Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Kalah


__ADS_3

"Dan terakhir kemarin gue denger kabar kalo adik gue kecelakaan dan hampir mati, adik ketiga gue gangguan jiwa karena ngeliat sendiri kalo kembaranya hampir mati didepannnya. Adik gue yang terakhir sama mereka. Gue enggak tau mereka dimana, gue udah cari tapi kalian tau gue orang miskin yang nggak punya banyak kaki buat melangkah atau nyuruh orang. Bahkan pas gue lapor polisi sekalipun polisi bilang ini bukan suatu yang bisa ditindak lanjutkan karena adik gue bukan diculik. Rumah gue yang lama dibakar nggak ada yag tersisa buat nyaria dik gue.. nggak ada.”Ujarnya bergetar. Matanya juga ikut bergetar menatapnya.


Fadly meneguk Saliva nya kering.. “Gue berusaha buat ngelaporin kejadian adik gue Dafa yang ketabrak, tapi yang dipenjara malah yang menindas adik gue. truk bapak-bapak yang bahkan gue yakin disaat itu juga korban, jadi gue enggak mau lanjutin kasusnya si bapak. Gue mau cari dalang yang memang bener-bener nabrak adik gue. karena tabrak itu disengaja. Gue punya videonya. Kalian mau liat?”Tanya Caisar. ketiganya mengangguk semangat.


Caisar mengeluarkan hp Iphone yang diberi Disya sebelumnya.”Ini hp Disya. Soalnya Disya yang jagain dan nolongin adik gue. kalian bisa liat digaleri. Sory gue ngak bisa main hp, gue Cuma bisa angkat telpon atau Chat aja.”Ujarnya dengan polos.


Temannya menatapnya kaget.""Serius niiiirrr.."


”Sini gue aja.”Alfi yang tak peduli segera merebut hpnya dan membukanya. Ia melihat galeri Caisar isinya foto Caisar yang diambil secara diam-diam semua. ia melotot dibuatnya. Sampai beberapa saat ia mendapatkan Videonya. Sykurnya hp ini tidak banyak video hanya ini satu video yang berbeda dari video yang lain apalagi pilihan teratas dihp.


Alfi mnatapnya secara teliti dan saksama, dimana mobil melaju lenggang, terlihat dengan sengaja menyenggol mereka, sampai diujung ia tetap melaju tanpa berhenti. “Ini kayaknya memang disengaja. Tapi ada foto jelas nggak si BD nya? Siapa tau gue bisa minta bantuan sama paman gue?”Tanyanya dengan pelan tanpa mengalihkan video yang ia slowkan melihat dari gerik mobil secara teliti.


Caisra pun menggeleng.”Nggak si, Cuma disana ada kok foto yang apa namanya yah Screenshot atau ss atau skrinsot itulah yang buat foto layar hp. Nah ada BD yang jelas tapi udah diselidiki Oleh Disya kalo plat mobil ini dipusat udah enggak terdaftar, kami udah minta sama playanannya tapi emang bener-bener ggak diasih, semuanya ditutup rapat baik dipusat maupun perusahaannya.” Ujarnya dengan pelan kepada Alfi. Terdengar frustasi sata ini..


Brak..”Inimah udah pasti ada apa-apanya. Dia pasti bukan orang biasa..” Ujar Alfi menggerbak bahunya Faro.”Woy ini badan bukan meja.. ancur woy ancur.. Plak.”Ia ikut memukul kepala Alfi. Afi hanya meringis mengusap kepalanya. Inggin membalas juga dia yang salah.


“Gue ngak bisa jaminan Kai bisa bantuin loe, secara Disya yang sangat kaya aja nggak bisa apalagi gue. gue bukan orang yang kaya banget-banget yang bisa ngancem pakek kekuasaan gue. apa lagi uang, masih beban keluarga. Tapi gue bakal tetep bantu loe sebisa gue kok.. “Ujarnya Alfi terdiam. “Soalnya sekarang tu kita bakal selalu kalah sama yang namanya kekuasaan Kai. Mau sekalipun loe sekarang nemui pelaku. Gue enggak jamin dia bakal bisa dihukum. Pasti ada aja yang bikin dia bebas.” Lanjutnya.

__ADS_1


Caisra mengepalkan tanganya tak tenang mendengarnya.”Bener kata Alfi. So kemarin aja Disya pacar loe bunuh orang kan tapi Cuma penjara satu bulan dan setelahnya keluar. Loe pikir karena apa kalo bukan karena kekuasaan? Loe bayangin deh tu gimana kekayaan penabrak udah bisa ngalahin kekuasaan Disya.” Ujar Faro menggebu. Ia benci Disya. Sebab yang dulu dibunuh Disya salah satu adik dari temannya. Teman tetangganya ia tak tau apa alasan Dsiya membunuh. Hanya saja hukum menurutnya tidak adil.


Fadly mengangguk pelan.” Iya bener banget kata mereka Kai. Meksi sekarang loe nemuin dia pelakunya sekalipun. Gue jamin dia bisa selamat dari jerat hukuman, ada banyak yang diluar sana selamat hukuman Cuma-Cuma. Dan kalopun dia dihukum hukumanya nggak bakal setimpal sama yang dia lakuin sama orang lain. Contohnya ada Disya loe tau dia udah bully orang sampek gila tapi apa? Dia bahkan nggak masuk penjara. Kita ngak tau apa yang dia lakuin tapi kekuatan uang dan kekuasaan memang sedahsyat itu.”Fadly menepuk pundak Caisar.


Caisra mendengarnya dengan mata yang memarah. Ia tak bisa mengelak.””Maaf-maaf nih yah Kai bukan apa. Bukan gue ngehila loe yang miskin tapi memang miskin banget hehe. Tapi dunia memang sekejam itu. Ada uang loe dihargai kalo nggak ada uang mending mati.”Ujar Faro pelan. Takut Caisar tersingggung padahal sadar ucapanya itu kasar. Ia tak peduli lagi pula kadang orang lain butuh ucapan akosar untuk menyadarinya., benar bukan benar?


Caisar mengepalkan tanganya.. benar. Dia miskin, dia tak punya apa-apa, dia tak punya kekusaan dan yang menabraknya adalah orang kaya. Orang berkuasa. Apa yang harus dia lakukan saat ini? ia tak akan pernah ikhlas membiarkan penabrakan adiknya hidup dengan tenang.. ia tak akan biarkan mereka hidup dengan hura-hura diluar sana sementara adik-adiknya kehilangan dunianya. Itu tak akan pernah terjadi..!


“Gini aja. Gimana kalo kita cari aja dulu siapa pelakunya, setelahnya kalo gue udah tau orangnya. Biar gue yang bergerak dengan cara gue sendiri. Kalo kalian jadi gue. kalian nggak mungkin kan biarin dia hidup tenang meskipun kalian miskin sekalipun?”Tanyanya dengan tajam.”Senggaknya kalian bakal lakuin santet kan heheh. Tenang aja didunia ini ada banyak cara kok buat balas dendam.”Ujar Caisar dengan tajam.


“Syirik.. sama musrik apa bedanya si?”Tanya Alfi pelan.


Faro mengernyit keningnya.”Enggak tau tapi intinya menduakan Tuhan lah yah haha.. btw gue setuju si sama Caisar... semangat Sar mengejar neraka loe...!” Ia tertawa dengan ucapanya. So dia muslim jadi ia percaya akan hal-hal berbauh Tuhan dan dosa.


Caisar menghela nafas. Fadly. Faro, Alfi diam menatap Caisar sendu. Serba salah juga. Mau ikhlas tak akan pernah ikhlas yang ada bikin penyakit. Sakit hati, sakit hidup,. Sakit jiwa. Mau balas dendam dengan apa? Ia tak punya apa yang bisa dilakukan bukan? So memang hidup tidak seadil itu.


“Oke Kai jangan putus asa dulu ki-“

__ADS_1


“Gue nggak putus asa..” Potong Caiisar dengan tegas. Mana mungkin ia putus asa. Sudah banyak kehidupan yang lewati. Semuanya pahit tidak ada yang manis jadi bukan suatu hal yang besar baginya jika sekali lagi merasakan pahit. Hanya pahit perpisahan dan kehilangan adiknya yang tak ingin ia lewati dan ia coba.


Faro menghela nafas dalam.”Ya itu.. jangan sedih dulu. Kita cari solusinya. Nah Karena gue bisa hacker nih ye kan.. gue bantu cari siapa diplat mobil itu ye...”Ujarnya dengan tersneyum menghangat.


“Gue juga bakal bantu loe buat nyari dimana dia. Gue bakal bantu sebisa gue.”Ujar Alfi tulus dan tegas. Meksi baru berteman ia tulus mau membantu Caisra. Caisra itu baik, Caisar tu manis. Ia mau memiliki kakak seperti Caisar.


Fadly disana menepuk bhu Caisar.”dan gue bakal bantu loe buat jagain Cleo. Soalnya Cleo ada sama gue sekarang.”Ujarnya tulus.


“KOK BISA?”Tanya Caisar dengan kaget mendengarnya.


.


.


.


lanjut nggak?

__ADS_1


__ADS_2