Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Anak baru


__ADS_3

Keduanya sampai di rumah caisar tempati,. Disana keduanya segera keluar dan di sambut oleh dava yang berdiri di depan rumah. Dava tersenyum melihat kakaknya sampai.” Kak sini aku bawa barangnya pasti cape kan.” dava segera membantu caisar membawakan koper milik Caisar.


Caisar tersenyum.” Makasih yah Dava.” Ujarnya... " Oh iya jangan lupa oleh-oleh juga jangan tinggal yah. " Ujar Caisar. Dava terlihat berbinar mendengar ada oleh-oleh.


Dava mengangguk dan membantu kakaknya untuk membereskan semua barang barang mereka.


“ Oh iya. Gimana keadaan Cleo?” Tanya Caisar. Baik Disya maupun Dava menegang mendengarnya.


Dava dengan gugup melirik Disya agar Disya menjelaskannya.” Cleo jalan jalan sama om Fardan sama Bibi Dwi. Katanya ke singapur biasa.” Ujar Disya mencoba lebih tenang.


Dava diam memilih masuk ke rumah agar tidak ditanya. Disya mendesis mengapa pula dirinya yang di libatkan. Jika caisar tau dirinya berbohong kan hanya dirinya yang terlihat bohong,.


Caisar mengernyitkan dahinya.” Kenapa jalan jalan? Kan Cleo belum akhir semester. Gimana sama sekolahnya? Dan kenapa Om Fardan nggak chat atau kabarin aku dulu mengenai membawa Cleo jalan jalann.” Ujarnya Caisar bingung dan juga sedikit tidak nyaman. Caisar merasa jika ada yang disembunyikan oleh mereka dengan nya,


Disya mengangkat bahu acuh.” Mungkin karena mereka ada tugas mendadak di sana jadi mau nggak mau bawa Cleo kan kamu juga pergi buat selesaikan proyek kamu, kalo Dava kamu sendiri kan tau konidisi dava gimana, kalo sama aku kamu tau sendirilah aku gimana dimata orang lain dan kalo sama Fadly mungkin kurang kopenten juga buat jagain Cleo., mending sama mereka mungkin biar bisa lebih diawasi dan juga di jaga,” jelas Disya senatural mungkin kepada caisar.


Caisar mengangguk paham dan juga yakin sekarang.” ya juga yah. yaudah nanti coba aku Tanya sama mereka kapan pulangnya.” Ujar casar memilih masuk. Disya menghela nafas legah mendengar jawaban Caisar.

__ADS_1


Syukurlah jika caisar tidak lagi marah atau menanya nanyai dirinya. Diisya takut jika harus berbohong kepada caisar.


“ jadi Morgan alis Momo ini adalah cucu dari Jems yang membuat proposal ini dan mengajukan proposal ini untuk bekerja sama dengan kita?” Tanya Bram dengan tenang melihat poroposal yang dikirimkan kepadanya itu. sudah lama tidak membaca proposal dari keluarga tersebut dan terakhir karena ia menyelidiki latar belakang Morgan membuat ia baru tau jika kembali ada proposal dari keluarga Jems. Sudah sangat lama Jems itu ingin meminta kerja sama mereka perusahaan miliknya tapi belum pernah di ACC karena di anggap kurang kopenten baginya.


Sekretarisnya mengangguk.” Benar tuan, dan ini juga yang saya katakana kemarin proposal yang sangat rapi bahkan hampir tidak ada celanya dalam penulisan ataupun isi. Tapi tuan segera menolak saat tau ini dari perusahaan J.” ujarnya tenang dan tegas.


Bram mengangguk mendengarnya membaca setiap detail proposal tersebut. Bram mengernyitkan dahinya tenang melihat semua bait isi dan semua kata kata yang ada di dalamnya. Bram tidak yakin pemuda itu yang membuatkan proposal sebagus ini. bahkan jarang dari yang berpengalaman dalam membuat proposal sebagus dan sedetail mungkin.


Pagi hari sudah seperti biasa. Caisar harus sekolah, tidak ada waktu untuk istirahat seharipun. Tidak lupa sebelum pergi ia mengantar Dava kesekolahnya sejenak. Dava melihat kakaknya yang terlihat benar benar lelah sebenarnya tidak tega tapi mau bagaimana lagi., lagian memang sekarang sekolah keduanya tidak jauh, dan searah. “kak kalo capek kakak istrahat aja, nanti kalo ada kerjaan Dava bantuin yah.,” ujar Dava dengan cemas.


Caisar mengangguk mengusap kepala Dava. Memberikan uang seratus ribu kepada Dava.” Yang rajin yah. jangan malas, “ ujarnya. Dava dengan sungkan menerima uang tersebut dan menyalami tangan kakaknya. Ia melirik kebelakang dan tersenyum nanar. ah dulu bodoh sekali dirinya dan adik adiknya memilih ibu dan ayahnya. Melipakan jika selama ini Caisar lah yang selalu ada dan mendukung mereka dan menghidupi mereka.


Caisar itu idola perempuan dan juga laki-laki dimana ia berada.


” Caisar...” caisar menoleh melihat Hana yang berjalan mendekatinya. Caisar menatapnya penuh tanda Tanya.


Hana tersenyum menyelipkan anak rambutnya kebelakang, terlihat ditangannya ada banyak buku yang artinya dirinya juga baru sampai.” Urusan kamu udah selesai yah mangkanya udah sekolah lagi.” ujarnya dengan lembut.

__ADS_1


Caisar mengangguk sembari berjalan. Hana mengikuti langkahnya.” Iya syukurnya udah.” Jawab Caisar santai saja.


Hana tersenyum tipis.” Gimana acara kita dua Minggu lagi? udah selesai semua?” Tanya Caisar kepada Hana. Dua minggu lagi itu acara champion ship antar sekolah. Yang ajdi tuan rumahnya adalah skeolahnya dan yang menjadi panitianya adalah anak anak osis dan juga beberapa orang pilihan dari sekolahnya. Caisar sih ACC saja kemarin.


Hana mengangguk menatap Caisar tidak enak.” Karena kamu nggak masuk selama dua bulan ini, yang jadi ketua panitia anak baru, katanya dia dulu mantan ketua osis juga mangkanya jadi dia deh yang ngatur acara.,” ujar Hana sedih dan menceritakan hal ini tak enak pada caisar.


Caisar mendengarnya mengernyit heran.” Ada perombakan? Kan kemarin aku suruh fadly yang gantiin aku dan jadi ketua acara. Kenapa jadi ganti anak baru? Siapa anak barunya?” Tanya caisar agak tidak senang. Sebenarnya bukan tidak senang karena apa apa. Hanya saja bagi Caisar, semua harus ada konfirmasi lagi sama dirinya. Tapi ini tidak ada, baik dari sekolah maupun dari Fadlynya.


Hana menggeleng cepat.” Bukan kami yang ganti tapi pak Dayat. Katanya diganti kalo Fadly dinilai kurang kopenten. Kan kamu tau image Fadly gimana dan kalo dia yang jadi ketua takutnya acara nggak bisa jalan. Mangkanya diganti sama mereka jadi anak baru. Ini anak Baru nama Cio, katanya dia juga suka deketin Disya.” Ujar Hana lagi bercerita menggebu-gebu. Dengan kata lain guru kurang percaya akan kinerjanya Fadly. Karena memang Fadly sangat buruk Dimata para guru.


Fadly suka membolos, bicara kasar dan tidak sopan


Belum lagi perilaku buruknya yang lain.


Caisar mengernyitkan dahinya.” Cio?” sepertinya dia belum pernah melihatnya. Caisar mengangguk saja dan menatap hana.” Makasih yah informasinya.” Ujarnya tenang.


“ kamu nggak marah kalo Disya digodain dan di deketin cowok ?” Tanya Hana menghentikan Caisar yang hendak melangkah menjauh. Kening Hana mngernyit heran. Ia pikir Caisar akan marah besar.

__ADS_1


Caisar menatap Hana dengan tatapan bingung.” Kan dia yang godain Disya. Lagian emang dia punya nyawa berapa?” Tanya caisar terkekeh sebelum benar benar pergi meninggalkan Hana. Hana menghela nafas menatap caisar menjauh. Ia mendengus kurang suka, sialan memang sih Disya ini. sudha buruk rupa dapatnya caisar pula. Hana tidak suka.


Hana sudah menyukai caisar sejak lama, lagian memang dirinya lebih ungguk, cantik, putih tinggi dan juga anggun dari pada Disya yang jauh dibawahnya, sosok yang mengerikan, temperamental. Memang Disya dan Caisar tu tidak ada cocok cocoknya sama sekali. Yang cocok dengan Caisar itu dirinya. Hanya dirinya


__ADS_2