
.” Pangeran tidak usaha baik dengan orang asing.. “ Ia menahan Pangeranya bicara. Entah kenapa Ia merasa Karen tidak baik dan tidak bisa dipercaya. Disya sosok yang tidak mudah mempercayai orang lain. Ia mencintai Caisar juga bukan tanpa alasan hanya satu kali tatap langsung suka. hey sebelum dia semakin memupuk asa cintanya ia juga sudah mencari info tentang Caisar sebanyak mungkin.
Karen menatap Disya dengan tatapan tajam dan tak suka, Caisar disana meringis mengusap kepala Disya.”Hey tenanglah. Aku hanya bertanya bukan melakukan hal yang merugikan.. sini kamu sini.”Ia mengusap kepala Disya menenangkan. Disya melipatlkan tanganya didada dan mencebik menatap karen tak kalah tajam.
“Mau nggapain To The point. Saya tidak suka basa basi..” Cessy angkat biara setelah keduanya beribut. Ia melirik kakaknya dan kekasihnya mengeleng.
Karen menatap Cessy dengan mengerjab.”Ohhh saya keisni mau berterimakasih kepada Caisar.. dan ingin membalas kemurahan hatinya karena sudah membantu saya.” Ia disana menatap caisar dalam dan juga penuh harap.
Caisar menaikan satu alisnya menatapnya. “Tidak usah tuan. Saya ikhlas kok membantu..” Ujarnya disama pelan.
Karen menggeleng tegas.” Saya menolak penolakan.. ini hanya hadia kecil dari saya.. Gibran berikan dia hadianya.” Gibran yang diperintahkan maju memberikan kertas yang berisikan cek kosong dan tanda tangan Karen. Caisar disana tidak tau itu yang namanya Cek, demi Tuhan Caisra tidak tau. Ia hanya berfikir jika itu nota belanja atau pun kertas baisa.
Caisar dan Cessy menatap Karen polos. Disya? Ia menaikan satu alisnya tajam. “Emm anu tuan, maaf ini apa hehe? Apa tuan menyuruh kami menghitung uang atau bagaimana?”Caisar disana membolak balikan kertas ditangannya menatap sang Karen.
Karen mengernyit mendengarnya, sesaat baru sadar.”Oh tidak. Itu cek kosong, dan ada tanda tanganku. Kau hanya perlu menulis angka yang kau mau disana sebagai tanda terimakasih ku. “Ujarnya dnegan terkekeh. Caisar dan Cessy benar-benar polos.
Caisar dan Cessy kaget mendengarnya. “ Tuan tidak perlu, ini terlalu berlebihan aku tidak membutuhkan uangmu da--- srekk.. "
Tangannya Caisar yang hendak mengembalikan vek itu diambil oleh Disya yang tersenyum lebar. Cessy yang masih polos mengernyit melihatnya.
Plak.. Disya menpuk pundaknya Caisar pelan dan terkekeh mengambil pulpen didalam tasnya. “Ayolah jangan begitu Munafik... anggap saja ini hadiah darinya dan kamu harus memanfaatkanya pangeran.” Ia menuliskan angka yang baru saja ingin ia tulis. Disya menghela nafas memutar bola mata malas.
Tapi Caisar segera menahan tanganya menatap Disya menggeleng.”Sasa tidak boleh. Aku membantunya secara ikhlas kok beneran.. ini kembalikan dengannya.”Ia ingin mengambil lagi cek itu, segera ingin mengembalikan kepada sang pemilikmnya didepanya.
__ADS_1
Disya disana menolak dan segera menarik cek itu lagi sebelum Caisar mendapatkannya. Disya menatap Caisar melotot dan mendorong dada Caisar.”Oh ayolah pangeran... jangan begitu naïf. Kau tau didunia ini terlalu banyak orang yang menyesal itu karena apa? Karena terlalu naïf dan juga terlalu baik..!! "
Plak—plak plak..”Ia menjentikan tanganya menimbulkan bunyi menatap Caisar tersenyum iblis. “ jangan cari penyakit. Berhenti berkata kamu ikhlas membantu. Ikhlas itu dari hati. Ikjhlas bukan berarti tidak menerima hal yang kita butuhkan. Kita buruh uang untuk operasi adikmu. Kita harus membawanya keluar negeri.”Ujarnya tegas.
Caisar mendengarnya memelas menatap Disya. Disya disana tersenyum miring dan juga membalikan tubuhnya.”Disya kita akan mendapatkan uang dari hal lain bukan dengan uangnya bap-“
“Terus mau menunggu adikmu meninggal dulu baru mendapatkan uang? Kau pikir mendapatkan uang semudah membalikan telapak tangan? Hey pangeran kamu adalah sebagai bukti yang menumnjukan kerja keras selama 10tahun tapi tetap miskin..!!! uang tidak semudah itu didapatkan dan nyawa adikmu bukan lagi hal yang bisa dipermainkan.!!! “Ujarnya Disya membentak keras pada Caisra. Caisra naïf. Ia membenci sifat itu.
Caisar demi apapun terdiam merasa di ulu hatinya tertusuk belati karena ucapan Disya snagat merendahkanya dna memukul talak dirinya. Cessy yang melihat kakak-kakanya berteriak dan juga adu mulut segera mengambil cek dari tangan Disya. Disya yang tak siap menatap Cessy dengan tatapan kaget.
“Cessy kembalikan itu kepada dia. Kita tidak berhak.”Ujarnya tegas pada Cessy.
Cessy tersenyum pada Caisar.”Maaf kak, kali ini izinkan Cessy menjadi orang egois...”Ujarnya dan segera menyimpan Cek itu. Disya tersenyum mereka menatap Cessy, Cessy disana menaik turunkan alisnya kepada Disya menandakan jika mereka satu jalan. Disya mengedipkan satu matanya pertanda ia bangga.
Karen disana melihat perdebatan didepanya mengerjab saja. Ia bisa menyimpulkan jika Ciasar orang yang memiliki hati yang tulus, bersih dan sangat suci. Tak ada kehitaman dihatinya. Lalu Disya ternyata perempuan kekasihnya Caisar. Ia disana baru tau juga jika sikapnya Disya sangat bertolak belakang dengan Caisar. Otaknya realistis, tidak suci dan murni, terisi dengan sesuai yang ia inginkan. Dia licik.
Bukankah mereka sangat tidak cocok?
Lalu ada perepuan bernama Cessy. Cesys itu perempuan yang juga baik dan murni, tetapi ia juga menjadi licik dikarenakan keadaan. ia bisa menyimpulkan jika hanya Caisar yang paling tulus diantara mereka.
“Tuan maafkan adikku dan juga emmm Disya.. maafkan kami kami memang sedang membutuhkan uang untuk adik kami.” Caisar cukup ragu mengatakan Diisya pacarnya tetapi jika bilang teman nanti Disya akan salah paham dan berakhir berkelahi. Ia tak menyukai kesalahpahaman.
Karen mengernyit kan keningnya pura-pura tidak tau.” Kau? Adikkmu sakit apa?”Tanyanya dnegan pelan kepada Caisar. Ia hanya memancing Ciasar untuk bicara dan bercerita sendiri.
__ADS_1
Caisra tersenyum tipis menghilangkan sesak didadanya.”dia kecelakaan diseminggu yang lalu tapi sampai sekarang tak memiliki kabar. Dia saat ini sedang kritis.”Ujarnya lirih. “Dan dia juga harus melakukan operasi lebih lanjut untuk pengendalian otaknya dan jantung. Itu sedikit memakan banyak uang hehe.”Ujarnya terkekeh pelan.
Karen mengangguk pelan.”Aku turut berdukacita akan adik kalian yang sakit. Semoga cepat sembuh.”Karen mengangguk pelan. Gibran? Ia menatap caisar lekat, ia merasa sangat kaum dan juga sangat menyukai Caisar. Ralat dia normal hanya saja ia sangat menyukai hati murni seperti Caisar, ia juga penyuka cerita jalan hidup Caisar yang penuh kegigihan.
Caisar mengangguk.” Amien terimakasih doanya tuan.” Ujarnya pelan.
Karen mengangguk menatapnya. Disya dan Cessy disana tersenyum memamerkan cek yang sudah tertulis angka yang cukup besar disana. Caisar bahkan melotot menatapnya.
Berapa angka?
sembilan? sepuluh?
” Ku lihat sepatumu harganya ratusan juta. Jam yang harganya milyaran. Ku kira ini bukanlah angka yang kecil bukan?” Tanyanya Disya pada Karen. Karen disana menatap cek yang terisi itu diam.
Disya tersenyum iblis...!
Ayolah dia antagonis
.
.
.
__ADS_1
.