CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 103


__ADS_3

-Di Taman-


"Apa kau senang?" tanya Tama.


"Menurutmu?" tanya Sanas balik.


"Kurasa begitu." kata Tama sambil menyematkan bunga di sela - sela telinga Sanas.


"Terima kasih." kata Sanas.


"Untuk?" tanya Tama.


"Untuk keseriusanmu, awalnya aku meragukanmu. Tapi hari ini kau berhasil membuatku yakin atas pembuktianmu." ujar Sanas.


"Aku tidak pernah main - main dengan perkataanku, Kreyasa Anastasya." kata Tama meyakinkan.


"Aku percaya." ujar Sanas.


"Apa aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Tama.


"Katakan.." ujar Sanas.


"Aku mau kau tidak merahasiakan hubungan kita." kata Tama.


"Termasuk di kantor? apa kau yakin?" tanya Sanas.


"Sangat yakin." ujar Tama.


"Oh.. Astaga aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi para idolamu jika tau hubungn kita." celetuk Sanas.


"Idola? aku tidak punya idola." ujar Tama heran.


"Ya kau tidak punya idola, tapi mereka yang mengidolakanmu." ujar Sanas dengan nada ketus.

__ADS_1


"Hahaha.. kau harus terbiasa, karena itulah resiko punya kekasih yang tampan sepertiku." ujar Tama.


"Ya.. Ya.. Ya.. Lumayanlah." ujar Sanas.


"Jadi aku kurang tampan?" tanya Tama.


"Tidak bukan begitu.. hanya saja aku risih dengan kepercayaan dirimu yang berlebihan." ujar Sanas terkikik.


"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Sanas tiba - tiba.


"Pertunangan." ujar Tama yang membuat Sanas terbelalak.


"Hey.. apa itu tidak terlalu terburu - buru?" tanya Sanas.


"Tidak, lebih cepat lebih baik bukan. aku tak mau lama - lama menundanya." kata Tama.


"Kakak, aku masih kuliah." ujar Sanas.


"I Know!!! tidak ada larangan bagi mahasiswa untuk bertunangan kan?" tanya Tama.


"Dan satu lagi, aku akan merayakan hari pertunangan kita dengan meriah di salah satu hotel ternama. Jadi, siapkan mentalmu, Sayang." kata Tama sambil menekan kata - kata terakhirnya.


"Ayo kita masuk, pasti semua menunggu kita." kata Tama menggandeng tangan Sanas.


Hari semakin sore, semua keluarga besar Tama berpamitan karena mengingat jarak antara kota M dan Kota XX lumayan jauh. Kini yang tersisa tinggalah keluarga besar Sanas dan keempat sahabatnya saja. Sanas menuju kamar dengan di ikuti keempat sahabatnya.


"Fiks, loe harus ceritain gimana bisa loe di lamar sama bos loe." kata Gita.


"Iya ih.. kok bisa, loe kejebak skandal sama dia hah?" tanya Cindy.


"Sumpah demi apa, loe harus kenalin gue ke salah satu orang yang sama calon suami loe titik." sambung Gea.


"Kalo Dia ngelamar loe, berati dia udah putus sama nona Velin dong." kata Santi yang membuat semua pandangan tertujuh padanya.

__ADS_1


"Velin?" tanya Sanas.


"Iya.. anak bos aku." kata Santi, Sanas tampak berfikir setelah mendengar penuturan Santi.


"Ada yang salah ya?" tanya Santi.


"Salah sih engga, cuma ngga tepat aja." seru Cindy setengah berteriak.


"I Don't Care, gue jawab pertanyaan kalian satu persatu." ujar Sanas, ia pun menceritakan dari awal hingga akhir.


"Emang lu ya Nas, dari dulu sampai sekarang paling ribet kalo soal percintaan." ujar Gita.


"Iya, gila loe. Nikah itu ngga gampang anjir, bisa - bisanya ya loe." imbuh Cindy.


"Maka dari itu dalam pikiran gue nikah itu ngga gampang makanya gue ajuin syarat yang menurut gue ngga gampang juga. Ya gue mana tau kalo dia ngiyain perkataan gue." kata Sanas jujur.


"Terus loe mau gimana Kreyasa Anastasya, Loe udah jalan sejauh ini. Dan jangan bilang kalo loe masih ragu sama tu cowok." selidik Gita.


"Dikit." jawab Sanas jujur.


"Ampun deh, gue udah ngga tau lagi sama jalan pikiran loe, jadi kesel." kata Gita.


"Gue bingung Git, gue harus gimana disisi lain Daniel selalu ngejar - ngejar gue, dan loe tau sendiri dia udah punya bini. Gue juga butuh tempat buat berlabuh, kebetulan ada dia ya udah sekalian aja." kata Sanas.


"Saiko emang loe, loe bisa cari solusi lain. Bukan malah mainin anak orang." ujar Gita.


"Gue ngga mainin anak orang Gita.." sergah Sanas.


"Terus apa? secara tidak langsung Tama tu cuma jadi pelampiasan loe doang." ujar Gita.


"Tapi ngga ada salahnya buat Sanas njalin hubungan sama orang lain Git, dari pada dia di hantui sama si Kuyang Daniel. Gue lebih ngga ridho." kata Cindy.


"Ya sama gue juga ngga ridho kalo Sanas sama cengunguk sialan itu." ujar Gita kesal.

__ADS_1


"Ya udah sih, lagian semua udah terlanjur terjadi, dan gue harap loe pinter - pinter ngendaliin perasaan loe deh Nas.. jangan sampai loe ketulah sama perbuatan loe sendiri." ujar Cindy.


"Thanks ya All.. kalian emang tebaik." kata Sanas, mereka berlima pun berpelukan.


__ADS_2