Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Naif


__ADS_3

Sudah dua hari Caisra menghindari adik-adiknya, ia pergi ke sekolah lebih awal setiap harinya sebelum para adiknya bangun, dan pulang dimalam hari, bahkan adik-adiknya tidak tau jika lengannya terluka parah, disekolah ada Disya yang selalu membantunya merawat luka miliknya hingga cukup baik, para adiknya pun khawatir akan kakaknya, tetapi Caisar belum bisa bertemu dengan mereka. Ia harus berfikir jerni dan mencari jalan yang terbaik.


“Woy.. ..." Teriak seseorang dari belakang Caisar sembari menepuk lengannya keras seperti kebiasaannya...


Siirttttt.. Caisar mendesis merasakan sakit dilengannya karena ditabok sesoerang, itu membuat sang empu menatapnya kaget. “Ehh.. tangan loe kenapa njeeiiirr..” Ujar Geery kaget menatap cairan merah yang keluar dibaju Caisar panic. Bahkan ia beryenti mengunyah permen karetnya mendekati Caisar kaget.


Caisar disana diam merasakkan denyut sakit itu, ia menggeleng lalu menyadarkan tubuhnya, kepalanya sangat sakit karena kurang tidur, dimana ia sangat lelah bekerja paru waktu untuk menghilangkan masalah dirinya. Gerry melihat Caisar begini pun meringis.”Kenapa lagi Sar? Loe sampel sekarang tetep ngak mau cerita apapun sama gue??”Tanyanya lirih.


Sudah bertahun-tahun bersama dan berteman tak membuat Caisar mau memceritakan hidupnya pada Gerry. Hal yang membuat Gerery merasa jika hanya dirinya saja yang menganggap Caisar teman baik sedangkan dirinya tetap hanya orang asing dimata Caisar.”Kita obatin dulu luka loe ke UKS yuk...”Ujarnya disana menarik Caisar pelan.


Caisar disana ikut saja karena tau jika lukanya sangat sakit. Namun dijalan ia bertemu dengan Disya yang sampai dengan wajah datar menatap Gerry lalu beralih menatap Caisar, matanya membesar melihat luka Caisar yang berdarah.


” Yaampun Pangeran.. ini luka kok bisa berdarah? Sini Sasa bantu obatin..”Hilang aura dingin dan wajah menyeramkan miliknya entah kemana, yang ada wajah cemas dan khawatirnya.


Caisar disana diam menuju UKS, dia tak mau ambil pusing atau mengelak, Gerry mendengus melihat Disya yang mengambil alih Caisar. Ia menggunya permen karetnya dengab tak suka. ia merasa kehilangan waktu bermain dengan Caisar karena Disya selalu menempeli Caisar. Ia jadi bertanya-tanya. Kok bisa Caisar tidak risih kepadanya?


“Loe tau Caisar luka?? Kenapa dia luka?”Tanyanya Gerry pada Disya yang sudah memgobati luka Caisar, Caisra tertidur pulas diatas kasur brangkar,

__ADS_1


Disya disana mengerjab mengangguk.”Dia kemarin nolongin orang yang mau dibunuh jadi yah gini.”Ujarnya disana Mendengus.


”Beg0k kan??? mau aja bantuin orang lain yang bahkan orang lain ngak peduli sama dia.”Matanya disana sangat dingin. Wajahnya sangat datar sangat berbeda dengan yang tadi.


Gerry disana menggeleng lalu mengangguk labil.” Dia memang bodoh.”Ujarnya mengangguk menyetujui.”Tapi pikiran dia beda, dia pernah bilang sama gue kalo mau orang lain peduli atau enggak sama dia, tapi ia tetap bakal jadi orang baik.. orang baik itu bukan karena mau balasan tapi karena sadar kalo baik itu dari hati. Dia yakin sekecil apapun kebaikan itu pasti bakal mengubah kehidupan orang lain maupun lingkungannya.. Dan yang lebih penting mengubah diri sendiri.”Ujarnya Gerry dengan pelan. Ia ingat ucapan ketika Caisar kelas 1 dulu. Ia sangat ingat malah.


Disya mendengus lalu duduk, kakinya terangkat diatas meja kursi, ia menatap Caisar dengan tatapan datar. “Baik Cuma buat diri kita jadi badut buat mereka, nggak jarang juga baik buat mereka merendahkan kita, menjatuhkan kita,, menginjak kita. Jadi orang baik itu sama aja jadi manusia sampah dan lemah dimata orang lain.”: Matanya sangat dingin.


“Loe benci banget sama orang baik? Mangkanya loe jadi manusia jahat?”Tanyanya Geery dengan penasaran pada Disya. Ia bisa merasakan jika Disya mengatakanya penuh dendam dan aurah gelap. Apakah Disya sedendam itu dengan yang namanya orang baik mangkanya ia sangat Badas??? Yahh sejauh ini ia menatap Disya tak lain hanyalah sosok wanita jahat.


Eh tapi Caisar kan orang baik!


Gerry disana menaikan satu alisnya.”kenapa?” Tanyanya pelan.”Bukannya semua orang mau terlihat baik dan juga berbuat baik??? Loe manusia butuh manusia lain buat hidup., jangan egois. Kalopun loe cuma dimanfaatin atau jadi lelucon diorang lain karena loe baik, seengaknya loe ,mati bakalan dikenang sama mereka dan juga loe enggak sendirian. Kalo loe gini terus loe bakal mati sendirian, nggak bakal ada yang mau deket sama loe.”Ujarnya penuh penekanan.


Disya disana menaikan satu alisnya, dadanya bergemuru disana dan tersenyum sinis.”Siapa bilang jadi manusia naik bakal buat loe enggak sendiri? Kepergian atau mati loe bakal dikenang dan juga diinget sama orang lain?? loe pikir semua manusia punya otak buat digunain berfikir?”Tanyanya. Gerry terdiam dengan menatap Disya lekat.”Loe tau kenapa iblis lebih banyak pengikutnya??? Itu karena iblis tau gimana cara menyenangkan pengikutnya.. enggak kayak orang baik yang Cuma tau gimana caranya mengikhlaskan dan kehilangan..”Ujarnya terkekeh pelan.


Gerry tak paham ucapan Disya, ucapanya terlalu tinggi untuk ia gapai, jikapun ia simpulkan ia tak tau kesimpulanya benar tu tidak sebab ada banyak arti dalam bahasa itu.

__ADS_1


Disya disana menghembus nafasnya kasar.”Gue ngak butuh siapapun didunia ini, jadi nggak perlu kata baik..”Ujarnya pelan


Gerry menggeleng melemparkan permen karet pada Disya. Disya yang dilempar menerikanya dan membukanya, ia memasukan kedalam mulutnya membuat Geerry terkekeh. “ Gue pernah mergok loe bunuh orang dijalan, gue loe gila kira itu Cuma gosipnya aja. Tapi termnyata loe memang bener-bener manusia iblis.” Gerry jujur, ia pulang dari sekolah dikalah itu tetapi, mobilnya mogok, karena itu jalan tidak ada yang lewat dan hpnya lowbat ia berniat mencari bensin ehh malah melihat Disya yang sedang memberikan goresan luka pada mangsanya yang berakhir mengenaskan.


Diysa mendengarnya terdiam melirik Gerry. Ia tersenyum miring.” Gue Cuma ngebantu dia supaya didunia ini nggak terlalu banyak dosa, dan cepet bertemu Tuhan..”Ujar Disya bangkit."Dan ngurangin beban Tuhan....",


Gerru disana mundur kaget melhat gerakan Disya. Terlihat Disya disana mengeluarkan pisau dibalik sakunya memainkan didepan Gerry. Gerry disana menatapnya kaget dan gemetar, ia mundur dnmegan tak terkontrol.


“Ma-mau apa loe?? Jangan gila ini sekolah.. dan-dan liat itu ada Caisar.. caisar bakal sangat benci sama loe kalo liat loe gini.. apaagi loe lukain gue sebagai teman deketnya,.”Ujarnya Gerry disana dengan gemetar. Disya dimatanya bagaikan malaikat maut.


Disya disana meniup permen karetnya, matanya tajam dengan mendekat berlahan-lahan, menikmati raut cemas dan juga takut milik Gerry cukup menghibur nya...,


tupp.. gelembung itu pecah dan membuatnya kembali mengunya pelan.


Dughg... Gerry tak bisa bergerak lagi karea ditahan brangkat dan dinding karena ia sudah berada disudut. Tepat dikepalanya Caisar.. Disya yang disana tetap tenang “Dis gue bakal teriak bikin Caisar bangun.. menjauh dari gue.!!” Ujarnya Gerry disana takut. Ia melirik Caisar tak juga bangun,


Disya terkekeh disana.”Caisar nggak bakal bangun karena gue kasih obat tidur sama dia. Gue benci liat luka ditubuh dia dan liat dia kesakitan.”Ujarnya disana lirih tapi terdengar menyeramkan. Disya disana memainkan pisau itu didepannya Gerry, ujung pisua itu ia tekan diadanya Gerry.

__ADS_1


Gerry menolak dan menahan namun takut Disya menekanya hingga ia mati. Disya disana menatapnya datar dan mengeluarkan permen karetnya, ia menekan pipinya Gerry. Gerry memberontak tapi kekuatan Disya sangat kuat. ia pasrah dan Dosya masukan permen yang suh tak lagi memiliki rasa itu. Gerry disana ingin muntah tapi tertahan.


Disya disana menepuk pipinya pelan.” Kalo sekarang loe selamat tapi ngak jamin kedepannya.. gue benci manusia sok tau dan so naïf.” Ujarnya terkekeh lalu pergi meninggalkan Gerry yang langsung muntah dilantai.. kakinya mendadak menjadi jelly sekarang.


__ADS_2