
Hallo guys.. ada banyak yang nanya. Kak kok dikit banget si setiap Up hehe. Maaf yah kakak mau Cuma kakak ada novel lain juga.. btw insyallah kk usahakan nanti biar Up banyak buat kalian. Doain aja yah semoga semua kerjaan kakak lancer amiin. lagian kita dilancarkan dan dimudahkan... aamiin
....
Semua hari berjalan sebagaimana semestinya. Tapi Caisar semakin hari semakin sibuk dengan urusan osisnya dikatenakan acara Liga sebentar lagi akan dilaksanakan. Ia bahkan kadang suka bolos bekerja.
Cessy? Ia hanya dirumah tak bangak yang ia lakukan sebab gaji kakaknya sudah cukup untuk mereka. Apalagi sekolah Cessy sekarang sudah tanggungan Gefri ayahnya Gerry. Itu salah satu syarat diberi gefri jika mereka mau pindah kesini.
Maka Gefri yang menyekolahkan mereka. Caisar menolak tapi Gefri memaksa jika tak mau gerima yah meteka tak boleh keluar dari rumah itu. Jadi yah dia menerima saja.
Mau bagaimana lagi? itung-itung rezeki untuk Cessy juga kan? jadi ia tak lagi pusing uang buku atau uang Sekolah. Dia penerima beasiswa tapi tidak dengan kewajiban anak sekolah dalam peralatan nya.
Semua berjalan sangat sepi. Tak ada suara canda lagi, tak ada tawa. Setiap pulang Caisar hanya disugiuhkan Cessy yang tertidur diluar tak ada adik-adiknya. Kadang Caisar inin membnerontak dan menjemput adiknya.. tapi ia harus tahan. Ia tak punya apapun saat ini untuk adiknya. Jadi sabar sebentar lagi yahhh.
“Pangeran kok diem aja si dari tadi?” Tanya Disya yang melihat Caisar yang diam saja dikantin.. mereka sedang makan siang dikantin saat ini dan Caisar termenung kaget melihat makanan dihadapanya mengingatkan adiknya Cleo. Cleo sangat suka bakso.
Caisar menggeleng pelan dan memakan makanya,”Aku hanya kelelahhan saja Sa.”Ujarnya.
Disya menghela nafas saja dibuatnya lalu mengangguk. “kenapa Disya ngebosenin yah Pangeran mangkanya pangeran nggak nyaman sama Sasa?”Tanya Disya pelan. Tapi jujur dadanya sakit ketika mengatakan itu, detak jantungnya terasa melamban dengan aliran darah focus pada hatinya.
Caisar terdiam. Bagaimana bisa ia bilang begitu sedangkan Caisar tak pernah memikirkan perasaan dirinya dengan Disya karena perasannya terus tercurahkan pada adik-adiknya. Ia menatap Disya sayang.” Kamu tidak membosankan. Aku yang membosankan. Maafkan aku yang tidak bisa memberikan kamu yang terbaik seperti lelaki lain.”Ujarnya pelan.
Disya disana diam melihat Caisar. Caisar terlihat mengeluarkan sesuatu dari sakunya, itu jepit rambut yang sesungguhnya Caisar tak sengaja beli kemarin dijalanan dari tukang keliling biasa Untuk Cleo., ia tak ingat jika mereka sudah terpisah, sampai dirumah ia baru ingat.
__ADS_1
Ia memakainya jepit itu di rambut Disya dan tersenyum manis.”Buat kamu... “Ujar Caisar pelan.
Disya tertegun melihat jept rambut yang berbentuk mutiara yang ada kupu-kupu kecil berwarna birunya. Sangat cantik dan menggemaskan., apalagi ketika Caisar mendekat dan mengenakanya di rambutnya. “beneran buat aku?”Tanyanya, caisar mengangguk.”Ahhh makasih pangeran. Disya suka banget.’Teriaknya mnemelik Caisar dnegan erat.
Caisar meringis disana. ia tak tau jika yang diberikanya sangat disukaui oleh Disya. Padahal harganya Cuma lima ribu loh.. bagaimana jika Disya tau itu adalah milik Cleo yang Caisar beli. Tapi tak apalah asal tak ada yang memberitahu juga ia tak akan tau.
“Hmmm mungkin malam minggu nanti aku luang, yok kencan.”Ujar Caisar. Disya menutup bibiurnya tak pecaya lalu mengangguk malu.
“Sekarang lanjut makan dulu yah.”Ujarnya. disya memerrah malu nmengangguk makan lagi makan makannya,. Demi apapun wajahnya yang seram tak cocok dengannya saat ini.
...----------------...
“Kak, kita Pulang nanti kerumah kita aja yuk... aku mau ulang sama kakak aja.”Ujar Rafa lesuh dengan Farel yang sedari tadi diam saja.
“Tapi kak. Aku nggak mau sama mama.. “Ujar Rafa lirih. Memang sejauh ini ibunya tak pernah berbuat jahat dengan dirinya dan kakaknya tapi mendengar ancaman itu membuat ia cukup tertekan. Keluarganya juga baik-baik saja. Tapi tetap saja ia tak mau dengan mereka.
“kakak udah pulang??? Ayok bareng sama aku aja kemobil.”Malvin disana tersenyum kepada kedua kakak tirinya lembut. Rafa dan Farel meliriknya tak minat sesungguhnya, tapi tetap mengangguk saja menuju mobil milik malvin. Mereka tak mengenakan mobil lagian masih dibawa umur. lalu bagaimn dengan Malvin? Yah biasalah yah nyogok heehe.
“ehhh nggak deh.. nanti kita ikut masuk neraka lagi masuk dalam mobil yang bikin sukanya nyogok. Yukkk kak kita kpakek mobil lain aja atau gtunggu jemputan.”Ujar Farel menarik tangan kakaknya pergi. Rafa disana diam mengikuti sang adik saja,.
Malvin disana mengerjab melihat kedua kakaknya.” Ak-aku.. kakak kenapa gitu?”Tanyanya pelan menatap mereka tak percaya.”Kalian kenapa belum bisa nerima aku padahal kita keluarga loh..”Ujarnya pelan.
Rafa disana menatapnya diam beda dengan Farel.”Mimpi aja terus sampek dunia kiamat kita ngak bakal jadi suadara.. “Ujarnya menarik kakaknya. Entah kenapa ia tak suka akan adik tirinya. Ia merasa ada hawa-hawa tak enak di dirinya. Ia juga tak mau kakaknya terkena hawa jelek disana.
__ADS_1
Malvin menatapnya datar, ia memasuki mobilnya terdiams ebentar. Sampai pada ia menatap kedua kakak tirinya menjauh. Ia tersenyum smirk dan....
Brum.. Brum.. ia menacapkan gasnya hingga suaranya menggema dijalan. Ia berbelok dan Bruk...
Farel tak tau apa yang terjadi, ia kaget melihat kembarannya terseret keujing jalan dan terpental.. Tangannya gemetar melihat darah berceceran. Tak sampai disana ia melihat tubuh kembarannya terguling dengan darah bercecerahn itu dilindas oleh truk.. nafasnya berhenti sesaat, ia tak bisa bergerak. Ia tak bisa berkata apapun. sesak rasa dadanya menghimpit. Dunianya mencuram hinga ingin mati.
Sisi lain Rafa sendiri tak tau apa yang terjadi padanya, ia merasa tubuhnya ditabrak keras, tubuhnya melayang keudara dan terhantam mobil, terseret beberapa meter membuat kulit dan daging ditubuhnya bergesekan dengan aspal. Ia merasa sangat perih, bahkan perinya begitu dashyat ketika luka itu bertemu krikil-krikil kecil.. ia ingin mati dan....
Bughm
Kepalanya menghantam aspal, kepalanya terantuk kuat. semua tulangnya terasa patah. Darah semakin mengalir deras diwajahnya. Ini sangat sakit baginya. Tak berselang lama ia ingin tak sadar ia merasa tubuhnya seperti dikuliti secara paksa, ada beban yang bertonbton menghimpit tubuhnya ia tak kuat.. ia tak kuat dan ia memuntahkan darah. Dadanya perih....
“Kakak..!!”” Gumam Farel lirih terjatuh, kakinya melembek yang bajkan tak lagi bisa ia gerakkan. Ia terjatuh melihat tubuh yang sudah mengenaskan disana. darah yang bahkan tercoprat ditubuhnya. Sudah beberapa kendaraan berhenti dan beberapa mendekati kakaknya. Ia pingsan ditempat...
.
.
.
.
.
__ADS_1