
Rafa menatap rumah dihadapanya dengan kagum, ini bukan rumah lebih tepatnya Mansion, sangat besar berwarna Putih dengan lampu keemasan dimana-mana, ada banyak mobil didekat garansi yang bahkan luasnya lebih besar dari rumah lamanya ada juga air mancur dan taman didepan rumahnya. Ini rumah yang paling besar ia lihat selama mereka hidup,
Ia punya teman orang kaya tapi belum ada yang sekaya ini. Akhhh memikirkan ini ia menjadi tersenyum senang. Ia bisa pamer dan membungkam mulut mereka yang menghinanya selama ini bukan.? Yang biasanya ia yang dihina maka ia yang akan menghina orang lain!
Akhhh tidak tidak..!Kakaknya tak membolehkan hal itu.
Sedangkan Farel menatap kebelakang celingak-celinguk menatap segala arah. Matanya tertuju pada ibunya yang menyuruh beberapa pennjaga dan pelayan yang mengambil baju dan pakaiannya dikoper. “Ma.. Cleo mana??? Bukanya tadi sama papa?” Tanyanya pelan. Itu menyadari kekaguman Rafa tadi lalu melihat Farel. Benar juga dimana sang adik?
Terlihat mamanya gugup dan tersenyum, ia mendekati sang anak dan mengusap kepala Farel. “Cleo sama papa kok tenang saja.”Ujarnya disana pelan.
Farel menatapnya mengernyit bingung. “Terus papa mana??” Tanyanya pelan.
Mamanya terlihat semakin gugup. “Di-dia dirumahnya. Kita masuk dulu yuk bicarainnya.”Ujarnya. namun tangannya ditahan oleh Farel. Farel tak bergemings eakan menuntut jawaban detik itu juga.
Lina menghela nafas menatap anaknya lembut.” Cleo sama papa kalian. Mama sama kalian sudah bercerai lama, mangkanya kalian sama mama sedangkan Cleo sama papa kalian.. “Ujarnya.
Dam..
Rafa dan Farel kaget mendengarnya. Ia menatap mamanya dengan nanar. “Jadi maksud mama kita hidup terpisah sama adek dan kakak gitu??? Kenapa nggak bilang dari awal..!” Bentak Farel dengan kuat tak terima. Ia pikir ia akan hidup bersama adik-adiknya dan kakak-kakaknya. Jika ia tau jika mereka akan terisah mereka tak akan mau ikut orang tuanya. Ia tak akan sudi..!! begiti juga Rafa yang terdiam terhenyak mendengar ibunya bicara.
__ADS_1
Mamanya disana menggeleng. “Maafkan mama yah baru bilang.. mama dan papamu sudah sama-sama sudah menikah jadi kalian tidak bisa sama-sama. tapi mama janji kok jika akan memenuhi kebutuhan kalian. Mama akan me—“
“Tapi kita nggak butuh itu. Kami mau adik sama kakak sama-sama.. “Bentak Farel kuat mengerng marah. Tanganya terkepal erat ingin memukul ibinya.”Anda sengaja yah memisahkan kita??”Tanyanya tak suka pada ibunya
“Bukan gitu sayang.. mama bisa jelasin---“
“Kita mau pulang sekarang!.”Ujar Rafa menekan perkataannya. ”Kita nggak mau pisah sama adek atau kakak. kalo kini aja kami dipisahin pasti nanti kak Caisar sama Cessy dipisahkan juga dari kita kan?!!” Tanyanya sinis.
Ibunya terlihat tenang disana. ia disana mengerang menahan amarah dna tersenyum. “ Antarkan mereka kekamarnya mereka.”Ujarnya pelan pada penjaga. Kedua penjaga mengangguk lalu mendekati mereka. Mereka kaget melihat ditangkap.
“Lepasin.. kita mau pulang..!!” Teriak Farell.ia disana tak mau mmenurut tapi kekuatan mereka sangat besar. Jangankan tenaga tubuh mereka saja sangat keras berotot memegang tanganya yang tak sebrapa itu. Yang ada tangannya tambah sakit.
Farel dan Rafa semakin memberontak, semakin tak mau disana karena baru sadar jika mereka dijebak. Tak ada lagi kakak dan para adik. Mereka tak bisa membayangkan bagaimana hidup dipisahkan dari mereka yang ia sayangi.’
Disisi lain sosok Cleo tertidur dalam gendongan ayahnya. Ayahnya cukup licik akan hal ini, ia memberikan anaknya obat tidur sehingga ia tak akan rewel hinga besok pagi. Ia tersenyum miring menatap kedepan, dimana ia memasuki gerbang rumahnya.
“Silahkan tuan.”
Ia pun keluar setelah pintunya dibuka oleh bodyguardnya. Ia menggendong Cleo dengan hati-hati sampai didepan pintu rumahnya, tepat ketika ia masuk ada sosok wanita cantik mendekatinya dengan segera, matanya berbinar terang menatap sang suami. “Mana putriku mas? aku mau melihatnya.”Ujarnya dengan pelan dan terkekeh semangat,
__ADS_1
Suaminya tersenyum riang memperlihatkan Cleo di pelukannya. Ia menutupi bibirnya kagum.”Yaampun cantik banget. Sini biar aku gendong anakku. Sini putri sayang uuu.”Ia merebut Cleo dengan kasar. Suaminya cukup kaget melihatnya. Istrinya dengan segra memeluk Cleo dengan gemas dan menciumnya.”Putriku cantik sekali..”Ia Pergi meninggalkan suaminya.
Suaminya tersenyum tipis melihat istrinya yang bahagia, namun tak menyadari jika tiga sosok lain berada disudut ruangan mengepalkan tangan menatap sang ibunda memeluk dan menyambuk anak yang tak tau asal usulnya, sedangkan mereka anak kandung saja tidak pernah ia peluk seerat itu.
...----------------...
Sudah dua hari semenjak kejadian itu Cessy dan Caisar dirumah sakit, mereka sudah melihat keadaan rumah mereka, semuanya hangus terbakar. Tak ada sisa apapun disana membuat Cessy dan Caisar sama-sama menangis. Bahkan kabar beredar bahwa mereka meninggal didalam sana karena hangus terbakar.
Sekarang mereka tak punya apapun bahkan mereka tak punya baju lagi selain baju dibadan.
Cessy diam menangis dalam diam, ibu dan ayahnya sangat tega membkr rumah mereka, padahal mereka mati-matian mencari uang untuk memperbaiki rumah itu, membelikan perabotan dan beberapa baju. Tapi sekarang? lihatlah. Bagaimana meeka bisa sekolah? Bagaimana bisa mereka tidur? Bagaimana mereka bisa pulang?? Mereka kehoilangan arah sesungguhnya.
Caisar? Tangannya diperban dan juga di Gif, tangannya terinfeksi bahkan kemarin ia kkuekurangan darah akibat terlalu banyak darah keluar. Ia slelau menenagkan dirinya supaya tak menangis. Ia sangat lemah berbeda dengan Cessy yang menangis melihat kabar berita ditv yang mengatakan jika mereka berdua sudah meninggal didalam rumah tersebut dikarenakan kebakaran ini.
“Kak gimana adik-adik kita kak hiks hiks.” Cessy menangis dengan pelan.”Maafin kami kak nggak denger kakak. andai kami nggak terpengaruh sama mereka hiks hiks..” Ia menyesal tak mendengar Caisar. Andai ia ikut menahan adik-adiknya untuk tak pergi,, meski rumah mereka kebakaran begini setidaknya para adik aman. Apalagi mendengar jika orang tuanya saja tega melenyapkan meteka berdua. Lantas apa kabar kedua adik disana?
Caisar menghela nafas.”Setidaknya mereka aman dan tidak merasakan bahaya seperti kita. kamu harus tenang.” Ujarnya pelan. Tak berselang lama pintu terbuka, menampikan sosok ibu dan ayah Gerry yang tersenyum manis,.
“Kalian sudah sadar??” Tanyanya Gefry ayahnya Gerry tersenyum manis pada kedua anak tersebut. Teman dsari anak-anaknya.
__ADS_1
“Omooo... Cantik kenapa menangis??? “ ibunya Gerry bernama Rani itupun mendekat menatap Cessy yang menangis tak tega. Ia memeluk Cessy dan disambut oleh sang empu hangat. Yah mereka yang membantu Caisar dan adiknya dua hari ini.