Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Bertemu di acara


__ADS_3

Caisar menjauh dna mengusap air matanya, memilih ke luar acara. Air matanya jatuh karena merasa sakit memiliki orang tua begitu jahat.


Caisar lebih tidak tega melihat adik-adiknya hidup tanpa orang tua sedangkan, ibu dan ayahnya masih hidup!


Hati Caisar sangat melankolis. Bukan berarti dirinya tidak bisa berprilaku buruk. Ibunya adalah trauma terbesar Dalam hidup caisar. Hidup Caisar buruk karena orang tuanya. Punggungnya terlalu berat memikul beban karena orang tuanya.


Pukk puk. Caisar menoleh menatap sosok menepuk pundaknya.


Keyna, keyna dan Alka menatapnya dengan sendu dan juga sayu., caisar di sana mengusap air matanya nanar menatap keyna dan Alka tersenyum.” Kamu nangis saja tidak apa apa kalo begitu berat Kai.. kami paham, dan kami akan menemani kamu.” Ujar Alka kepada Caisar di hadapannya sendu.


” Dan kamu bisa menceritakan sakitnya kamu lalui dengan kami.” Lanjut Alka tegas kepada caisar.


Caisar di sana memegang dadanya sakit, terasa nyeri, memilih mengangguk. Tidak bicara banyak tapi dari tangisanya terdengar begitu menyakitkan. Keyna menghela nafas mengusap pelan pundak caisar.” Kamu punya berapa adek Kai?” Tanya Keyna pelan.


Caisar mengusap air matanya pelan.” saya punya empat adik, dua laki laki dan dua perempuan.” Ujarnya pelan.


“ wah pasti adik adikmu sangat tampan dan cantik, “ jelas keyna.


Caisar terkekeh mengangguk.” Benar, mereka sangat berkilau. Kalian jika bertemu dengan adik adik saya pasti sangat suka, apalagi saya punya adik paling kecil, tubuhnya bulat seperti b4bi.,” ujar Caisar.


Keyna dan Alka malah tertawa lepas mendengar jawaban Caisar. “ kamu memuji atau menghina adikmu Kai?” Tanya Alka pelan.


Caisra terkekeh dan mengusap wajahnya yang masih basah” ayoo masuk. Berdampingan dengan kami agar tidak ada yang berani menganggumu.’” Ujar Alka kepada Caisar.


Caisar menatap Alka dan Keyna terharu, orang nomor satu tidaklah sombong seperti yang orang lain katakan, rumornya mereka bertangan besi tapi mereka terlihat tulus,.


Mengangguk setuju, begini setidaknya dirinya tidak sendiri. Andrian sudah bersama keluarganya untuk pembukaan acara.


Acara begitu besar dan dihadiri oleh orang orang penting, memperkenalkan hotel baru dan juga acara pertunangan sekaligus, saat memasuki acara Caisar bisa melihat keluarga Andrian yang berdiri di depan acara dan menatap semua orang ramah, ada Andrian juga yang tersenyum tertekan


Sosok tunangan di sebelah Andrian juga terlihat murung dan sedih karena hari ini dirinya dipaksa tunangan sedangkan ia sudah punya pujaan hati. “ selamat malam semua,” acara dimulai oleh keluarga Andrian.


Caisar tersenyum bertepuk tangan, duduk dipusaran keluarga nomor satu membuat ia duduk di paling depan. Alice, di sana menatap semua orang malas, dipaksa tunangan oleh kakaknya hal paliung burujk. Lirikannya tertuju pada laki laki bagian paling depan, ia menyupitkan mata, tersenyum lebar.


Caisar... ia hendak berteriak dan mendekatinya tapi tidak jadi saat Alea dan Bram menahan dirinya agar tidak keluar atau berbuat ulah. Alice hanya bisa bungkam dan diam menatap caisar yang jauh di sana,.


“ Acaranya sangat bagus, itu calon istrinya juga sangat cantik, tapi dia terlihat sangat kurus.” Bisik bisik orang terdengar menilai acara. Acara berjalan begitu khidmat dan juga tenang. Sampai pada peryukaran cincin.,


Caisar ikut tersenyum melihat Andrian yang memasangkan cincin pada perempuannya. Dimata caisar perempuannya sesekali meliriknya, membuat dirinya heran, apa mereka slaing kenal?


Caisar memilih menghiraukan hal itu dan tidak begitu pedulikan apa yang dirinya rasakan. mungkin hanya the javu

__ADS_1


Acara selesai, seluruh orang di sana di perbolehkan untuk makan dan melanjutkan cara lain yakni acara party atau bahkan sekedar menjilat, banyak sekali orang yang hendak bicara pada alka dan keyna. Tapi keduanya hanya mengangguk, sesekali hanya berdehem. Caisar jadi semakin kagum melihatnya.


“ haloo..”


Caisar melirik perempuan yang mendekatinya, menaiki satu alisnya dengan tatapan Tanya. Tunangan Andrian di sana tersenyum lebar menatap caisar.


” Kamu Masih ingat aku nggak?” tanyanya Alice kepada Caisar.


Caisar melirik nya dengan alis terangkat, mengingat siapa Alice dalam kehidupannya. Tapi ia tidak mendapatkan jawaban apapun.


Berselang beberapa waktu Bram dan Alea mendekati Caisar dan bram tersenyum pormal.” Oh hjalo Kai. Maaf yah anak saya ganggu kamu?” Tanya Bram pada Caisar menarik Alice untuk menjauhi Caisar. apa kata orang anaknya baru saja tunangan tapi mendekati laki-laki lain kan.???


Alice menggeleng.”nggak papa, Alice kenal sama dia, dia yang dulu selamatin alice.” Ujarnya kepada Bram.


Caisar mendengarnya semakin tak tau, “ kapan? Kok saya lupa?” Tanya Caisar.


Bram dan Alea menatap Caisar dan Alice bertanya. Alice menunjukan tangan caisar.” Kamu dulu bantu aku yang hampir diperkosa, premannya bawa golok panjang banget, terus karena kamu lindungin aku kamu deh yang kena bacok. Itu kalo nggak salah dibagian lengan kamu, aku maish ingat kok.” Ujar alice kepada Caisar serius.


Bram dan alea menatap alice dengan kaget, “Oh jdi itu Caisar yang bantuin kamu?” tanyanya. Mereka tidak pernah lupa Alice yang pulang dalam keadaan menangis tersedu-sedu karena hampir dibunuh dan diperkaos oleh laki laki yang tidak dikenal. Untungnya dibantu oleh laki laki yang baik. ingin melindungi anak mereka dari laki laki jahat itu,


Caisar mengerjab pelan mengingat hal itu.” oh kamu anak kecil itu, maaf aku lupa.” Gumam Caisar tersenyum tipis,.


Caisar melebarkan mata menatap tingkah buruk Alice.


Ehem..suara deheman membuat semua menatap suara yang datang. Caisar melihat ada Fardan dan juga Disya yang datang,. Matanya melebar menatap tatapan Disya yang sangat dingin dan tajam. dia pasti marah karena Alice sembarangan pegang pegang. Melirik Fardan yang seakan tak tau apa apa.” Eh Disya. Kamu di sini?” Tanya caisar gugup., dengan cepat menepis tangan Alice membuat Alice shok


Disya melirik Alice yang menatap Disya dengan tatapan Tanya. “ yah... pangeran.” Ujar Disya memiliki jedah dan penekanan.


Menyentu Pundak Caisar dan mengusapnya pelan seakan menghapus jejak tangan alice.” Pangeran nggak kangen sama Disya?” Tanya Disya manja dan menatap Caisar penuh dengan tatapan manja.,


Caisar mendapatkan Disya yang begini menghela nafas pelan, menduduki Disya di sebelahnya.” Kangen dong. Sini aku kenalin dulu sama orang orang yah.” ujar nya.


Disya tersenyum lebar dan menurut. Menatap alice dan keluarga remeh. Alea dan Bram menatap Disya melotot tak suka, beraninya dia.


“ Disya jaga sikapnya. Mereka rekan kerja aku.” Ujar Caisar menekan disya.


Disya mengangguk polos menatap Alea dan Bram. Caisar tersenyum pada leluarga Bram. Alice tak lepas tatapanya dari Disya yang menatapnya remeh.


Tanganya benar benar terkepal melihat hal itu. “ ini namanya Om Bram, ini nyonya Alea istrinya dan ini alice anaknya. dulu pernah sempat bertemu, jadi dia tadi megang bahu aku buat cek bekas luka, dan ini Disya tunangan saya pak bu.” Ujar Caisar kepada Bram dan Alea menunjukan Disya.


Disya berdiri dari duduknya dna menyalami tangan Bram dan Alea dengan sopan.” Halo tante. Om. Saya tunanganya caisar. Maaf yah datang datang buat masalah.” Ujar Disya dnegan manis.” Habisnya saya kesal melihat caisar yang dipegang perempuan tapi diam aja, “ ujarnya melirik Caisar dnegan tatapan dingin.

__ADS_1


Caisar ditatap begitu mendelik. Bram dan alea disana malah terkekeh melihat tingkah lucu caisar.” Kamu lucu sekali hehehe. Tapi kalo aku jadi kamu aku juga pasti akan cemburu, siapa yang tidak cemburu kalo pria kita di sentuh perempuan.” Ujar Alea kepada Disya dengan kekehan.


Disya mengangguk semangat.” Yah kan tante. “ ujar disya. Alea terkekeh mengangguk, Alice disana menatap hal itu geram. melirik Disya tak mau kalah.


Tapi kekasih Caisar sangat cantik, berpenampilan anggun dan manis, rambut yang diikat dengan rambuit curly berwarrna brown, kaki jenjang dan wajah imut. Dirinya sedikit insecure.


“ eh ada Disya.,” Andrian mendekati disya mengejek.


Disya menatap Andrian bengis tak suka.” kenalin Disya. Ini tunangan saya.” Ia mengedipkan satu mana menunjukan alice.


Disya menatapnya mengejek.” Oh kirain kamu suka Caisar.” Ujar Disya ceplos.


Suara tawa Andrian terdengar nyaring mengusap kepala Disya. “ ih jangan pegang pegang. Kepala Disyakan botak, kalo wighnya jatuh awas yah..!” ujar Disya menepis tangan Andrian.


Andrian mendengar ucapan diaya semakin terbahak dan disambut Caisar dan Fardan. Bram dan alea melongo melihat disya yang bicara terlalu jujur.


” Kamu botak?” Tanya alice dengan remeh.” Oh jadi ini Cuma wigh?” dengan sengaja dirinya menarik rambut Disya membuat semua bisa melihat Disya yang botak shok


“ alice..!!” Bram menatap anaknya kaget sebab kekurang ajaran anaknya." Keterlaluan kamu!!!" Tekannya pada sang anak.


Disya menatap Alice malas.” Iya aku botak. Tapi kata pangeran aku tetap cantik, yah kan pangeran?” disya merangkul tangan caisar dengan polos.” Makasih yah udah bantu bukain wighnya. Soalnya bikin gerah dan panas.” Ujar Disya polos lagi.


Alice mendengarnya menatap Disya geram. Harusnya disya marah bukan begitu. Bram dan Alea menatap disya dnegan rasa bersalah tadinya menjadi helaan nafas pelan.”maaf yah nak caisar anak kami memang kurang didikan keras. Kami akan mendidiknya jauh lebih baik lagi lain kali. Maaf yah mak Disya. Kami pergi dulu.” Ujar Alea menarik wighnya Disya di tangan anaknya dan memberi pada Caisar. Alice menatap tajam Disya yang menbatapnya remeh. Tapi Bram menarik tanganya begitu kuat sampai tak bisa berkutik.


Caisar menggeleng pelan membawa kepala Disya mendekati dirinya. Disya diam menatap Caisar yang kembali memasangkan dirinya wigh dengan benar,. Melirik orang orang menatap Disya shok dan juga kagum. Disya hanya diam saja.


” Yaampun disya disya. Kamu ini dimana mana bikin heboh saja.” Ujarnya pelan.


Disyaratkan tersneyum lebar.” Yaudah ayok duduk, kamu makan dulu.” Ujar Caisar lembut,


“ aik aik.” Disya mengangguk dan menurut.


Fardan melihat hal itu shok berat. Tadi saja disya itu bicaranya keras dan marah marah terus. Tapi lihat dnegan caisar dia seperti anak baik begitu.,


” ini tunangan kamu kai?” Tanya Keyna yang dari tadi menjadi penonton setia. Disya melirik Keyna dengan alis terangkat


Caisar mengangguk.” Iya bu.” Ujar Caisar memberikan Disya kue dan minum.


Keyna menatap Disya menghela nafas malas.” Yah padahal mau saya kenalin sama anak saya. Anak saya can...Tik loh.” Suara Keyna memelan melihat aura disya yang mematikan. Keyna tersenyum miring melihatnya.


Aura yang Disya miliki adalah aura membunuh yang kental..... Keyna tau hal itu.

__ADS_1


__ADS_2