
“ dulu saat adik kedua saya kecelakaan dia memberikan seluruh uangnya untuk biaya adik saya. Tapi ternyata kurang, dan dia pun memberikan saya perusahaan yang saya pimpin saat ini. dia belum memiliki wewenang di perusahaan besar milik keluarganya. Jadi saya harus memulai dari awal. Disyapun menjual mobilnya untuk pembiayaannya awal saya.” Jelas caisar kepada Keyna dan Alka pelan.
Mereka tetap diam.” Dia diam diam juga menjual beberapa barangnya yang mahal. dia tidak bilang saja tapi saya tahu semuanya. dia tidak pulang untuk menjaga adik saya di rumah sakit. dia penguat saya disaat saya benar benar jatuh. Mana mungkin saya meninggalkan orang sebaik dia?” Tanya caisar pada Keyna dan Alka.
Keyna mengangguk pelan, paham apa yang disya lakukan sampai tidak berpaling sedikitpun darinya. “ baik yah.” gumam keyna ragu.
“ dia bisa jadi iblis untuk orang lain, tapi dia malaikat bagi saya.” Jelas Caisar dengan cepat. Tidak mengapik jika Disya orang jahat tapi tidak juga mengakuhi kejahatan Disya padanya. Bagi Caisar Disya adalah malaikat bukan iblis.
“sayang sekali Lili lamban bertemu dengan kamu yah Kai hehe." ujar Alka pada Caisar.
Caisar terkekeh mendengarnya.” Bertemu lebih dulupun belum tentu jodoh, sebab kadang mau dia duluan jika yang terakhir jodohnya bagaimana?” “ Tanya Caisar terkekeh.
Alka mengangguk.” Benar juga.” Gumamnya.
Caisar mengangguk. “ sekarang kamu tinggal dimana?” Tanya keyna memotong lagi.
“ Dengan keluarga Fardan. Di sana adik-adik saya juga bersama mereka.” Jelas Caisar . “ adik adik saya juga sudah di angkat anak oleh mereka, apalagi adik saya paling kecil, Cleo, dia sangat di sayang di sana sampai sampaikan Fardan sangat meminta pada saya agar Cleo tidak di bawa pergi. Mau tak mau saya juga mengizinkannya. Setidaknya di usia dini begitu Cleo bisa merasakan orang tua meksipun kami tidak punya orang tua. Mereka pin orang yang sangat baik” Tegas Caisar jujur.,
Keyna mengangguk.” Jika Lili ada berapa saudara?” tanyanya.
Keyna berdehem pelan.” Lili ada tiga saudara, Cuma yang satu berada di rumah pamannya di luar negeri, dan satunya lagi ada di rumah kakek Lili. Karena dia kan penerus keluarga besar , jadi harus di didik sedini mungkin., ” jelas Keyna kepada Caisar santai,
Caisar mengangguk paham, “ tapi kenapa Lili lama banget yah ma di dapurnya? Jangan jangan dia tidur di sana lagi.” ujar Alka kepada Keyna cemas.
Keyna menggeleng pelan.” nggak tau lagi mama pa, dia tu bisa bisanya tidur dimana aja. “ jelas keyna memijit pelipisnya.
“ lah memang lili kenapa bu pak?” Tanya Caisar heran.
“ Lili itu bisa tidur dimana aja Kai. Di toilet pernah, dulu saya sama suami saya panic dia nggak leluar keluar dari toilet eh nggak taunya dia tidur di bak mandi sambil berendam, dua jam dan badannya udah pucat. Pernah juga dia tidur di depan pintu karena katanya udah terlalu capek jadi malas jalan. yang paling parahnya lagi dia tidur di sekolahnya karena malas jalan ke luar kelas.” Jelas keyna menggebu-gebu.
Caisar mendengarnya bergumam kagum.” Dia ada penyakit apa gimana?” Tanya caisar heran lagi.
“ nggak ada. Sudah kami cek dimana mana, memang dianya aja malas dan kebo jaid gitu. “ jelas Keyna kesal. “ kemarin dia makan eh tiba-tiba tidur Kai karena mengantuk. Bayangin aja tu makanan dia timpahin ke muka. “ ujar Alka menyahut sembari menggeleng.
Caisar terkekeh mendengarnya. “ udah yuk coba kita cek.” Ujar Keyna. Caisar segera mendekat dan ikut ke dapur mengikuti Keyna dan Alka mencari Lili dimana. Sampai di dapur pun mereka tidak menemui dimana Lili membuat mereka mengernyitkan dahi.
” Kalian ada lihat Lili tidak?” Tanya keyna pada pelayan dna penjaga.
Mereka menggaruk tengkuk tak gatal dan berdehem.” Di depan kulkas buk .” ujar mereka.
__ADS_1
Segera mereka ke kulkas dan terdiam melihat Lili yang bersandar di kulkas dengan es di tangannya dan tertidur memiring kekiri lemas sedangkan es krim sudah mencair dilantai.
Keyna memejamkan mata menahan amarah dan Alka memijit pelipisnya.,
Caisar menganga melihat Lili yang begitu. Benar kata orang. di dunia ini itu nggak ada yang sempurna.
Lili cantik, anak orang kaya, punya segala-galanya. Tapi kebiasaan buruknya tidur di sembarang tempat..
Usai dari pristiwa dimana Lili tidur di bawah kulkas semalam cadar dan keluarga Keyna bubar memilih untuk segera istirahat. Loli di angkat oleh Alka, dan caisyar segera memasuki kamarnya sendiri. Sampai di jam tujuh pagi Caisar kembali sudah menyiapkan makan nasi goreng. Perkiraannya mungkin Caisar hari ini akan segera mengurus surat kontrak bersama Keyna, dan besoknya ia bisa pulang.
Cessy yang di luar negeri menghela nafas pelan melihat salju mulai berkurang tapi tetap saja masih dingin dan harrus menunggu jalanan dibersihka agar dirinya bisa keluar. Cessy belum bisa pulangs ama sekali sedangkan Jems dan juga Faren sudah memintanya untuk pulang.
‘ dinding banget Mo. Mau makan mie nggak?” Willy memasuki kamar Cessy dengan tanpa permisi.
Cessyy menghela nafas pelan, ini yang ia tak suka, kaget kadang dirinya lagi ngapain kan, ia melirik Willy yang mendekatinya dengan pakaian biasa saja, sebab memang rumah ini sudah di atur temperature suhunya. Bisa hangat dan juga dingin.
“ yuk.” Ujarnya Cessy pelan.
Willy segera menggandeng tangan Cessy untuk keluar menuju dapur untuk masak mie, Cessy hanya diam menatap tangan Willy yang menggandnegnya tenang. Mereka mengambil mie yang ada dipatri dan membuka untuk kebutuhan sendiri.
“ gue mau pakek jamur lah.” Ujarnya willy mengambil beberapa jamur.”loe mau pakek jamur nggak Mo?” ia melirik Morgan yang diam saja melihatnya.
” Loe tau ngak sih mo? Kadang tu gue ngerasa suara loe agak berubah ubah, kadang kayak cowo, kadang kaya cewe.” Ujar willy dengan enteng kepada cessy.
Cessy mendengarnya melirik Willy berdebar kaget. Willy terkekeh.” Nggak papa. Santay aja sih Mo. Gue Cuma bilang gitu---
srak.. argh.
Cessy kaget saat dimana kaca tempat penyimpanan makanan bagian atas pecah, willypun meliriknya kaget dan mengerjab mematung.
Cessy segera menarik Willy menjauh.”loe ngak apa apa?” tanyanya dengan gemetar kaget.
Willy menggeleng. Tar.. agh.. cessy tersetak merasa tubuhnya ditarik oleh willy kuat dan memeluk dirinya. Cessy berdehem sejenak dimana Willy menariknya menjauh dari sana. Willy meringis merasakan peluru itu jatuh tidak mengenai kulitnya sama sekali.
“ Mostafa..!” teriak willy menggelegar.
Sampai semua seluruh penjagaan di sana keluar. Cessy terlanjur shok mengerjab menatap Willy yang menyembunyikan ya di ruangan tak jauh dari dapur, seperti kamar yang tertutup. “ itu tadi? Ada yang nembak? Willy loe nggak apa?” Tanya Cessy menatap Willy shok dan takut.
Willy mengangguk mengusap kepala cessy.” Santai aja gue nggak apa apa kok. Itu paling musuh papa.” Ujarnya mengusap kepala Cessy tenang.
__ADS_1
Cessy menatap Willy dengan raut sulit.” Tenang? Loe udah bisa hampir dibunuh?” Tanya Cessy lagi pada Willy shok. Itu tidak lah hal yang membanggakan untuk diceritakan, itu hal buruk tapi Willy biasa saja saat mengatakannya?
Willy menghela nafas pelan. mengangguk pelan.” terakhir gue pernah di culik dan hampir di jual ke Negara luar, Cuma nggak tau gue. tiba tiba gue udah balik aja lagi gitu ke rumah.” Ujar Willy serius.
“ kok bisa? di selamatkan sama bapak loe?” Tanya Cessy kepada Willy dengan nanar dan penasaran.
Willy mengangkat bahu acuh.”maybe.” ujarnya. Iabtak yakin hal itu, sebab ia bahkan ingat bagaimana kagetnya sang Yah menemuinya di kamarnya.
Cessy menghela nafas pelan mengeratkan tanganya ditangan Willy.”lain kali loe harus lebih hati hati, kalo kematen loe bisa selamat belum tentu besoknya loe selamat lagi.” ujarnya pada Willy khawatir. Di kejar pembunuh begini, satu dua kali selamat adalah keberuntungan,
Willy tersenyum tipis menatap tangan Cessy memegang tangannya tulus. Ia mengerjab pelan menatap pulangnya, rasa rasanya selalu begini.
” Willy..!!!” teriak dari luar yang ternyata ayahnya membuka pintu kasar. Andess memegang bahu anaknya dengan nanar dan juga takut.” willy kamu nggak apa apa?” tanyanya kepada wyilly khawatir.
Willy mengangguk pelan menatap papanya.” Nggak apa apa kok pa.” ujarnya pelan.
Andes menghela nafas pelan.” syukurlah.” Ia memeluk kepala anaknya dengan khawatir.
Cessy hanya diam ditempatnya menatap Andes dan juga Willy yang saling berpelukan.’” Tadi papa sedang metting online, tapi mendnegar suara tembakan itu membuat papa kaget dan segera kemari, rupanya kamu dalam keadaan nggak baik. Willy lain kali kamu harus lebih berhati hati.” Ujar Andes lagi pada anaknya.
Willy mengangguk pelan.”iya siap papa. Kan Willy satu satunya calon penerus keluarga, semisal kalo willy kenapa napa siapa yang bakal nerusin perusahaan dna kekayaan papa mama? Kan nggak mungkin di sumbangin gitu aja?” Tanya Willy terkekeh.
Andes mengangguk.” Yah semua ini punya kamu, jadi kamu harus lebih berjhati hati.” Andes tidak mengapiknya sama sekali.
Andes melirik Cessy yang diam saja.” Kamu nggak apa apa Mo?” tanyanya Andes pada Cessy cemas. dirinya terlalu khawatir pada anaknya jadi lupa jika ada orang lain juga disini,.
Cessy mengganggeleng pelan.” tidak apa apa Om.” Ujar Cessy.
Andes menghela nafas pelan.” syukurlah. Kalian di sini saja, kami akan cari tau dulu siapa dalangnya. Ingat cessy dan Morgan jangan pergi jauh atau keluar rumah dulu, polisi belum bisa ke sini karena cuaca, dan lagi pelaku belum ditemukan. Papa takut nanti dia akan kembali menyerang.” Jelasnya Andes tegas kepada Willy dan Cessy.
Willy mengangguk bersmaa cessy.” Papa pergi dulu yah..” Andes segera pergi usai mencium kepala anaknya. Willy mencebikkan bibirnya melihat ayahnya yang menjauh.
Ia memilih duduk di kasur yang ada di sana.” papa itu memang gitu, sembarangan cium cium. Kan gue cowo. Loe jangan bilang gue anak mami yah gara gara gue di cium atau di manja sama mama papa gue.” ujar Willy pada Cessy yang diam saja di tempatnya.
“ siapa bilang gue bakal ngejek loe?” Tanya Cesys pada Willy dan mkengambil tempat didekat tempat api unggun, disana ada korek api dan juga bahan untuk membakar kayu.” Harusnya itu adalah hal yang membanggakan buat loe. Punya orang tua yang penuh cinta itu karunia yang terindah, dan nggak semua orang bisa nikmatin hal itu.” ujar Cessy tenang.
“Loe nggak pernah jadi gue aja sih Mo, gue tu selau di kawal pas kecil, selalu di buat kayak anak kecil. Kadang gue malu aja, berasa nggak bisa dewasa.” Ujarnya Willy pelan pada Cessy.
“ Itu artinya papa loe sukses kasih perhatian dan kasih sayangnya sama loe. Loe bisa dewasa dengan cara menyikapi kasih sayang orang tua loe ke jalan yang lebih positif. Salah satunya loe nggak boleh ngecewain mereka. Loe nggak ngelakuin hal yang buat mereka murka. Dan loe jadi anak baik dan penurut. Terus belajar jadi anak yang diharapkan sama orang tua loe.” Jelas Cessy kepada Willy lembut usai membuat api unggun di sana. ia berbalik dan menatap Willy yang diam menatapnya.” loe cukup jadi orang yang dewasa dalam berfikir. Jangan ngeluh, hidup loe itu jauh lebih baik dari yang loe bayangin..!!”
__ADS_1