Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Pergi


__ADS_3

“Loe yakin mau pulang sendiri? Gue anterin yah Sar kan gara-gara gue luka loe kebuka lagi.. luka loe dalem banget, kenapa nggak dijahit aja?”Tanyanya dengan lirih. Ia menatap Caisar dalam dan juga merasa bersalah. Andai ia tak menepuk lengan Caisar tadi. Pasti tidak begini jadinya.


Caisar tersenyum tipis.”Gue kan emang udah luka, dan loe enggak sengaja. Sans nggak apa-apa kok. Gue pukang sendiri aja soalnya gue mau kesuatu tempat dulu.. gue pulang duluan yah Bay.” Caisar melenggang pergi meninggalkan Gerry yang hendak bicara lagi. Caisar memang mengelaknya dan tak mau mendengarkan Geery lagi. hal yang membuat Gerry menatapnya dengan curiga. Ia tau jika Caisar memiliki masalah.


“Sampek kapan loe nyembunyiin semua masalah loe dari gue?? emang Cuma gue yah nganggep loe temen bahkan saudara sdeangkan gue tetep orang asing yang nggak berarti apa-apa dimata loe?”Gumamnya lirih menatap punggung Caisara menjauh. Tak lama ia mengambil tasnya berlati menyusul Caisar untuk pergi.. ia penasaran kemana Caisar pergi sebab sedari dulu ketika ia mengajak pulang bareng Caisar beralasan begini.


Ia heran sejak pertama bertemu Caisar terllihats elalu kelelahan, suka tidur dikelas bahkan ketika guru mengejarnya. Untunglah ia pintar jadi beberapa guru membiuarkannya saja. Ia heran apa yang dikerjakan oleh Caisar sehingga selalu kelelahan begitu, kadang ia bisa melihat Caisar nampak sangat kunyu dan juga brantakan. Ada apa??? Setiap ia bertanya begitu Caisar hanya memberikan senyum tipis dan menggeleng seakan menjelaskan dirinya tak apa-apa.


Hey dia bukan manusia buta yang tak bisa melihat.!


Langkah Caisar memasuki perpustakaan daerah. Itu perpuastakaan tempat ia bekerja sekarang, ia baru bekerka beberapa hari, ia disini bekerja sampai jam 9malam selebihnya ia bisa pulang. Ia disini hanya menunggu orang masuk dan meminjam buku. Gajinya lumayan tambahan gajinya. Setelahnya Caisar memilih kerumahnya, disana ia juga baru beberapa hari ini kerja, ia akan menjadi tukang parker sampai jam dua belas malam biasanya mangkanya pas ia pukang adik-adiknya sudah tidur.


Tapi pas ia sampai diparkiran ia melihat sudah ada yang mengisi.. ia mendekati pemilik tempat makan itu dan ingin bertanya tapi lamngsung disergap pemiliknya,.”Eh Cai. Maaf yahs eprtinya kamu nggak usah kerja lagi. soalnya anak paman sedang libur kerja, katanya dia jaja sambil-sambil nambahin uang.”Ujarnya tersenyum.


Caisar mendengarnya tersnenyum mengangguk. " Nggak apa-apa kok pak. Saya pamit pergi jika begitu...." Ujar Caisar sopan lalu pergi dari sana meninggalkan paru baya menatapnya merasa bersalah....


....


“Gila aja... Dia belum pulang jam segini? Mau kmana si dia?”Gumam Gerry tak suka melihat Caisra yang berjalan dipinggir jalan pelan, yah ia melihat dari tadi, dari Caisar kerja diperpus, pergi kerumah makan ingin jadi tukang parker hingga sekarang Caisar berjalan dan duduk dihalte terlihat kelelahan. Gerry mengusap perutnya yang terasa sangat lapar dan tubuhnya yang sangat lelah.. ia baru kali ini selelah ini. ia lelah hingga menyerah.. tapi melihat wajah kelelahan dan juga lemah Caisar membuat ia ibah. ia ingin mendekat tapi ia menahan diri sampai ia tau kemana lagi Caisar pergi lagi. Jika melihat Caisar begini wajar saja ia selalu kelelahan... namun yang jadi pertanyaannya sekarang, kenapa Caisar melakukan semua itu?? Apa ia tak punya orang tua? Apa dia dibuang orang tuanya?? Ia jadi gelisa baru tau sekarang. wajar saja Caisar tak menjadikan dirinya teman, dirinya saja tidak tahu menahu tentang Caisar.


kenapa ia selama ini begitu bodoh?

__ADS_1


Beda hal dengan Caisar, ia duduk dihalte karena ingin menunggu waktu berjalan.. ia menghela nafas menatap jalanan, hari sudah larut wkatunya ia pulang. Ia memilih kembali kerumah miliknya.


Caisar berjalan tanpa tau jika dirinya diikuti oleh temannya, sampai didepan gang ia melihat empat mobil mewah disana, dahinya mengernyit, lalu ia tak mempedulikan, mungkin ada donator untuk tempat ini kan? ia masih berjalan menuju rumahnya..


Dughg.. ia melihat ada beberapa orang didepan rumahnya. Dan juga beberapa orangg yang ia kenali seperti Cleo. Ada beberapa barang juga yang disana sudah siap dan beberapa tas besar dan koper membuat ia tertegun, siapa yang mau pergi???


“Kak Caiiiii..!!!” Teriakan itu menyadarkan Caisar. Ia disana bersikap tenang dan mendekat, ia bisa melihat wajah adik-adiknya yang menataonya takut. Cleo disana tersenyum pada Caisar.”Kakkk ayoo kita pulang sama mama papa..”Ujar Cleo dengan semangat


Caisar mendengarnya memanas, ia melihat Cleo dengan tatapan tanda Tanya.”Siapa yang bilang kita ikut mereka?”Tanyanya dingin.


Adik-adiknya tertegun mendengarnya. “Dan ini? barang siapa yang dikeluarkan? Sapa yang mau pergi?”Tanyanya semakin dingin.


Kedua orang tua Caisar yang melihatnya gugup.” Cal..” Ayahnya angkat bicara. Ia menatap anaknya ragu.”kita pulang.. kita akan sama-sama lagi, jadi ini baju dan juga kebutuhan kalian.. “Ujarnya pada Caisar.


“Kak.. kita udah bahas ini sebelumnya,”Ujar Rafa disana dengan kakaknya sendu. Ia pikir kakaknya yang diam saja setuju, ia tau ia salah tapi baginya ini yang terbaik.


Caisar mendengarnya terhenyak, adik-adiknya tak mendengarkannya? Ia melihat Rafa dan Frael yang sudah siap.”Kita tinggal nunggu kakak buat pergi.. ayok kak siap-siap. Kita mau bilang ini sedari kemarin tapi kakak sibuk banget, kita enggak sempat ketemu.”Farel melanjutkan ucapan Rafa.


Caisar disana semakin dingin, dadanya bergemuruh, rasanya ia ingin beteriak memukul ayah dan ibunya. Tapi ia berfikir watas.”Kalian mau sama mereka?”Tanya Cyaiisar pada adik-adiknya. Adik-adiknya mengangguk dengan pelan. Caisar disana tak bisa berkata-kata, ia memalingkan wajahnya.


“Pergilah.. “

__ADS_1


Ia hanya berharap kebahagiaan adik-adiknya. Lagi [pula jika denganya adik-adiknya hanya akan merrtasa sengsara kan? selalu kekurangan uang, dan hidup apa adanya. Berbeda dengan ibu dan ayahnya yang punya segalanya. Wajar saja jika adik-adiknya mau dengan mereka.


“Kak.. kakak juga ikut.”Ujar Cleo menarik lengan kakaknya. Caisar melirik Cleo.


Ia menggeleng dingin.” Kalian saja jika mau. Kakak tetap disini.”Ujarnya tenang menahan iar matanya, sudah dua hari sendiri memikirkan hal ini, ia tak punya pilihan lain, menekan dan memaksa adik-adiknya tetap bersamanya akan membuat adik-adiknya tak berkembang. Adik-adiknya berhak bahagia. lihatlah melihat orang tuanya dua hari saja mereka sudah mau pergi meninggalkannya bukan?


Rafa menggeleng.”Kak maksud kami kakak ikut.. Bukan Cuma kita.”Ujarnya nanar pada Caisar.


Caisar melihatnya.”Kakak tidak pernah bilang akan ikut atau mengizinkan kalian pergi, tapi kakak juga tidak bisa memaksa kebahagiaan kakak. kakak sadar menahan kalian disisi kakak sama saja kakak membawa kalian kekehidupan yang tak layak. Kakak tidak memiliki banyak uang seperti mereka yang kalian inginkan. Kalian pergilah dengan mereka, carilah kebahagiaan kakak. biar kakak disini sendiri.”Ujarnya dengan pelan, suaranya bergetar jika didengar.


Rafa mengeleng.”Kak bukan gitu kak.. ‘”


Caisar disana melihat kedua orang tuanya, ia tak tau apa maksud orang tuanya mau membawanya lagi, apa karena mereka kembali kaya mangkanya menjemputnya lagi??


“Pergilah.”Ujar Caisar pada mereka tanpa mau melihat mereka, ia memilih memasuki kamar meninggalkan para adik menatapnya nanar.


.


.


.

__ADS_1


Alurnya masih panjang🔥 terimakasih sudah memberi semangat


__ADS_2