Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Berangkat


__ADS_3

Dua hari berlalu. Caisar sudah siap dengan barang-barang miliknya yang akan ia bawa. Disya pun ikut mengantarkannya dibandara hari ini. dengan pakaian Cuple mereka yang berwarna Hitam tertulis nama Disya dibaju milik Caisar dan dibaju Caisar tertulis nama Caisar. Ini ulahnya Disya. Itu supaya Caosar tidak dilirik nanti saat dipesawat. Itu katanya dan Caisar hanya ikut saja.


Caisar melirik Disya yang menggunakan kaca mata hitam sembari menyetir.” Kamu ngapain pakek kaca mata dari tadi. Nggak ada niatan dilepas.”Ujar Caisar dengan ringan.


Disya mengeleng.” Enggak, biar terlihat keren.” Ujarnya.


Caisar terkekeh mendengarnya. Satu jam menuju bandara merekapun sampai.. Disya diam menatap sekitar yang menatap caisar dan dirinya. Caisar membawa satu koper dan satu tasnya diatas koper.


”Yok.”Caisar menggadeng tangan Disya tanpa menghiraukan tatapan orang-orang,


Disya tersneyum bangga mengangguk berjalan di sisiny Caisar memasuki ruang tunggu. ”Pangeran sudah pesan tiketkan?”Tanyanya Disya.


Caisar mengangguk.”Udah kok, dari perusahaan pak Andri yang pesan.” Ujar Caisar disya mengangguk.


Caisar melirik sembarang arah.”Nah itu mereka ayok.” Ia menarik Disya menuju ketemoatnya Andri dan juga tangan kanannya. Disana juga sudah ada Deon yang akan membantu Caisar.


“Eh Kai sudah sampai?”Tanya Andri ramah melihat Caisar yang mendekati mereka, beserta. Kekasihnya?


Caisar mengangguk “Iya.” Ujarnya.


“Kamu konfirmasi sama telernya dulu sebentar.”Ujar Deon.


Caisar mengangguk melirik Disya. “Kamu tunggu seentar yah.” Disya mengangguk diam menatap Caisar yang pergi. Disya melirik Andri yang ternyata sedari tadi menatap dirinya dalam.


Disya menatapnya membuka kaca matanya menampilkan mata tajam dan dinginnya.”Ngapain? mau gue congkel mata loe?!!!” Tanyanya dingin pada Andri,


Andri diam memutar bola mata malas. Deon menatap Disya melotot memegang tangan Dista.” Mau gue patahan tangan loe sembarangan sentuh gue?!” Deon menahan nafas menatap Disya yang hampir meledak menatap dirinya memegang tangannya yang sejujurnya bertujuan mengingatkan Disya untuk tidak berbuat hal yang merugikan Caisar.


Andri menghela nafas.”Sama sekali tidak mencerminkan seorang wanita..!” Ujarnya dingin, melirik Disya dari atas hingga kebawah sampai matanya bertemu dengan wajah Disya yang menatapnya mengejek.”Kamu terlihat seperti laki-laki, kasar sekali, bagaimana bisa Caisar melihatmu.” Lanjutnya,


Disya tersenyum sinis dalam tatapan mengarah pada Andri dalam.” Kamu juga terlihat bukan seperti pria.”Ia menatap Andr dari atas hingga kebawah lalu berbalik lagi sampai matanya bersitatap pada tatapan tajam Andri.” Kamu terlihat seperti perempuan dengan mulut sampahmu.” Bisiknya berlanjut.

__ADS_1


Andri mengepalkan tangannya hendak maju, tapi berbarengan dengan Caisar yang datang sembari tersneyum.”Sudah konfirmasi, katanya sepuluh menit lagi.” Ujar Caisar tanpa tau kondisi. Memang ia tau disini auranya sangat dingin, tapi ia rasa sudah biasa dengan aura begini.


Ia pikir aura Disya biasa.


Andri tersenyum menatap Caisar.,”Pacarmu tidak ikutkan Kai?”Tanyanya dengan penuh penekanan.


Caisar melirik Disya yang menatap Andri tajam.,”Oh tidak kok.. dia hanya mengantarkanku disini saja.” Ujarnya mengusap kepoala Disya.


“Dia tidak sekolah?”Tanyanya Andri pelan,


Caisar menggeleng.,”Hari ini harii minggu jika kau lupa..!” Ketusnya Disya. Bukan Caisar yang menjawab.


Caisar tersenyum masam.”yah. maaf jika terdengar tidak sopan, tapi Disya memang orang yang berterus terang.”Ujarnya tak enak. Disya menghela nafas merasakan tatapan Caisar yang tajam.


Andri mengangguk.”Biasa gadis muda yang penuh emosi tidak bisa mengendalikan diri. Itulah sebabnya jika diusia dini tidak boleh berpacaran, karena pada dasarnya saling egois hanya menyakitkan satu sama lain.” Ujarnya pelan. Caisar meliriknya sekilas lalu mengangguk. Kenapa Caisar merasa jika Andri ini sosok yang anti hubungan asmara? Apa dia pernah tersakit terlalu dalam?


“Perhatian-perhatian, penerbangan ke kota XX akan dilakukan, dimohon penumoang untuk segera memasuki pesawat.”


Caisar mendengarnya menatap Disya yang menatapnya. Caisar mengusap kepala Disya menyelipkan rambutnya ditelinga. “Aku pergi yah, kamu jaga diri baik-baik. Ingat jangan membolos dan jangan nakal. Jaga kesehatan dna jangan lupa makan. Cup.”Ia mencium kening Disya pelan nan lembut.


Caisar tersenyum canggung.”Baik. aku pergi yah. “Disya mengangguk berjinnjit mengecup bibir Caisar sekilas.


Caisar kaget " Disya jangan lakukan itu lagi. Itu harusnya ak--"


Disya menutup bibit Caisar cepat. " No... Biar yang iri tambah iri." Disya melirik Andri lagi , yang ditatap mendengus tak senang


Caisar diam sebentar lalu ia tersenyum pergi meninggalkan Disya yang melambaikan tangan pada dirinya. Caisar merasa jantungnya berdebar sepuluh kali lebih cepat sampai ingin meloncat dari sarangnya.,


Disya melirik Andri tersneyum miring seakan menekankan.’ Lihat, tak ada yang menghalangi kami termasuk kau.’


Andri yang melihat semuanya sedari tadi memutar bola mata malas. Ada rasa tak senang tapi ia tepis. Entahlah ia tak paham, ia melirik Caisar yang tersenyum tipis menyentu bibirnya. Kenapa rasanya sangat panas? apa dia cemburu kepada Caisar? Dan menyukai Disya? Gadis menyebalkan itu?

__ADS_1


...----------------...


Cessy hidup penuh tekanan, ditengah semua orang yang menandangnya rendah diskeolah barunya sekarang sudah saat tau jika dia keturunan dari konglomerat besar dikota ini. ia cucu James membuat siapapun menunduk.


“Wah lihat Bro, bahkan kau mendapatkan nilai seratus dalam semua mata pelajaran kecuali eksrakulikuler kau tau? Itu diwajibkan disekolah ini. ayolah ikut basket bergabung bersama kami.” Sudah biasa Liam mengganggu Cessy.


Cessy menghela nafas.”Nggak ada waktu.” Ujarnya pelan. Liam menatapnya curiga.”Kenapa bisa? kau seperti manusia paling sibuk saja didunia ini. jika nilaimu kosong, guru akan marah.” Ujarnya membujuk Cessy supaya mau satu eksrakulikuler dengan dirinya.


Cessy menggeleng.”Aku ambil music. “ Ujarnya.


Liem menghela nafas. “Aku iri padamu yang baru beberapa hari sudah menarik perhatian guru dengan nilaimu yang Waah itu. “Gumamnya Liem. Cessy menghela nafas dalam mengingat Faren yang sangat bangga pada dirinya sampai memberitahu kakek Jem. Tentu saja demi mlancarkan usahanya,


Sedangkan liem? Ia jadi penasaran apa yang dilakukan oleh Cess atau yang ia kenal Morgan itu? sedari awal mereka bahkan sangat jarang bermain, Morgan terlalu sibuk dan Liem tak tau apa yang ia sibukkan. Cessy terlalu misterius untuk dirinya ketahui. Tapi yang ia ketahui Cessy orang yang transparan.


“ Nanti kita main bakset saja saat olahraga. Aku tak menerima penolakan.” Liem pergi setelah mengatakan itu. cessy berdecap malas, ia memilih ikut saja dikarenakan tak enak pada Liem, satu-satunya orang yang ingin berkawan padanya sedari awal.


Pelajaran olahraga dimulai, Cessy. Liem beserta teman sekelasnya memasuki jam olahraga memilih banyak macam permainan.


Cesy dan Liem mmilih basket bersama teman lelaki dikelas, sedangkan para waita ada yang memilih menonton saja atau bermain Volly bal.


Teriakan histeris menyemangati Cessy bersorak. Liem terkagum-kagum melihat bagaimana Cessy main bakset. Ia pikir Cessy tak mau bakset Karenna ia tak bisa, nyatanya Cessy jauh lebih pandai dari dirinya. Ia kembali dikagetkan dengan Long shot oleh Cessy hingga mereka memenangkan pertandingan.


“Gila. Loe keren banget.”Liem meneuk pundak Cessy yang mengambil minum.


Cesyy mengangguk, dulu ia kapten basket jadi wajar saja. Ia meneguk habis minumannya.,” Loe beneran nggak mau ikut basket Mo? Rugi banget sama skil loe.”Ujar Liem dalam setelah menghabusi satu minum mineral Cup.


Cessy menggeleng.”Gue nggak ada waktu Li. Jadi tolong paham.”Ujarnya lirih memilih pergi.


Cessy harus mengejar target dua bulan mendapatkan hak perusahaan dan menjalankan bisnis, bersatu pada bisnis milik kakaknya dan menjadi nomor satu dikotanya untuk menjatuhkan ayah dan ibunya. Ayah ralat si manusia iblis itu untuk membalas kesakitan para sang adik. Cessy berjanji akan hal itu. ia hanya menghitung mundur.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak yah!


__ADS_2