
Bahagia itu tergantung gengsi___ Fadly___
Keterdiaman Fadly sedari tadi hanya ditatap diam oleh Caisar. Fadly mengangguk-ngangguk dan berkjata.”Saya tak menyangkah jika kamu semiskin ini Cai..”Ujar Fadly dengan jujur dan hanya disenyumi oleh Caisar.
Caisar disana menetralkan wajahnya dan ketika hendak angkat bicara suara Cessy mengagetkan mereka.”Kak Kai, makan dulu yuk.. kakak pasti laper kan?”Tanya Cessy datang dengan wajah khawatir kepada sang kakak tanpa menatap Fadly. Fadly hanya diam mendengarnya.
Caisar mengangguk lalu menatap Fadly.”Kamu mau makan bersama kami?”Tanyanya berbasa-basi.”Tapi sebelumnya saya harus kasih tau kamu jika makanan kami tidak seperti makanan yang ada dirumahmu atau yang biasa kamu makan. Jadi jangan berharap banyak akan makanan kami, saya tahu siapa kamu dan sifat kamu tapi tolong jangan tunjukan hal yang buruk itu kepada adik-adik saya.”Ujarnya. Fadly disana terdiam mendengarnya. Ia ingin angkat bicara tapi tak jadi ketika sadar jika apa yang ia ucapkan akan membuat Caisar sakit hati. Ia jadi tak enak nanti.
Fadly mengangguk ikut kepada Caisar, sebenarnya ia tak mau makan tapi entah kenapa bibirnya sangat kelu untuk bicara saat ini. ia hanya diam dengan melirik sekitarnya. Matanya terhenti dimeja makan, disana sudah ada Farel yang menaruh piring. Ada Rafa juga yang sudah duduk dan Cleo yang duduk di pangkuanya Rafa. Keliatannya mereka sudah mandi dan juga sudah segar. Meski baju mereka lusuh ketampanan dan kecantikan mereka sungguh diatas rata-rata. Fadly jadi heran kok bisa ada orang miskin setampan dan secantik mereka??
“Fadly duduklah. Kamu duduk didekat Farel saja.”Ujarnya Caisar. Fadly tiba-tibna bak anjing yang patuh terhadap tuannya. Ia melihat yang mana yang Farel dna mana yang Rafa, karena keduanya ini terlihat mirip meski satunya berkulit sedikit gelap dan yang satunya putih pucat.
Caisra yang tak sadarpun berkata.” Farel itu yang kulitnya sedikit gelap, jika Rafa itu yang putih. Mereka kembar.”Ujarnya dengan pelan.
Fadly disana mengangguk dan duduk disampingnya Farel.
“Asikk. Makan malam dong. Cle udah laper banget loh.”Ujar Cleo disana berbinar bertepuk tangan.
”Ayookkk kak kita berdoa. Cleo yang pimpin doanya yah.”Ujarnya dengan gemas. Caisar disana terkekeh dna mengangguk.
Fadly mencebik perasaan tdi Cleo makan banyak dan menghabiskan tiga apel ukuran besar.
__ADS_1
Tangan satu kesatu saling menyambung, dari caisar. Cessy. Cleo, Rafael lalu ke Farel. Hanya Fadly yang belum. Fadly mengerjabkan matanya bertanya.” Ini doa makan kakak. ayo sambut tangannya kak Farel.”Ujarnya Cleo menarik tangan Fadly kaku.
Hingga tangan Fadly menyentuh tangan Farel, disana Nampak ia sangat kaku tapi ikut memejamkan mata mendengar Cleo yang berdoa penuh khidmat. Hatinya berdebar debar kenapa, tapi yang harus ia ketahui satu hal. Ia iri dan malu karena numpang makan dirumah musuh serta orang yang terus ia billy. Meksi dulu keluarganya harmonis tapi tidak pernah orang tuanya mengajarkan doa begini, mereka berdoa masing-masing dan makan dalam diam.
Tapi ini? hatinya menghangat hingga tangan Farel melepas tangannya dan Cleo melepaskannya mereka pun mulai makan.
“Hari ini Cessy hanya masak sayur kangkung yang Cessy tanam dibelakang rumah ditumis pedas, dan sambal ikan rebus. Maaf yah jika makananya kurang mengenakkan di loe.” Ujar Cessy disana dengan santay kepada Fadly.
Fadly mengusap pundaknya dingin dan mengangguk. Ia mulai melihat Cessy yang menaruh makanan untuk Caisar, adik-adiknya hingga untuk dirinya. Ia juga memberikan sayur dibantu Farel. Fadly hanya diam tak berkutik melihat keharmonisan keluarga ini.
Tapi pertanyaan dibenaknya kenapa hanya ada mereka berlima? Dimana keluarganya?? Ia ingin bertanya tapi ragu. Tapi rasa penasarannya lebih besar. “ Hemm kalo boleh tau orang tua kalian dimana?”Tanyanya dengan pelan. Takut ucapannya membuat mood mereka buruk.
Semuanya terdiam sebntar lalu kembali beraktivitas. Caisar disana menatap Fadly untuk menjawab.”Sebaiknya kamu tidak terlalu mencampuri urusan orang lain, lain kali kamu harus tutup mulut baik memasuki atau keluar rumah orang.”Ujarnya. fadly terdiam merasakan jika Caisar tersinggung.”Saya takutnya nanti kamu bertanya dengan orang lain yang memiliki sisi sentimental yang temperamental jadi akan menghgancurkan kamu sendiri. “Ia menghela nafas sebentar.”Orang tua kami sudha tidak ada lagi.”Hanya itu yang ia jawab.
Tapi bagi Caisar dan para adik ini sangat mewah.
Fadly baru kali ini makan masakan begini, tak buruk. Malah terasa nikmat. Memang tak seenak makanan yang sering ia makan, tapi ini memiliki citra rasa tersendiri membuat ia tak mau berhenti mengunyah dan makan. Ia jadi kagum. Apa ia yang norak atau memang makanan ini yang enak.
“Jangan diam aja kak. Ayoo bicara.. kak Fadly banyak buah kan dirumah.? Malah diatap banyak buah anggur loh. Nanti kita harus belajar menanam anggur dengan kak Fadly supaya bisa dijual dipasar dan menghasilkan banyak uang.”Ujar Cleo semangat menyadarkan Fadly.
Plakkk..”Otak kamu isinya Cuma uang yah padahal masih kecil.”Ujar Caisar. Cleo hanya cengengesan menatap Caisar dan mengunya makanannyo dengan cepat dna nikmat.
__ADS_1
Fadlky tersenyum saja melihat semua menatapnya.’'Iya nanti kakak ajarin Cleo yah.”Ujar Fadky. Cleo mengangguk semangat.
Fadly sudah pulang setelah makan, Caisar dan lainnya pun berterimakasih banyak kepadanya tapi tidak sama sekali mengenalkan adik-adik nya secara formal yang artinya Caisar melarang Fadly untuk mendekati keluarganya. Fadly sadar hal itu.
Cukup hari ini saja. Karena Caisar tau jika Fadly
bukan orang baik! ia buruk bagi Caisar.
Dan sekarang ada kerika Cessy yang menaruh buah apel dan anggur yang Cleo ambil adi. Ia menaruh diatas meja untuk pada adik dan kakaknya yangs edang belajar.” Kenapa kulitrnya enggak dikupasin si kak?”Tanya Cleo yang mau memakannya.,
Cessy menggeleng.” Kulitnya itu baik untuk kulit kita. banyak juga kandungan yang bagus jadi kalo dibuka nanti rugi. tapi jika Cle tidak suka kakak kupasin aja mau?”Tanya Cessy.
Cleo mengangguk polos “Makasih kakak..cle mau dikupas saja soalnya tidak suka kulitnya.” Cessy tersenyum mengusap kepalanya dan segera membuka kulit apel itu.
“Wahhh bagi boleh yah kak?”Tanya Farel diikuti Rafa. Cessy mengangguk membuat mereka dengan semangat memakanya.
”Wahh manis banget.. hehe udah lama nggak makan apel, ini banyak banget lagi padahal biasanya satu bagi lima yah kan?”Tanya Cleo yang memakan apelnya. Semua kakaknya terdiam mendengarnya. Mereka melirik Caisar yang masih menulis takut. Takut kakaknya sedih mendengarnya.
”Tidak apa Cle, yang penting itu kebersamaan dna berbaginya. Dibandingkan memiliki banyak apel tapi hanya makan sendirian, itu tidaklah enak.”Ujarnya Cessy dengan sendu pada sang adik.
Cleo mengangguk saja tak tau.” Iya kak. Tapi jika bisa bersama-sama dengan jumlah banhyak pasti lebih enak supaya tidak rebutan dan kekurangan.”Ujarnya.
__ADS_1
“Cle.”Tehusnya Rafa disana tak enak pada Caisar. Caisar yang mendengarnya dari tadi hanya diam melanjutkan tulisnanya. Cleo disana terdiam sadar akan ucapannya. Ia melirik Caisar disana diam. Caisar menghela nafas, ia tersenyum mengusap kepala Cleo.
“Kakak ada kabar bahagia loh..”