Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
22


__ADS_3

"Masss.. Aku ini istri kamu..!! kamu tidak boleh begini. Kita punya Fadly yang masih harus kita jaga mas. berhenti bersamanya aku sudah cukup lelah melihatmu berselingkuh. Sudah cukup..!!” Bentakan itu memenuhi telinga Cleo yang baru saja memasuki satu rumah besar milik Fadly. Ia mengerjab pelan menatap wanita yang cantik berteriak didepan paria paru baya yang Nampak marah padanya..


“Saya hanya mau kamu menerima saya menikah lagi Dwi.. saya tidak akan meninggalkan kamu dan juga Fadly jadi jangan egois. Saya mencintai Maudy sebagaimana seharusnya. Saya hanya ingin menikah lagi. Kamu yang membuatnya keruh.!!” Bentak dari Fardan ayahnya Fadly disana.


Dwi sang ibu Fadly disana menggeleng lemah. Wajahnya sudah penuh air mata, hati istri mana yang tak sakit mengetahui suaminya selingkuh. Ia mengetahui suaminya berselingkuh sedari enak bulan lalu, sebelumnya ia hanya tau suaminya memang dingin, tapi ia baru tau jika suaminya berselingkuh dengan sekretarisnya sedari empat tahun lalu. Dan ketika suaminya ketahuan ia malah mau menikahi selingkuhannya. Dwi sebagai istri mana mau diduakan. Ia tak mau hingga membuat ia setiap hari bertengkar kepada sang suami. “Mas aku tidak mau. Aku todak mau kamu menikah lagi mas.” Teriaknya disana lemah.


Suaminya memalingkan wajahnya.”Kamu yang membuat saya ingin menikah lagi, kamu terlalu membosankan Dwi, saya butuh Maudy yang membuat saya bahagia..”Ujarnya disana berteriak“jadi saya tidak bisa membuat kamu bahagia selama ini setelah apa yang saya beri kekamu?? Saya sudah memberikan semuanya Fardan..!” Bentak Dwi.


“Kamu hanya orang miskin Dwi., saya pungut kamu ketika kamu diusir dari kontrakan kamu.. kamu ingat bukan? Jadi tidak ada apa-apa dari kamu untukku. Kamu ingat itu.!! Kamu tidak punya apa-apa jika bukan aku yang memberikanya untukmu.!!” Bentak Fardan disana.


Dwi bungkam dengan hati yang terbentur ribuan meteor menghantarnya. Ia menatap Fardand engan mata yang tak percaya. Apakah itu harus diungkit? Ia tau jika ia miskin, ia tau jika ia tak punya apa-apa. Ia juga sadar kok jika ia tak punya apapun untuk ia pertahankan. Ia hanya wanita miskin yang beruntung dinikahi oleh lelaki kaya.”Jika kamu tidak terima akan keputusan saya lebih baik kita bercerai saja..!! Maudy lebih baik dari kamu. Dia berpendidikan, cantik dan yang pasti dia bisa saya pamer terhadap orang lain, tidak kayak kamu tidak punya apa-apa..!” Ujar Fardan tak punya jhati. Dwi semakin bungkam dengan hati yang hancur berkeping-keping. Air matanya terus merembes hingga tak terhingga jumlahnya. Ia mengeleng tak percaya akan ucapan suaminya yang sangat menyakitkan.


Fadly disana terdiam mendengar ayahnya menghina ibunya. Ia mengepalkan tanganya erat. Inilah yang ia benci, ia membenci ayahnya yang brengsek, ia membenci ibunya yang lemah. Berkali-kali ia meminta ibunya untuk pergi dari ayahnya. Tapi selalu ibunya menolak dan berkata jika ia harus bertahan demi masa depan Fadly. Ibunya tak mau Fadly nanti pusing memikirkan skeolahnya, ia tak mau Fadly nanti harus pusing memikirkan uang untuk makan dan juga bermain. Semua yang Dwi lakukan semata hanya untuk Fadly tidak lebih. Ia bertahan dengan goresan hati yang terlalu banyak, hidupnya hancur hingga tiada hari tanpa menangis. Hatinya melebur namun harus bertahan. Ia ingin berhenti tapi ia harus ingat jika harapan sang anak lebih utama. Ia tak punya apa-apa. Seandainya jika ia pergi dari rumah ini ia harus apa? Ia bukanlah orang yang berpendidikan, bahkan tak tamat SMA, Jadi tak ada pekerjaan yang layak menurutnya, ditambah Fadly yang hidup penuh kesempurnaan sedari lahir. Bukankah anaknya nanti akan menderita jika tiba-tiba ia ajak hidup susah? Ia tak mau anaknya sampai berhenti sekolah nanti.


Ia ingin Fadly hidup berkecukupan, sekolah tanpa harus memikirkan biaya, dan hidup dengan tak memikirkan uang. Dwi sangat tau bagaimana rasanya kelaparan diluar sana, ia sangat tau betapa sakitnya mau skeolah ttapi tak punya uang. Apalagi merasakan tak punya orang tua karena ia yatim-piatu. Ia sangat tau hingga tau mau anaknya ikut merasakan apa yang ia rasakan. Tapi disatu sisi ia harus menahan kakinya yang goya untuk tetap berdiri, tetap menahan luka didadanya meski sudah menganga dan membunca nana, ia harus tersenyum meski bibirnya sudah mengalirkan aliran tak sanggup. Ia ingin menyerah tapi ia dipaksa untuk tegar karena keadaan.

__ADS_1


Sebesar itu perjuangan ibu untuk anaknya meski tak kasat mata,..!


Cleo disana menatap Fadly dan terasa menyendu. Ia melihat mata yang menghunuskan genangan air mata. Ia mengusap pipi itu.”Jangan bersedih kakak. semua baik-baik saja.. Semua baik baik saja.”Ujar Cleo. Fadly disana segera menuruni Cleo dan mendekati ayahnya.


“Apa yang papa lakuin..!! berhenti menyakuti mama pa. apa papa tidak malu selingkuh lalu mau menikahi perempuan murahan itu..!!!” Teriaknya lalu menarik ibunya kebelakangnya. Ibunya kembali pecah dalam tangisan memeluk anaknya. Dwi tak kuat menahan sesak didadanya. Hinaan dari orang yang ia cintaii jauh menyakitkan dari ribuan orang mengoloknya. Ia tak kuat.


Fardan disana mendesis tajam.


PLAKK... “Berhenti bicara dia wanita murahan, dia tidak murahan, dia jauh lebih baik dari ibumu Fadly..!!! kamu jangan kurang ajar.!” Bentaknya menampar sang anak dengan tega.


Prak.. "Kam----"


“Berhenti..!!!!” Tamparan itu sekali mengenai Dwi, namun terhenti ketika teriakan Cleo yang menghampiri mereka dan melintangkan tangannya lebar melindungi Dwi dan Fadly. Disana mata Cleo menatap mereka dengan air mata yang jatuh dipipinya. Ia disana menatap Fardan dengan air mata yang berlidang. “Cleo baruu tau jika punya orang tua sesakit ini. Cleo jadi merasa beruntung tidak punya orang tua jika punya orang tua semenyakitkan ini. “Ujarnya dengan lirih. Ia takut, ia kaget melihat keadana orang tua begini.


Sedangkan semua tertegun, mereka menatap Cleo kaget sama halnya Fadly menatapnya kaget. Dwi dan Fardan bertanya-tanya siapa dia. Tapi ada hal lain. Kenapa skait sekali mendengar perkataan Cleo.

__ADS_1


Cleo disana menangis terisak dan berkata. “Cleo sedari dulu iri melihat teman Cle punya orang tua sedangkan Cle tidak. Tapi hari ini Cle baru tau jika tidak memiliki orang tua lebih baik dari pada memiliki orang tua seburuk kalian hiks hiks. Kalian jahat sekali hiks hiks.. “ Ia menangis dengan kuat membuat semua gelagapan. Bahkan ledua orang tua Fadly ikut cemas dan juga terasa terhantam batu besar di hati ,mereka menohok mendengarnya.


“Kenapa paman memukul istri paman hiks hiks. Harusnya paham mengelusnya dan menyayanginya. Menciumnya dan memeluknya. Kenapa paman? Hikls hiks, bukan menghina begini.. Paman sungguh tidak pantas menjadi ayah dan juga suami..!”Ujar Cleo disana. lalu menatap ibu Fadly.”Dan seharusnya Ibnu pergi meninggalkan lelaki jahat begini. Bagaimana keadaanya jika dia sudah berkata kasar., menghinda ibu dan memukul ibu, tak bisa menghargai ibu, seharusnya ibu tinggalkan. Karena dia tidak pantas menjadi suami maupun ayah. Karena kata kak Caisar jika lelaki itu memang harus lembut dan menjaga perempuan bukan menyakitinya. Dan wanita harus tau dan harus bisa memilih yang mana yang membuat ia bahagia dan mana yang harus ia jauhi karena membuat ia sakit. Kalian sama-sama bodoh. Cleo membenci orang tua hiks hiks. Cle tidak mau punya orang tua huaa...!!!” Ia menangis kuat tak tahan. Dadanya sesak melihat kekacauan. Ia tak suka.


“Hee jangan menangis,.. ehh.”Fadly gelagapan segera menggendongnya dan menenangkannya. Cleo menangis dan memeluk Fadly.” Hiks hiks. Clle mau kakak. Cle enggak mau disini. Cle mau kakak Caisar. Cessy dan kakak-kakak Cle. Cle mau mereka hiks hiks.”Ia mnangis lagi kuat. baginya dunia orang tua sangat menyakitkan.


Selama ini ia begitu iri melihat semua orang memiliki ibu dan ayah yang begitu menyayani mereka be beda dengan dirinya yang sedari bayi tak punya orang tua.. namun hari ini ia menemui fakta bahwa tak selamanya orang yang memiliki orang tua itu bahagia, malah dirinya yang tak punya orang tua malah terasa lebih bahagia. ia baru tau fakta jika ada ayah yang begitu kejam dan ibu yang begitu lemah tidak seperti yang ia ketahui.


Ayah yang memberikan pelukan hangat dan ibu yang memasaknya dengan kasih sayang. Semua tidak seindah yang ia bayangkan. Hingga ia menangis dengan keadaan pingsan karena tak tahan menangis. Ia menangis dengan tak henti hentinya. Dadanya sesak. Fadly gelagapan dan segera membawanya ke kamar menyuruh bibi mencari dokter meninggalkan kedua orang tuanya terdiam.


Sedangkan kedua orang tua Fadly terdiam disana. Dwi yang menvcerna ucapan Cleo yang berteriak tak mau punya orang tua sepertinya. Itu rasanya lebih sakit dibandingkan kata-kata hinaan dari Fardan. Bukankah memang seharusnya ia kuat dan tau mana yang harus ia bertahankan dan ia tinggalkan? Bukan malah egois dan memiikirkan Fadly? Karena bukankah Fadly juga menderita karena nya?


Sedangkan ayahnya Fadkyky ikut terenyah mendengarnya. Pikirannya kemana-mana, bagaimana dirinya yang tak poantas menjadi suami maupun ayah, kata-kata itu mengiang ditelinganya hingga ia lupa bernafas sesaat. Semua sangat menyakitkan untuk ia pertahankan kewarasannya. Ia tak pantas dalam dua hal itu?


.....

__ADS_1


“Terkadang kita memang terstruk dalam satu pondasi dimana melihat orang lain jauh bahagia dibandingkan diri kita. ketika orang lain punya orang tua lengkap sedangkan tidak dengan diri yang tak punya orang tua lagi, iri ketika melihat orang lain kaya raya sedangkan kita serba kekurangan. Namun pada dasarnya semua orang punya kesedihan dan jalan masalah masing-masing. Kita lupa jika Allah adalah yang paling sempurna dari segala hal, dan kita lupa bahwasannya Allah adalah yang paling adil terhadap hidupnya manusia. Tidak semua yang kita pandang lebih baik adalah yang terbaik. Sebab Tuhan punya scenario yang terbaik untuk hamba-hambahnya. Stay bersyukur Brother”


__ADS_2