
Kebahagiaan itu semu semuanya sementara jadii kita harus bisa mengendalikan diri, jangan sampai terlalu bahagia, jangan terlalu berharap, jangan terlalu bergantung. Jangan terlalu baik, jangan terlalu jahat dan jangat terlalu percaya baik pada siapapun itu..!! lagi lagi disetiap novel aku tulis jangan mempercayai siapapun terlalu dalam karena saya sendiri sudah sangat tau bagaimana sakitnya mempercayai orang lain.
Caisar hari ini akan bertemu dengan kuasa hukum milik Disya untuk mengajarinya akan usaha dan bisnis yang akan ia jalankan, Cessy? Ia juga sudah bertemu Karen bersepakat untuk apa yang akan mereka kerja samalan. Dan benar saja setelah kerja sama itu selesai Cessy harus merelakan banyak pengorbanan. Ia harus berkorban dan harus menjalankan apa yang ia pilih.
Cessy menatap dirinya didepan cermin, dibelakangnya ada Caisar yang menatapnya dalam dan diam. Tangan Cessy memegang gunting, tanganya satu lagi memegang rambutnya yang panjang dan juga indah. Ia menatap dirinya dipantulan cermin dalam dan penuh keyakinan,, lebih tepatnya meyakinkan diri untuk tetap jalan atau mundur.
Caisar mendekati adiknya dan meneguk Saliva keringnya. Cessy disana memeluk kakaknya dari samping. Caisar disana memeluk adiknya lebih erat.”Sudah yah tidak usah. Biar kakak saja..”Ujar Caisar lembut pada adiknya. Ia mengecup kepala adiknya ringan.
Caisar melepaskan pelukanya dan Menggeleng, ia mengambil tangan kakaknya dan memberikan guntingnya ditangan kakak nya.”Kakak percayakan padaku. “ujarnya pelan. Caisar Menggeleng menatap adiknya tidak ikhlas. Ia bukan tidak memiliki ketegasan sebagai kakak. tetapi ia tau batas dirinya untuk membatasi adik-adiknya. Ia memang seharusnya bisa mengatur tapi Caisar bukan sosok yang mengatur si ini harus begini, si dia harus begitu.
Dia tidak begitu. Bagi Caisar semua memiliki kebebasan termasuk adik-adiknya. Jika nanti terluka atau jatuh yah itu konsekuensinya. Bukankah belajar dari terluka membuat orang lain dewasa dan bisa berfikir secara terbuka? Kadang orang yang memiliki lebih banyak luka dan lebam akan sangat paham bagaimana sakitnya jika dipukul jadi ia tidak akan pernah mau memukul atau dipukul tanpa alasan yang pantas bukan?
Ajaran Caisar dan tindakannya ada banyak ia perhitungan sebelum ia lakukan, karena baginya tidak semua hal memiliki kesempatan lebih dari satu.
Caisar menghela nafas menatap adiknya sendu. Ia menatap Cessy dalam.” Kita lakukan kali ini saja.. setelahnya kembali dengan Cessynya kakak. “Ujarnya Cessy.
Caisar Mengangguk.”Berjanjilah untuk kakak.”Ujar Caisar.
Cessy mengangguk menatap Caisar dalam.”Cessy berjanji setelah ini kita akan berkumpul kembali dengan adik-adik kita kak.”Ujarnya tegas.
Caisar disana memeluk adiknya dalam dan mengangguk, ia mulai mengambil gunting ditanganya tadi, cessy mulai duduk menatap dirinya didepan cermin. Ia menguatkan hatinya berkata tidak apa-apa. Hanya rambut.
Caisar disana menatap nanar rambut sang adik. Ia memotongnya sampai sangat pendek. Ia tersenyum tipis merasa hatinya ikut terpotong.
__ADS_1
Ia memotongnya secara rapi tidak lagi menangis. Cessy diam menatap dirinya dengan tatapan kosong. Caisar memotong sangat rapi dan telaten hingga menampilkan Cessy mengenakan penampilan barunya. Rambut yang sangat pendek, bagian belakangnya tipis dan bagian depannya cukup tebal seperti lelaki layaknya. Caisar menberikan garis dibagian dekat telinga adiknya mrnambak kesal cool dan bad.
Caisar terdiam menatap penampilan baru sang adiknya. Caisar tersenyum tipis. Ia mengambil sesuatu dikantungnya dan mendekati telinga adiknya, ia memakainya membuat Cessy diam menatapnya.
Cessy tetap diam menatap kakaknya. Anting hitam yang didalamnya tertulis nama Cessy yang terakhir. Satunya lagi Caisar kenakan ditelinga kanannya dan tersenyum.”Jangan sampai hilang, disana ada nama kakak dan ini ada namamu. Kita berjuang sama-sama untuk mendapatkan keadilan..,” Ujar Caisar kepada adiknya pelan membisikan kata-katanya.
Cessy disana tersenyum tipis. Ia terkekeh mengangguk menatap telinganya yang ditindik. Ia mengabil lensa mata yang berwarna biru yang ia beli tadi, ia memakainya dan berbalik menatap sang kakak.
Caisar terdiam menatap sang adik, tinggi mereka hampir sama yaitu Caisar yang tingginya 185sedangkan Cessy yang tingginya 178 itu pun saling tatap. “Kamu sangat tampan dek...”Ujar Caiasar menatapa perubahan sang adiknya.
Cessy disana mengangguk tersenyum lirih. “Iya jelas dong kan adik kakak nggak ada yang jelek. Aku merasa sangat mirip dengan kakak jika begini. Kakak tolong jangan iri kepadaku yah..”Ujarnya terkekeh. Caisar disana tersenyum mengusap kepala adiknya. Cessy menatap kakaknya dan tersenyum konyol. ”Ku yakin jika sekarang aku lebih tampan dari kakak, dan kak Disya akan berpaling denganku.”Ujarnya mengejek
Caisar disana melototi nya dan berkata.”Enak saja. Meski kau lebih tampan dariku dia tetap milikku yah.. kau jika mau cari lelaki saja jangan perempuan.”Ujarnya.
Caisar disana tersenyum salah tingkah menatap adiknya. Ia menepuk kepala adiknya mengalihkan perhatian dan juga salah tingkahnya.”Pandai yah buat kakaknya malu.”Ujarnya.
Cessy tertawa.”iya dong. Cessy gitu loh.”Ujarnya. Caisar menghela nafas menatap adiknya. Ini bukannya ia mengizinkan sedari awal yah. tapi memang sedari awal ia menolak, tapi Cessy terus saja memohon padanya dan berkata jika tidak ada cara lain selain ini. ia harus apa jika sudah begini? “Kak nanti jika aku pergi siapa yang menjaga Rafa dan juga Farel?”Tanyanya pelan.
Caisar disana terdiam.”Kakak akan membicarakan ini dengan keluarga Gerry untuk meminta bantuan, kakak juga harus mencari orang kepercayaan Selain Disya.. “Ujarnya pelan. Cessy mengangguk pelan.
Caisar menatap adiknya.”Selama disana kamu harus menjaga diri. Kamu harus jaga pola makan dan sehat terus. Jangan pantang menyerah jika kamu lelah istirahat, jika kamu capek yah tidur dan jika kamu rindu maka menangis lah. Kakak tidak melarang tapi kakak hanya minta sehat terus yah dek, jika kamu tidak sanggup lagi pulang, kakak akan terus peluk kamu dan menerima kamu ada adanya...”Ujarnya. Cessy mengangguk mendengarnya.
Cessy memegang kedua bahu kakaknya.”Kakak juga. Kakak harus selalu sehat,. Kakak harus baik-baik saja. Jaga pola makan, jaga adik kita disini dan kak Disya. Aku akan kembali sebentar lagi. aku berjanji.”Ujarnya kepada sang kakak yang dihadapannya.
__ADS_1
Caisar tersenyum mengangguk. “ Kakak berjanji.. “ Cessy mengangguk dan tersenyum memeluk kakaknya. Caisar dan Cessy sama-sama menahan tangis satu sama lain menisahkan angin malam menjadi saksi jika keduanya malam ini dilanda dengan rasa sedih yang mendalam, mereka diberi ujian dalam waktu yang berkepanjangan. Bahkan jangkrik ikut berdoa dan berharap jika mereka akan mendapatkan kebahagiaan dikedepan harinya.
Waktu berlalu mengisahkan kenangan, yang tersisa sekarang hanya Caisar. Cessy sudah memilih pergi dan bekerja sama dengan Karen., Ia hari ini sekolah meski menanggung beban sekalipun, ditambah hari ini adalah hari dimana orang-orang lomba Champions ship liga sekolah. dan Disya pun berangkat sekolah barengan.
“ Bro. kenapa diem aja nggak ikut lomba?”Tanya Gerry yang menatap Caisar diam saja. Tak biasanya meski memang beberapa minggu ini Caisar menjadi lebih pendiam,
Caisar disana menatap Gerry dengan tatapan dalamnya. “Gue sebenarnya mau minta tolong sama loe dan sama tante dan om. Nanti pulang sekolah boleh nggak gue ketemu sama keluarga loe?”Tanyanya kepada Gerry cukup ragu, dirinyakan sebenarnya tetap saja hanya orang asing yang jika minta bantuan harusnya sadar
Gerry mendengarnya mengernyit. “ Maksud loe apa si Kai? Kitakan sekarang udah jadi keluarga, jadi nggak usah ragu minta tolong., bonyok pasti juga bakalan mau bantu loe kok. Tenang aja anggep kalo mereka orang tua loe juga, “ Ujarnya pelan dan tulus.
.
.
.
...Didunia tu banyak orang baik, tetapi paling banyak nya orang jahat hehe......
.
.
.
__ADS_1
Kemana Cessy? ada yang bisa nebak? kalo ada nanti aku Tripel up kalo bener hehe... cimiwiw