Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
21


__ADS_3

Tapi sbeelumnya Cleo sudah menjauh.”Ettss enggak boleh minta lagi. kan udah Cle bilang. Ndak boleh minta wleee.” Cleo menjulur lidahnya membuat Fadly mengunya masam.


Siyalan mau adik mau kakaknya. Sama-sama menyebalkan..!!!!


.......


Cleo disana mengunya makannya disana dengan lahap, ia melirik Fadly dengan sesekali karena terlihat Fadly menatapnya makan semabri meneguk air liur tapi. Cleo disana menghela nafas dan menjulurkan nasi gorengnya lagi sembari menatap lain arah, enggan menatap Fadly.”Makanlah sedikit saja tapi..” Ujarnya disana tak ikhlas sebab ia memang pelit jika berhubungan dengan makanan,


Senyum Fadly disana mengembang dan segera mengambil kotak bekal itu dan memakannya. “ Nah gitu dong nggak boleh pelit jadi bocil hahaha...”Ujarnya dan memakan makanan Cleo disana dengan lahap lupa jika Cleo bahkan belum makan banyak. Rasa nasi goreng ini baginya sangat enak meski berwarna pucat tidak seperti nasi goreng yang ia makan biasanya. Ini hanya berwarna putih kemerah-merahan, telur tipis dan juga kol manta biasa. Kenapa bisa seenak ini?


Cleo melihat nasinya yang sedikit lagi pun menarik bekalnya.”Iss kan Cle bilang sedikit bukan semua ih.. kan kan.”Gumamnya menunjukan ujung kukunya pertanda memperagakan ukuran sedikit, lalu menghentakkan kakinya takk terima.


Fadly disana menunjukan giginya tak bersalah.” Lupa Cill, nanti kakak ganti aja yah. ini buat kakak aja hehe,,”Ujarnya disana mengunyah habis nasi itu.”Nasi gorengmu tidak enak hhanya aku lapar saja mangkanya aku makan semua.”Ujarnya mengejek dengan tak mau memuji.


Cleo disana mendelik.”Tak enak tapi dihabisin. Kakak waras?”Tanyanya dnegan nyoot membuat Fadly mnelotot menatapnya.”Hee, kalo enak yah bilang enak aja. Lagipula temannya Cleo mengakuhi akan hal itu, makanan Cle paling enak karena masakan dari kakak-kakaknya Cle. Fiks no lecot no denbat. No bacot-bacot.”Ujarnya talk terima.


Fadly disana mencebik dan mengunya pelan dan meminum minum Cleo. Cleo yang melihatnya tak terima dan melotot.”ihh minum Cle ikutan diminum?”Tanya Cle talk terima.


“Ekkk..” Fadly cendawa dengan kencang, ia cengengesan melihat Cleo yang melotot siap mekanya hidup-hidup.”Kamu selalu bilang kakak-kakakmu hebat.. emang ibumu tidak bisa memasak ha? Telingaku sakit mendengar kau memuji kakakmu terus. Aku lebih baik dari kakakmu.”Ujarnya disana dengan tak terima. Mendengar Caisar kakak Cleo saja sudah membuat hatinya terbakar apalagi Cleo yang memujinya sedari tadi,


Cleo disana pun terkekeh.”Iri. bilang boss..”Ujarnya.


Fadly menggeleng dibuatnya. “Siapa yang ngajarin?” Tanya Fadly disana.


Cleo disana mengeleng polos.”Teman kelas suka bilang gitu kalo ada yang kahatin cleo. Katanya mereka iri karena Cle anak pintar dan cantik. Jadi bilang aja gitu kalo ada yang hina Cle.” Jawabnya dengan wajah imut nan polos. Fadly hingga tak tahan mencubit pipinya.

__ADS_1


“Ikut pulang bareng kakak yok.. kakak punya pohon apel dan rumah coklat Loh..” Ujarnya Fadly disana.


Cleo menatapnya binar.”Beneran?? Cle boleh petik sendiri dong banyak-banyak?”tanyanya semangat kepada Fadly. Dfadly mengangguk malas.


"Ambil sepohon-pohonnya kalo mau. Yok.”Ujarnya bangkit dan menggendong Cleo,


“Nanti dulu.. kotak nasi Cle nanti ilang. Bersihin dulu kakak.”Ujarnya memberontak. Fadly mendengus.”Buang aja. Beli yang baru, lagi pula itu bukan kotak nasi, tapi bekas kotak es krim. Dan botol minuman itu dari botol bekas.”Ujarnya menghina.


Tapi memang begitu faktanya. Dan botol minumnya Cleo itu hanya bekas botol minum mineral yang dijual orang diwarung itu, dibersih dan dicuci oleh Caisar.


Cleo tetapp ,memberontak.” Iss kakak enggak boleh begitu.. nanti kalo kak Cessy Tanya Cle harus jawab apa? “Ujarnya dan turun dari gendongannya Fadly.


Ia segra menaruh kotak bekal dan botolnya kedalam tas cepat.” Kata kak Cessy dengan kita menjaga barang kita dnegan baik tanpa memandang itu mahal atau murah itu adalah suatu hal bentuk kita menghargai dan juga bertangung jawab. Jadi tidak boleh begitu.”Ujar Cleo tak suka.


Cleo disana mengetuik pipinya dan berfikir.”Tujuh tahun.”Ujarnya senyum.


Fadly disana mengangguk. “Seharusnya usiamu itu merengek meminta balon udara atau permen kepada ibumu. Atau kau harusnya menangis karena diganggui oleh temanmu. Bukan bicara seakan kau orang dewasa yang harus menasehati orang lain.”Ujarnya menggendong Cleo lagi.


Cleo disana menggeleng mengalungkan tangannya di lehernya Fadly. Ia menatap Fadly dna berkata.”Dewasa itu bukan tentang umur, Cle mau merengek tapi tidak ada waktu untuk merengek, mau menangis tapi tangisan cle nggak ada gunanya. Bukan Cle yang terlalu dewasa. Kakak saja yang tidak tau apa-apa selain hidup sebagaimana orang lain hidup. Cle bisa tebak pasti kerjaan kakak hanya menuntut orang tua supaya menuruti apa yang kakak mau kan?”Tanya Cleo disana. Fadly tertegun mendengarnya.


Itu benar.. tapi ia tak mau mengakuhinya, ia beban orang tua tapi ia tak mau Cle mengejeknya. Ia mengapit hidung Cleo.” Ngomong terus dari tadi Cill. Mulut kamu bau kambing.”Ujarnya.


Cleo disana segera mencium aroma mulutnya dengan telapak tanganya. Terdiam sebntar dan.”Mana ada ih.. Buk...”Ia memukul kepala Fadly membuat sang empu tergelak melihat Cleo yang terlihat menggemaskan dimatanya. Wajah Cleo yang kesal membuat ia ingin melihatnya terus menerus.


.....

__ADS_1


Dilain sisi ada Caisar yang sudah sekolah kembali., ia sudah diangkat menjadi ketua osis, itu membuat ia sangat bahagia,, lagi pula banyak kok guru yang setuju akan dirinya menjadi ketua osis,.


“Caisar... Selamat yah atas jabatan kamu. Saya harap kamu amannah dan mampu membawa sekolah kita lebih baiok dan lebih maju lagi kedepannya.. saya yakin kamu pasti bisa saya andalkan bukan?”tanyanya Pak Heru selaku kepala sekolah yang ditempati Caisar.


Caisar disanapun tersenyum dan menerima jabatan tangan itu dan berkata.”Terimakasih pak atas kepercayaannya, saya harap bapak bisa membimbing dan membantu saya kedepannya untuk menjadi lebih baik lagi.”Ujarnya tersenyum tulus.


Kepala sekolahnya menganguk dan juga memberikan satu tas besar.” Ini untukmu,. Ini tolong dijaga untuk kedepannya, karena jabatan kamu ketua osis kamu harus bisa mengenakan ini. saya tau kamu tidak memiliki laptop untuk penyalinan data nama-nama anak skeolah, anak-aak daftar hitam atau acara-acara yang membutuhkan proposal dan data lainnya. Saya harap kamu bisa mengenakannya dan menjaganya dengan baik. “Ujar nya.


Caisar disana menatapnya kaget.”Ini laptop pak? Buat saya?”Tanya Caisar disana dengan gugup.


Kepala sekolah mengusap kepalanya pelan dan mengangguk.”Yah ini buat kamu. Karena ini pasti dibutuhkan kamu untuk kedepanya selaku ketua osis. Ini memang fasilitas dari sekolah.”Ujarnya menjawab ucapan Caisar. Ia memang sangat menyayangi Caisar karena ia tak punya anak setelah menikah cukup lama. dia bahkan dulu sempat ingin mengadopsi Caisar sebagai anaknya. tetapi ditolak oleh Caisar karena ia punya adik-adik yang harus ia jaga. Dan ada banyak yang tak bisa Caisar cerita membuat ia tak bisa mengelak lagi. ia menghargai keputusan Caisar.


Caisar disana tersenyum mengangguk.”Terimakasih banyak pak.. saya akan menjaganya dan menggunakanya dengan baik nantinya. Sekali lagi terimakasih.”Ujarnya bahagia.


Akhh kalian tau apa yang membuat Caisar bahagia? membayangkan dirinya dan para adiknya tak memikirkan bahan pangan saja itu sudah cukup. Hanya itu. Tapi Ia juga sebenarnya berniat membelikan adiknya Farel laptop, karena Farel itu kemarin mengambil kursus computer geratis dari pemerintah, eh tidak seutuhnya si gratis karena ada biaya lainnya setiap bulan dibayar tapi tetap saja. Adiknya sangat ahli akan laptop membuatnya ingin mendorong sang adiknya untuk terus bergerak maju.


Dan ternyata Tuhan memberikan ia jalan akan hal itu dengan mudah. Caisar hendak melompat dan memeluk Farel akibatnya. Ia ingin anak itu melihat laptop barunya, ia ingin melihat kebahagiaan itu. Sangat ingin. Semoga saja ini langka awal Farel menemukan jalan bagi nya untuk mau kedepan. Semoga saja.


.


.


.


“Kak dimana Disya? Disya tokoh sampingan Hoho.. jadi nanti ada Disya nya kok. Kak dimana Konfliknya. Jangan cari konflik tapi cari nikmatnya saja hoho...””

__ADS_1


__ADS_2