kepada kita. jelas Fardan. Cessy mengangguk segera mendekati Fardan untuk ia salami.
Fardan menerima kaku karena memang ia dan Cessy tidkya begitu dekat ketimbang yang lain. Alasannya jarang bertemu dan juga bahkan mungkin hanya beberapa kali saja mereka bicara dekat.
Cessy tersenyum lebar.” Sehat selalu papa. Dah.” Ujar Cessy segera keluar dari sana.
Fardan memegang dadanya, tersenyum sendu melihat Cessy yang menjauh.” Dia sangat cantik... aku merasa seperti memiliki anak perempuan remaja.” Kekehannya senang. Cessy tumbuh dengan baik.
Tingginya Cessy tak juah dari Caisar, memang sedikit lebih pendek dari Caisar. Farel bahkan jauh lebih tinggih ketimbang Caisar. Gen mereka mengikuti darah ayahnya Erik. Tinggi tinggi sedangkan Kulit mereka mengikuti gen ibu mereka yang lebih mirip orang luar. Mangkanya mereka berlima itu sangat tampan tampan dan cantik-cantik.
Cessy menutup pintu pelan dan tersenyum lebar. Tapi belum juga dirinya menuju lift tangannya ditahan oleh seseorang. Cessy melebarkan mata menatap Willy menatap cessy tajam.” willy loe ngapain disini?” Tanya Cessy gugup,
cessy berusaha menetralkan wajahnya dihadapan Willy agar Willy tidak mencurigai dirinya bersama fardan di dalam kamar.
Willy menatap Cessy dingin.” Bukannya gue yang harus nanya gitu? Loe ngapain di kamar hotel “ dan pas keluar loe kelihatan seneng banget loe ketemu cewek?” tanyanya dingin dan tak suka.
__ADS_1
Cessy mendengarnya melebarkan mata menatap Willy. “ Gue emang ketemu orang dan itu memang ada kepentiungan wil.” Jelas Cessy melepaskan tangannya dari tangan Willy.
Willy menahan tangan cessy lebih erat.” Siapa??” tanyanya.
Cessy menatap Willy terkekeh.” Loe kenapa sih wil? Loe kayak cowok yang lagi cemburu dan curiga sama ceweknya tau. Udah lah gue mau turun dulu. Acara udah mau mulai kan?” Tanya Cessy terkekeh segera melepaskan tangannya Willy yang melonggar. Ia melangkah menjauh meninggalkan Willy sendiri.
Willy melirik cessy menjauh mengepalkan tangan, ia meninju dinding di sebelahnya kuat dan memejamkan mata. Willy ,menghela nafas pelan dan mengusap kepalanya kasar.
” Tuhan.. gue kenapa sih?” tekan Willy pada dirinya sendiri. Willy merasa semakin lama dirinya semakin tidak waras. Semakin lama ia kehilangan akalnya.
Tadi saat cessy pamit ke wc Willy mengikutinya sebab juga ingin ke wc, tapi ia kaget melihat Cessy menaiki lift. Ia pun akhirnya mengikutinya dan berakhir hilang jejak. Tapi yang ia tau lantai cessy berhenti, dan dia menunggu di lantai yang sama saja.
Cessy melanggkat tenang menuju Jems yang berada di ruang pertemuan. Saay saat begini juga ia merasa ada tangan menarik tanganya kuat dan membekap mulutnya. Cessy melebarkan matanya menahan nafasnya agar tidak menghirup aroima dari kain. Cessy sengaja pura pura melemaskan tubuhnya dan pura pura pingsan. Hingga kain itu tidak lagi dihidungnya dan cessy bisa benafas. Masih terasa pening akibat sisa wewangian yang menempel.
Tubuh Cessy terseret menjauh dari sana. Hingga di ruang loby. Cessy merasa tubuhnya digotong orang orang memelan dan lengah. Dengan tegas dan juga penuh perhitungan Cessy melompat dan memukul talak kepala dari salah satu di sana.
Mereka menatap Cessy terkejut dan cessy tersenyum tipis lebih kepada smirk mengerikah. “ tangkap dia.” Tekan salah satunya menunjuk cessy. Cessy memasang kuda kudanya dan menendang kuat orang yang menyerangnya. Tepat mengenai leher dan rahangnya ia mundur. Cessy segera merubah posisi mengelak pukulan hampir mengenai wajahnya.
Cessy akui tangannya perih melawan mereka bertubuh sangat kekar. Jumlah mereka cukup banyak. Awalnya hanya empat sekarang ada tujuh entah dari mana.,
Bugh. Cessy mundur merasa tendangan di belakangnya. Bugh. Cessy lengah hingga mendapat lagi pukulan di hidungnya. Cessy merasa hidungnya perih dan Berdenyut berdesis menatap mereka kembali berusaha fokus.
Salah satu yang lain segera menyerang lagi Cessy namun Cessy segera mengelak dan menahan tanganya. Cessy memukul bagian bawa ketiak lelaki tersebut dan menendangnya kuat sebelum ia banting ke lantai.
Jumlah mereka cukup banyak tapi Cessy sudah mendapatkan luka. Hidungnya berdarah. salah satu dari mereka mengeluarkan pisau membuat cessy melebarkan mata. Ia menyerang cessy bagian perut tapi Cessy segera menepis tangannya kuat dan menendang ya jauh.
pria tersebut hanya mundur dan kembali menyerang Cessy. Karena kalah jumlah dan Cessy tidak ada pengallaman berkelahi cukup banyak disana sudah sedikit kelimpungan.
__ADS_1
Bugh... Cessy menatap satu orang yang sudah jatuh karena ditendang seseorang. Cessy melebarkan mata menatap siapa yang datang.
Matanya tajam menatap cessy “ focus.. mereka bawa senjata.” Ujarnya tegas.
Cessy mengangguk segera melawan dua orang dan pria tersebut melawan dua orang juga. Bagian cessy satu menggunakan pisau dan satunya tidak,.
Saat cessy lengah mereka nyaris menusuk bagian perut Cessy untungnya Cessy lebih cepat dan menahan tangan si pria. Pria tersebut kaget saat cessy mengarahkan pisau itu pada temannya.
Srak. Suara mendesis keskaitan karena pisau tersbeut menusuk perut temannya sendiri. Cesys tersenyum miring menendang kuat lelaki memegang pisau dan pisau terlepas.
Cessy memainkan pisau tersbeut dna menendang kuat pria tersebut hingga ia terjatuh.
Lelaki yang Cessy tusuk kembali bangkit karena lukanya tak terlalu dalam. Tapi cessy segera menatapnya dan menendang kuat luka di perutnya. Saat ia terjatuh Cessy tidak segan menginjak luka tersebut hingga sang pria teriak kuat merasa kesakitan. Cessy menedangnya kuat dan mundur menatap mereka smeua sudah tak berdaya. Termasuk orang yang menghadapi pria membantunya tadi.
Cessy tersenyum tipis padanya.” Thanks. Loe udha bantu gue pas gue dalam darurat.” ujar Cessy tulus kepadanya,
Pria tersebut berdehem melirik Cessy yang berdiri dengan hidungnya yang berdarah. “ yah.” jelansya serak.
Morgan, dia Morgan asli yang datang untuk melihat acara yang di adakan. Tapi rupanya ia mendapatkan pandangan yang menyulitkan.
Cessy di serang.” Lain kali hati hati. Soalnya Jems punya banyak musuh.” Jelas morgan asli,
Cessy mengangguk mengusap hidungnya menggunakan sapu tangannya sendiri.” Loe kenapa kesini? Nggak takut ketahuan?” Tanya Cessuy pelan.
Morgan berdehem pelan dan menggeleng.” Nggak usia banyak Tanya. Mending loe obatin hidung loe. Mau bengkok itu.” ujarnya.
Cessy berdehem pelan melihat Morgan. Tak jauh dari Morgan ada pria yang usianya sekitar kepala dua diam dengan tatapan datar melihat keduanya. Cessy hanya diam dan menjauh ke toilet membersihkan hidungnya. Hari ini Cessy selamat entah hari esok atau kapan lagi. karena keselamatan taka da yang menjamin.
__ADS_1
Morgan mengikuti Cessy yang ke WC. Dengan telaten cessy membersihkan hidungnya dengan air.” Itu tadi siapa?” Tanya Cessy pelan melirik Morgan di belakangnya sedang kencing.,
Diam Cessy meratapi nasibnya yang melihat hal begini. Ditoilet laki laki itu untuk buang air kecil tidak ada pembatasnya. Jadi bisa saling lihat begini.