Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
membagongkan


__ADS_3

Caisar di medan mengela nafas pelan., kemarin dirinya berangkat kesini bersama Fardan katanya akan ada rekan biskin yang melakukan proyek besar lagi dan dirinya di ajak. “ selamat yah Kai. Akhirnya kamu menang tender lagi.” ujar Fardan bangga pada Caisar yang sudah memenangkan proyek besar lagi di sini. Padahal caisar masih muda mampu mengalahkan yang sudah senior,


Caisar tersenyum mengangguk.” Berkat papa juga,. Makasih yah pa.” ujar caisar pelan. Fardan mengangguk pelan di sana.


Sesaat tangan Caisar ditarik. Caisar tersentak melihat kebelakang.


Erik, menatap tajam caisar. Caisar menatapnya dingin dan tak suka sedangkan Erik menatap bengis Caisar.” Kamu...”


“ maaf anda siapa yah?” Tanya Caisar pelan pada Erik sekaan akan dirinya dan Erik orang asing yang tidak saling kenal.


Erik terenyuh, perkataannya tercekat di tenggorokan. Caisar tersenyum sopan.” Eh pak Erik. Maaf pak saya tidak mengenali bapak tadi., “ jelas Caisar merubah Wajahnya. seakan mereka tidak mengenal satu sama lain.


Erik diam terkikuk di hadapan caisar.” Kai.” bisiknya plan kepada Caisar. “maafin papa. Papa mau bicara .” Jelasnya lagi.


Caisar menatap fardan.” Maaf tuan, sepertinya saya dan papa harus segera kembali kehotel. Sebab hari ini saya sangat lelah. Terimakasih atas ucapan selamatnya. Permisi.” Caisar menekan kata papa dihadapan Erik dan menggenggam tangan Fardan untuk menjauh.


Fardan menatap tangannya yang digenggam dan di tarik, lalu melirik Erik penuh senyum kemenangan. Sedangkan Erik mengepalkan tangan, rahang Erik bergemertak kaku menatap kedua manusia yang membuat dirinya tersulit emosi.


Fardan mengeratkan pegangannya pada Caisar. Menatap bangga kedepan, apalagi saat orang orang mengatakan selamat kepada Caisar. Dirinya merasa sangat bangga bak dirinya ayah kandung Caisar. Katakan dirinya tamak tak maslaah tapi Fardan sangat suka posisinya saat ini, posisi dimana ia bisa membanggakan anak anaknya.,


Tring... hp Caisar berbunyi pelan. dan Fardan menatap Caisar yang menatap hpnya. ia mengernyit pelan. “ mama Dwi nelpon.” Ujar Caisar pelan lalu mengangkat telepon.


“ halo ma..” ujar Caisar plan pada Dwi yang seberang sana.


Sesaat mata Caisar melebar dan juga tertegun.” Disya sama Dava kecelakaan? Terus gimana keadaannya sekarang?” Tanya caisar hampir berteriak saking kagetnya.


Caisar trauma dengan yang namanya kecelakaan. Caisar menghela nafas pelan.” syukurlah kalo mereka nggak apa apa ma. Baik ma kerjaan Kai udah pulang kok, kita pesen tiket dulu yah ma, soalnya kalo bis lama dijalan.” Tegas Caisar.


“ iya ma. Makasih yah ma...” jelas Caisar mematikan teleponnya.


Fardan menatap Caisar khawatir.” Disya dan Dava kecelakaan? Gimana kabarnya?” Tanya fardan kepadanya.


Caisar menggeleng pelan.” kata mama Dwi di rumah sekarang. Cuma kaki mereka sama sama terkilir dan terluka biasa.” Jelas Caisar menyirat kegetiran kuat.


Fardan menghela nafas pelan.” kamu yang sabar yah. kamu ke hotel saja duluan siap-siapin barang milik kita. Kita pesan tiket pesawatnya yah lewat online.” Ujarnya. Caisar mengangguk segera kekamar mereka untuk paking baju baju untuk pulang saja.


Untunglah ada keberangkatan beosk pagi. Jadi hari ini Caisar dan Fardan segera melakukan registrasi dan beberapa hal lainnya, lalu membeli beberapa barang untuk dibawa ke kota kembali untuk menjumpai Disya dan Dava.

__ADS_1


Di dunia seberang disya menghela nafas pelan, sebab dirinya sakit dirinya tidak boleh pulang oleh Dwi. Dan mirisnya baik ayah atau kakaknya sama sekali tidak mencarinya.


Disya ingin tertawa darah rasanya, lagi pula kenapa mereka mencarinya? Disya tidak yakin jika dirinya masih berharga dikehidupan mereka. Sudah beberapa bulan belakangan ini, semenjak dia besama Caisar, ia tidak terlalu memperhatikan ayah dan juga kakaknya, bahkan selingkuhannya.


“ disya kaki kamu kan masih luka. Jangan jalan dulu.” Ujar dwi berteriak.


Disya meliriknya tenang.” Mau minum tan.” Jelansya.


Dwi menggeleng membawa Disya ke sofa kembali.” Panggil mama atau bibi saja. Kamu tetaplah duduk. Lihat Dava saja anteng itu. “ jelasnya pada Disya. Sebab sekarang memang Disya bersama Dava dan Farel. Tapi keduanya sibuk nonton kartun sedangkan dirinya tidak suka nonton kartun,


Disya menatap lelah kedepan, dari kemarin tidak boleh jalan karena kakinya luka, bahkan tidak boleh sekolah juga. “ Dava.. disya..!” dari luar suara sesoerang yang ia kenal membuat disya berbinar.


Cepat cepat Disya menidurkan diri membuat Dava dan Farel kaget. Brak.. sampai pintu terbuka menampilkan Caisar yang datang dengan baju yang terbuka dua kancing atasnya menatap Disya dan adik-adiknya khawatir.” Yatuhan. Kalian nggak apa apa? Disya? Dava?” Tanya Caisar mendekati keduanya. Dibelakangnya ada Fardan yang juga menatap mereka khawatir, dibelakangnya ada Dwi juga yang datang dengan air putih.


Dava menggeleng pelan tapi beda dengan Disya yang mengeluarkannya air mata nanar.


” kaki Disya di jahit. Sakit banget pangeran.,”


Disya menunjukan kakinya yang memang masih di kain kasa. Dengan air mata yang berlinang. Dava bahkan menganga lebar melihatnya. Hey bahkan kemarin saat di jahit Disya tidka kesakitan dama sekali. Lalu ini apa? INI APA?!!!!” Teriak Dava dalam batin.


Caisar menatap disya dan kakinya khawatir. Disya menunjuk lutut kaki dan sikunya.” Ini juga luka dan berdarah. Punggung Sasa juga biru biru. Sakit semua.” Jelas Disya manja dan merengek.


Caisar mengusap air mata Disya nanar.” jangan nangis yah. sini Aku lihat dulu coba sini aku lihat.” Disya mengangguk dan menunjukan kakinya.


Caisar mengupas pelan dan meringis.” Pasti sakit banget. Maaf yah baru lihat kamu, soalnya pesawatnya baru bisa landas pagi ini.” jelas Caisar.” Tapi kamu nggak apa apa kan? nggak ada luka lain kan? udah ke dokter?” Tanya Caisar berturut turut.


Baik Dwi maupun Dava ingin muntah darah rasanya. Caisar tolong kamu salah kasih perhatian.


Disya mengangguk pelan,.” iya udah kok. “ jelas Disya polos dan manis membuat Caisar memeluknya tenang.


Disya membalasmnya tenang dna tersenyum sumringah. Caisar menatap adiknya yang terluka juga.” Kamu nggak apa apa dek?" Rupanya dagu adiknya juga terkena luka kemarin, terlihat memar dibagian dagunya Dava yang baret.


Dava menggeleng pelan. “nggak apa apa kok kak. Kemarin kak Disya bantuin aku mangkanya aku nggak terlalu luka. Tapi kak Disya banyak luka.” Jelas Dava mendukung Disya yang terliat mengacuhkan jempol padanya. Dava tersenyum tipis melihatnya. Dava sudah mendukung Diisya seratus persen dengan sang kakak.


Caisar melirik Disya lagi dan mengusap kepala Disya nanar.” makasih yah sayang.” Jelas Caisar pelan.


” aku bawain oleh oleh buat kalian. “ jelas Caisar lagi. disya melebarkan senyumnya dan memeluk Caisar erat, Caisar terkekeh geli pelan mengusap kepala disya yang manja.

__ADS_1


Baik Dava maupun Dwi menepuk kening mereka. Disya seperti kucing manja dihadapannya Caisar. Beda jika tidak ada Caisar. Dia malah seperti burung elang haha.


Sedangkan Fardan hanya melirik tak bicara apapun. sebab tau ada ruang tersendiri untuk Caisar dan dirinya bertanya.


Seperti yang kalian pikirkan. Drama yang Disya buat masih berlanjut. Riba riba Disya berkata jika makan tangannya sakit dibagian siku. Padahal kemarin dirinya makan dengan tenang dan tidak ada minta bantuan dari Dwi, atau bahkan Dwi yang ingin membantu ia tidak mau. Tapi saat ada Caisar dia tiba tiba mengatakan jika tangannya sakit dan sulit di gerak untuk makan.


Caisar mau tak mau menyuapi nya dengan nyaman dan penuh kasih bahkan Caisar membuat satu piring untuk berdua saja agar tidak ribet.


Fardan berdehem pelan.” proyek Caiisar berhasil di Medan. Syukurlah dia memenangkan proyeknya.” Jelas Fardan saat semua sedang berada di ruang keluarga. Farel sedang berada dikamarnya sekarang sedang tidur. Ada Dwi, Disya. Caisar Cleo dan Fadly.


“ wah.... nggak heran sih. kan pangeran memng pinter.” Ujar Disya berbinar menatap pangerannya Caisar yang masih menyuapinya makanan.


Caisar tersenyum tipis di sana melirik fardan dan dwi.” Makasih mama papa.” Ujarnya lalu melirik Fadly yang duduk dipinggir sembari bermain game dan cleo di pelukannya. Tapi bisa ia lihat fadluy terlihat tak nyaman.


“ kemarin aku dengar Fadly menang lomba gamers loh. Katanya fadly sekarang udah jadi gamers YouTube loh pa. bahkan jadi BA di salah satu brand game internasional.” Jela Caisar semangat.


Fadly diujung sana terlihat kiukuk melirik caisar.” Apaan sih, loe lebih bagus sih menang proyek.'’ Jelas Fadly menahan senyumnya merekah lebar.,


Dwi melirik Fadly. Fardan pun tersenyum lebar.” Papa tau kok. Mangkanya papa siapin hadiah buat fadly.'' jelas Fardan kepada fadly dan mengusap kepala Fadly.


Fadly melirik Fardan dan menatapnya nanar.” beneran pa?” tanyanya.


Fardan mengangguk ceriah di hadapan Fadly. “ di bagasi kamu nggak lihat motor baru?” tanyanya dengan tatapan tanda Tanya.


Fadly mendengarnya mengernyitkan dahinya. “ Fadly kira itu motor baru buat Caisar.” Jelas Fadly melirik Caisar sumparit bingung.


Fardan menggeleng pelan.” Caisar mana mau hahaha. Itu hadiah buat kamu sayang.” Jelas Fardan memeluk anaknya. Dwi di sana tersenyum haru melihat Fardan yang sudah mulai mnenerima anak mereka. Fardan sudah menawarkan Caisar tapi Caisar menolak tegas dan Fardan tidak mau membuat Caisar tidak nyaman.


Fadly tersneyum lebar dan menaruh Cleo di sebelahnya Cleo bahkan tersentak kaget. Ia memeluk Fardan tak kalah erat,.” Makasih papa.” Ujarnya nanar. ia bahkan menangis karena terharu. Motor ninja terbaru sebagai incaran dirinya dari lama. harganya memang agak membuat orang kelaparan. Karena itu Fadly sangat ingin motor itu. rupanya ayahnya tau akan hal itu.


Fadly awalnya merasa iri dengan keberhasilan caisar, merasa jika Fardan dan Dwi akan menyayangi Caisar ketimbang dirinya sekarang tidak lagi.


Caisar melirik Disya yang ikut tersenyum melihatnya. Fadly menghela nafas pelan.” memang papa nggak marah aku jadi gamers?” Tanya Fadly pelan melepaskan pelukan dari ayahnya.


Fardan menggeleng pelan.”nggak dong, selagi itu prestasi papa dukung. Tapi jangan terlalu menghabiskan waktu buat game yah. ingat waktu, ingat keluarga. Uangnya ditabung untuk modal usaha lain. Kalo sekarang kamu berjaya di sana bukan berarti nanti kamu tetap bisa berjaya disana . “ jelas Fardan.


Fadly mengangguk tersenyum haru. “ duh duh Cleo dilempar yah. enak yah lempar lempar aja.” Lirik Cleo kesal segera merangkak menuju Dava.

__ADS_1


Fadly baru melotot melihat Cleo yang sudah dipelukan Dava.” Yaampun cil sorry gue lupa ada loe. Gue kira boneka.” Jelas fadly gelagapan kepada Cleo.


Cleo mendes dengan pipi gempal nya.” Nggak lihat lemak lemak dipipi Cle ha? Cle gendut masa nggak kerasa. Dasar pembual..!!! “ jelas Cleo menatap Fadly kesal. Semua orang melihatnya terkekeh gemas.


__ADS_2