Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Takut kehilangn


__ADS_3

Disya mondar mandir di depan ruang tamu rumah caisar nanar, ia menggigit kuku kukunya nanar sebab memang sangat khawatir pada Caisar. Ingin rasanya Caisar membanting semua yang ada di rumah ini. tapi jika ia banting bisa saja Caisar tambah marah dan murkah padanya. Disya takut sekali jika begini... ia takut caisar meninggalkan dirinya, ia takut Caisar sudah tak lagi ingin bersamanya.


“ kak ngapain sih kak mondar mandir dari tadi disana?” Tanya Dava baru selesai masak, ia masak untuk makannya dan semua orang, tapi melihat Disya mondar mandir disana membuat ia tidak nyaman. Apa yang membuat Dsya sepanik itu?


Disya melirik Dava memelas.” Caisar.. kemana?” tanyanya nanar dan sendu.


Dava menggeleng pelan.’” kak ehm.. dava nggak tau sih. Mungkin ada urusan, kalo nggak salah kan sebentar lagi ada pestival di sekolah kakak.” ujar Dava jujur. Ia pikir caiisar aka nada rapat. Caisar sering pulang larut karena hal itu.


Disya menghela nafas pelan.” tadi udah pulang orang rapat.” Gumam Disya memilih duduk. Wajah disya benar benar gelap seperti langit yang akan menurunkan hujan. Disya sangat takut caisar kenapa napa dan juga pergi darinya.


Dava menghela nafas memilih duduk di kursi di depan disya.” Emang kalian lagi berantem yah?” tanyanya pelan kepada Disya. Dilihat dari wajahnya,,. Disya terlihat sangat takut dan sedih, pasti ada hal nya kan?


Disya melirik Dava dan menitihkan air mata yang sudah dipelupuk mata sejak tadi. Dava melihatnya melotot. Disya benar benar gunda, perasaannya kalut dna takut.” tadi gue ngomong hal buuruk dan buat pangeran marah, terus dia pergi hiks hiks. Pangeran marah sama Sasa.” Gumamnya lirih. Disya gemetar memeluk dirinya sendiri.


Dava melihat Disya begini gelagapan, mencoba menenangkan disya.” Emang kakak ngomong apa sih kak? Kak Caisar jarang marah loh kak. Kalo dia marah berarti kakak kelewatan ngomongnya.” Jelas Dava dengan tegas.


Disya semakin menjatuhkan air matanyta. Dava semkain gelagapan, takut melihat Disya menangis. “ tadi hiks hiks gue nggak sengaja ngomong buruk, tadi gue marah dan ngomong yang nggk seharusnya hiks hiks. Dava gimana ini? gue nggak mau kehilangan pangeran? Gue cinta sama dia.” Ujar Disya menangis nanar kepada Dava.


Dava menatap Disya bingung, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.” Gue nggak tau kalk. Tapi kak caisar tu jarang marah beneran, dan dia kan baik. Nggak bakal lama lama kok marah sama kakak disya. Sekarang mungkin memang lagi ada urusan diluar. Kakak tenang aja yah, nanti bicara baik baik sama kak Kai. Pasti dia maafin kok.” Ujar dava jujur. Caisar bukan pedendam, ia selalu mudah memaafkan orang lain. Jika bisa dimaafkan Caisar tidak akan mempersulit seseorang.


“ tapi pangerannya dimana? Disya takut hiks hiks.” Disya menangis nanar mengusap air matanya yang jatuh.” Disya Cuma punya pangeran. Kalo pangeran pergi disya juga mau pergi hiks hiks. Disya cembruu mangkanya disya ngomong gitu. Disya nggak suka pangeran belain cewek lain hiks hiks. Maafin Disya.” Ia menangis terus terusan membicarakan Caisar yang marah tadi.


Dava menghela nafas mencoba mengusap lengan disya, sosok mengerikan ini menangis karena kakaknya. alay sekali juga bahasanya.


Disya diam disana menatap Dava nanar.” dava harus janji sama Sasa, kalo nggak akan terima kakak ipar selan Sasa yah. harus sasa kalo nak dava nggak boleh punya kakak ipar.” Ujar Disya memaksa. Dava mendengarnya agak mendelik juga. Kenapa memaksa sekali dipendengarannya Dava.


Disya menatap dava tajam membuat Dava mau tau mau mengangguk.” Iya. Lagian siapa yang bisa kalahin kak disya.” Tanya Dava gelagapan.

__ADS_1


Disya mengangguk dengan kuat.” nggak ada dan disya yang paling kuat dan paling pantes, soalnya pasangan itu harus saling melengkapi, contohnya Disya sama pangeran. Pangeran miskin disya yang kaya.” Ujar Disya dengan polos. Dava mencebikan bibirnya, mau membantah tapi ada benarnya juga. “ Kalo Caisar malaikat Disya evilnya.” Jelas Disya menangis pelan.


Dava tersenyum tipis mendengarnya, lah benar lagi ucapan Disya. Mengakui jika dirinya iblis nan jhat dan menakutkan. Dava hampir meledakkan tawanya. Disya mengusap air matanya.” kalo pangeran baik Disya yang jahatnya, dan kalo Caisar yang pinter Disya yang bodohnya. Kami itu saling melengkapi dan pasangan yang klop nggak bisa dibantah lagi hiks hiks.” Ia menangis sembari tertawa dengan ucapannya sendiri,


Dava terkekeh pelan mendengarnya. Disya mendengar kekehan Dava mendelik tajam.” kenapa ketawa? Itu faktanya yah. Disya dan Caisar saling melengkapi,, jadi nggak ada yang lebih pantes buat pangeran selain Disya. Soalnya kalo nggak sama Disya lebih baik pangeran nggak nikah aja. Disya bakal bunuh semua cewek yang bakal di dekat pangeran.” Ujarnya dengan dingin.


Dava mendengarnya ucapan Disya merasa bulu kuduknya merinding. Ia menggeleng pelan.” sifat kakak yang gini buat kak caisar enggak suka. kak cobalah buat nggak buat kakak mengerihkan.” Ujar Dava pelan mencoba memahami apa yang harus Disya rubah,


“ cinta itu harus saling melengkapi dan saling terima.” Ujar Disya santai.” Disya aja terima pangeran apa adanya.. masa pangeran nggak bisa terima Disya apa adanya. Disya kaya raya loh dan pangeran miskin. tapi Disya tetap suka dan cinta. Karena Disya tulus, jadi pangeran juga harus terima Disya apa adanya...” jelas Disya mengerjab tenang.


Dava menghela nafas. cobalah jangan menyangkut pautkan dengan kata miskin kan, taulah mereka ini miskin tapi tidak meski harus diulang ulangi perkataanya.” Kak kalo di depan kak Caisar jangan bilang gitu yah. soalnya kalo dibilang miskin memang kami miskin kak. Cuma kalo terlalu jujur gitu rasanya agak nggak enak di denger.” Ujar Dava dnegan tenang. Disya mengerjab polos.


” mending kita makan aja dulu kak. Udah malem, kalo kak caisar pulang nanti kita langsung ngobrol aja.” Lanjut dava tidak mau melanjutkan lagi pembicaraan dengan Disya yang menurutnya menguji iman dna hati,


Disya menggeleng pelan.” gue nggak laper, gue bakal tungguin pangeran aja. Tapi kalo loe mau bawain makananya kesini boleh deh.” Ujar Disya tenang. Dava menatap disya malas, bilang saja mau makananya dibawa kesini. Dava menghela nafas. semoga saja disya ini bukan kakak iparnya kelak yahh. Kalo jadi kakak iparnya Dava tidak tau seposesif apa dia dengan Caisar nanti, sedangkan Caisar sendiri orangnya santai dan tidak terlalu posesif, caisar itu perhatian.


Disya mengerjab pelan.” tapikan gue kaya jadi biasanya makan sayur lebih banyak ketimbang nasi. “ kan loe masih di rumah orang miskin, jadi harus terima lah. “ jawab Dava mendelik.


Disya diam mendengarnya.” Tadi katanya terima apa aja dari kak Kai. Harus terimalah hidup miskinnya.” Ujar dava dengan kesal.


Disya malah terkekeh mendnegarnya.” Iya miskin.” dava mendelik.


Disya kurang ajar.!


...----------------...


Hari sudah pagi. Cleo sudah pulang bersama keluarga Fardan Dan juga Dwi, keadaan cleo juga sudah lebih baik dan juga tidak lagi ada yang sakit. Perban dimatanyapun juga sudah dilepas, tapi saat sampai di rumah Cleo mendadak senang dan juga riang melepaskan diri dari gendongan Fardan melihat ada Caisar.” Abang..!!!!” teriak cleo.

__ADS_1


Caisar tersneyum menyambut pelukan Cleo.” Cleo turun nggak boleh gitu loh.” Ujarnya tidak suka pada cleo yang tiba tiba turun seperti itu. itu benar benar menguji iman dan jantungnya sebagai seorang ayah. Cleo memeluk Caisar riang dan Caisar mengangkat tubuh Cleo.


Caisar menyentik hidung Cleo.” Nakal yah. lihat tu papa teriak lihat kamu yang bikin orang jantungan. Lain kali hati hati yah.” ujar Caisar gemas kepada Cleo.


Cleo disana terkilik merasa hidungnya geli. Ia menatap caisar dan mengangguk.” Iya abang. Maafin yah. tadi Cle kaget dan seneng lihat ada abang disini. Cle kan kangen sama abang.” Jelas Cleo polos kepada caisar. Ia mengusap dada bidang kakaknya dengan riang.


Caisar tersneyum.” Abang juga kangen sama Cle. Cle jalan jalan nggak ajak ajak abang.” Ujar Caisar.


Cleo agak kaget juga melirik fardan dan Dwi. Fardan dan Dwi mendekat dan tersneyum pada Caisar.” Maaf yah KAI. Kami tiba tiba ajak Cleo keluar negri, soalnya ada urusan dan nggak bisa ditinggalkan. Mau ninggalin Cleo di rumah sama fadly atau Dava kami takut, soalnya kamu tau sendiri kan keadaannya.” ujar Fardan menduduki diri di sofa tempat dimana caisar duduki.


Dwi mengangguk menyetujui ucapan suaminya.” Iya. Fadly suka keluyuran kemana mana, dan lagi kalo ditinggal sama Dava kami takut Davanya sibuk, diakan juga harus sekolah. Kami juga mau ngabarin kamu tapi kayta papa kamu masih kerja dan itu kerja pertama. Kami nggak mau membebani kamu.” Terangnya kepada caisar. Mereka berusaha untuk menutupi masalah Cleo kemarin dari Caisar. Sebab dimata mereka Caisar sudah menanggung banyak beban, enggan menambah beban lagi.,


Caisar meringis tidak enak kepada Dwi dan Fardan. “ maaf yah ma pa, karena Caisar bikin kalian repot. Caisar nggak enak sebenarnya.” Fardan dan Dwi bukan siapa siapanya, tapi mereka sangat banyak membantunya, dimulai dari Farel yang ditampung dirumah ini, lalu ada Cleo juga yang ada disini. Mereka sangat banyak terbebani karena dirinya.


Fardan menatap caisar tidak suka.” kamu ngomong apa sih? Kami nggak ngerasa repot. Justru adanya Cleo di sini kami jadi benar benar terhibur.” Ujar Fardan kepada caisar.


Dwi mengangguk.” Karena Cleo keluarga kami jauh lebih baik dari sebelumnya. Mama yang harus ngucapin terimakasih banyak sama kamu, soalnya karena kamu dan Cleo kami sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.” Jujur Dwi pada Caisar tulus. Benar semenjak ada Cleo mereka bisa berkumpul dan menjadi keluarga yang seperti orang orang diluar sana. Duulu boro boro memiliki keluarga bahagia, sehari saja tak ada mereka melewatkan dengan tenang. Satu hari pasti ada saja yang diributkan.


“ wey Cle udah pulang?” Tanya Fadly mendekati Clo memeluk Caisar.


Cleo tersenyum kepada Fadly.” Iya abang. Cle bawain oleh oleh buat abang dan abang Caisar. “ ujar Cleo menunjukan arah paperbag yang ditaro supir di dekatnya Fardan.


“ asik.... maaci.” Fadly mencium kepala Cleo dan mengusapnya. Cleo tersenyum. Caisar mengusap kepala Cleo dengan senang. Syukurlah adiknya yang cleo memiliki kehidupan yang lebiih baik. Sebab cleo paling kacil diantara mereka,


Jangankan mendapatkan keluarga yang bahagia. cleo bahkan masih dalam keadaan merah dibuang bersamanya, ia yang mengurus dan memberi susu. Caisar harus membagi waktu untuk bekerja dan mengurusinya. Saat itu Cleo kadang juga harus minum air beras yang sedang direbus karena caisar tidak mampu membelikan dia susu formula.


Bersyukur keadaan Cleo sekarang jauh lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2