CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 24


__ADS_3

"Halo.." sapa Sanas mengangkat telepon.


"Nas, loe sekarang ke Rumah Sakit Medika." kata seseorang di sebrang telepon, ia adalah Dimas.


"Dimas? ada apa?" tanya Sanas.


"Loe kesini aja Nas, ini darurat yaudah ya. Gue tunggu." kata dimas lalu menutup telepon secara sepihak.


Tanpa aba - aba Sanas langsung menuju Rumah Sakit, Usai memarkirkan mobilnya ia langsung masuk.


"Kak Didi.." panggil Sanas.


"Sanas, loe udah dateng. yuk Loe ikut gue." kata Didi.


"Ada apa tadi kak dimas telepon aku suruh datang ke sini kak?" tanya Sanas.


"Kamu ikut aja nanti akan kami jelaskan." jawab Didi.


Tampak ada seorang laki - laki dan wanita paruhbaya yang duduk di kursi tunggu, tampak mereka tengah menunduk dan menangis. Hanya Didi dan Dimas lah yang tampak sedikit tenang, namun tak dipungkiri terdapat rasa was - was di wajah mereka berdua.


"Ada apa kak Dim?" tanya Sanas bingung, namun Dimas hanya menunduk.

__ADS_1


"Dia siapa Dim?" tanya wanita paruhbaya, ya ia adalah ibunya Zen. Lebih tepatnya Ibu angkatnya.


"Dia Sanas tante." jawab Dimas.


"Ada apa ini, jawab aku jangan membuat aku semakin bingung. Kak Dim jelaskan?" Sanas memohon.


"Hufhh...


Zen kecelakaan saat mengejarmu Nas." kata Dimas.


"Apa? kau jangan bercanda." tanpa terasa air matanya pun lolos membasahi pipinya kembali.


"Jadi kau penyebab putraku meregang nyawa seperti sekarang hah?" tanya nyonya Mita emosi.


"Bisakah aku sabar kalau ternyata penyebab anak kita meregang nyawa adalah gadis tengik ini." ujarnya makin emosi.


Sanas tak bisa berkata - kata lagi, ia tak menyangka jika penyebab Zen kecelakaan adalah dirinya.


"apa maumu Zen? belum puaskah kau hancurkan aku? kalau tau akan seperti ini seharusnya dulu aku tak mempercayaimu begitu saja. apa salahku Zen? apa salahku sehingga kau menyiksaku dengan cara seperti ini? bukankah kau sudah medapat apa yang kau inginkan? untuk apa lagi kau mengejarku hingga kau mengalami kecelakaan yang membahayakan nyawamu" Sanas hanya bisa bergelut dengan pikirannya.


"Keluarga Tuan Zen." kata dokter yang keluar dari ruang IGD.

__ADS_1


"Saya Mamanya Dok.." kata nyonya Mita.


"Begini Tuan.. Nyonya.. Tuan Zen membutuhkan tranfusi darah karena Tuan Zen mengalami pendarahan cukup banyak, kebetulan Tuan Zen memiliki golongan darah yang langka dan stok di rumah sakit ini sedang kosong." jelas Dokter.


"Kau dengar gadis bodoh, semua ini gara - gara kamu" hardik Nyonya Mita.


"Golongan darah apa dok?" tanya Sanas.


"AB rhesus negatif." kata Dokter


"Ambil darah saya dok, golongan darah saya AB rhesus negatif." kata Sanas.


"Sumpah demi apa pun aku tidak sudi jika darah gadis ini menyatu dengan anakku." kata Mita dengan tatapan benci.


"Ini darurat tante saya mohon ijinkan saya mendonorkan darah saya, anggap saja saya menebus kesalahan saya karenan menjadi penyebab dari semua ini tante." kata Sanas memohon. Mita dan Giant diam sejenak.


"Saya janji tante setelah ini saya tidak akan mengganggu kehidupan Zen lagi, saya janji tante." bujuk Sanas lagi


Akhirnya Mita menyetujui Sanas mendonorkan Darahnya untuk Zen. Dan sejak hari itu juga Zen mulai menjauh dari Sanas.


***Flashback Off*

__ADS_1


_______________________________________________


Hai... teman - teman semuanya, terima kasih sudah mampir karya Author. jangan sungkan - sungkan meninggalkan jejak dengan like, komen & vote di karya author ya. Tanpa kalian Author bukan apa - apa, ILOVE YOU All💋**


__ADS_2