Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Berantem


__ADS_3

Caisar duduk di kelasnya dengan tenang, mencoba menaruh tasnya di dalam laci.


Brak.. Caisar mendongak kaget menatap siapa yang datang. Ada Gerry dengan nafas naik turunnya mendekati caisar.” Kai.. anjing cewek loe ngamuk. Hera mau dibunuh tuh di luar.” Ujarnya dengan nafas naik turun menarik kera baju milik caisar nanar.


Caiisar dengan linglung berdiri dan berjalan kemana Gerry membawanya, rasa khawatir sangat kental. Sampai di jalan penuh orang yang berkumpul. Caisar segera menerobos perkumpulan orang orang yang berkumpul.


Caisar menatap kaget di tengah tengah ada Disya yang sedang menjambal Hera, keadaan Hera sangat buruk, rambutnya kacau, darah dikepalanya seperti bocor. Hana memegang kepalanya menangis histeris,.


Sudah berdarah dimana mana. Disya melempar tong sampah jauh dan menatap Hana datar. “ Loe salah cari target Hana. Gue nggak suka main drama.” Ujar Disya dingin. Hana diam memegang kepalanya bergetar. Disya mengerikan hendak kembali mendekati Hera dan menghajarnya.


Hera sangat ketakutan.


Caisar segera mendekat dan memeluk Disya erat.” Sa... sadar Sa.” Ujar Caisar nanar dan khawatir melihat tindakan Disya yang sangat buruk. Disya yang dipeluk caisar menegang, disya melirik caisar yang memeluknya nanar. Caisar mengusap kepala Disya.” Udah yah..” ujar Caisar pelan,.


Amarah Disya tiba tiba reda, ia menatap Caisar dengan tatapan dingin bercampur takut, takut Caisar meninggalkan dirinya kerana sudah melihat kegilaannya tapi juga marah karena tidak bisa membunuh Hana. Caisar melirik orang untuk membantu Hana, tidak ada yang berani. Hanya Gery yang membantu Hana menjauh dari sana. Hana menangis dipelukan Gerry, benar benar ketakutan. Niat hati agar terlihat lemah dan Disya akan dimarah atau hubungan keduanya retak. Eh malah dirinya di aniaya.


Caisar membawa lembut tangan Disya menjauh dari sana. Disya diam ikut kemana saja Caisar membawanya. Diamnya Disya membuat Jeff dan Alam yang memang ada di sekolah menggeleng.” Siapa namanya Jef? Dia pacar adikmu kan?” Tanya alam tenang.


Jeff mengangguk.” Iya, namanya Caisar, dia pawangnya Disya.” Jawab Jeft. Alam menatap rumit anaknya, tadi dirinya mendapatkan telepon kepala sekolah jika putrinya mengambuk, tapi belum ia melakukan tindakan ada pemuda yang mampu menenangkan anaknya itu.


Sebenarnya itu luar biasa. Disya selama ini tidak perna ada yang mampu mengatur atau menghentikannya. Apakah Disya secinta itu kepada laki laki ini? karena itu semua hartanya ia alihkan menjdi atas nama lelaki itu dan dirinya sendiri?


" Caisar yah... " Gumam Alam melihat Disya semakin menjauh. Alam menghela nafas agak sesak juga melihatnya. anaknya lebih menurut dengan lelaki lain ketimbang dirinya, ayahnya sendiri. Haha alam.metasa tidak becus menjadi ayah kandung Disya.


Caisar membawa Disya keruangan osis. Menduduki Disya dikursi dengan pelan. disya diam menunduk enggan mnatap caisar. Caisar menghela nafas memngambil air di gallon dan menuangkanya di dalam gelas di sana. Ia memberikanya kepada Disya. Disya menerimanya tanpa meminumnya. Melirik Caisar takut. “ kamu tadi kenapa? Kenapa tiba tiba marah?” Tanya Caisar ringan dan penuh tanda Tanya.

__ADS_1


Disya meremas gelas ditangannya, melirik caisar ragu.” Dia datang datang nabrak aku dan pura pura aku bully. Jadi aku bully beneran aja biar dia tau rasa.” Jawab Disya pelan, bibirnya ia majukan karena kesal mengingat hal tadi, tapi enggan menunjukan taringnya pada Caisar.


Caiisar mendengarnya mengernyitkan dahi. Mau tidak percaya tapi dirinya tidak bisa. sebab setahunya Hera gadis yang baik, tapi di sisi lain Disya juga tidak akan pernah berbohong. Disya melihat wajah caisar yang diam mencari kebohongan di wajahnyapun mendengus.” Aku nggak boong, dia dateng dan cari masalah sama aku,,. Yah bukan salah aku kan?” Tanya Disya lagi sekarang lebih berani dari sebelumnya karena kesal tidak dipercayai,


Caisar berdehem, duduk di atas meja membiarkan Doisya duduk dikursi bawahnya. Caisar mengangguk.” Bukan masalah aku nggak percaya sama kamu Disya, aku tau kamu nggak akan bohong sama aku. Tapi yang kamu lakuin ini ngebuat kamu rugi, sebab mau kamu salah atau nggak, cara kamu yang salah., kamu nggak harus buat Hera kayak gitu.” Ujar caisar tenang.


“ kamu belain cewek itu dibanding aku?” Tanya Disya tidak terima kepada Caisar.


Caisar menggeleng.” Aku nggak akan belain cara kamu, kamu tetep salah dengan cara kamu, mau dia Hera, mau dia siapapun baik cowo maupun cewek, kamu tetap salah Disya, dan itu nggak dibenarkan.” Ujar caisar dengan kesal kepada Disya. Disya membuat anak orang sekarat bukan lagi dibully. Ini hampir mati jika dia tidak datang,.


Disya menatap Caisar datar.” Tetap aja. Kamu belain dia kan?? padahal aku selalu bela kamu mau kamu bener atau nggak, aku selalu dukung kamu harusnya kamu juga gitu dong sama aku.” Ujar Disya lagi meminta dukungan. Tidak mau Caisar memperlakukan dirinya sama seperti orang lain,


Caisar menggeleng.” Kamu bisa marahin aku jika aku salah, Disya kalo aku diem aja itu artinya aku ngebenarin hal buruk dari kamu. Aku nggak mau oke.” Ujar Caisar tegas lagi kepada Disya.


Caisar berdiri di hadapan Disya. Tatapan caisar sangat dingin dan tajam.” aku nggak ngomong gitu.” Jawabnya tegas.


Disya tetap menatap Caisar tajam.” aku tau, aku tau dia lebih baik dari aku. Aku tau.. akh.” Disya kembali menendang kursi yang dia duduk tadi keras. Matanya memerah dan tangannya terkepal . sangat marah. Ia cemburu.


Caisar menahan tangan disya. Disya menghempaskannya kuat hingga terkepas. Disya menatap caisar tidak suka.” ingat kamu punya aku, milik aku. Aku kasih apapun sama kamu, bahkan kamu jadi osis itu karena aku, aku bantu semua buat kamu. Kalo nggak ada aku kamu ajdi gelandangan di luar sana..!!!” teriak Disya nanar kepada caisar...


Caisar tertegun mendnegarnya, ia menatap Disya tersakiti dan Disya tidak tau. Disya nanar dan marah kembali menendang meja. Caisar memejamkan matanya, dadanya seperti diremas dan harga dirinya speerti tidak ada lagi. benar disya yang selalu membantunya sampai detik ini. jika tidak ada Disya dirinya sudah jadi gelandangan. Benar.


“ iya aku tau kalo bukan karena kamu aku udah jadi gelandangan,. Aku tau.” Jawab Caisra tegas. Disya yang disana terdiam menatap caisar dengan tatapan sendu. Caisar menatap Disya lebih dingin dan juga marah. “ meksipun kayak gitu aku nggak akan ngebenarin yang salah Disya. Aku nggak juga minta buat kamu kasih apapun sama aku, jika kamu mau semua yang kamu kaish silahkan kamu ambil, ‘” ujar Caisar dingin kepada disya.


Disya tertegun. Caisar terlihat benar-benar marah. Disya jadi takut, rasanya ada yang ganjal dihatinya. Caisar memalingkan wajahnya .” Silahkan kamu lakuin apapun yang kamu mau diluar sana, aku nggak akan peduli lagi. “ tegas Caisar melangkah menjauh dari sana.

__ADS_1


Disya terdiam menatap caisar menjauh.” Pang- pangeran.” Gumam Disya fufup dan nanar. tapi caisar tidak mendnegarnya. Ia masih berjalan keluar dari ruangan mereka berdua..


Disya terdiam, kakiunya terkulai dan ia terduduk. Disya memegang kepalanya nanar menatap caisar yang sudah tidak ada.” Pangeran? Pangeran marah? Ninggalin Disya?” gumamnya nanbar. Mata Disya benar benar menyirat kepedihan dan tidak terima. Ia berdehem menatap nanar ke depan. Ia menggeleng segera berdiri.


“ pangeran.. pangeran maafin sasa. Pangeran.” Teriaknya mengejar Caisar. Tapi diluar sudah tidak ada Caisar. Disya sangat takut dan kalut, ia segera berlari kearah kelas Caisar pergi tadi untuk mencari dia dimana. Disya tidak akan mau ditinggalkan oleh Caisar. Ia tidak punya siapapun selain caisar. Jika caisar hilang dan pergi dari hidupnya. Maka disya memilih mati saja.


...****************...


“ Morgan,..,!!!” Cessy baru saja ingin pulang sekolah, dipanggil Willy dan dirangkul secara mendadak membuat ia diam menatap Willy.. willy tersenyum kepadanya.” main basket yuk... “ ujarnya dengan semangat kepada Cessy.


Cessy menggeleng.” Gue nggak terlalu bisa sih. Tapi gue bisa main volly.” Ujar Cessy jujur. Willy menatap Cessy kagum dan penuh semangat,” yaudah kalo gitu,. Kita main volley aja kalo gitu hehe. Ayoklah, dilapangan pasti banyak yang main volley.” Ujarnya menarik tangan Cessy kuat untuk pergi dari sana cepat.


Cessy belum sempat menolak, keduanya sudah sampai di mobil Willy. Willy menyuruh supirnya untuk menuju salah satu tempat olaraga yang Cessy tidak tau dimana, tapi perjalanan memakan waktu selama dua pulih menit dan Cessy memilih tdiur dalam perjalanan. Willy melirik cessy mendengus.” Selalu aja kalo ada waktu tidur. Loe di rumah nggak tidur apa gimana sih?” gumamnya kesal melihat Cessy yang selalu tidur jika di dalam mobil.


“ Mo udah sampek.” Willy membangunkan cessy dengan menepuk bahu cessy. Cssy berdehem membuka matanya. mata cessy terlihat merah menatap bangunan di depannya. Ia menguap dan segera keluar menyusul Willy. Willy menggandeng bahu Cessy dan berkata.” Di dalem ada banyak atlit loe. Ceweknya juga seksi seksi. Pasti banyak yang suka sama loe nanti, secara loe kan ganteng,. Loe nggak ada niatan ajdi fakboy?” Tanya Willy geli dan menggoda Cessy.


Cessy menjadi tidak nyaman jika membicarakan perempuan, dia kan suka laki-laki” Sejujurnya gue nggak erlalu mikir cewek.” Jawab Cessy tenang kepada Willy.


Willy melotot menatap Cessy.” Loe Gay?” tanyanya dengan gamblang dan heboh membuat beberapa orang menatap keduanya.


Cessy memejamkan mata karena malu dibuatnya.” Maksud gue bukan gitu,. Gue lagi gak mikirin cewek gitu.” Ujar Cessy mencoba tenang dan juga tidak membuat Willy semakin heboh.,


Willy membulatkan bibirnya kecil.” Oh kirain loe gay. Loe ngomong gamblang banget.” Ujarnya polos. Cessy menghela nafas dan mengangkat bahu acuih. Willy melihatnya tersenyum tipis memasuki bangunan tempat olahraga, disana mereka di sambut penjaga bangunan, mereka segera daftar untuk memasuki ruangan untuk bermain volleyball. “ eh gue nggak bawa baju btw.” Gumam Cessy baru sadar kepada Willy.


Willy menunjukan tasnya dan berkata.” Gue bawa sih loe tenang aja.” Ujarn Willy tersenyum. Cessy mengangguk pelan menuju tempat bermain volleyball. Mereka harus keruang ganti terlebih dahulu. Cessy menatap tempat yang akan menjadi tempat untuk mengganti baju. Tapi kera bajunya segera ditarik oleh willy. Willy menatapnya tengil.” Eh katanya nggak mau mikirin cewek. Loe ngapain ke ruang cewek?” Tanya Willy terkekeh menunjukan palang seseorang yang menggunakan rok yang artinya itu ruang ganti untuk perempuan. Cessy agak kaget dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2