Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
32


__ADS_3

Caisar memasuki rumah dengan mood buruknya. amarahnya sangat dalam saat ini hingga tak bisa mengendalikan dirinya.


“Kakak kenapa marah? Emang siapa yang datang kok nggak masuk?”Tanya Cleo yang menernyit melihat kakak pertamanya datang dengan aurah yang berbeda,


Caisar menggeleng.”Kakak masuk kamar duluan yah. kalian jangan lupa istirahat.. kakak capek.”Ujar Caisar lalu membawa buku dan kertas tugasnya kedalam kamar. Ia tak bisa begini jika tidak nanti ia bisa menyakiti adik-adiknya. Ia tak mau hal itu terjadi.


“Kakak. Cleo mau bobok sama kakak. Cleo mau dibacain cerita dongeng sama kakak. “Ujar Cleo semangat.”Tugas Cle udah kok kak. Cleo kangen bobo sama kakak, karena biasanya kakak kerja terus jadi Cle engak ada waktu sama kakak.”Ujarnya dengan pelan dan sendu..


Caiisar mendengarnya menjadi nanar. Ia menatap Cleo dnegan rasa bersalah karena tak ada waktu. Ia mendekat dan menggendong sang adik.”Ayoo kita tidur. Rafa kamu jangan lupa tidur juga yah. jika sudah selesai buat tugasnya. Kak Cessy dan Farel biar kakak nanti jemput. Mereka pulang dua jam lagi.”Ujar Caisar lalu memasuki kamar meninggalkan Rafa yang mengangguk pelan sembari menulis.


Tangan Rafa terkepal disana, tadi ia berniat melihat siapa yang bertamu kenapa kakaknya sangat lama? jarang sekali ada yang bertamu dan kakaknya tak membolehkan masuk. Ia pun menyuruh Cleo sendiri dan ia keluar,.

__ADS_1


Tapi yang ia temui membuat ia sakit. Ia mendengar jika ibu dan ayahnya datang ingin menjemputnya. Ia mendengar Caisar yang memarahi mereka tanpa memakai atau berbicara kasar. Ia mengepalkan tangannya erat karena tak bisa menahan diri. Jujur ia merindukan ibu dan ayahnya. Ia ingin bersama kedua orang tuanya seperti orang lain. Ia ingin ibu dan ayahnya memeluknya seperti anak lain. Ia ingin melihat wajah mereka.


Ia tau ibu dan ayahnya jahat meninggalkannya dan kakaknya, tapi itu tertutupi dengan rasa ingin bertemu dan rasa ingin menatap mereka. Ia melihat kepergian sang kakak lalu pergi berlari keluar., ia harus bicara dengan kedua orang itu.. ia harus bicara sebentar.


Sedangkan Caisar membacakan dongeng untuk Cleo pelan, Cleo tak juga tidur sedari tadi membuat ia menghela nafas,”Cleo kok belum tidur? Kan kakak udah bacain cerita dongeng.”Ia menceritakan cerita tentang Cinderella. Klasik.


Cleo disana memeluknya erat dan menggeleng.”Enggak tau. Cleo ngerasa nggak nyaman dari tadi, mata Cleo rasanya ada yang ganjel jadi Cle enggak bisa tutup mata. Hati Cle gelisa kak seakan kita bakal pisah jauh gitu.”Ujarnya pelan. Ia jujur dan polos. Semua yang ia katakana tanpa ada yang ia tambah dan ia kurangkan.


Cle menatap Caisar mendongak. Ia menatap mata kakaknya,”Kakak. Cle sayang banget sama kakak. jangan tinggalin Cle yah, soalnya kakak tempat Cle nangis. Andai nanti Cle ngelakuin kesalahan jangan marahin Cle. Karena kalo kakak marah da kakak pergi Cle enggak tau pulang kemana lagi.”lirihnya.


Caisar tertegun mendengarnya, ia melihat mata Cleo yang memerah. “Iya kakak bakal terus ada disisinya Cle. Tapi Cle harus jadi anak rajin dan anak baik. Kakak enggak mau Cle nangis.”Ujar Caisar mengusap pipi bersih itu pelanb. Entah kenapa ia tak suka keadaan ini.”Tapi kakak juga minta buat Cle jangan tinggalin kakak yah apapun yang terjadi. Kakak nggak tau harus apa kalo Cle pergi dari kakak.”Ujarnya.

__ADS_1


Cleo mengangguk dan memeluk sang kakak. “Iya kakak. cle sayang kakak. kalo Cle nakal dan ninggalin kakak pukul aja pantat Cle.”Ujarnya membuat Caisar terkekeh dan juga memeluknya ikut erat. Ia menghilangkan amarahnya dan mengganti kan dengan rasa nyaman dalam pelukan tangan hangat. Pikirannya tertuju pada kedua orang tuanya. Ia tak egoiskan menjauhi ibu dan ayahnya dari para adiknya?? Apakah ia terlalu egois tak membiarkan adik-adiknya tanpa kasih sayang ibu dan ayahnya?


Tidak-tidak.. Luka Caisar terlalu dalam, ia tak bisa kembali pada orang tuanya, jikapun suatu saat nanti adik-adiknya mau bersama mereka maka biarlah Caisar hidup sendiri. Ingatan caisar sangat menyakitkan akan adik-adiknya. Bagaimana ia dan adik-adiknya tidur dijalanan dan ditendang keras masih terngiang-ngiang. Ia yang hampir kehilangan Rafa karena sakit DBD.


Ingatanya sangat kuat dikalah Rafa berumur 3tahun itu, ia mengalami penyakit DBD Dan kurang gizi, jika tidak ditangai dengan cepat ia akan kehilangan sang adik sedangkan ia tak punya uang. Ia harus menjual darahnya meski diumur yang tak pantas. Tapi sang pembeli tetap mau dan tak memperdulikannya Karena anaknya membutuhkan darah itu. Ia dibayar dan itu untuk pengobatan sang adik. Ia lemas dan juga tak berdaya sehingga ikut jatuh sakit. Bayangkan ia memberikan dua kantong darah diusia dini. Ia tak kuat mengingat hal itu.


Caisar mengusap perutnya yang tertusuk akibat melindungi Cessy dari kejadian yang tak baik. Cessy hampir dilecehkan dan diperk0s4. Ia menyelamatkan adik hingga ia ditusuk. Semua tragedy berturut-turut terjadi. Cleo yang membutuhkan susu membuat Caisar bahkan harus mengemis. Ia tak makan untuk adik-adiknya dan tetap tersenyum. Ia juga ingat bagaimana ia harus melindungi farel dari bullyan karena keputihan nya diatas rata-rata kanak-kanak dijalanan sampai Farel hampir mati karena dipukul batu. Untunglah Caisar memeluknya dan kepalanya yang terkena batu. Jika tidak Farel sudah mati dikalah itu karena apa? Karena Farel masih batita berusia 3tahun..!!! Itu terjadi sampai ia bertemu sang nenek Ina pemilik rumah ini. bukan karena ia tak ikhlas menemani para adiknya. Tapi rasanya menyakitkan mengingat itu, ketika hidup bersama nenek Ina mereka memang masih kelaparan tapi setidaknya mereka tidak kehujanan dan kedinginan, mereka memang masih susah dan juga harus kuat tapi setidaknya mereka ada tempat untuk pulang. dan mereka datang untuk mengambil semua perjuangan nya. Akh air mata Caisar jatuh lagi mengingat itu.


Cleo yang merasakan pelukan yang semakin mengerat diam saja, ia tak tau apa yang membuat kakaknya menangis saat ini padahal kakaknya sangat jarang menangis. Ia mau bertanya tapi ia tau jika kakaknya tak akan bicara. Ia memilh diam dan memeluk kakanya lebih eratt. Ia diam merasakan kepalanya basah karena air mata kakaknya. Ia bahkan juga merasakan pipinya basah karena ikut menangis.


Disisi lain pemuda berusia 15tahun itu berlari kedepan gang jalan umahnya. Melihat sekeliling dan mencari orang yang ingin ia temui, dan benar, ia bisa melihat ada sosok wanita baru baya dan lelaki paru baya yang segera memauski mobil. Ia pun segera berlari mendekatinya.

__ADS_1


”Tunggu..!!” Teriaknya keras. Itu menghentikan kedua orang itu. Keduanya terdiam melihat sosok pemuda yang masih samar-samar dari ujung jalan karena penerangan yang minim, ditambah wajah pemuda yang asing membuat mereka bertanya-tanya siapa dia? Ia tak tau jika itu anaknya sendiri.


__ADS_2