Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Hangat


__ADS_3

Bugh..”Sialan loe.. anjing sini loe mati..!” Teriak keras oleh Martvel meninju wajah Rafael.


Rafael terkekeh mengusap pipinya yang berdarah. Marvel kembali memukulnya tapi tertahan.


Rafa memegang kepala Marvel kuat mencengram rambut Marvel hingga sang lawan me dongak tak berkutik dan Brak.. “Ini karena mulut bauk loe. Brak.. ini karena loe keluarga gue hancur.. dan Bugh.. ini balasan dari gue karena selama ini gue diam aja... mati loe mati.!” Rafa tak lagi bisa menahan amarahnya hingga lupa, ia memukul kepala Marvel berkali-kali diatas meja. Marvel tak diberi kesempatan untuk melawan barang sedikitpun.


“Lepas woy lepas.. Dia bisa mati..!!!” Ketua kelas angkat angan memisahkan keduanya. Jhoni disana pun memisahkan keduanya. Tapi Rafa terlalu kuat. ia menendang Jhoni yang memerainya dan kembali dengan aksinya. membenturkan kepala Marvel ke atas meja keras, sekuat tenaga.


Semua panic melihat wajah Marvel yang bercucuran darah. “Rafa udah. Dia bisa mati dan loe masuk penjara woy..!” Teriak ketua kelas. Rafa melepaskannya namun dengan cara menghempaskannya keras sampai tubuhnya terkena kursi orang lain.


Rafa menahan nafas . rasa ingin membunuh melambung tinggi. “ Loe selamat hari ini.”Gumamnya dengan pelan. lalu memilih pergi, ia tak boleh semakin membuat kakak-kakaknya kesusahan.


Marvel? Ia sudah diam tak bisa lagi berkata-kata. Kepalanya terasa sakit akibat benturan. Tubuhnya lemas dan berakhir pingsan.


Rafa diam nerjalan melewati banyak yang menatapnya, ia menghela nafas mengusap kepalanya. Ia kelepasan bagaimana jika ia dilaporkkan ke polisi atau ia dikeluarkan dari sekolah? Ia menghela nafas kesal lagi. Ia harus bagaimana sekarang? bahkan ia hanya bisa jadi beban untuk kakaknya.


...----------------...


Disisi lain Cessy diam menghela nafas, jam sudah menunjukan pukul 9 malam, ia baru sudah berlatih dengan orang suruhan Faren, kekuatannya tak lagi bisa diragukan, ia tak akan bisa orang lihat sisi perempuannya, tubuh yang datar, kulit yang sudah terbakar, mata yang tajam, rambut yang pendek. Ia menatap Foto Cleo yang tertawa riang. Ia terkekeh pelan mencium foto tersebut, ia mencinta Cleo melebihi dirinya. Akhh rasa rindu ini sangat sesak, ia harus pergi mencari udara.


Saat hendak pergi ia dikagetkan oleh pintu yang terbuka menampilkan Faren, Faren menatapnya tersenyum.”Apa kabar Cessy? Apa kamu baik-baik saja? Dan bagaimana sekolahnya hmm??” Pertanyaan klasik, tetapi suara berat nan hangatnya menghantarkan kerinduan akan sosok kepala keluarga dihati Cessy.


Cessy mengangguk pelan.” Baik tuan. Dan lumayan.” Jawabnya singkat, tapi percayalah hatinya saat ini menghangat mendengar suara Faren yang memperhatikannya,


Faren mendekat dan mengusap kepalanya pelan.”Bagus, aku juga mendengarkan dari gurumu jika nilaimu selalu sempurna. Pertahankan yah.”Ujarnya lalu pergi, sebelum pergi ia berkata.”Besok kamu harus temui kakekmu karena dia ingin bicara denganmu.”

__ADS_1


Cessy menatapnya pelan memegang kepalanya, ternyata rasanya beda dengan elusan kakak yah? hehe ia terkekeh rasanya jauh lebih hangat dari kakaknya Caisar, apa seperti ni? Ia dielus saja rasanya sangat hangat apalagi jika ayah kandung.. tapiii..


Cessy menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh berfikir seperti itu. ingat jika yang membesarkannya dan merawatnya mati-matian adalah Caisar. Bukan ayah kandungnya, bukan ibunya dan bukan siapapun. Hanya kakaknya, kakaknya yang susah.


Ia melangkah keluar dari kamarnya, mengendap endap melewati balkon kamarnya, melirik kebawah sangat curam, ia merangkak mencari cela dan yah ia bisa lewat melakui tiang pinggiran kamarnya.. ahhh tepat ia keluar.


Beberapa menit berkalan menyelusuri taman mansion, ia bergegas duduk dikursi, ia menatap malam yang kelam, sampai tak terasa jika sudah sedari tadi ada sosok yang duduk di sisinya. “ Sepertinya bintang lebih menarik dibanding saya.”


Cessy terkaget sampai hampir terjungkal, ia menatap sang empu horor, lalu menghela mafas. “Kakek,,,” Gumamnya lirih memegang dadanya.


James menatapnya dnegan datar.”Kenapa seperti itu sekali kaget wajahmu? Apakah wajahku semenyeramkan itu ha?’Tanyanya Jem dengan ketus.


Cessy menatapnya dengan menggeleng menahan nafas.”Kakek mengagetkanku, apalagi kepala kakek yang sudah berwarna putih. Kakek tidak mirip hantu tapi kakek lebih mirip arwah.” Ujar Cessy pelan. ia tak sadar ucapannya masih bisa didengar Jem.


“Jadi aku miirp arwah?”Tanya Jem.


“Eh anuh kek hehe. Aku hanya berjanda kok.”Ujar Cessy dengan menggaruk lehernya tak gatal.


Jem mendengus.” Bulshit, dasar pembual.”Ujarnya kakek jem menatap bintang.


“Kenapa tidak jujur saja? Aku juga tidak akan marah.” Lanjutnya pelan.


Cessy melirik kakek Jem, ia menggeleng.”Tidak marah tpi mengamuk kan?”Tanyanya.


Jem menatap Cessy dengan tajam, lalus setelahnya keduanya tertawa keras bagai apa yang mereka cakapkan adalah hal yang menarik.”Kau benar-benar yah..” Ujar sang kakek lirih.

__ADS_1


Cessy tersenyum tipis menatap sang kakek tertawa. Kakek Jem menghela nafas.” Kenapa kau malam malam disini? Kau merindukan seseorang?”Tanya kakek Jem pelan.


Cessy mengangguk pelan.”Yah.. aku merindukan seseorang, sangat..”Gumamnya pelan tapi suaranya terdnegar lirih. Cessy menghela nafas supaya tidak menangis.


Kakek Jem menatapnya juga tak kalah lirih.” Kenapa? Apa kamu merindukan anakku?”anak yang ia maksud adalah ibu dai Morgan. Ibu angkat. Cessy hanya berdehem saja sebab tak bisa menjawab sesungguhnya. Kakek Jem menghela nafas.” Kau hanya anak angkat apalagi aku ayahnya. Putri kecilku yang aku cintai.”Gumam Jem pelan lirih. Menatap bintang lirih.


cessy menatap kakek Jem terkekeh”Kek kata seseorang jika kita merindukan orang yang tiada ihatlah bintang, cari paling terang dan lambaikan tangan, bayangkan itu adalah dia yang kita rindukan, Itu akan membuat kita tersenyum dan menghilangkan rindu..” Ujar Cessy.


“Omong kosong seperti itu mana bisa kau ajarkan kepadaku.”Ujar kakek jem pelan tak senang.”Dengar kau itu laki-laki, harusnya kau itu tidak mendengarkan perkataan lebai semacam itu, kamu harus aksi laki-laki yang memiliki aura dan dingin nan tegas agar semua orang segan kepada,mu.!!” Lanjutnya dingin.


Cessy menghela nafas.” semua orang baik laki-laki maupun perempuan, semuanya memiliki perasaan kek, tak ada yang membedakan satu sama lain, bagaimana bisa kakek bilang begitu? Apa karena kita dilahirkan menjadi laku-laki kita tidak boleh menangis dan bersedih? Lantas apa guna Tuhan menciptakan air mata dan hati? Apa karena dilahirkan menjadi laki-laki membuat kita harus berdarah? Kek yang membuat bahagia bukan yang disegani, tetapi yang menghargai dan juga memberi kehangatan. “Ujar Cessy menghela nafas.”Dan Aku jika disuruh memilih antara disegani atau dihargai maka aku akan memilih dihargai, karena yang disegan belum tentu dihargai tapi yang dihargai sudah pasti diberi keseganan dan kehangatan.”:Lanjutnya.


Jem melirik nya pelan, merasa tertampar, ia tak punya kehangatan, ia disegani dan dihormati tapi itu hanya kamuflase saja, bahkan dengan menantu dan istrinya. semua takut padanya karena hartanya,, mereka takut hidup tak layak, mereka hanya ungin uangnya. Cessy menghela nafas melepaskan jaket miliknya, ia memakaikannya pada kakek Jem yang hanya mengunakan baju kaos.


Kakek jem menatapnya dengan pelan seakan bertanya.” Malam ini terasa sangat dingin, kembali lah kerumah kek dan Tidurlah kek, hari sudah malam, nanti kakek bisa sakit. “Ujarnya pelan.


“Tidak perlu, aku sudah biasa begadang.”Ujar kakek Jem pelan.


cessy menghela nafas mengangguk menatap kakek Jem.” Kakek benar kakek sudah terbiasa, tapi kakek lupa jika kebiasana kakek adalah hal yang salah. Kakek perlu kau ketahui jika yang memperatikan dirimu itu hanya dirimu sendiri, yang peduli pada dirimu itu hanya dirimu sendiri, tidak ada yang lebih memperhatikan dirimu sendiri jadi jangan sia-siakan diri sendiri kek. Jika kakek sakit maka kakek yang merasakannya kesengsaraan nya, semua orang mungkin terlihat peduli tapi itu tidak membantu apapun pada diri kakek. Jangan lama-lama kek disini sangat dingin, Aku masuk duluan.”Ujarnya mengeratkan jaket dikakek jem.


Kakek Jem meliriknya sendu, kakek Jem mengeratkan jaketnya menatap langit, mencari bintang paling bersinar. Tak lama setlayhnya ia melambaikan tangan.”Rita lihatlah, anakmu sudah besar dan menjadi anak yang cukup baik. Kamu tidak gagal mendidiknya tapi aku gagal melindungi mu. Maafkan ayah Rita.”ia menangis dalam diam mengeratkan jaketnya. Menangis dalam diam merasakan hangat dari jaket yang idiberi Cessy. Ia hanya kakek yang kesepian..


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak yah..!


__ADS_2