
"Whaaaattt..." seru Gea tiba - tiba saat melihat sahabatnya datang bersama Daniel.
"Queen... Seriously?" tanya Gea, namun Sanas tak mengindahkan pertanyaan sahabatnya.
"Queen... Kau ini cantik, banyak pria yang mendekatimu. Kenapa memilih jadi simpanan Daniel sih." cerocos Gea heran.
"Hus.." kata Santi.
"Kalo ngomong dipikir dulu buk." cela Gita sambil menoyor kepala Gea.
"Abisnya Queen-" belum selesai Gea berbicara namun terhenti karena sorot mata Gita yang seakan mengintimidasinya.
"Udah?" tanya Sanas ketus.
"Sorry... Queen, jangan marah dong, kamu kan tau kalo mulut temen kamu yang satu ini emang susah ngerem." bujuk Gea.
"Hufh.." Sanas menghela nafas panjang.
"Aku ngga ada hubungan apa - apa sama dia, tadi Daniel ngga sengaja nabrak aku karena dia buru - buru mau ke kelas sampai buku - buku yang ku bawa jatuh berserakan. Sebagai permintaan maaf dia bantuin aku bawa buku - buku ini, nih buku - buku kalian. Lain kali jangan sampai lupa lagi main nylonong pulang bukunya main tinggal." dengus Sanas sambil menjelaskan.
"Ohhhh...." kata mereka serentak.
"Lagian gue heran deh sama kalian, kenapa gitu setiap ada cowok sama gue kalian pasti mikir kalo aku ada hubungan sama mereka." kesalnya.
__ADS_1
"Ya.. Sorry!!! habisnya yang deketin elu cakep - cakep kita kan jadi iri. Iya ngga guys." kata Gea membela diri.
"Kita? loe aja kalee..." ejek Cindy.
"Ihh.. Cindy, ga seru ah.." dengus Gea, mereka pun tertawa karena telah berhasil menjahili Sahabatnya.
"tapi syukurlah Queen kalau kamu sama Daniel gaada hubungan apa - apa, jangan sampai Queenku dilabrak adek kelas gegara dikira pelakor kan ga lucu." tambah Gea.
"Santai aja kali, kalau pun tu adek kelas mau labrak seorang Kreyasa Anastasya, pasti mereka harus berpikir berkali.. kali.. kali.. kali.. lipat." ujar Gita.
"Why?" tanya Sanas mengerutkan dahi.
"gue yakin 100.000 % dia udah bakal insecure duluan." sarkas Cindy.
"Yups, tumben encer." kata Gita.
"Udah deh, jangan berlebihan." kata Sanas.
"Tapi ngga papa kok Queen kalo kamu jadi simpenannya Daniel kan jadi memecahkan rekor bahwa Selingkuhan lebih cantik dari pacar sah." ujar Gita terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Ngaco ihh.." seru Sanas bergidik.
Tak berapa lama bel pun berbunyi, pelajaran pun dimulai.
__ADS_1
Nelly POV
"Apa?" teriak Nelly tak percaya.
"Gue liat pake mata kepala gue sendiri Daniel jalan berdua sama kakak kelas yang kek orang korea itu Nel." kata Nila.
"Kreyasa Anastasya, anak kelas XI IPS 1? Serius lo?" tanya Cika tak percaya.
"Nah itu dia gue lupa namanya." kata Nila lagi.
"Terus?" selidik Nelly.
"Ya.. gue gatau pasti mereka nimbrung apaan yang jelas gue liat mereka jalan berdua." kata Nila lagi.
"Shitt... kalo itu gue pastiin kalo bukan tandingan loe deh Nel." cela Linzi.
"Diem lo." bentak Nelly, lalu pergi begitu saja.
- Di kantin -
"Hai.. Boleh ikut duduk ngga?" tanya seseorang mengagetkan Sanas and the geng. ya, dia adalah Nelly.
"Hai.. silahkan." kata Sanas. "Siapa dia?" batinya.
__ADS_1
Seolah mengerti apa yang dipikiran Sanas Gita memberikan ketikan di ponselnya, Sanas pun mengangguk mengerti. Sanas pun mengisyaratkan kepada Gita dan lainya untuk meninggalkan Sanas berdua dengan Nelly.
"Nas.. kita pergi dulu ya." kata Gita, di sambut anggukan oleh Sanas.