Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Disya jahat


__ADS_3

Cleo melangkah cepat menuju raung tamu karena mendnegar jika kakaknya Caisar disini.”Kakak..!!” Teriaknya cepat sampai hampir jatuh jika tidak ditangkap oleh Disya yang disamping Caisar tapi itu tak menghentikan langkah kecilnya mendekati Caisar. Caisar melihatnya tak bisa mengendalikan senyumnya langsung menyambut hangat adiknya dalam pelukan.


“kakak. Cle kangen kakak, kenapa tidak kesini satu minggu ini?”Tanyanya merajuk menatap kakaknya. Caisar tak bisa menahan diri untuk tidak mencium pipi adiknya berkalikali. Ia memangku Cleo yang duduk menghadap dirinya.” Yaampun maafin kakak yah sayang, Kakak tu kangen banget sama kamu, tapi ada urusan diluar.” Ujarnya dengan sedikit tak enak.


Cleo menghela nafas.” Kakak sibuk tapi tidak apa-apa, janji yah harus sering jenguk Cle. Cle kangen kakak resanya seperti tercekik.” Ujarnya dnegan lebay. Fardan disana mencebikkan bibirnya.,


”Darri mana belajar bahasa alay Memang acle pernah dicekik?” Caisar terkekeh mendengarnya.


Cleo mendelik.” Pernah sama trip iblis... Beneran kok rasanya kayak tercekik, dadanya Cleo tu rasanya sesak terus entah kenapa air matanya jatuh begiitu saja bagai hujan yang datang tanpa bilang.” Ujarnya alay.


“Yaampun Cle kamu kok bisa aja ngomong puitis gitu.” Ujar Fadly gemas. Cisar tergelak mendengar adiknya.


Cleo disana tersneyum mereka.” Tadi Cleo belajar Puisi dan Cle dapat nilai seratus, kalian tau? Cle diuajak lomba minggu depan mewakili sekolah untuk memperingati hari ibu kita kartini loh.” Ujarnya bangga.


“Wahhh beneran?” Tanyanya Caisar.


“Aiikkk.” Ujar Cleo dengan mengangguk-angguk semangat.


“Pinter banget adik kakak, kami harus belahar yang rajin yah biar nanti bisa menang.” Ujarnya Caisar.


Cleo mengangguk disana melirik Disya yang ia lupakan.”Omo-omo ada kak Sasa juga. Uh kangen.” Ia berpibdah kepada Disya.


Disya disana tersenyum tipis menyambut Cleo. Cleo menepuk pipi Disya keras. Disya kaget dibuatnya.”Kakak Sa tau tidak tadi Cle udah balas dendam yang kayak kakak ajarin kemarin. jadi Cle masukin kodok didalam tasnya Romi dan kawan-kawannya, sampai mereka menangis. Matanya Romi dikencing sama kodok loh.” Ujarnya semangat mengingat kejadian tadi siang.


Disya disana melotot beserta Caisar menatapnya kaget.”Kamu ngajarin apa Sa?”Tanya Caisar pada Disya kaget.


Cleo melirik kakaknya.”Kak Disya baik kok ngajarin Cle buat berani, kemarin Cle udah bayar semua tuntas, dulu Cle dibully karena trio iblis tapi sekarang mereka dibully karena Cleo. Dan kemaren Cle Cuma kasih pelajaran sama mereka.. “ Ujarnya semangat melirik Disya.”kak Sasa keren.”Ujarnya semangat.

__ADS_1


Disya menaiturunkan alisnya. Tenggotokannya terasa kelu takut Caisar marah karena ia mengajar kan hal yang jahat Ia tersenyum sepat.”Iya dong. Mangkanya Cle tidak boleh takut pada siapapun oke, kamu harus berani jangan biarkan orang lain bisa macam-macam sama kamu, tunjukan pada dunia jika Cle itu tidak boleh disakiti oleh siapapun..” Ujarnya dengan tegas sembari menepuk-nepuk kepala Cleo pelan.


“Aik-aikkk..” Ujar Cle mengepalkan tangannya.


Fardan. Fadly dan Caisar menatap Disya datar dibuatnya”Tapi kodok bahaya loh sayang. Apalagi kalo kamu yang dikencingin gimana? Mata kamu bisa buta tau nggak.”Ingat Caisar disana menahan rasa khawatir miliknya pada Cleo.


“Bener itu.” Ujarnya Fadly melirik Disya.


”Dia tu tidak usah loe ajarin yang enggak-enggak. Nanti kalo Cle jadi jahat Kayak loe gimana? Nggak ada yang mau jadi temennya Cleo kayak loe. “ Ketusnya tak senang.


Cleo disana mendengus.”Kak Fadly jangan marahin kak Sasa. Cle banyak kok temannya dan kak Disya temennya Cle, jadi tidak usah marahin kakak Sasa.” Ujarnya memeluk Disya.


Disya tersneyum miring. meski dalam hati ia tak bisa menahan luka yang tergores hanya karena kata-kata, ia memang sebatang kata, tak punya keluarga yang menyayanginya, tidak punya teman karena tak ada yang berani padanya. Hanya sekarang saja ia merasa hangat memiliki keluarga milik Caisar. Itupun ia yang mengejar dan ia juga yang mendekat.


Caisa melirik Disya.” Ly kamu ngoong jangan begitu.” Ujar Caisar mengalihkan tatapan Disya pada Caisar dengan tatapan sendu.


” Kadang didunia ini tu udah ada jalan masing-masing, nggak meski punya temen kalo pada dasarnya temen menyakitkan. Yang kita butuhkan tu adalah orang yang tulus. Dan loe dikelilingi oleh banyak orang sekalipun belum tentu ada yang tulus kan? bahkan lebih menyedihkanya ketawa dan terasa bahagia ditengah kebulshitan.” Ujarnya.ia memeluk bahu Disya.


“Hiyakkk.. Bugh.” Fadly jaget ketika ia merasa perutnya dipukul Cleo.”Itu akibatnya udah bikin kak Sasa sedih. Hemm.”Ia melipat tangan diatas dadanya mendekati Disya.


Disya diam meliriknya tak bisa menahan diri untuk tak terkekeh.”Sayang kak Sasa banyak-banyak. Kak Sasa punya Cle dan kak Kai kok. Jadi jangan sedih sedihh yah.” Bisiknya menahan tangis, ia sangat tau rasanya kesepian dikalah kehilangan kleluarganya dulu.


Disya mati-matian menahan hati untuk tidak mengeliuarkan kelemahannya. Ia mengusap pipi Cle. Caisar disana tersenyum mencium tangan Disya. Disya meliriknya memeluk Caisar tak tahan menahan air matannya. Fadly melihatnya tertegun. apakah ia bicara sangat jahat? Fardan? Ia menghela nafas melirik anaknya.


Fadly menghela nafas.”Gue juga jahat kok Sa. Maafin gue.”Bisiknya. Tapi Disya tak mengindahkannya.


Cleo mencibir.”Hahah kena marah kak Sasa. Awas aja nanti kak Disya pukul sampek bunyi Bughh didada bang Fadly baru tau rasa.” Ijarnya mengejek. Disya tak bisa menahan kekehan nya mendengar Cleo. Cleo disana menyengir saja mengusap kepala Disya dipelukan kakaknya.

__ADS_1


“Udah-udah tidak usah berkelahi, ingat kalian ada pada satu misi. Fadly dan Disya kalian satu tim untuk mengungkapkan kasus Farel dan Rafael, dan Caisar kamu fokus mengembangkan perusahaan dan proyek ini. Caisar beban kamu mungkin terdengar paling ringan tapi pada faktanya tidak, ada banyak perusahaan yang sayapnya sudah sangat besar. Jadi kamu harus berusaha semaksimal mungkin. Nanti saya akan membantu kamu, Gefry juga akan memperkenalkan perusahaan kamu. Kami akan menanam saham untuk proyek besar ini, besok kamu ikut saya untuk mengikuti rapat rekan bisnis dan kamu kenalkan bisnis yang kamu janjikan supaya ada banyak yang tertarik kepada kalian. Ini kesempatan besar buat kamu.”Ujarnya.


“Dan Cleo. Kamu sekolah yang benar, jangan buat ulah dan jangan membuat hal yang merugikan diri kamu sendiri oke sayang.” Ia menatap Cleo lembut.


“Aikaik..” Ujar Cle mengangguk.


Caisar tersenyum menatap Disya yang tetap diam meski tidak menangis. Fadly? Ia mengangguk menghela nafas. “Kembalilah kekamar kalian untuk istirahat. “ Tegasnya Fardan.


“Tapi Cle mau makin sama kak Kai.” Bisiknya melirk Caisar. Ia memainkan rambut Disya lirih.” Kak kai udah lama tidak main bersama Cle. Cle rindu. Cle mau makan disuapi sama kakak.” Bisiknya lirih.


Caisar mendengarnya menatap Cleo murung, kepalanya terasa sangat berat, ada banyak pekerjaan yang harus ia seleseaikan, apalagi ia masih sekolah. Hendak menolak ia tak tega menatap adiknya yang berdarah kekecewaan, cukup ia saja hidup tanpa aksih sayang orang tua.


“Boleh sini sayang.” UUjar Caisar. Disya bangkit dan Cleo meliriknya tersenyum riang.


“Kerjaan dan proposal kamu sudah selesai Kai?”Tanya Fardan lirih melihat Caisar yang terlihat lelah. Ia tau seberapa lelahnya Caisar tak tega melihatnya.,


Caisar tersenyum.”Nnati bisa saya bergadang saja. Yang penting Cleo terlebih dahulu pa. kami keluar yah. yok Dis.” Ujarnya menggendong Cleo. Dan menggandneg tangan Disya, disya tersneyum senang mengangguk mengikuti sang kekasih.


Fardan menghela nafas melirik Fadly. Fadly melirik ayahnya sendu.”Kamu ikutilah Caisar, dia sangat lelah, kamu bantulah mereka. Anggap dia saudara kamu..” Ujarnya pergi.


Fadly tersenyum sendu. Bahkan jika dikatakan Disya paling menyedihkan disini ia tak kalah menyedihkan..


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak yahhh...


__ADS_2