Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Pergi


__ADS_3

Naunang senja tak pernah berandai akan kebersamaan yang hakiki, terikat tanpa pergi, ia juga tak pernah menginginkan pergi tanpa meningalkan hitam berkepanjangan lalu kembali datang.


Bodohnya ketika yang menunggu tak peduli, mau itu lama, mau itu singkat, dan apa arti lamanya menunggu. Yang penting adalah bertemu Tampa membenci, bersatu tanpa harus memiliki. Dinikmati tanpa memikirkan waktu. Yang ada hanya satu. Kem,bali bertemu dan tersenyum bersama meski sudah tau akhir cerita sneja akan tetap pergi meninggalkan gelap berkepanjangan lalu pergi lagi...


Sehabis senja hilang malampun tiba, dimana proses seharusnya manusia normal yaitu melakukan istirahat dan juga menghilangkan penat yang ada. Meski sesaat manusia membutuhkannya. Tatapa mata Cessy tak lepas dari jam tangan miliknya. Ia mengerjanb pelan disana lalu menghela nafas gugup. Jantungnya berdetak dua kali lipat dari biasanya.


Pukul sudah menunjukan pukul 2 subuh tapi ia tau pukul ini seharusnya semua sudah tidur, tapi tidak dengan ayahnya yang sekarang gila kerja dan masih diruang kerja. Ioa menggigit kukunya. Matanya merah membengkak, sebela pipinya biru dan juga banyak goresan. Itu akibat anak-anak yang tadi menganiayanya.


“Kakak.. Cle mau pulang. Tunggu Cle yah!.”Gumamnya menghela nafas, ia muak disini. Matanya sudah sangat mengantuk tapi ia tahan sedari tadi. Cleo dibiasakan tidak pernah tidur lewat dari jam 8 malam, tapi disini ia dipaksa tidur jam 10 dsuruh bvelajar banyak bahasa. Ia menggeleng kepalanya dan menepuk-nepuk pipinya.. ia harus sadar dari sekarang,.


Ia memakan sayur dan juga buah yang tadi jatuh. Ia buutuh makan, itu yang dibung oleh si kembar tapi tetap ia makan. Kalian tau kenapa? Itu karena ia butuh makan. Karena dia lapar. Memang semua orang bisa melakukan apapun jika menyangkut perut bukan? Bahkan dengan menjual diri sekalipun? Mangkanya diluar sana banyak yang menjual diri. Mereka bukan murahan. Hanya profesi uuntuk bertahan hidup. Yahhh ingat itu..!!


Sampai dijam 3 barulah ia bangkit dari tidurnya yang bahkan dari tadi kepalanya sudah kantuk-kantuk. Ia mengambil alat-alat yang sudah ia siap tadi, serta satu ransel yang berisikan uang, dan juga emas yang dibeli ayahnya. Iyalah, dia tidak bodoh dan tidak munafik yah..!! dia mau bersama ayahnya itu karena uang..! tapi nyatanya harapanya sia-sia dan dia masuk kedalam jurang yang dalam. Jadi tak apakan jika ia menikmatinya dan membawa untuk kakak-kakaknya?


Ia juga membawa jam-jam mahal miliknya, kalung, cincin yang diberikan mama tiri nya. Dan juga hp miliknya yang belum diaktifkan. Itu ia bawa untuk kakaknya, pasti kakaknya membutuhkan itu nantinya bukan?? Haha katakana saja jika Cle licik dan juga matre ia tak peduli. Anggap saja upahnya selama satu bulan ini disiksa dan disuruh hidup penuh kekangan... iyalah hidup jangan mau rugi yah gess,,, mau dibilang murahan ataupun tak punya harga diri. Toh dia juga tak jual diri,


Ayoo kembali pada topic, ia meremas tasnya yang berwarna pink cantik itu, rambutnya ia kucir atas. Baju singlet putih kebanggaan miliknya dan celana pendek warna coklat. Ia juga membawa switer langsung yang tebal didalam taas jika-jika ia kedinginan diluar nanti. Tapi tidak untuk saat ini.


Tap..tap..tap.. langkah kakinya melangkah pelan, ia celingak-celinguk. Trumah sudah sangat gelap. Tak lagi ada yang berkeliaran saat ini. penjaga rumah sudah tidur semua termasuk bibir-bibik atau maidhouse rumah. Ini juga satu keberuntungan untuk Cleo.


Tapi pikiran itu hilang seketika.

__ADS_1


“Non..” Cleo menegang mendengar suara yang mengagetkannya. Ia dengan cepat berlari kebawah tangga tak mau melihat kebelakang.. tapi apala daya langlahnya itu hanya langkah mungil, ketika melewati tanga sekalipun itu memelan karena takut jatuh.


“Non mau kemana?” Cleo disana ingin menangis terhenti merasa tasnya ditarik dan ia tak lagi bisa berlari. Kakinya mengambang keatas karena ikut terangkat tasnya.


Ia melirik takut kebelakang. Tanganya semakin meremas tasnya kuat. didepanya ada ketua pelayan rumah ini, dia seorang lelaki paru baya yang tegas dan juga terkenal kejam. Ia sebagai pengawas baik dari pembersih, penjaga dan juga koki rumah, ia mengatur keuangan dan semua kebutuhan rumah. Cleo bahkan tak pernah melhatnya tersenyum.


Kepala Maid pun melepaskan Tas Cleo dan mengembalikan Cle menapak dengan lantai.


Cleo menekan rasa takutnya menatap kepala playan yang bernama pak Miin tersebut.. ia menatapnya dengan tajam.”Cle mau pergi pulang. Kerumah yang seharusnya Cle tempati..”Ujar Cleo tegas. Ia tak bisa berbohong karena sudah ketahuan juga kan? tas ransel sudah membuktikan saat ini.


Pak Miin menatapnya dengan tatapan rumit.,”Ini rumah nona. Lantas hendak kemana lagi nona?”Tanyanya tenang dan pelan.


Pak Miin diam menatapnya, “ Appakah disini ada yang kurang nona??? Apaklah nona tidak mendapatkan yang nona inginkan sampai ingin pulang?”Ia tau siapa Cleo sebab ketika menjemput Cleo dulu ia juga ada, ia membawa pakaian. Ia juga yang membantu Cleo kekamar dan menyiapkan. Dan bagaimana juga ia tak mengerti?? Rumah kunyu itu??


Cleo menggeleng.” Saya tidak butuh apapun kecuali kakak saya dan mereka tidak memberikannya dan malah memberikan yang Cle tidak mau. Lagi pula Cle mau kemanapun bukan urusan siapapun. Lebih baik pak Miin diam dan tidak usah bilang kepada siapapun. Cle tidak akan kembali kesini dan ini bukan rumah Cle.”Ujarnya berbalik memilih pergi meningalkan pak Miin.


Pak Miin menatapnya sulit.”Nona..!!” Panggilnya.


“Apa lagi?”Tanya Cleo hampir berteriak.


Pak Miin disana mendekat menepuk kepala Cleo pelan.”Kau anak yang cerdas dan kau pantas mendapatkan hal yang menyenangkan diluar sana. Mau saya antar dan bantu untuk keluar tanpa ketahan? Kau tidak tau jika rumah ini banyak cctv?”Ujarnya pelan.

__ADS_1


Cleo menatapnya dengan mata yang melebar.”Pak Miin mau bantuin Cleo pulang? Engak laporin Cleo sama mereka semua?”Tanyanya. pak Miin mengangguk pelan.


”kenapa tidak?”Pak miin tersenyum samar merapikan rambit Cleo yang sudah lepek karena keringat dingin tadi tanpa jijik. Menganggap Cleo sebagai cucunya sendiri.


Cleo menggeleng.”Pak Miin sedang tidak membohongiku? dan akan menghantarkan ku kembali dengan papa mama? Aku tidka bodoh dan aku tidak akan mau.”Cleo disana menatapnya tak suka. siapa yang mempercayai musuh adalah orang yang paling bocoh dimuka bumi ini. cleo bukan salah satu dari mereka yang bodoh itu.


Pak Miin tak bergeming menarik tangan Cleo.”Jangan berisik. Nanti kamu ketahuan.”Ujarnya pelan.


Cleo disana memberontakkpun terhenti. Benar juga jika dia berteriak dan memberontak nanti jika ketahuan bagaimana? Bukankah rencananya akan gagal?


Oke saat ini dia bagian dari orang-orang bodoh tersebut karena percaya dengan musuh.


Pak Miin mengajak Cleo melewati bagian sisi rumah, disetiap sisi rumah ada CCTV. Jadi ia membawa Cleo masuk lagi ke kamarnya. Cleo hendak mengomentari tapi diam takut ketahuan. “Ini kan kamar Cle? Kan cle udah curga pak Miin nggak sebaik itu.”Ujarnya berbisik tak suka. pak Miin tak melirik hanya tersenyum tipis.


.


.


.


Lagi nggak?

__ADS_1


__ADS_2