Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Healing


__ADS_3

Cessy memasukan kedua tangannya di dalam jaketnya tenang melihat ada yang menjual es krim, pelan ia mendekat tukang es krim, tatapan cessy terlihat biasa saja di depannya. Teralih pada sosok yang duduk di taman sendirian sembari menatap kosong di depan. Cessy tersenyum miring melihatnya. Segera ia mendekat dan berdiri di dekat wanita tersebut.


Wanita itu mendongak mengerjab, sesaat setelahnya tersenyum saat tau jika itu adalah Cessy.” Morgan ngapain di sini?” tanyanya pelan sembari mengerjab pelan.


Cessy meliriknya dan memberikan es krim yang berada di kantong pelastik pada alice. Yah dia alice yang duduk di sana menggunakan baju rumah sakit dan sandal biasa. Alice tersneyum lebar melihat es krim ditangannya, mendongak menatap Cessy semangat.” Makasih Momo.” Ujarnya dan memeluk momo dengan erat. Dirinya tadi ingin beli tapi tidak punya uang.


Cessy tersenyum tipis menepuk pelan kepala Cessy.. Cessy melepaskan pelukannya dan membuka es krim yang diberi Morgan. Cessy duduk di sebelah Alice dan mematap ke langit terasa silau. “ kamu ngapain di sini?” Tanya Cessy pelan. Baju yang dikenakan Disya adalah baju rumah sakit.


Alice meliriknya dengan tenang meskipun begitu terlihat ia mencari jawaban.” Kamu kabur lagi?” Tanya Cessy dengan alis terangkat. Alice gelagapan melihat tatapan Cessy. Cessy tersenyum tipis melihatnya.


” Aku nggak kabur kok, Cuma jalan jalan sebentar terus nanti balik lagi deh.” Jelas Alice dengan semangat dan juga menatap lagi es krimnya.” Kalo aku nggak kesini pasti nggak ketemu sama Momo, kalo nggak ketemu Momo pasti aku nggak bisa makan es krim. Soalnya kalo di rumah nggak boleh makan es krim, katanya takut fileg.” Jelas alice dengan polos dan sendu.


Cessy mengangguk, dulu dia juga tidak boleh makan es krim. Ralatnya bukan tidak boleh tapi tidak mampu. Ketika punya uang jangankan makan es krim, beli beras saja sulit. Hmm memang yah setiap orang itu punya masalah masing masing,. Jadi selagi masih bisa bersyukur kenapa harus mengeluh? “ Nanti jika sudah makan es krim minum air putih banyak banyak biar nggak sakit tenggorokan, atau segera minum air hangat.” Jelas Cessy dengan tenang.


Alice melirik Cessy dan mengangguk “ ayay Captain.,” jelas alice tersenyum semangat.


Cessy mengangguk mengusap pipi Alice yang terlihat berantakan terkena es. Alice gelagapan dan salah tingkah dibuatnya. Cessy menghela nafas.” jika kamu sembuh kamu mau apa?” Tanya cesys tenang.


“ aku nggak mau banyak hal kok, panjang umur pun tidak pernah berharap. Aku hanya ingin punya banyak teman.” Ujar Alice tersneyum masam.,” jalan jalan sama teman teman, bisa sekolah dan di sukai sama teman teman sekolah. Aku mau jadi anak anak normal.” Jelas alice nanar dan sesak. Tulus dari hatinya sendiri akan hal tersebut.

__ADS_1


Cessy tersenyum. Mengeluarkan HPnya. “ aku mau main, main time zone, kalo nggak boleh capek capek aku mau main capit capitan boneka, yang bisa hasilin boneka. Aku mau ambil sebanyak banyaknya. Karena nggak boleh main basket aku mau main basket di timezone. Main air air SMA teman. Kayaknya seru deh.” Ujarnya semangat sembari menyantap es krimnya tenang.,


“ oh iya. Main motir motor juga kayaknya. Itu yang bisa dibawa keliling mall.. atau bisa juga kekonser Exo. Aku mau konser dan teriak teriak sama temen temen. Aku mau sembuh.” Gumam Alice dengan memelankan kata kata terakhirnya. Tampa ia sadari hal itu masih di dengar oleh Cessy. Alice menghela nafas dan menatap cessy dengan damai.” Aku mau ketemu sama kakaknya Momo, hehe mau bilang terimakasih sudah membantuku saat itu.” jelasnya tulus.,


Cessy mengangguk pelan.” dan jika semuanya sudah terpenuhi. Apakah kamu akan berusaha dan akan berjuang untuk sembuh?” Tanya Cessy tenang dan pelan kepada Nya. Alice mengangguk semangat.” Jika aku punya banyak teman aku akan terus berusaha untuk sehat.” Jelasnya dengan semangat.


Cessy mengangguk pelan mendengarnya ucapan Cessy. “ bro. kenapa ngajak ketemu di sini katanya mau man..eh eh loe sama cewek?” willy datang tiba tiba dengan baju casualnya. Kaos putih over zize pendek dengan celana jins pendek selutut berwarna kuning dan topi kuncup berwarna putih. Sepatu berwarna putih. Dia terlihat sangat tampan.


Alice meliriknya dan mengerjab pelan. cessy menatap Willy dan tersenyum.” Duduk, kenalin ini temen gue namanya Alice. Bisa dipanggil Lia.” Ujar Cessy kepada Willy.


Willy agak salah tingkah menyalami tangan alice. Alice pun gugup menjabat tangan alice. “ gue Willy temennya Morgan.” Ujkar Willy kepada Alice tenang.


Alice tersenyum tipis kepada Willy.” Hari ini katanya loe ngajak gue mincing??? Jadi nggak?” Tanya Cessy kepada Willy. Willy melirik Morgan dan duduk menyempit duduk di dekat Morgan.


Cessy berdehem merasa jika Alice tidak nyaman dengan ulahnya Willy.” Gue ajak dia sekalian. Nanti kita jadi kan bakal bakar ikan di sana.” Ujar Cessy juga kepada Willy.


Willy mengangguk semangat.” Boleh boleh. Gue juga udah bawa semua beralatan buat bakar bakar makanan yang loe pesen kok, ada gril juga dan beberapa kuah buat bikin tomyam. Pokoknya lengkap. Skuylah.” Jelasnya menarik tangan Cessy.


Cessy tersenyum melirik alice.” Loe ikut kan?” Tanya Cessy dnegan pelan. ketika ada Willy ia berbahasa loe gue karena memang Cessy tidak mau ada gossip diantara keduanya.

__ADS_1


Alice mendengarnya menunjukan binarnya.” Mau. Boleh emang?” Tanya Alice kepada Cessy manja.


“ kenapa nggak? Ayok?” ujar cessy merangkulnya.


Alice hampir meloncat kegirangan mendengarnya. “ aku nggak pernah mincing loh.” Jelas Alice terkekeh.


“nggak apa apa, kita mincing juga Cuma buat gabut doang. Ini ahlinya mincing, terakhir dia dapat lima ekor gede gede. Segede ini.” Willy menunjukan ukuran tangannya yang melebar sebesar ikan yang dulu Cessy dapatkan.


“ nggak segede itu cuy. Paling segede iini. Loe kok membesar besarkan fakta.” sahut Cessy menunjukan tangannya yang menunjukan besaran ikan yang dirinya dapat. seukuran sepatu yang 40. Segitulah yah.


“ lebih gede tapi pancingannya keburu putus. Ikan Tomang kalo nggak salah loe dapat.” Jelas Willy dengan heboh kepada Cessy.


Cessy menatapnya malas.” Itu udah kabur duluan ikannya, nggak diitung.” Jelas Cessy malas.


“ tetep diitung. Kan hampir dapet dan terkena pancingan loe ngab.” Jelasnya Willyt kesal.


” tapi katanya ikan tomang nggak boleh dimakan loe.” Jelas Alice dengan pengetahuannya.


“ emang iya? Kenapa?” Tanya Willy dengan heran kepada alice.

__ADS_1


Alice mengangguk.” Iya soalnya belum dimasak haha.” Aliuce tertawa melihat Willy dan Willy malah ikut tertawa mendengar alice yang mencoba melawak.


" Anjir receh juga loh haha.." Willy memukul pundak Alice dan Alice pun malah kembali tertawa. Cessy memandang mereka menggeleng. humor mereka sangat tipis.


__ADS_2