Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Pulang


__ADS_3

” Alice ini memiliki sakit jantung bocor sejak masih bayi, jadi dia memiliki fisik yang begitu lemah dan penyakit yang sering kali kambu. Karena itu dia ada di sini dan memang hampir setiap bulan ada di siini.” Lanjut Bram. Cessy melebarkan mata mendengar ucapan dari Bram. Alice si ceria memikul beban sebesar itu???


Dimata Cessy Alice ini anak yang sangat ceriah dan juga terlihat selalu bahagia dan menggebu-gebu, terlihat mekar bak matahari yang benar benar segar dalam pandangan. Rupanya ada beban begitu besar di pundaknya, ada sakit luar biasa dirinya tahan.


Luar biasa yah Cessy sampai terkaget mendnegar fakta mengejutkan tersebut,.


Alea memeluk Bram menatap anaknya yang tertidur sendu. Bram juga ikut mengusap air mata sedih melihat alice. “ Bahkan sebelumnya dokter tidak menjamin usia alice sejauh ini, katanya dulu mungkin alice hanya bertahan sampai usia lima tahun saja. Tapi rupanya dia bertahan sampai sejauh ini. Alice anak kuat. “ gumam Bram. Cesyy hanya diam, dirinya tidka tau harus bicara apapun kepada Bram dan juga Alea. Mereka pasti memiliki hari sulit dalam hidup.,


...----------------...


Disya tersenyum riang sebab Caisar pulang di percepat, katanya besok Caisar akan pulang sebab survey di lokasi tidak terlalu lama.


Andrian katanya ada pertemuan mendadak di Negara luar untuk mengurusi perusahaaan pusat. Jadi yah karena itu Disya sekarang berada di rumahnya sendiri sembari sembari membuka youtube untuk membuat bolu atau brownis. Semua peralatan ia keluarkan dan ia telah sibuk memecahkan telur. Diya melirik telur yang ia pecahkan kagum. Dirinya bisa memecahkan telur.


“ sedang apa Disya?” Dsya melirik kebelakang, ia bisa lihat ada Ayahnya Alam dan sekretarisnya.. Amore. Disya menjadi disuram menatap mereka. Amora melihat Disya yang suram menatapnya pun gugup.


Alam mengeratkan pegangan ditangan kekasihnya. Amor dan alam tidak tau jika akan ada Disya di Rumah. Disya di Rumah di jam segini, biasanya Disya jam segini akan diluar, bahkan sudah beberapa bulan belakangan Disya tidak ada di rumah.


Plas.... alam dan Amore kaget saat telur itu dipecahkan oleh Disya cukup kuat di dalam mangkuk lain. Disya tidak mau marah, ia melampiaskan amarahnya sejenak untuk kembali membuat brownis. Alam yang melihat disya tidak segera mengamuk dan memukul amor sudah bersyukur.

__ADS_1


Sebab biasanya Disya akan menjadi gila jika melihat dia dan selingkuhannya. Sebenarnya tidak lagi sebab kan sekarang istrinya sudah tidak ada. Alam membawa amore menjauh,lebih baik mencari aman. Tidak mau memperpanjang perkara bersama Disya di sini.


Disya masih dengan semangat mencampurkan semua bahan, dimulai telur dan juga bahan bahan lain. Tapi ” kenapa telurnya tidak seperti busa yang ada di video?” gumam Disya kesal melihatnya. Di dalam video telur yang dimixer menjadi busa tetapi yang miliknya tidak. Disya menghela nafas tetap lanjut meksipun bentuk miliknya dan yang di video beda,


Memasuki kuenya di dalam oven dan menunggu sembari membuka HPnya... ia memberi pesan kepada Casar dan tersenyum, sebab kata Caisar saat ini dia sedang berada di bandara untuk segera lepas landas, akh rupanya dipercepat jadi hari ini.. disya jadi tidak sabar, nanti malam dia akan ke rumah Caisar jika begitu. Ia akan memberikan kue buatan pertamanya,.


Beberapa saat wangi kue miliknya membuat Disya tersenyum, menatap kembali ke oven, oven itu masih belum menyala artinya belum matang. Disya menunggu hingga setengah jam sampai oven menjadi berwarna biru pertanda kue sudah matang. Kening Disya mengernyit membuka oven tenang menggunakan kain lap, tara.... disya menjatuhkan rahangnya menatap kuenya.


Kuenya hangus..!!! ia menatap oven nya lagi. ” wah ini oven anjing.” Gumamnya kesal, dan parahnya lagi kalian tau? Kue miliknya tidak mengembang seperti yang seharusnya divideo. Bantet...


Brang.... Disya membuang kue itu kuat di lantai bahkan belum ia coba, semua penjaga dan pelayan diluar kaget dibuatnya. Alam dan amor bahkan yang berada d ruang kerja sedang mesra mesraan juga kaget. Disya mengepalkan tangan menatap kue buatannya yang sudah hancur. mengambil oven dan membantingnya kuat lagi di lantai hinggga semuanya berserakan.


“ Disya apa yang kamu lakukan?!!!” Tanya Alam bergegas mendekati Disya yang ada di sana. Disya menghela nafas dan menyugarkan rambutnya kebelakang, ia melirik ayahnya dingin dan datar.” Yah gimana yah, yang buat aku marah kan memang harus aku hancurin, termasuk semua ini.” ujar Disya tersenyum kepada ayahnya sembari menunjukkan semua yang sudah hancur di bawah kakinya.


“ Disya.,..” ia menekan kata katanya. Tapi Disya malah menghentikan ulah nya dan melangkah melewatinya saja tanpa mendengar ucapannya.


“ Disya..!!” panggil Alam tenang kepada Disya lagi. Disya menghentikan langkah kakinya, melirik alam dan memutar kepalanya tenang menatap alam.


Alam menghela nafas menatap Disya pasrah.” Mau sampai kapan kamu kayak gini? Nggak semua harus kamu hancurin gini buat nyelesaikan masalah Disya. Nggak semua bisa kamu perlakuin buruk gini. “ ujar Alam masih marah dan juga kesal.

__ADS_1


Disya menatap ayahnya dan mengangguk.” Mungkin sampai lihat papa mati bunuh diri karena ulah aku. Soalnya belum ada yang buat aku puas buat ngelakuin hal hal jahat sih. “ ujar Disya polos dan juga tenang.


Semua pelayan mendengar gemetar takut dan tidak percaya akan jawaban Disya. Alam menatap disya lebih marah dan suram.” Kamu mau papa mati?” Tanya alam lagi cukup marah.


Disya menggeleng.” Lebih tepatnya Disya mau papa menderita. Gila.” Ujar Disya tersenyumlah sebelum pergi. Alam menghela nafas mengepalkan tangan menatap sang anak. Anak gila satu itu menguji iman.


Caisar berjalan dengan pelan di bandara bersama andre, ditangannya membawa tas oleh oleh dan jas miliknya. Saat ia turun ada bnyak pandangan melihat keduanya, keduanya benar benar terlihat menawan, sangat di senangi dan digemari satu sama lain. Mungkin karena wajah mereka yang terlihat tampan. Siapa sih yang tidak suka dengan laki tampan?


“ Pangeran..!!!!!” Caisar tersenyum melihat Disya yang tiba tiba datang dan meneltangkan tangan hendak di peluk. Caisar membuka lebar tangannya dan Disya melompat. Disya mengeratkan pelukan di dalam gendongan caisar. Disya terkikik seakan akan sudah lama sekali tidak bertemu dengan caisar. Akhh memang lama, dua bulan.


“ kok jemput? Katanya nggak bisa tadi.” Ujar Caisar tenang. Andre memalingkan wajah melihat keduanya, dan tangan yang mengerat di jas miliknya. Disya terkekeh melepaskan pelukanya tapi tidak turun dari gendongan caisar.” Habisnya di rumah ngeselin, ada setan sama iblis. Jadi panas, “ jawab Disya cemberut..


Caisar terkekeh mengusap kepala disya.’” Kamu sudah makan?” Tanya Caisar lagi.


Disya menggeleng lagi dengan helaan nafas.” tadi udah tapi jam 8 lagi. sekarang belum.” Ujarnya.


Caisar mengangguk, sekarang sudah jam 2 siang.” Yasudah kita makan dulu sebelum pulang.” Ujar Caisar.


Caisar melirik Andre dan menurunkan Disya tak enak. Disya menatap andre kesal karena nya mereka tidak jadi mesra mesraan.” Eh maaf pak. Bapak sesudah ini mau kemana? Langsung pulang saja atau mau makan dulu pak?” Tanya Caisra sopan.

__ADS_1


“ pulang aja... so..”


“ Disya.” Gumam Caisar menghentikan ucapan Disya. Disya malah mencibir pelan menatap Andre tajam agar Andre memilih pulang sendiri saja.!


__ADS_2